Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 39


__ADS_3

" Kia,, kamu cantik sekali. " puji Clara saat melihat Zaskia sudah memakai gamis dan berjilbab begitupun dnegan Azalea. Ketiganya sama-sama memakai gamis dan berjilbab seperti Bia. Untung saja tadi Clara memilih memakai celana jins dan kemeja lengan panjang.


" Kak Clara juga modis kok. " puji Clara.


" Aku seperti melihat tiga orang Bia disini. "


" Benarkah ? Apa aku sudah secantik Kak Bia ?"


" Iishhh apaan sih. " omel Bia risih.


" Kia benar Bia. Kamu memang semakin cantik setelah melahirkan. " puji Clara.


" Alhammdullillllah.. " ucap Bia.


" Bunda. Kapan kita berangkat ke mallnya. " rengek Fawwaz.


" Kita berangkat sekarang sayang. Randy. Kita ke mall. Wimpi ikut juga kan. "


" Iya Nyoonya besar. " jawab Randy.


*****


" Oomm Tiiaaann,,, !!! "


" Eehh,, hati-hati sayang ! " seru Zaskia sembari menjajari langkah si kembar yang menarik tangannya untuk segera menuju restoran Tian di mall.


" Waaahh,, Om kangen sama kalian. " seru Tian saat si kembar bergantian salim padanya.


" Kangen sama anak-anak apa sama Tantenya. " godaa Bia.


" Kak Bia ihh. "


" Om, udangnya habis ya. " tanya Fawwaz yang memang suka makan Udang goreng.


" Kalian mau ? Om buatkan sekarang. "


" Tapi, kami mau jalan-jalan. Beli jilbab buat Mama Ara. " jawab Faiz.


" Mama Ara ?? " tanya Tian bingung sembari melihat Zaskia.


" Kak Clara. "


" Oh. Tuan Al sudah pulang. "


" Kenapa masih panggil Tuan ? Kan dia mau jadi kakak ipar kamu. Harus dibiasakan Om Tian. Bukan begitu Oma ? "


" Benar itu Tian. Biasakanlaah memaanggil mereka sama seperti Kia memannggil meerekaa. "


" Iya Ma. "


Clara tersenyum mendengarnya.


" Udang gorengnya gimana, Bunda ? " tanya Faiz.


" Udangnya biar Om buatin dulu. Kalian jalan-jalan duluu. Nanti mampir kesini lagi. " jawab Tian.


" Yeeeeaaayy.. !!! "


" Eiiiittzsss,,, bilang apa dong ? " teegur Bia.


" Terima kasih Om Tian. " seru keduanya.

__ADS_1


Tian mengusap kepala si kembar bergantian.


Mereka berpamitaan pada Tian untuk berjalan-jalan mencari gamis yang cocok untuk Clara. Dengan tubuh semampainya tentu saja Clara tidak kesusahan mencari yang ukurannya sesuai dan terasa nyaman untuknya.


******


Clara terbangun di tepat jam satu malam. Sudah tiga hari berada diirumah ini. Rasa nyaman, tenang dan hangat dirumah ini sudah bisa menghilangkan rasa sakit dihati Clara oleh sikap Al selama ini.


Rutinitaas yang dijalaninya sedaari bangun sampai tidur lagi baru di lakukan Clara. Padahal itu hal sepele yang harusnyaa terbiasa dilakukkan oleh setiap orang yang mempunyai agama sepertinya. Seorang muslim.


Dia teringat saat si kembar menggedor pintu kamarnnya di pagi buta hanya untuk membangunkannya sholat shubuh berjamaah. Mulai membiasakan dengaan mengucapkan salam dan mencium telapak tangan saat hendak berpergian atau pulang kerumah.


Bagi setiap orang itu memang sepele. Tapi bagi Clara, rutinitas ini baru di lakukannya saat dia mengenal Bia dan Ghazzy. Orang tua Clara memang berbedaa agama. Papanya seorang kristiiani dan Mamanya seorang musslim. Karena itu mereka tidak pernah memaaksa Clara untuk beribadah. Mereka memberikan kebebasan penuh padaa Claara untuk beragama sesuai dengan keyakinannya.


Clara meneteskan air matanya, setiap melihat keromantisan Ghazzy dan Bia. Setiap itu pula dia teringaat Al. Rumah tangganya yang sangat jauh dari kata rommantis. Jangankan untuk romantis, untuk bepergian berdua pun Al harus menyesuaikan jadwalnya dulu. Clara benar-benar kesepian. Dan keberadaannya dirumah Azalea tiga hari ini menghapus rasa sepi itu.


" Kak Ara,, ngapain malam-malam masih di balkon ? Dingin lho Kak. Nanti Kak Ara masuk angin. " kata Zaskia sembari menarik lengan Clara.


Yah,, sejak si kembar memanggilnya dengan Mama Ara. Zaskia juga ikut memanggilnya Ara.


" Aku masih ingin disini dulu Ki. " jawab Clara sembari menepis tangan Zaskia.


Zaskia mengernyitkan alisnya saat melihat Claara menghapus air matanya.


" Kak Ara,, kenapa ? Sakit ? " tanyaa Zaskia cemas sembari memegang kening Clara.


Clara menggeleng sambil memegang tangan Zaaaskia.


" Aku,, aku ,, sepertinya gak sanggup lagi Ki. "


" Maksud Kak Ara apa ? "


Zaskia terdiam, mencoba menebak apa yang dimaksud Clara.


" Maksud Kak Ara,, Kak Al,,," kalimat Zaskia terpotong saat melihat Clara yang kembali menangis dan menganggukkan kepalanya.


Zaskia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Air matanya mennetes melihat Cllara yang menangis. Dia tahu bagaimana rasanya memendam rasa cinta kepada orang yang justru tidak peka dengan cinta yang kita rasakan itu. Dia akhirnya tersadar selama ini Cllara sudah sangat menderita.


" Seppertinya, sampai kapanpun aku gak akan sanggup menggantikan Bia dihati Al, Kia. Aku,, aku gak sebanding dengan Bia. Dia wanita sholehah yang cantik. Aku ,, bukan siapa-siapa Ki. "


Zaskia memeluk Clara hingga mereka kembali bertangisan. Lalu, Zaskia mendudukkan Clara di kursi masih tetap dibalkon.


" Apa Kak Ara tahu. Selama menikah dengan Kak Bia. Kak Al bahkan hampir setiap hari meminta Mama untuk melamar Kak Clara. Kal Al sangat mencintai Kak Clara. "


" Benarkah ? Lalu kenapa dimatanya, aku hanya melihat Bia Ki. "


" Mungkin setelah Kak Al menyesali semua yang pernah dilakukannya pada Kak Bia. "


" Menyesal ? Memangnya apa yang Al lakukan ? "


Zaskia mengeluarkan ponselnya dari saku piyamanya. Kemudian mencari file yang hampir dua tahun dia sembunyikan. Lalu menunjukkanyaa padaa Clara.


" Inii,, Al,, ??? "


Zaskia menganggukkan kepalanya.


" Yah,, Kak Bia selalu menjadi pelampiasan Kak Al. Karena gak bisa mendapatkan Kak Ara. "


" Itu dulu Ki. Aku yakin kamu lebih tahu apa yang telah di rasakan Al. Aku mohon, jangan menutupi apapun dariku Ki. Aku benar-benar lelah dengan rumah tanggaku. "


" Maksud Kak Ara ? "

__ADS_1


" Kiaa,, " keluh Clara kesal.


Clara duduk dikursi dengan mendekap kedua lututnya. Menelungkupkan wajahnya dan terdengar isakannya. Zaskia ikut menangis, dia meletakkan ponselnya dan beranjak masuk ke kamarnya untuk mengambil tisu.


Tangan Claara menyenggol ponsel Zaskia saat hendak mengambil aiir mineralnya. Video saaat Al dan Bia bicara ditaman belakang saat Al selesai berenang dengan Leon pun terputar tidak sengaja. Clara melihat ponsel Zaskia dengan seksama.


" Kak Ara ?! " seru Zaskia kaget saat melihat Clara melihat video Al waktu itu.


Clara tertawa getir. Kemudian meletakkan ponsel Zaskia di atas meja.


" Sudah ada bukti seperti itu, tapi kamu masih menutupinya dariku Kia. "


Zaskia kembali menangis.


" Kehadiranku memang salah. Pernikahan ini sedari awal memang hanya karena keterpaksaan. Al hanya kasihan padaku yang sudah di campakkan Ayden. Dan sekarang aku juga di campakkan Al, bahkan setelah status kami berubah menjadi suami istri. "


" Kak Ara,, maafkan aku. Aku gak bermaksud menutupinyaa dari Kak Ara. Aku kira dengan berjauhan dengan Kak Bia, semakin mudah Kak Al melupakan Kak Bia. Maafkan aku Kak. "


" Al berbeda Ki. Sekali dia jatuh cinta. Dia akan mencintai dengan seluruh hatinya. Sampai dia akan tersadar dengan sendirinya kalo cintanya salah. "


Zaskia terdiam, menunduk tidak berani melihat Clara yang kembali berdiri bersandar di pagar balkon menghadap ke arah Zaskia.


" Kamu tahu Ki ? "


Zaskia mendongak menatap Clara. Ada luka yaang tercetak jelas dimata Clara.


" Al bahkan tidak pernah menyentuhku lagi setelah dia menyebut nama Bia sesaat setelah kamii melakukan hubungan suami istri. "


Zaskia kembali dibuat terbengong dengan ulah Kakaknya.


" Yahh,, seperti yang kaamu pikirkan. Sudah satu tahun Kia. Dan setiap kali kami bersentuhan secara fisik. Seperti memelukku,, Al bahkan selalu menyebuut nama Bia. Hampir di setiap malam ditidurnya dia mengigau memanggil nama Bia Ki. Hati dan pikirannya dipenuhi oleh bayang-bayang Bia. "


" Dia bahkan mengurung dirinya diruang kerjaanya saat Om Leon memberitahukan tentang hasil tes DNA nya. Dia mabuk dan tidak memperbolehkan siapapun masuk ke ruang kerjanya. Dia hancur Ki. Cintanya begitu besar untuk Bia. Sampai detik ini, dia masih tidak percaya kalo si kembar bukan anaknya. Meskipun dia forsir dirinya untuk kerja keraas. "


" Kak Ara baik-baiik saja ? " tanya Zaskia sembari ikut berdiri didepan Clara.


" Yang kamu maksud hatiku Ki ? "


Zaskia mengangguk. Clara mengangkat kedua bahunya.


" Entahlah,, mungkin sudah mati rasa. " jawabnya datar.


Zaskia memeluk Clara sedih.


" Maafkan aku Kak. Aku egois. Maafkan aku. "


Clara membalas pelukan Zaskiaa.


" Aku memang mencintai Al, Ki. Tapi sampai kapan aku menjadi bayang-bayang Bia ? Aku gak sanggup menyaingi Bia. Aku gak sanggup lagi. Aku ingin menyerah Ki. "


Lidah Zaskia terasa kelu untuk menghibur Clara yang tengah mencurahkan isi hatinya.


" Aku iri dengan rumah tangga Bia dan Ghazzy. Aku juga ingin rumah tangga seperti itu Kia. Tapi kenyataaannya, rumah tanggaku seperti kuburan. Aku bahkan hanya bertemu Al saat kami sarapan. Dan dia lebih sering tidur di ruang kerjanya. Lalu apa yang aku harapkan dari rumah tanggaku Kia ? "


Zaskia semakin tergugu. Tidak tahu harus mengatakan apa. Karena dia sendiri tidak bisa membayangkan berada disituasi yang sama sepeti Clara. Dia juga iri dengan kehangatan rumah tangga Bia dan Ghazzy.


----


Ghazzy menghapus sudut matanya yang mulai panas dan mengembun. Niat untuk mengambil air mineral di balkon diurungkannya. Dia kembali masuk ke kamarnya.


* Aku tahu kamu mencintai Bia Al. Kalo tidak, kamu tidak akan meminta untuk dilaakukan tes DNA. Taapi, maafkan aku Al. Kali ini aku gaak mau melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinyaa. Aku sangat mencintai Bia. * batin Ghazzy.

__ADS_1


__ADS_2