Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 38


__ADS_3

Satu tahun kemudian,,,


Al semakin memforsir dirinya untuk bekerja. Dia bahkan hanya berada dirumah saat sarapan. Dan baru pulang larut malam. Itupun tidur diruang kerjanya.


Setelah melihat foto anak-anak Bia dan Ghazzy di foto profil Ghazzy. Al sedang berusaha melupakan tentang nalurinya yang kali ini salah. Meskipun selama ini, setiap kali Al mengikuti nalurinya selalu memberinya petunjuk tentnag satu kebenaran.


" Al,,jangan terlalu memforsir. "


" Aku gak apa-apa Clara. "


" Nanti kamu sakit Al. "


" Aku selalu minum vitamin. "


" Satu minggu lagi pernikahan Kia Al. Aku harap kita bisa datang. "


" Satu minggu lagi ?! Aahh,, sial !! "


" Kenaapa ? "


Al mengusap wajahnya kasar.


" Satu minggu laagi aku harus ke Korsel. Kunjungan balasan untuk investor perusahaan. Aku akan berada disana tiga hari. "


" Al,, kamu jangan keterlaluan ! Dia adik seemata wayang kamu ! " seru Clara kesal.


" Maafkan aku Clara. "


" Selama ini aku gak pernah protes apapun sama kamu Al. Aku juga gak pernah minta apapun. Tapi aku mohon, batalkan kunjungn itu. Kia pasti sedih kamu tidak dataang Al. "


" Aku tahu Clara. Aku sanngat berterima kasih untuk itu. Tapi, ini demi perusahaan. "


Clara menghela nafas.


" Kamu katakan sendiri pada Kia dan Mama nanti. Tapi, yang jelas aku akan datang. Besok aku akan berangkat kesana. Kamu gak keberatan kan. "


" Maafkan aku Clara. Besok aku akan mengantarkanmu ke bandara."


" Aku sudah selesai makan. Aku ke kamar dulu. "


Clara beranjak ke kamaarnya tanpa menunggu jawaban dari Al. Entah harus bertahan berapa lama lagi pernikahan ini. Clara bukannya tidaak tahu kalo Al tidur diruang kerjanya.


Bagaimanapun dia sudah sah menjadi istri Al, tapi Al tidak pernah menyentuhnya sejak dia menyebutkan nama Bia di malam itu. Al taakut akan keceplosan lagi dan menyakitinya.


Clara pernah menemui Al diruang kerjanya saat terbangun di malam hari dan tidak menemukaan Al dikamarnya. Dia melihat Al yang tengah tertidur di soofa ruang kerjanya. Dengan satu ponsel yang tergeletak diatas dadanya.


Hati Clara sudah terluka saat melihat wallpaper ponsel itu. Foto Bia yang tengah tertawa lengkap denggan wajah dan aksesoris pernikahan.


" Bia sangat cantik meski tanpa jilbab. " gumaamnya.


" Bi,,, Bi,,, Bia,, "


Air mata Clara menetes saat mendengar Al mengigau memanggil nama Bia. Claara meletakkan ponsel itu ditempat semula dan beranjak keluar dari ruang kerja Al. Hatinya teraasa sakit.


*****


" Maafkan aku Clara. "


" Jangan minta maaf padaku, Al. Kia adikmu. Aku yakin Mama dan Kia pasti sangat seedih kamu tidak ada disana. Aku mohon dengan sangat, sempatkaanlah datang. "


" Baiklah. "


Al memeluk Clara yang dibalas oleh Clara deegan pelukan eerat. Dia merindukan Al.


" Hati-hati Bi,, Clarra.. " ucap Al.


Clara mengangguk dan maasuk ke bandaraa. Hatinya kembali merasa nyeri karena mendengar Al kembali hendak menyebutkaan nama Bia saat memeluknya.


*****


" Kak Clara ??!!! " seru Bia senang saat melihat Clara saat membukaa pintu utama mereka.


Clara terdiam sejenak. Melihat Bia yang terlihat semakin cantik setelah melahirkan.


" Kak Clara ?? " panggil Bia seraya melambaikan tangannya didepan Clara.


" Eeehhh,, Maafkan aku Bia. " sahutnya keki.


" Kak Clara kenapa ngelamun ? Apa kabar Kak ? " tanya Bia sembari mengulurkan taangannya.


Clara menyaambut uluran tnagan Bia. Dia memeluk Bia erat setelaah Bia mencium punggung tangannya.


* Apa aku sanggup menggantikan kamu di hati Al, Bia ? Kamu cantik,, sangat cantik Bia. * batin Clara.


" Aku merindukan Kak Clara. Kita bahkan tidak sempat ngobrol terakhir ketemu dulu. " ujar Bia saat melerai pelukannya.


" Kali ini kita punya banyak waktu untuk ngobrol Bi. Apalagi Al tidak ikut. "


" Aku bawain Kak. " kata Bia saat Clara menyeret kopernya.


" Biar saya saja Non Bia. " sahut Wimpi yang langsung mengambil alih koper Clara dari tangan Bia.


" Kak Wimpi selalu deh. Bia,, gak usaah pake NON. "


Seperti biasa Wimpi hanya terkekeh mendengar protes Bia.


" Saya letakkan didepan kamar Tuan Al Non Bia ? "


" Iya Kak Wimpi. Tolong ya. "

__ADS_1


Wimpi menganggguk. Dan berlalu.


" Bukannya dia,, anak buah Al ? " tanya Clara.


" Iya Kak. "


" Dia masih bekerja disini meskipun Al tidak berada dirumah ini lagi ? "


" Sekarang menjadi tanggung jawab Mas Ghazzy Kak."


Clara mengangguk-angguk mengerti.


* Semoga Kak Clara tidak salah faham.* batin Bia.


" Mama dan Kia dimana ? " tnya Clara sembari celingukan.


" Mereka ada di taman belakang Kak. Lagi nyuapin si kembar. "


" Aaahh iya. Aku belum sempat bertemu mereka. Siapa nama mereka Bia ? "


" Faiz dan Fawwaz Kak. Ayo kita kesana. " ajak Bia sembari menggandeng lengan Clara.


" Assalamualaikum. " sapa Bia saat memasuki taman.


Clara menunduk keki. Tidak terbiasa seperti itu.


" Waalaikumsalam. " jawab Zaskia dan Azalea.


" Kumsalam Bunda. " jawab kedua bayi Bia.


" Anak-anak Bunda hebat. " puji Bia sembari mengambil alih Faiz dari gendongan Azalea dan memdudukkannya di pangkuaanya.


" Clara ? Kapan datang ? " sapa Azalea sembari berdiri memeluknya.


" Barusan Ma. " jawab Clara sembari menatap intens anak-anak Bia.


" Bunda,, mau di pangku juga. " rengek Fawwaz.


" Minta tolong Tante Kia. " jawab Bia.


" Mana minta tolongnya ? " ujar Zaskia sambil duduk mensejajarkan diirnya dengan Fawwaz.


" Gak mau sama Tante. Mau sama Bunda. "


Zaskia mencubiit pipi kanan Fawwaz yang gembul. Hingga Fawwaz menangis. Sedangkan Zaskia malah tertawa.


" Iiisshh,, Ki. Kamu ini. " Omel Bia sembari mendekat kearah Fawwaz.


" Haabisnya gemes lihaat pipinya Kak Bia. Kak Clara, apa kabar ? " tnaya Zaskia sembari memcium punggung tangan Clara.


" Bunda,, Tante Kia nakal. " adu Fawwaz.


" Nanti Tante pasti minta maaf. Sekarang dek Fawwaz berhenti dulu nani Mas Faiz ikutan nangis kaya dek Fawwazz."


Fawwaaz langssung berhenti saat melihat Faiz juga sudah mulai terisak.


" Aku udah gak nangis Bun. " seru Fawwaz dan mencium pipi kanan Bia .


Faiz semula yang nampak hendak menangis ikutan tersenyum dan mencium pipi kiri Biaa.


" Anaak-anak Bbunda memang pintar. " puji Bia sambil memcium anak-anaknya bergantian.


Faiz tampak membisiki sesuatu pada Bia.


" Mas Faiz mau kenalan ? "


" Kenalan sama siapa Bunnda ? " tanya Fawwaz.


" Mas Faiz tanya. Oma sama Tante Kia lagi bicara sama siapa.. "


Fawwaz mendongak dan matanya dan mata Claara bertemu.


" Oh my God !! " pekik Clara kaget.


" Mata Kak Al kan , Kak ? " tebak Zaskia.


Clara mengangguk cepat.


" Dek Fawwaz juga mau kenalan ? " bisik Biia.


" Iya. " jawabnya.


" Kita keruang tamu aja Bia. " seru Azalea.


Bia mengangguk sembari menggandeng tangan kedua anaknya. Bia menggandeng tangan-tangan kecil iitu untuk duduk di sofa.


" Gak mau duduk sama Tante. Tantee nakal. " elak Fawwaz sambil pindah duduk dipangkuan Bia.


Zaskia langsung tergelak mendegarnya. Clara dan Azalea ikut terkeekh.


" Lhoo,, katanya mau kenalan. Kalo duduk disini. Bunda gak bisa berdiri dong. "


" Oh iya. " jawab Fawwaz sambil berdiri.


" Sini sama Tante , Fawwaz. " goda Zaskia.


" Jangan Dek Fawwaz. Tante Kia nakal. Belum minta maaf. " hasut Faiz.


" Lhooo.. Faiz kok ikut-ikut sih. " gerutu Zaskia.

__ADS_1


" Ki,, udah ah. " tegur Azalea.


" Syukurin dimarahi Oma. " celetuk Fawwaz dan Faiz berbarengan.


Tentu saja membuat Zaskia semakin tertawa begitupun Clara.


" Sini sayang. Bunda kenalin. Mas Faiz dulu ya Dek Fawwaz. "


" Oke Bun. "


" Mas Faiz. Ini Mama Clara. Anaknya Oma. Mamanya Mas Faiz juga. Salim dulu sayang. "


" Mama Bia ? " Tanya Clara takjub. Matanya sudah berkaca-kaca karena terharu.


" Iya dong Kak. Masa Tante ? " gurau Bia.


" Mama Ara, tangannya mana ? Mau salim. " kata Faiz sembari mengulurkan tangannya.


Tangan Clara melepaskan genggamannya pada lengan Azalea dan menyambut uluran tangan Faiz.


" Pinternya. " puji Clara.


" Dek Fawwaz. Ini Mama Clara. "


Fawwaz melakuukan seperti yang dillakukan oleh Faiz kakaknya.


" Mama Ara. Papa mana ? " tanya Fawwaz.


Deg,,,


Semua yang ada disana terpaku menatap Fawwaz. Clara melihaat Azalea bingung harus menjawab apa.


" Papa kerja sayang. " jawab Bia.


" Ooww,, sama kayak Ayah ya Bun. " sahut Faiz.


" Iya. Sama kayak Ayah. "


" Kok Mama Ara gak pake jilbab sepertii Bunda ? " tanya Faiz.


" Eehh,, "


Bia melihat Clara tak enak hati.


" Kan Tante Kia juga gak pake Faiz ? " jaawab Clara berkilah.


" Tante Kia kan gak keluar. Kalo mau pergi pake jilbab. " jawab Fawwaz.


" Sayang,, belum,, Mama Ara belum pake jilbab. "


" Gak punya ya Mama. Nanti pasti Bunda beri satu jilbab buat Mama. " kata Fawwaz.


" Gimana kalo kita belikan satu untuk Mama Ara. Sekalian kita jalan-jalan. " usul Zaskia.


" Beneran ? " tanya Faiz.


" Gak mau ikut. Tante Kia belum minta maaf Bunda."


" Haduuuhhh,, ini keras kepalanya nurun Kak Al nih. " gumam Zaskiia kesal. Hingga membuat Clara terkekeh.


" Ya udah, Tante Kia minta maaf ya Dek Fawwaz. Tadi udah nakal. "


" Gitu dong. Iya, Fawwaz maafin. "


" Cium tante dulu dong. Fawwaz dan Faiznya. "


Faiz dan Fawwaz mencium pipi Zaskia bergantian. dan keduanya mencubit pipi kanan dan kiri Zaskiia.


" Iiisshh,, nakal ya kalian. "


" Biar adil Tante. Kini giliran kami yang minta maaf. " celetuk Faiz.


" Maafin Faiz ya Tante. "


" Maafin Fawwaz ya Tante."


" Clara. Kamu capek ? Apa keberatan kalo kita jalan-jalan ? " tanya Azalea.


" Tentu saja tidak Ma. Aku sennag sekali. "


" Ayo kalian sekarnag ganti baju. "


" Iya Oma. Ayo Bunda. " seru keduanya sambil menarik tangan Bia.


" Aku tinggal ya Ma. Kak Clara. "


Sepeninggal Bia, Clara meliihat Azalea.


" Kalo Al melihatnya, aku yakin dia akan marah pada kita Ma. " kata Clara.


" Yah. Pastinya. Biiar nanti menjadi urusan Mama. " jawab Azalea.


" Aku ganti kostum dulu ya Ma. Kak."


" Kamu mau ganti baju Clara ? "


" Iya Ma. Sekalian cuci muka. "


" Ayo. " ajak Azalea.

__ADS_1


__ADS_2