Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 56


__ADS_3

Faiz dan Fawwaz sudah tertidur setelah seharian aktif. Bermain dengan Al dan semua mainan yang dibelikannya. Ghazzy pun memilih berada di kamar Bia karena disana Al juga tengah tertidur bersama anak-anaknya.


Zaskia dan Tian menyempatkan ke mall. Tian mengantarkan Zaskia untuk ke kantor Ghazzy. Sementara pekerjaan Ghazzy dihandle Devan dengan dibantu Zaskia. Tian sendiri kembali sibuk dengan resto fastfoodnya. Pulang saat Zaskia sudah selesai bekerja.


Clara menemani Azalea di sana. Di depan kamar Bia. Keduanya saling berpandangam saaat melihat seorang suster masuk ke ruangan VVIP mereka dengan seorang wanita yang memakai seragam kerja seperti Bia dulu.


Azalea dan Clara berdiri.


" Maaf, Bu. Dia bilang, temannya Bu Bia. Mau menjenguk Bu Bia. Apa boleh Bu ? " kata suster itu.


" Kamu teman satu kerjanya dulu ? Siapa namamu ? Aku akan menanyakan dulu padanya. " jawab Azalea ramah.


" Iya Bu. Saya Lily. "


" Silahkan duduk dulu Lily. Aku tanyakan pada Bia dulu sebentar Clara. "


" Iya Ma. "


Azalea mengetuk kamar Bia. Dan masuk kamar itu. Melihat Gahzzy tengah membantu Bia berlatih berjalan.


" Bia,, ada temanmu diluar. Apa kamu mau menemuinya ? "


" Teman ? Siapa sayang ? "


Bia mengangkat bahunya dan melihat Azalea.


" Ehhmm,, dia bilang namanya Lily. "


" Aaahh iya, Ma. Suruh dia masuk Ma. Makasi. "


" Apa dia teman yang dulu, kamu pulang dari rumahnya hujan-hujanan naik motor kamu ? " tanya Azalea memastikan.


" Iya. Hahah. "


Azalea tersenyum melihat Bia senang karena temannya berkunjung. Kemudian dia keluar untuk memanggil temannya itu.


" Lily,, masuklah. Dia senang kamu menjenguknya. " kata Azalea.


" Terima kasih Bu. " ujar Lily sembari masuk ke kamar Bia. Setelah menganggukkan kepalanya didepan Clara.


" Ma, aku pulang dulu ya. Mau ganti baju. Apa Mama nitip sesuatu ? " pamit Clara.


" Istirahatlah dulu. Lagipula besok Bia sudah boleh pulang. Bantu Mama menyiapkan pertunangan untuk Leon. "


" Om Leon bertunangan ? Dengan siapa Ma ? Aku hampir gak pernah melihat Om Leon keluar dengan wanita manapun. Om Leon malah sering keluar dengan si kembar dan Mama. Atau Kia. "


" Dengan salah satu dokter disini juga. Dia dokter penanggung jawab inseminasi Bia dulu. "


" Wahh,, aku ikut senang mendengarnya Ma. Kapan pertunangannya Ma ? "


" Lusa. Leon gak mau bertunangan sebelum meyakinkan dirinya. Faiz dan Fawwaz benar-benar stabil. Terutama Fawwaz. "


" Yah,, terlihat jelas kalo Om Leon sangat menyayangi mereka. "


" Dia takut anak-anak sama seperti Kia. Masa kecilnya terenggut karena harus opname dirumah sakit. "


" Iya Ma. Mereka masih terlalu kecil untuk mengalaminya. "

__ADS_1


" Ya sudah. Pulang dan istirahatlah. "


" Iya Ma. Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. "


 


" Bia,, gimana keadaan kamu ? Gimana bisa jatuh si Bi ? Apa Mas Gahzzy juga terluka ? Anak-anak gimana ? "


" Li,, Lily,, satu-satu pertanyaannya. " celetuk Bia.


" Aku khawatir Biaaaa. " seru Lily.


Gahzzy tertawa kemudian memberikan satu gelas air mineral untuk Lily.


" Kamu tahu darimana kami di rumah sakit Ly ? " tanya Ghazzy sambil duduk di kursi dekat ranjang. Sedangkan Lily duduk di ranjang dsamping Bia.


" Aku dipanggil pihak kepolisian Mas Ghazzy. "


" Kenapa ? " sahut Bia kaget.


" Mas Bagas, Bi. Dia ditangkap polisi karena kasus tabrak lari kalian. Dan semua yang terkait dnegan Mas Bagas diperiksa polisi. Termasuk juga mantan istrinya. "


" Jadi memang Bagas yang menabrak kami tempo hari ? " tanya Gahzzy.


" Iya. Dia gak bisa ngeless lagi. Bukti yang diberikan pelapor udah kelihatan dengan jelas kalo itu mobil Mas Bagas. Dan kayaknya mereka juga punya saksi. Namanya siapa ya tadi. Wimpi kalo gak salah. "


" Aahh iya Kak Wimpi. Kemarin memang mengikuti kami dengan mobil. " jelas Bia.


" Pengawal pribadi yang kamu ceritain dulu ? "


" Sayang. Devan telpon. Mungkin ada yang penting dengan Mall. Aku kesana dulu. " kata Ghazzy sembari menunjuk sofa.


" Iya By. " jawab Bia. Lily pun mengangguk.


" Aku gak nyangka Mas Bagas tega nabrak kalian Bi. " keluh Lily sedih.


" Eehhmmm,, mungkin ya. Ini pikiran negatifku aja lho." kata Bia.


" Kenapa ? "


" Waktu pernikahan adik Al dulu. Suami Kia, Tian. Memperkenalkan kakak perempuannya dan suaminya. Dan asal kamu tahu Ly. Suami kaka perempuan Tian ternyata Mas Bagas. "


" Haahhhh,, yang bener Bi. Apa dia salah satu janda yang ngejar-ngejar Mas Bagas selama ini ? "


" Yahh,, mana aku tahu Ly. Memangnya kamu punya fotonya ? "


" Eeehhmm kayaknya ada deh. Bentar aku cari dulu. " kata Lily sembari mencari foto janda yang mengejar-ngejar cinta Bagas suaminya dulu.


" Ini Bi. " kata Lily sembari menunjukkan foto diponselnya pada Bia.


Bia melihat satu foto wanita yang tengah berpelukan dengan Bagas. Dan satu lagi foto wanita yang memeluk Bagas yang tengah mencium pipinya.


" Bukan Ly. Bukan salah satu dari mereka. " ucap Bia sembari saling menatap Lily.


" Aku harap kakak perempuan suami adik ipar kamu bukan salah satu korban Mas Bagas Bi. "

__ADS_1


" Aku juga kepikiran hal yang sama. Aku juga sudah meminta Tian untuk menyelidikinya. Entah gimana hasilnya. Kirim foto itu ke ponselku Ly. Mungkin bisa aku tunjukkan pada Tian nanti. "


" Oke. Sudah Bi. "


" Makasi ya Ly. "


" Semoga saja Mas Bagas menyesali perbuatannya kali ini. Dia benar-benar keterlaluan. Lalu anak-anak ginana ? "


" Alhamdulillah sudah lebih baik Ly. Inshallah besok pagi kami diperbolehkan pulang. "


" Aahh,, syukurlah Bi. Aku senang mendnegarnya. "


 


" Bia sedang ada temannya. " kata Azalea saat Al melewatinya dan hendak masuk ke kamar Bia.


Al terlihat makin kesal saat melihat di kaca pintu itu. Bia dan temannya tampak akrab dengan Ghazzy. Mereka bahkan tertawa bersama.


" Bia belum sehat. Kenapa memperbolehkan orang lain menjenguknya. "


" Belum sehat bagimana. Besok pagi mereka sudah diperbolehkan pulang. " jawab Azalea.


" Pulang ? Lalu gimana dnegan anak-anak ? "


" Tentu saja mereka juga ikut pulang. "


Azalea menatap punggung Al dengan sedih.


* Bahkan sekarang kamu gak mau melihat Mama Al. *


" Kapan kamu kembali ke Kalimantan ? "


" Aku diusir lagi ?! Kali ini kalian sedang menyembunyikan apa ?! " sindir Al kesal tanpa menoleh. Masih melihat Bia yang tengah tertawa bersama temannya.


" Leon akan bertunangan lusa. Aku harap kamu bisa menunda kepulanganmu ke Kalimantan untuk menghadiri pertunangan Leon. "


" Tentu saja. Aku akan menundanya. " jawab Al sambil tersenyum smirk.


Al beranjak pergi tapi Azalea mencegahnya.


" Kamu mau kemana ? "


" Aku akan ke kamar anak-anak. "


" Istirahatlah Al. Beberapa hari ini kamu kurang tidur. Lihatlah kantung matamu sampai menghitam. "


" Bercerminlah Ma. Kantung mata Mama bahkan lebih hitam daripada aku. Mama kurusan sekarang. "


Azalea tersenyum.


" Mama merindukan kamu Al. "


" Aku ada disini Ma. "


" Kamu disini. Tapi tidak hatimu. Kamu mendiamkan Mama. Menjauhi Mama. Mama sedih Al. "


Rasanya Al ingin merengkuh Azalea ke pelukannya. Tapi, rasa marah dan gengsi membuatnya hanya tersenyum getir.

__ADS_1


" Itulah yang aku rasakan selama ini Ma. Aku diasingkan oleh keluargaku, hanya suapya aku gak tahu tentang fakta sebenarnya. Mama gak tahu sekalut dan setersiksa apa pikiran dan hatiku selama di Kalimantan. " kata Al sembari beranjak pergi menuju kamar anak-anaknya.


Azalea beranjak ke toilet saat mendnegar pintu kamar Bia terbuka. Dia tidak mau Bia dan Gahzzy melihatnya menangis.


__ADS_2