
" Eheemmm, ,, "
Semuanya menoleh pada Alex yang sedang mendekat dan duduk di tempatnya semula setelah berdehem. Di samping Mark. Lalu menatap Bia intens.
" Ada apa denganmu Alex ? Kenapa menatap Bia seperti itu ? Ada yang salah ? " tanya Mark jengah melihat tatapan Alex pada Bia.
Semuanya jadi mengalihkan pandangannya pada Alex dan Bia bergantian. Tapi Alex hanya tertawa saat melihat Al yang segera merengkuh Bia dalam pelukannya. Memutuskan kontak pandnagan Alex pada Bia. Begitupun dengan sebaliknya.
" Sepertinya,, aku semakin ingin menikah dengan Bia Om. Tante. Apa tidak bisa merestuiku menjadi suami Bia. Aku rela kalo memang harus menjadi suami kedua." tegas Alex bahkan tawa sudah hilang dari bibirnya.
Naya dan Azalea hanya melongo dan saling berpandnagan heran. Apalagi Bia segera melepaskan pelukan Al saat dirasanya tangan Al menjadi terkepal.
" Aku memang berterima kasih padamu. Karena sudah membantuku menemukan Ayden dan menyelesaikan masaalahku. Tapi, sampai kapanpun aku tidak akan sudi berbagi istriku. Lebih baik aku mati daripada harus berbagi istriku. " geram Al.
" Mas,, ihhh apaan sih ngomongnya seperti itu. Ingat gak dulu Kak Clara pernah mengingatkan kita. Kalo polyandri itu haram Mas. Baik secara agama maupun permerintah. Mas gak usah pikirkan omongannya. " kata Bia menenangkan.
" Alex, kamu itu sadar dengan apa yang kamu katakan hah !! " bentak Mark marah.
" Lhooo,, bukannya di agama kalian membolehkan punya istri banyak ? "
" Kamu yang bilang sendiri kan. Istri. Bukan suami ! " tegas Naya kesal.
" Memangnya ada bedanya ? " protes Alex.
" Antara kamu dan aku, apa ada bedanya ? " sahut Bia.
" Iya dong. Kan kamu wanita spesial Bia. Karena itu aku ingin menikah denganmu. Aku gak perduli kalo kamu sudah punya Al. " jawab Alex santai sambil mengerlingkan sebelah matanya untuk menggoda Bia.
Al nampak hendak bangkit berdiri tapi Bia segera menariknya untuk duduk kembali.
" Sabar Mas hubby,,, " bisik Bia lirih.
Kalo saja saat ini, Bia tidak sedang memanghilnya dengan panggilan penuh kemesraan, Al tidak yakin kemarahannya akan segera hilang.
" Berarti kamu faham kan kalo kita berbeda. Jadi mengerti juga kan, siapa yang disebut istri dan siapa yang disebut suami ? " sindir Bia.
Alex tertegun kemudian tertawa. Menyadari telah terjebak dengan kalimat yang diucapkannya barusan sebagai bentuk protes pada Naya.
" Heemmm,,, selain karena jenis kelamin. Apa lagi yang membedakannya ? "
" Tanggung jawab dan nasab. " jawab Bia tegas.
Naya dan Azalea tersenyum puas. Karena setidaknya jawaban Bia bisa membuat Alex lebih berfikir.
__ADS_1
" Nasab ? Apa itu ? " tanya Alex.
" Hubungan darah. Kalo poliandri, apa kamu bisa meyakinkan akan mengikuti garis keturunan siapa nantinya ? "
" Kan bisa tes DNA. "
" Semudah itu ? Lalu, apa kamu rela kalo anakmu ternyata gak mau mengikuti garis keturunanmu dan lebih memilih mengikuti garis keturunan Mas Al ? "
Bia dan Alex masih berdebat tentang perihal tanggung jawab dan nasaab suami dan istri.
" Aahh,, sudahlah. Aku bingung. Ribet. Wimpi,, kamu sajalah yang menikah denganku. " Seru Alex.
Semuanya kembali dibuat melongo dengan kalimat Alex yang selalu spontanitas. Terlebih Wimpi yang tiba-tiba disebut namanya. Sedari tadi dia sedang mendnegarkan perdebatan majikannya dengan owner Pratama Conpany.
" Wimpi bagaimana ? Kamu setuju kan. " sahut Alex karena Wimpi tidak juga menjawab pertanyaanya.
" Dengan kata lain, agar Tuan Alex masih bisa berdekatan dnegan Nona Bia ? Meskipun hanya sekedar melihat Non Bia ? " jawab Wimpi.
Kini giliran Bia, Al dan Azalea yang tertawa. Melihat Alwx yang hanya terdiam, membuat Naya dan Mark menjadi ikut tertawa. Hingga Alex tersadar kalo sedang ditertawakan. Dia tersenyum keki.
" Ckkk,, kenapa kamu bisa tahu ?! " seru Alex ketus.
" Sedari dulu, sejak Wimpi menjadi bodyguard Bia. Dia itu, selalu peka pada Bia. Wimpi pasti bisa merasakan kalo Bia sedang dalam bahaya. " jelas Azalea.
" Wimpi, limited. Hanya untuk ornag yang seperti Bia." jawab Al ketus.
Tatapan Bia dan Wimpi bertemu dan membuat mereka tertawa mendnegar jawaban Al. Masih sangat terdenagr suaranya yang menahan amarah.
Alex hendak membalas ucapan Alex, tapi ponselnya berdering.
" Sebentar. " pamitnya dan mengangkat telponnya.
Alis Al berkerut saat Alex berbicara dengan bahasa Turki dengan fasih. Sejak kapan Alex belajar bahasa Turki ? Bukannya selama ini dia berada di London ? Pikir Al.
" Apa ada masalah ? " tanya Mark.
Alex menatap Mark sekilas kemudian tersenyum dan menggeleng. Dia meletakkan ponselnya diatas meja.
" Dari temanku yang bekerja di kepolisian Turki. Dia bilang, Ayden sedang melakukan pemeriksaan kesehatan. Dia akan opname sampai dokter memutuskan apakah bisa membawanya pulang ke Turki. " jelas Alex.
" Aku dengar tentang pemeriksaan lebih lanjut. Apa maksudnya ? " tanya Al heran.
" Kamu juga bisa bahasa Turki. Harusnya aku biarkan mereka bicara dneganmu tadi. " jawab Alex sedikit bercanda.
__ADS_1
" Ada apa Lex ? " tanya Naya penasaran.
" Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan. Seringnya Ayden bergonta ganti pasangan. Membuatnya terjangkit HIV. "
" Apa ? HIV ? " seru Mark dan Al bersamaan.
" Temanku menyarankan pada kita untuk melakukan check up juga. Karena kita juga pernah bersentuhan fisik dnegannya. Karena setelah dilakukan pemeriksaan. Sesil juga sudah tertular, dan sekarang dibawa ke RSJ karena mentalnya terganggu. "
" Astaghfirullahaladzim. " ucap semuanya.
Wimpi terdiam dan nampak berfikir sejenak. Bagaimana mental Sesil bisa tergangu ? Apa susuk pengasihan yang dipakainya telah dilepaskan dengan paksa sampai Sesil bisa gila ? Pikir Wimpi.
Karena Wimpi telah menanyakan pada temannya di Surabaya tentang seluk beluk tentnag susuk pengasihan yang dikirim Sesil dan bagaimana solusi untuk menghilangkan efeknya. Dan dari penjelasan temannya, susuk itu harus diberikan secara sukarela. Bukan karena paksaan, kalo sampai ada paksaan dari slaah satu pihak. Maka keduanya akan gila, dan susuk itu hilang begitu saja.
" Kalo gitu, tunggu apa lagi. Ayo kita pergi ke RS sekarnag juga. Kita check up semuanya. " ajak Azalea panik.
Tubuh Bia juga sudah menegang membayangkan hal terburuk yang akan terjadi kedepannya. Dia mendekap Al karena cemas. Apalagi Al sempat memukuli Ayden tadi.
" Mama tadi bawa mobil sendiri ? " tnaya Al.
" Kia gak memperbolehkannya. Dia menyuruh Mama naik taksi. " jawab Azalea.
" Kalo gitu Mama ikut mobilku sjaa. " seru Al.
" Kalian pergilah dulu. Aku akan menyusul nanti. Aku akan ganti baju dulu. " kata Naya.
" Klinik Medika, Lex. " seru Al.
" Oke. " jawab Alex tenang.
Al mendekap Bia dan Azalea, lalu membawa mereka keluar dari mansion Alex dan segera menuju ke RS.
" Kenpaa kamu gak ganti baju Lex ? " tanya Mark heran.
" Apa aku bisa memiliki keluarga yang utuh sepeti Al Om ? Sejak dulu aku selalu iri dengan apa yang dimiliki Al. Bahkan sekarang, aku semakin iri nelihat Al memiliki istri seperti Bia. "
" Bertobatlah Alex. Tante hanya bisa membantu dengan mendoakanmu. Clara sudah meninggal, setidaknya biarkan kami merasa masih memiliki satu putra untuk selalu mejadi bagian doa kami. " hibur Naya.
" Ajari aku mengenal Tuhan Tnate dan Om. Ajari aku mengenal Tuhan kalian. Aku gak mau hidupku berakhir seperti Ayden Om ,, Tante. " pinta Alex sambil memeluk Mark dengan menangis tergugu.
Sungguh perasaan tnenag dan hangat ini baru beberapa hari terakhir ini dirasakannya. Yah,, sejak bertemu dengan Bia. Perasaannya menjadi semakin merasa kotor dan sangat menyesali dosa-dosanya selama ini.
* Ahhh,, Bia. Andai saja kamu yang mengenalkanku pada Tuhanmu. Andai saja saat ini, kamu bukanlah istri Al, teman SMPku dulu. Sungguh,, aku sangat menginginkan kamu Bia. * batin Alex.
__ADS_1