Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 114


__ADS_3

" Assalamualaikum. " sapa Faiz dan Fawwaz bersamaan saat Al dan Bia membuka pintu ruangan Zaskia.


" Waalaikumsalam." jawab Zaskia, Tian, Adiba dan Azalea.


" Oma,, kok adik bayinya cuma satu ? " tanya Fawwaz sambil duduk di sofa disamping Azalea yang menggendong Bilqis.


" Memangnya Bunda yang sedang hamil dua bayi. " jawab Zaskia ketus.


" Mami Kia,, gak boleh ketus-ketus dong. " goda Bia sembari mencubit pipi Zaskia.


" Kenapa lama sekali ? " protes Zaskia sambil mencium tangan Bia.


" Eehh,, eehhh, untung saja aku mau mengantarkan Bunda ke sini untuk menemanimu. " sahut Al cepat.


" Jangan berisik,, nanti adik Bilqis bangun. " tegur Azalea yang tahu akan sepanjang apa perdebatan anak-anaknya nanti.


" Bunda,, Mami Kia ? " tanya Faiz bingung.


" Iya dong Mas Faiz. Kalo panggil Tante Kia dan Om Tian terus nanti adik Bilqis jadi ikutan. " jawab Bia.


" Jadi Mas juga panggilnya Mami Kia dan Papi Tian aja ya Bun. " usul Faiz.


Al dan Bia tertawa karena anak-anaknya yang cepat tanggap.


" Aahh,, senangnya. Adik Bilqis punya dua orang kakak yang cakep pinter lagi. Besok jagain adik Bilqis ya. " seru Zaskia terharu.


" Lalu,, siapa yang nanti jagain adik-adik bayi Mas Faiz nanti Mami ? " protes Faiz.


" Kan Bunda belum lahiran Mas. " protes Zaskia.


" Tapi, kan adik-adik bayi nanti ada dua Mami. " bantah Fawwaz.


Bia menyentil hidung Zaskia yang manyun karena tidak bisa mendebat Faiz dan Faawaz.


" Kan Bunda pernah bilang. Sayangnya harus dibagi-bagi. Buat Bunda, Papa, Ayah Gahzzy, Mama Ara, Oma Lea, Oma Diba, Opa Leon, Oma Gita,,,,"


" Mami Kia, Papi Tian, Oma Naya, Opa Mark lalu sama Bik Amy, Bik Okta, tante Wimpi, Om Randy. " sahut Fawwaz.


" Betul. "


" Sekarang, harus dibagi buat adik-adik bayi juga. " sahut Faiz.


" Iya. " jawab Bia.


"Tapi,, awas aja kalo sayangnya Bunda dibagi-bagi buat yang lainnya. " bisik Al di telinga Bia.


" Ish,," keluh Bia sambil menepis lengan Al yang mendekap pinggangnya.


" Mama,, gantian dong gendongnya. Aku juga mau gendong Bilqis. " rengek Zaskia.


" Biarkan aja Ki. Lagipula nanti di rumah juga gak bisa gendong. Antriannya terlalu panjang. " gurau Bia.


" Bener Bia. Keluarga Tian kan keluarga besar. Pasti mereka mau melihat cucu Bu Adiba. " kata Azalea smabil tersenyum.


Adiba menjadi tertawa mendengarnya. Kemudian menerima Bilqis dari Azalea. Menciuminya dengan sayang.


" Kapan pulang Ma ? " tanya Bia pada Azalea.


Dia tengah mengupas buah apel dan memotongnya kecil-kecil untuk Zaskia. Tapi seperti biasa Al pasti ikutan untuk menggoda Zaskia.


" Besok pagi bisa pulang Bia. " jawab Tian yang baru keluar dari kamar mandi.


" Kita gak usah kesini ya Bi. Kan disini udah ada Tian. Kamu ikut aku ke kantor aja. " gurau Al.


" Mau ngapain Kak Bia ikut Kka Al. " protes Zaskia tidak terima.


" Lhoo apa salahnya ?! Kan Bia ke kantor suaminya. " seru Al senang.


Zaskia hanya manyun mendnegarnya. Entah kenapa tidak suka Bia terus-terusan berada di kantor Al. Mungkin karena selama ini, Zaskia terbiasa selalu ada Bia yang membantu dan menemaninya.


" Ckk,, Kak Bia kam bisa kesana saat makan siang. Kenapa harus pagi-pagi sih. " gerutu Zaskia.


Bia tertawa sambil menyuapkan satu potongan apel ke mulut Zaskia.


" Kalo gitu,, sekalian saja suruh Kak Bia bekerja disana. Jadi sekretaris Kak Al. " omel Zaskia sewot.


" Sekretaris pribadi dong. " sahut Al cepat.

__ADS_1


Tentu saja Zaskia semakin sewot mendengarnya. Zaskia menjauhkan piring tempat Bia meletakkan potongan buah apel dari tangan Al yang hendak memgambilnya.


" Ini milikku. Gak boleh ! " ujarnya sewot.


" Tapi kan Bia yang memgupas dan memotongnya. "


" Itu kan untukku. "


" Untukku juga. "


Azalea mengambil piring itu dari tangan Zaskia dan membawanya ke sofa. Memakannya dan sesekali menyuapi Adiba apel itu. Tentu saja Tian dna Bia yang melihatnya jadi tertawa begitupun dengan Adiba. Apalagi ekspresi Zaskia yang semakin manyun.


" Maamaaa,,, kok diambil sih. " protes Zaskia.


" Adil kan. Kalian berdua jadi gak perlu bertengkar lagi. Debaaattt aja. " sindir Azalea.


" Oma Lea,, Mas mau juga buahnya. " kata Faiz.


" Minta Bunda kupasin yang banyak. " kata Azalea sambil menyuapkan satu potongan untuk Faiz dan satu potongan terakhir untuk Fawwaz yang membuka mulutnya.


" Iya. Ini Bunda kupasin semua buahnya. " jawab Bia disela tawanya.


---------------------------------------------------


Al langsung masuk ke rumah Zaskia tanpa menoleh apalagi menyapa satupun keluarganya yang sedang santai di teras rumahnya. Sesaat setelah turun dari mobil yang di kemudikan Randy.


Zaskia dan Azalea hanya saling berpandangan heran. Begitupun dengan Tian dan Adiba. Sangat berbanding terbalik dengan Bia yang keluar dari mobil Randy dengan tawa yang tidak juga berhenti. Apalagi melihat ekpresi heran dari keluarganya.


" Iihh,, Kak Bia , gak jelas banget sih. " sindir Zaskia.


Bia menoel pipi Zaskia yang masih tetap chuby setelah lahiran.


" Ada apa Bia ? Apa yang terjadi pada Al ? " tanya Azalea.


" Iya. Padahal waktu berangkat tadi sesemangat itu karena kamu mau ikut ke kantor bersamanya. " sahut Adiba.


" Palingan juga,, seperti biasa. Kak Al itu, posesifnya tingkat akut. Kalo gak Bia yang melakukan kesalahan, pasti ada laki-laki yang sedang memdekati Bia kan. " tebak Tian sambil memberikan air kemasan untuk Zaskia yang selesai makan siang.


Bia mengangguk mengiyakan. Meskipun masih tertawa.


" Kali ini kenapa lagi ? Apa benar yang dikatakan Tian, ada yang mau mendekatimu ? " tanya Azalea.


" Gak seperti itu juga sih Ma. Bu Adiba. " jawab Bia.


" Lalu ? " tanya Zaskia penasaran.


" Tadi ada perusahaan baru yang menawarkan kerja sama pada Mas Al. Reiga dan Mas Al udah menerima dengan tangan terbuka. Aku sedang berada di ruangan Mas Al waktu itu. Aku pikir mereka akan meeting di ruang meeting. Eehh,, gak tahunya mereka meeting di kantor Mas Al juga. " jelas Bia.


" Lalu kenapa Kak Al bisa semarah itu ? Kalo hanya seperti ituu ceritanya. " bantah Zaskia.


Bia mencubit pipi Zaskia lalu meengusap perutnya saat si kembar mulai terasa aktif.


" Asisten perusahaan baru itu, kakak kelasku di SMA dulu Ki. Padahal kami hanya bicara dan saling menanyakan kabar aja. Bahkan aku juga mengenalkan Mas Al sebagai suamiku dan aku sedang hamil. Tiba-tiba saja Mas Al langsung sewot. " jelas Bia sambil tertawa lagi.


" Ckk,, dasar bucin. Udah setua itu masih aja cemburuan. " omel Zaskia.


" Mungkin bawaan si kembar, Bia. Al jadi makin pencemburu dan posesif sama kamu. " hibur Adiba.


" Ibu gak tahu aja sebucin apa Kak Al itu Bu. Dia bahkan cemburu pada Kak Tian saat melihat mereka ngobrol dulu. " geruttu Zaskia.


" Haahh,, benarkah ? kalo gitu,, yah memang gak salah kamu memanggilnya bucin Kia. " gurau Adiba.


" Mungkin Al sudah pernah merasakan jauh dan terpisah dengan Bia. Karena itu dia sekarang lebih posesif. " kata Azalea.


" Sudah temuin gih. Kak Al kalo lagi cemburu gitu suka resek Kak. " sindir Zaskia.


Azalea dan Tian hanya mengangguk. Membuat Bia dan Adiba tertawa.


" Oke. Oke. Aku ke ruang kerja Mas Al dulu. Permisi. "


****


Bia melangkahkan kakinya ke dapur terlebih dulu. Membuatkan jahe hangat untuk Al. Bik Amy dan Bik Okta juga Wimpi menanyakan pertanyaan yang sama dengan Azalea tadi. Bia pun juga menjawab hal yang sama.


" Aahh,, Tuan Al memang ada-ada aja. " celetuk Bik Okta.


" Tuan Al snagat mencintai Non Bia. Gak rela kalo ada laki-laki lain yang mengajak Non Bia ngobrol. " hibur Bik Amy.

__ADS_1


" Ammiinn,, doain Bik. semoga sampai seterusnya seperti itu. " jawab Bia.


" Pasti itu Non. Tapi kalo urusan sama santet. Mundur saya Non. " gurau Bik Amy.


Seketika Bia teringat pada Wimpi yang kata Ustadz Yahya sebenarnya sanggup mengobati Al kemarin.


" Oh iya. Mumpung ingat. Aku harap Kak Wimpi bisa selalu membantuku menjaga keselamatan keluarga ini. Jangan sungkan Kak, kalo ada yang mau dibicarakan padaku. Jangan kayak kemarin. Kalo saja aku tahu Kak Wimpi bisa mengatasinya. Aku pasti gak sestres kemarin Kak. Aku sudah menganggap Kak Wimpi dan Kak Randy seperti kakakku sendiri lho. Jadi, tolong kalo ada apa-apa kasi tahu aku. " kata Bia tulus.


Wimpi mengangguk tanpa berani menatap Bia. Merasa tidak enak hati.


" Makaasi Kak. Selalu menjaga dan menolongku. " ucap Bia.


" Sama-sama Non Bia. " jawab Wimpi terharu.


" Permisi. Aku mau ke kamar. "


" Silahkan Non. "


Bia mengetuk pintu ruang kerja Al sejenak kemudian membukanya. Tapi Al tidak ada diruangannya. Bia hanya tersneyum. Lalu masuk ke kamar pribadinya.


Al nampak tengah berdiri didepan jendela kamarnya. Dia menoleh saat Bia membuka pintu kamarnya. Lalu duduk di depan jendela sambil menghadap Bia. Tangannya bersedekap di dadanya. Pertanda masih marah dengan Bia sekarnag ini.


Al mendnegus kesal saat Bia hanya tertawa melihat sikapnya saat ini.


" Yaahh,, tertawa saja terus. Sepertinya laki-laki itu membawa kebahagiaan tersendiri buatmu Bi. " geramnya sewot.


Bia menutup mulutnya sembari menahan tawanya melihat sikap kekanakan Al sekarnag ini.


" Lalu,, aku harus bagaimana Mas ? Aku ngbrol dengan kakak kelasku itu juga ada didepan Mas. Itupun bahkan kami hanya saling bertanya kabar. Gak ada pembicaraan lainnya. " protes Bia.


" Isshh,, " decak Al kesal.


Bia mengulurkan jahe hangat buatannya untuk Al. Dia hanya menggeleng dengan kesal.


" Aku gak suka melihatmu bicara dengan laki-laki lain." tegas Al.


" Aku mana tahu kalo Mas akan meeting dikantor Mas. Bukannya di ruang meeting. " protes Bia.


" Pokoknya aku gak suka, titik. " tegasnya lagi.


" Ya sudah. Aku minta maaf. Lain kali aku gak akan ngobrol dengannya. " gurau Bia.


" Bukan hanya dengannya Bi. Tapi dengan laki-laki lainnya juga. "


" Iya,, iya,, terserah Maslah. Udah ah. Aku mau rebahan. Si kembar aktif terus dari tadi. " celetuk Bia kesal.


Al menarik lengan Bia hingga merapat dengan tubuhnya. Mengusapi perut dan punggung Bia secara bersaamaan dengan telaten. Ini yang Al tunggu selama ini. Dia selalu cemburu pada Gahzzy saat teringat Gahzzy selalu melakukannya dulu. Sekarnag dia bisa melakukannya. Untuk anak-anaknya.


Tnagan Bia terulur mengusap rambut cepak Al. Tahu kalo Al snagat menikmati momen ini. Mas Al pasti teribgat Mas Ghazzy yang selalu melakukan hal yang sama dulu. Pikir Bia.


Al mendongak sambil tersenyum. Raut wajah kesalnya tadi seolah lenyap begitu saja. Yang ada tersenyum.


" Udah gak marah lagi ? " tanya Bia pelan.


" Marah sih gak Bi. Tapi, aku cemburu. Aku gak tahu kalian ada hubungan apa dulu ? " jawabnya.


Bia hanya melongo mendengar jawaban Al.


" Gimana Mas bisa cemburu pada dia ? Aku hanya mengenalnya Mas. Kami bahkan gak sedekat itu. Kami hanya tahu sebatas dia kakak kelasku. Aku adik kelasnya. Itu aja. " jelas Bia.


" Beneran ? Bukannya mantan kamu ? "


" Enak aja, mantan,, mantan. Mas Ghazzy itu cinta pertamaku. " celetuk Bia kesal.


Tidak sadar jawabannya makin membuat Al terbakar cemburu. Apalagi baru mengetahui fakta kalo Gahzzy adalah cinta pertama Bia dan juga cinta sejatinya, karena cintanya dibawa sampai mati.


" Istirahatlah. Aku keluar sebentar. " kata Al sembari berdiri.


Baru Bia sadar dengan apa yang dikatakannya barusan makin membuat Al tersinggung. Bia mendekap Al, meskipun terhalang dengan perutnya. Tanganya mengusap wajah Al yang masih terlihat kesal.


" Maafkan aku Mas. Aku gak bermaksud menyinggungmu. " pinta Bia sambil meraih tangan Al dan mencium telapak tangannya.


Al merasa trenyuh. Dia merengkuh Bia dalam pelukanya.


" Aku bingung dengan perasaanku Bi. Kenapa aku selalu saja cemburu mendnegar kamu masih menyebut Ghazzy. Apalagi aku baru tahu kalo dia cinta pertamamu. Itu berarti kamu gak mungkin bisa melupakannya. Kamu tahu aku selallu insecure pada Ghazzy. Tapi aku juga egois kalo menyuruh kamu dan anak-anak melupakan Gahzzy. Bagaimanapun Gahzzy telah menjadi bagian dari hidupmu. Itu yang membuatku cemburu. "


" Maafkan aku. Aku gak bermaksud menyinggungmu Mas. Aku mencintaimu Mas. Meskipun aku tahu, belum bisa sebanding dengan rasa cinta Mas untukku. " kata Bia sambil menatap mata Al yang tengah berkaca-kaca.

__ADS_1


" Aku sudah sangat senang kamu mau mengatakannya Bi. Aku gak perduli sebesar apa cintamu. Yang penting aku tahu kalo kamu sudah bisa mencintaiku. "


__ADS_2