Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 112


__ADS_3

" Papa,, Kenapa ? " tanya Faiz saat mendapati Ustadz Yahya yang tengah menjadi Imam sholat dhuhur menyuruh Al untuk maju ke sampingnya.


" Untuk mendoakan Papamu nak Faiz. Apa kamu dan Nak Fawwaz mau di doakan ? " tanya Ustadz Yahya balik.


Keduanya menatap Bia seolah mencari jawaban.


" Tentu sjaa mau Opa Udtadz. " jawab Bia sambil tersenyum.


" Bener gak apa-apa Bun ? " tanya Fawwaz ragu.


" Masa gak mau didoakan Opa Ustadz ? Minta biar Mas dan Adek tambah pinter dan rajin ibadah. " jawab Bia sambil menyentil hidung Fawwaz dan Faiz. Hingga keduanya terkekeh.


" Mas Faiz mau di doakan Opa Ustadz. Doakan Mas Faiz bisa jadi dokter seperti Opa Leon. Biar bisa mengobati Bunda dan Papa. Oma Lea, Oma Diba, Om Tian, Tante Kia. " jawab Faiz.


" Oma Naya, Opa Mark, Om Randy, Tante Wimpi, Bik Amy, Bik Okta. Semuanya yang ada dirumah kan Mas Faiz. " celetuk Fawwaz menambahkan.


" Bisa,,, bisa,,, ayo sini,, dekat Opa Ustadz. " goda Ustadz Yahya.


" Adek juga mau jadi dokter ? " tanya Faiz sambil menggeser duduknya didepan Al. Berhadapan dengan Ustadz Yahya.


" Gak mau. Adek mau kayak Papa. Kerja di kantor yang besaaaarrr. " jawab Fawwaz.


Al tertawa mendengarnya. Lalu mengusap kepala Fawwaz yang duudk di pangkuannya.


" Iya. Kerja di sana. Buatkan Mas Faiz rumah sakit nanti. " kata Ustadz Yahya.


" Aaammiinn. " seru Azalea, Mark dan Naya bersamaan.


" Alfarizhi,, bersiaplah. Iringi proses rukyahnya dengan istighfar. " kata Ustadz Yahya serius.


" Baik Ustadz. "


" Anak-anak,, udah siap ? " tanya Ustadz Yahya.


" Siaaappp dong ! " seru keduanya.


" Bisa baca istighfar ? "


Keduanya membaca istighfar bersamaaan.


" Ketaatan Ghazzy dan ketekunan Alfarizhi disertai kesabaran dan keistiqomhan Robiatul Adawiyah. Menjadikan mereka istimewa. " kata Ustadz Yahya sambil tersenyum pada Bia yang tengah menatapnya saat menyebutkan nama Gahzzy.


* Bagaimana Ustadz Yahya tahu tentang Mas Ghazzy ?*


Ustadz Yahya mulai melafalkan doa-doa rukyah untuk membersihkan aura negatif pengaruh teluh yang masih ada di tubuh Al. Semuanya mengiringi dengan membaca istighfar.


Sampai tiba-tiba tubuh Al menggigil dan hendak muntah. Al menurunkan Fawwaz dari pangkuannya. Wimpi dnegan sigap memberikan baskom sebagai tempat untuk Al memuntahkan isi perutnya.


" Alhamdulillah. " ujar Ustadz Yahya saat Al sudah berhenti muntah.


" Sudah selesai Opa Ustadz ? " tnaya Faiz heran.


" Sudah dong. Mau lagi ? " jawab Ustadz Yahya sambil terkekeh.


' Wimpi,, buang muntahan Al ke sungai Mahakam sekalian baskomnya. '


Wimpi melihat ke arah Ustadz Yahya yang tersenyum padanya, dia hanya mengangguk sembari beranjak pergi tanpa satu orang pun menyadarinya.

__ADS_1


 


Al menyambut usulan Azalea dengan senang. Acara tujuh bulanan dan empat bulanan digelar dengan meriah. Semua karyawan Al diundang tanpa terkecuali. Mereka menempatkan acara tasyakurannya dirumah Clara. Sayangnya, Mark dan Naya tidak bisa menghadirinya karena harus pulang menemani Ustadz Yahya.


****


Dua bulan kemudian,,,


" Aku mau lahirannya ditemani Kak Bia nanti. " kata Zaskia saat perutnya sudah mulai nyeri.


" Ki, ini anakku. Aku yang akan menemanimu didalam." protes Tian.


" Kamu ini jangan aneh-aneh Kia. " tegur Al.


" Tapi,, aku maunya sama Kak Bia. " keluh Zaskia sedih. Bahkan sudah menangis.


Tian melihat ke arah Bia seolah meminta tolong apa yang harus dilakukan. Azalea hanya menggeleng-geleng gemas.


" Aku temani sekarang aja ya. " hibur Bia sambil mendekat ke ranjang Zaskia.


" Tapi,, nanti kamu kecapean Bi. " kata Al sambil memegang pergelangan tnagan Bia.


" Mas,, jangan gini dong. Kasihan Kia. "


" Ccckkk,,, Ki,, sama Tian ajalah. " ujar Al sewot.


" Mama,, Kak Aaaaalll,,, " seru Zaskia kesal.


" Mas lepasin ah. " hardik Bia.


" Al,, sudah jangan berdebat lagi. Kasihan adikmu. " tegas Azalea.


" Kita jalan putar ruangan ini aja ya. Biar pembukaannya bisa cepet. " usul Bia.


" Sakit Kak. " keluh Zaskia sambil menggigit bibir bawahnya.


" Biar cepat pembukaan Ki. Lahirannya bisa cepet. "


Zaskia akhirnya mau emnuruti Bia. Dengan menggenggam erat tangan Bia berjalan dengan pelan. Bia dengan telaten menggandeng tangan Zaskia yang denagn erat menggenggamnya.


" Kenapa gak Kak Bia saja sih kak. "


" Anak kamu lebih membutuhkan Papanya Kia. Aku tentu saja gak bisa dan gak berhak mengadzani anak kalian. Kamu ingat kan waktu Mas Ghazzy mengadzani si kembar dulu ? " jelas Bia sambil melirik Al yang langsung cemberut kesal.


Zaskia melihat perubahan Al cemberut. Kalao saja tidak sedang dalam keadaan mau melahirkan, sudah pasti akan menertawakan Kakaknya itu.


" Ihh, Kak Al cembruu Kak Bia. " celetuk Zaskia tidak tahan untuk menggoda Kakaknya.


Al berdiri dengan satu hentakan kaki kesal.


" Kamu mau aku membawa Bia pergi dari sini ?! " hardiknya kesal.


Zaskia memgeeleng cepat. Dan makin mengeratkan genggamannya.


" Mas,, " tegur Bia.


" Dia yang memancingku Bi. " protes Al.

__ADS_1


" Ki,, kamu itu,, sempet-sempetnya memancing Kakakmu !! "


" Kak Bia,, Apa masih belum ? Aku udah gak kuat. "


Tian datang bersama seorang dokter. Lalu dokter itu meraba pangkal paha Zaskia.


" Kita bawa ke ruang persalinan suster. Silahkan Pak,, Bu. " kata dokter itu sembari berjalan lebih dulu.


" Minta maaf sama Mama dan Mas Al dulu gih. Lalu ke Tian. Biar persalinannya makin lancar. " kata Bia sambil mengarahkan Zaskia menuju Azalea.


Azalea memeluk Zaskia dengan terharu.


" Semoga lahirannya lancar sayang. " ucap Azalea.


" Amiiin. Doain Kia Ma. kia minta maaf kalo punya salah. " pinta Zaskia.


Al mendekat ke arah Bia dan Zaskia. Lalu memeluk Zaskia erat. Memcium kening Zaskia sejenak.


" Kak Al jangan pergi kemana-mana. Harus tunggu disini. Awas aja nanti kalo pergi. "


" Bawel. " ejek Al sambil menarik hidung Zaskia.


" Aku sayang Kak Al. Maafin kesalahan Kia Kak. " ujar Zaskia sedih sambil memeluk Al.


" Kamu akan baik-baik saja. Lahirannya pasti lancar nanti. " jawab Al sambil memgusap kepala Zaskia.


" Maafin aku Kak Bia. " ujar Zaskia.


Bia menghapus air mata Zaskia meskipun dia sendiri juga tengah menangis.


" Mami Kia,, jangan nangis terus. Bentar lagi mau ketemu putrinya. " goda Bia.


" Aaahh Kak Bia,, aku jadi gak bisa berhenti nangis. " keluh Zaskia sedih.


Tian mendekat dengan membawa kursi roda.


" Gak mau kursi roda. Kka Al,, gendong aku. " rengek Zaskia.


" Kan ada suami kamu. " ujar Al pura-pura sewot.


" Aku maunya Kak Al. Cepetan,, aku udah gak kuat. Sakit Kak. "


Al segera menggendong Zaskia dan membawanya ke ruang tindakan. Tian membawakan imfusnya. Setelah itu Al keluar dari ruang tindakan. Mendekap Bia yang masih menangis.


" Apa lelah ? " tanya Al.


Bia menggeleng cepat.


" Gak. Aku baik-baik aja Mas. " jawab Bia.


" Duduklah Bia. Biar gak kecapean. " kata Azalea.


" Mama juga duduk. Tenang Ma. " kata Bia sambil menarik Azalea untuk duduk di bangku panjang.


Bia menggenggam kedua tnagan Azlaea yang terasa dingin.


" Sama-smaa berdoa ya Ma. " bisik Bia menenangkan.

__ADS_1


Azalea hanya mengangguk setuju. Al mengusap kepala Bia yang masih menenangkan Azalea yang panik.


__ADS_2