Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 137


__ADS_3

Al masih bersikap dingin pada Alex meskipun dia sudah berada dirumahnya sedari siang sampai selesai makan malam. Kini bahkan dia sudah bisa akrab dengan anak-anaknya. Faiz dan Fawwaz lebih suka bercanda dengan Alex daripada Al. Membuat Al semakin sewot.


Untungnya Azalea dan Bik Amy bisa diajak kompromi. Dengan tidak membiarkan Bia menggendong anak-anaknya. Azalea menyuruh Bia terus mendampingi Al agar kemarahannya tidak semakin menjadi. Tidak enak pada orang tua Clara yang sudah mengajak Alex kerumahnya.


" Pergilah. Kenapa kamu masih berada di rumahku ! " seru Al sewot.


" Hahahh,,, Tante dan Omku masih ada disini. " jawab Alex santai.


" Om Alex punya hadiah untuk kalian. Ayo ke teras, kita ambil sama-sama. " kata Alex sembari menggandeg tangan Faiz dan Fawwaz untuk keluar teras.


" Papa,, sebenarnya ada hubungan apa dengan si Alex itu ? Kenapa dia memanggil Mama dan Papa, Om dan Tante ? " tanya Al penasaran.


Bia tersenyum sembari mengusap dada Al berharap Al lebih bersabar lagi. Al menggenggam tangan Bia kemudian menciumnya. Kini Bia yang menjadi keki sendiri. Tidak menyangka Al tidak malu memperlihatkan kemesraannya didepan keluarganya.


" Dia keponakanku Al. " jawab Mark.


Al dan Bia saling berpandangan bingung. Kenapa selama ini mereka tidak pernah mengethauinya apalagi bertemu dengan Alex ?


" Keponakan ? Kenapa aku gak pernah mengetahuinya ? " protes Al.


" Dia anak adikku. Setelah SMP , dia tinggal di London. Baru dua tahun yang lalu dia kembali ke Indonesia dan entahlah,, kenapa dia lebih memilih Kalimantan daripada di Surabaya atau di Singapura . " jelas Mark.


" Kamu gak ingat dengan Alex Al ? " tanya Naya.


Alis Al mengkerinyet bingung. Bia mengalihakan pandangannya pada Al penasaran.


" Apa aku mengenalnya dulu ? " tanya Al sambil menatap Azalea.


" Kalo gak salah, dia teman SMP kamu Al. " jawab Azlaea.


" Gimana bisa lupa sama teman sendiri sih. " ejek Zaskia.


" Bagaimanapun waktu aku SMP, aku sedang depresi karena mengalami KDRT dari Papa. Jadi, aku lebih memilih menghapus masa SMPku dari ingatanku. Aku hanya mengenal dia sebagai rekan bisnis Dewandaru." jelas Al.


Berusaha untuk tidak terpancing perdebatan dnegan Zaakia. Karena tidak mau mendnegar omelan Azalea dan Bia didepan Alex. Apalagi tnagis anak-anaknya benar-benar membuat jantungan. Karena susah berhentinya.


" Kalian sudah seperti ini sejak kalian sekolah dulu. " sindir Azalea.


Mark dan Naya tertawa lucu.


" Seperti ini , maksudnya bagaimana Ma ? " tanya Bia.


" Yah,, seperti yang kamu lihat. Seperti tikus dan kucing. Selalu aja bertengkar. " jawab Azlaea.


Spontan Bia tertawa mendengarnya. Hingga Al menarik hidungnya kesal karena ditertawakan.

__ADS_1


" Dia itu resek Bi. " elak Al.


" Apa itu artinya, kamu sekarang sudah mengingatnya ? " tanya Naya.


" Sedikit. Tapi yang pasti,, dia selalu memuji almarhum Papa disaat aku sedang sangat membenci Papa. " jawab Al sendu.


" Itu mungkin karena Alex merindukan Papanya. Adikku,, maksudku,, orang tua Alex meninggal karena kecelakaan pesawat. Waktu itu, mereka baru pulang dari Singapura bermaksud mengajak Alex untuk refreshing ke London, ke tempat orang tua Mama Alex. Tapi, pesawat mereka mengalami turbulensi dan jatuh di atas gunung dan terbakar. Jasad mereka ikut terbakar. Tidak ada makam untuk sekedar mengingatkan tnetang mereka. "


" Innaliahiwainnalillahirojiun. " ucap Bia simpati.


" Alex menjadi seorang yang introvert sejak kematian ornag tuanya. Hanya Clara yang bisa menghiburnya. Meskipun mereka hanya bicara melalui telpon ataupun kirim email. Sewaktu Clara menikah dulu, Alex belum siap untuk kembali ke Indonesia. Dua tahun yang lalu, baru dia ingin kembali ke Indonesia. Melanjutkan bisnis Papanya. Pratama Company. " kata Naya seraya menghapus air matanya.


Mark mendekap Naya yang terlihat sedih. Karena teringat sewaktu Alex muda dan juga teringat Clara.


" Melihat Tante menangis saat ini pasti karena kamu Al. " ejek Alex saat kembali bergabung dengan keluarga Al.


" Enak aja. Itu karena mereka sedih melihatmu yang menjadi casanova kelas kakap sekarnag ini. " seru Al dingin.


Alex tertawa lirih . Tapi dimata Bia, tawa Alex penuh dengan kegetiran. Seolah tengah menertawakan masa lalunya yang baru saja di ceritakan Naya.


" Tapi pesona casanovaku belum bisa membuat Bia jatuh cinta padaku. " ujar Alex.


Bia menjadi melongo. Kenapa aku merasa Alex malah sengaja memancing kemarahan Mas Al sih. batin Bia.


" Tante,, kalo Bia menggantikan Clara sebagai putri kalian. Harusnya kalian menikahkan Bia denganku. Bukannya dnegan Al si tukang Affair itu. " sindir Alex.


" Tutup mulutmu !! " hardik Al.


Bia menghela nafas panjang.


" Alex,, jangan mengganggu Bia. Ingat, dia kakakmu sekarang. " tegur Mark.


" Tapi, aku lebih menginginkan Bia menjadi istriku Om." protes Alex.


" Alex,, jangan macam-macam. " tegur Naya.


Zaskia dan Bia hanya bisa terpaku mendenagr pengakuan Alex. Azalea menghela nafas, menyayangkan keputusannya yang mengijinkan Bia bekerja.


Al hendak berdiri karena emosi. Tapi Bia segera mendekapnya untuk menenangkan Al.


" Aku gak mau anak-anak melihat Papa mereka memukul ornag. " bisik Bia pelan.


" Dia memancingku Bi. " geram Al tertahan.


" Aku tahu hubby ku sekarang lebih bijaksana kan. " bisik Bia menghibur.

__ADS_1


Al menatap Bia senang mendengar panggilan Gahzzy dulu juga diucapkan Bia untuknya. Al tersenyum dan mengangguk.


Alex melihat dengan jelas perubahan wajah Al dari semarah itu menjadi lebih tenang bahkan bisa tersenyum di antara kemarahannya.


* Apa yang dikatakan Bia sampai bisa meredakan kemarahan Al. * batin Alex.


Mark melihat ke arah pandangan Alex. Entah benar atau slaah. Tapi Alex terlihat sedang menatap Bia.


* Kok aku merasa ucapan Alex tentnag Bia, benar-benar keluar dari hatinya. Aku tidak pernah melihat Alex seintens itu menatap seorang wanita. Tapi kenapa harus Bia Alex ? * batin Mark.


" Alex ,, kita pulang sekarang. " ajak Naya.


Naya juga melihat kemana arah pandangan Mark dan Alex. Tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan. Juga sedikit takut Al akan terpancing dengan sikap Alex yang cuek tapi sangat terlihat menyukai Bia.


Bia mengalihkan tatapannya pada Naya.


" Pulang ? Mama gak nginap disini ? " tanya Bia sedih.


" Kami akan pulang kerumah Alex Bia. Kami juga merindukan dia. Sudah lama kami tidak bertemu Alex. Setidaknya aku bisa menasehati Alex agar tidak menjadi casanova seperti yang di bilang Al. " jawab Naya sambil meraih tnagan Bia. Lalu menggenggamnya.


Alex kembali tertawa mendengar penuturan Naya tantenya.


" Tapi,, "


" Lusa Bia. " sahut Mark.


Bia menatap Mark bingung.


" Lusa ? "


" Lusa, kami akan menginap disini. Toh barang-barnag kami masih ada disini Bia. " jawab Mark sambil tersenyum.


" Tidak bisakah Mama dan Papa menginap dirumah ini saja ? " tanya Bia tidak rela.


" Lusa Bia. Kami janji. Bukannya Mama sudah bilang, kalo kembar lagi. Kami boleh ikut membantu merawat anak-anak kamu. Benar kan Bu Lea ? " jawab Naya.


" Tentu saja Bu Naya. Pintu rumah ini selalu terbuka untuk Bu Naya dan Pak Mark. " sahut Azalea.


Keduanya hanya tersenyum senang.


" Kenapa gak kamu saja yang menginap dirumahku Bia ? Pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu. Tentu saja aku akan sangat senang sekali kalo kmau menginap dirumahku. " kata Alex sambil mengerlingkan matanya.


" Alex. " tegur Mark tidak enak hati pada Al dan keluarganya.


Apalagi Al sudah mengepalkan tangannya pertanda marah dengan tingkah laku dan perkataan Alex yang terlihat seolah dengan sengaja memancing emosi Al.

__ADS_1


__ADS_2