Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 24


__ADS_3

Al terbangun jam tiga pagi. Dia mengerjapkan matanya. Meregangkan lengannya agar semua otot-ototnya lebih rileks. Lengan kanannya menyenggol tubuh Bia.


Al menopang kepalanya dengan tangan kirinya menghadap kearah Bia yang masih terlelap. Teringat penyatuan yang dilakukannya semalam. Meskipun Bia nampak sangat terpaksa dan semua dominan dia yang sangat bernafsu. Tapi sangat terasa nikmat oleh Al.


" Aaahh,, Bia. Aku terlalu merindukan kamu. Mama dan Kia terlalu over protektif padamu. Bahkan aku suamimu pun gak bisa menemuimu Bia. Kenapa Mama dan Kia gak percaya kalo aku mencintaimu Bia. " gumam Al sembari mengusap pipi Bia.


Tangannya terus mengusap semua area wajah Bia. Hingga jari telunjuknya menyentuh bibirnya yang selalu terasa manis di bibir Al. Dia tersenyum smirk.


" Melihatmu seperti ini saja aku sudah kembali nafsu Bia. Sayangnya kamu gak merespon semua sentuhanku meskipun akhirnya aku tahu kamu juga menikmatinya."


Al kembali mencium bibir Bia sebelum Bia bangun. Memuaskan rindunya dengan mencium tiap inci wajah Bia. Seolah ingin membingkai wajah itu dalam ingatannya. hingga Al kembali tertidur dengan memeluk erat Bia. Tak ingin melepaskannya, apalagi untuk menceraikan Bia.


" Terserah Mama mau memaksaku seperti apa. Tapi aku tetap gak akan menceraikanmu Bia. Kamu milikku ! Kalaupun kemarin aku tanpa sengaja telah mentalakmu, kita tinggal menikah lagi secara agama kan. Kalo perlu aku akan mengabarkan pada dunia tentang pernikahan kita. "


*****


Bia mengerjapkan matanya saat tubuhnya terasa berat. Dia melihat ke arah jam dinding di kamar itu. Masih jam setengah empat paagi. Saat melihat ada sesosok pria yang tengah memeluknya, Bia tersenyum.


" Mas Ghazzy,,, " gumamnya lirih.


Tapi ketika menyentuh wajah yang terdapat jambang itu, Bia langsung terpaku. Ghazzy tidak punya jambang, dia menyingkirkan tangan yang tengah mendekap tubuhnya erat. Lalu bangun, tampaklah Al yang tengah tertidur pulas.


Ingatan semalam langsung berputar-putar di otaknya. Air matanya luruh begitu saja. Bia bangkit dari ranjang Al. Memunguti baju dan hijabnya, lalu beranjak menuju kamar mandi untuk mandi wajib.


Bia mengamati tubuhnya yang terdapat tanda merah ulah Al. Untung saja tanda merah itu berada diperutnya. Hingga bisa tertutup oleh bajunya.


Setelah mandi, Bia keluar dari kamar Al dan masuk ke kamarnya. Terlihat Ghazzy yang tertidur diatas sajadahnya sembari memegang tasbih. Air mata Bia kembali mengalir dengan deras.


Membayangkan sakit yang dirasakan oleh Ghazzy saat melihat istrinya berada di kamar lain sedang bercumbu dengan laki-laki lain. Bia memposisikan dirinya di posisi Ghazzy. Tidak,, Bia tidak sekuat Ghazzy saat ini. Mungkin kalo Bia yang berada di posisinya semalam, dia akan memilih pergi dari rumah ini. Bia menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar isakannya tidak terdengar Ghazzy.


Ghazzy terbangun karena mendengar isakan Bia disampingnya. Dia mendekat ke arah Bia yang menunduk. Dilihatnya mata Bia yang bengkak karena terlalu banyak menangis. Mengusap kepala Bia yang tertutup jilbab.


" Maafkan aku Mas,, Maafkan aku,,, " pintanya dengan suara tercekat.


" Aku berusaha untuk mengikhlaskannya sayang. Bagaimanapun Al juga suamimu. "


" Aku,,, Aku,,, aku minta maaf Mas. Aku tahu ini sakit Mas. " kata Bia terbata-bata sambil memegang dada Ghazzy.


Ghazzy menarik Bia dalam pelukannya. Tak perlu waktu lama untuk membuat Bia semakin menangis dalam pelukan Ghazzy. Dadanya terasa sesak, ingin rasanya menceritakan semuanya pada Ghazzy. Agar dia tak perlu lagi berbaik hati pada Al untuk meminta haknya pada Bia.


" Masih ada waktu. Kita sholat tahajud. " ujar Ghazzy sambil mengusap air mata Bia. Dan membawanya menuju kamar mandi.


Keduanya menunaikan sholat tahajud lebih khusyu' dari pada malam-malam sebelumnya. Seolah tengah berserah diri pada ketentuan Allah. Meminta kesabaran dan keikhlasan untuk menghadapi ujian pernikahan mereka.


" Kita dzikir sebentar tunggu shubuh sekalian. " kata Ghazzy dan hanya dijawab anggukan oleh Bia.


Bia melafalkan dzikir dengan mata yang tetap menatap Ghazzy didepannya. Air matanya kembali menetes.


* Apa yang telah aku lakukan ?? Ini sama saja aku telah selingkuh. * batin Bia sedih.


Bia menunduk semakin dalam, larut dalam dzikir yang sedikit mengurangi sesak di dadanya.


Adzaan shubuh sudah berkumandang. Ghazzy kembali memimpin sholat mereka. Dia tahu Bia masih merasaa bersalah begitupun dengannya. Ghazzy memutuskan sholat dirumah. Tidak ke masjid seperti kemarin.


" Maafkan aku Mas. " pinta Bia lagi saat Ghazzy mengulurkan tangannya seperti biasa.

__ADS_1


Bia mencium punggung tangan Ghazzy dengan bahu gemetar. Isakannya kembali terdengar. Ghazzy menarik Bia kembali dalam pelukannya.


" Aku juga minta maaf sayang. Ternyata ini gak semudah yang aku bayangkan. Aku sangat cemburu melihatmu berada dikamar itu bersama Al. Hatiku sakit membayangkan kamu bercumbu dengan Al sayang. Aku,, aku ,, belum ikhlas sayang. Maafkan aku."


Bia semakin memeluk Ghazzy saat mendengar kejujuran Ghazzy.


" Aku,, hanya gak mau kamu sendirian dikota ini sayang. Karena itu aku menyetujui pernikahan kontrak ini. Tapi, aku juga gak munafik. Aku sakit hati setiap membayangkkan kamu bersama dengannya disini. "


" Maafkan aku Mas. Kita sudahi saja Mas. "


" Kontraknya akan berakhir delapan hari lagi sayang. Aku akan menjemputmu nanti. Sekalian kita datang ke menemui dokter Gita untuk memeriksakan hasil penanaman embrionya. "


Bia melepaskan pelukannya. Menghapus air matanya sejenak.


" Kapan Mas Ghazzy berangkat ? "


" Nanti siang. "


Bia kembali menunduk.


" Maafkan aku,, kasihan Devan sudah kewalahan. Seminggu lagi kita bertemu. "


" Baiklah Mas. "


" Eeehhmmn,,, bolehkah aku minta sesuatu sayang ? "


" Apa itu Mas ? "


" Bisakah kamu dan Al gak melakukan,,, itu lagi ? Sepertinya aku semakin posesif sama kamu sayang. Aku tahu ini salah, tapi,,, "


" Yaa,, aku tahu. Semalam ada yang mencampurkan obat perangsang diminumannya. "


" Aku harap ini semua cepat berakhir Mas. Aku kangen kebersamaan kita. " ujar Bia sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ghazzy. Keduanya tengah menyandarkan tubuh mereka ke dinding dengan masih menggunakan perlengkapan sholat.


" Jam berapa kamu tidur semalam Mas ? Kenapa tidur disajadah ? "


" Aku ketiduran. Sekarang aku udah ngantuk lagi. "


" Istirahatlah Mas. Aku buatkan sarapan dulu. "


" Gak usah. Disini aja. Aku mau tidur dipangkuan kamu sayang. "


Ghazzy membaringkan tubuhnya, meletakkan kepalanya di pangkuan Bia. Mengarahkan wajahnya ke perut Bia. Menciuminya sejenak.


" Assalamualaikum,, sholehnya Ayah Bunda. Berkembanglah dengan baik didalam sana sayang. Kami sudah merindukan kehadiran kamu. " gumamnya lirih.


Bia tersenyum penuh haru.


" Aammiinn,,, aammiin ya robbal alamiiin. " ucaapnya.


Ghazzy terkekeh sejenak tidak menyangka gumamannya terdengar oleh Bia.


" Aaamiiinn.. " ucapnya kemudian.


****

__ADS_1


" Ma,, dimana Bia ? " tanya Al saat celingukan di dapur tidak mendapati Bia. Hanya Azalea dan Zaskia.


" Tentu saja sedang berduaan dengan Kak Ghazzy. " sindir Zaskia kesal tanpa melihat Al.


Al berdecak kesal. Lalu duduk di sebelah Azalea.


" Belum puas dua minggu bersama. " keluhnya ketus.


" Belum puas lima bulan egois aja. " ejek Zaskia.


" Apa maksud kamu Kia ?! "


" Sadar dong Kak. Kak Al itu egois !! "


" Memangnya apa yang telah aku lakukan ?! "


" Kak Al lupa ? Kekerasan fisik dan juga perselingkuhan Kak Al ?!" hardik Zaskia kesal.


" Aku khilaf Kia !! " tegas Al hingga berdiri.


" Dengan terulang berkali-kali ?? Kak Al sehat ?!" protes Zaskia ikut berdiri.


" Kamu berani bentak aku Kia ? Aku Kakakmu Kia !!"


" Oohh sekarang butuh pengakuanku ? Kenapa baru sekarang ?!! Kemarin kemana saja ? Aku pingsan di lift mall Expo Kak. Dimana Kak Al waktu itu !! "


" Apa ?! "


" Kak Al terlalu aasyik dengan selingkuhan Kak Al itu."


" Selingkuhan ? Clara bahkan gak tahu kalo aku sudah menikah Ki. "


" Itu bodohnya Kak Al !! "


" Aku akan memberitahunya. Secepatnya. "


" Teelat !!! "


" Apa maksud kamu Ki ?!! "


" Pernikahan kontrak Kak Al udah akan berakhir satu minggu lagi !!"


Al tersentak. Enam bulan,, apa sudah terlewati selama itu ? tidak,, tidak,,


" Aku tidak akan menceraikan Bia !!! " tegasnya sembari keluar dari dapur dan beranjak keluar rumah dnegan maraah.


" Maafkan aku Ma. " pinta Zaskia menyesal saat melihat Azalea menghembuskam nafas panjang.


" Aku tahu akan berakhir seperti ini kalo berdebat dnegan Kakakmu. "


" Iya Ma. Aku kesal melihat Kak Al yang seolah tidak terjadi apa-apa tadi. "


" Semoga saja Ghazzy dan Bia bisa memaafkan keegoisan keluarga kita sayang. "


" Semoga saja Ma. "

__ADS_1


__ADS_2