
" Maafkan aku Kak Al. Sikapku selama ini. " kata Zaskia saat mengantar Al ke bandara.
Al memeluk Zaskia erat. Seolah berat meninggalkan keluarganya disini.
" Aku merindukanmu Kia. Aku meirndukan adikku. "
" Maafkan aku Kak. "
" Tolong jaga Mama baik-baik. Dan jaga dirimu. Jangan sakit lagi. "
" Tentu saja. Tidak adaa yang mengkhawatirkan aku disini. Tentu saja aaku harus sehat. "
" Terima kasih. Tolong jaga Bia untukku. Aku snagat merindukannya Kia. Sungguh,, aku mencintainya. Percayalaah. " bisik Al ditelinga Zaskia.
Zaskia menghela nafas panjang.
" Aku akan mempercayainya saat Kak Al juga berusaha untuk melupakannya. Ingat,, Kak Al sudah menikah dengan Clara. " bisik Zaski sedih sembari melepaskan pelukannya.
" Aku akan datang saat hasil tes DNA Bia di umumkan." tegas Al saat meleepaskan peelukan Zaskia. Sadar adiknya masih tidak mempercayai perasaannya.
" Dan kamu ingin Bia pingsan lagi ? " sahut Azaalea.
" Pingsan ? " tanya Al cemas.
" Setelah Kak Al dan Kak Clara pulang. Kak Bia pingsan. "
" Terlalu stres memikirkan permintaanmu. " jawab Leon kesal.
" Taapi aku yakiin itu anakku. " tegas Al.
" Biar nanti dokter yang memutuskannya. " tegas Leon yang tidak enak pada Clara.
" Ya sudah kami pulang dulu. " pamit Azalea.
" Ma. Tunggulah sampai pesawatku berangkat. Aku merasa seperti sedang di usir kali ini. "
" Di usir bagaimana. Kamu itu CEO perusahaan Dewandaru. Jadi memang sudah seharusnya beraada di perussahaan itu. " seru Azaalea kesal. Tapi hatinya pun trenyuh mendengarnya.
" Kak Claara,, kalo Kak Al macam-macam disana. Jewer saja Kak. " gurau Zaskia.
Al tersenyum sennag melihat Zaskia sudah bisa menerima kehadiran Clara.
" Pasti. Tentu saja. "
" Ayo kita berangkat Clara. " ajak Al.
Claara menganguk kemudian memeluk Azaalea.
" Tolong bersabarlah dengan anakku Claara. "
" Mamaa,, kami berangkat. Doakan kami Ma. "
" Pasti Claraa. "
Zaaskia melambaikan tangannya pada Al dan Clara. Ada sesaak dihatinya.
" Semoga Al bisa memaafkan kita nanti Lea. " sahut Leon sambil mendekap Kakaknya.
" Semoga saja. Aku harap keputusan ini memang yaang terbaik. "
" Pasti Ma. " jawab Zaskia pasti.
" Kita mampir ke rumah Bia Leon. Kita jemput Bia dan Ghazzy. Aku sudah merindukan Bia. "
" Iya. Aku juga, Ma. "
" Tapi kita cari rujak buah dulu. Kita makan dirumah Bia nanti. "
Zaskia mengangguk senang.
" Kalian ini,, sebahagia itu kalo menyangkuut Bia. Sepertinya Al benar. Dia diusir sekarnag ini. "
" Leon. Jangan dibahas lagi. "
****
__ADS_1
" Assalamualaikum Bia. " sapa Azalea saat pintu rumah Bia terbuka dan ada wajahnya dibalik pintu itu.
" Waalaikumsalam Mama. " jawab Bia senang seraya memeluk Azalea.
" Mama merindukanmu Bia. Ehhhhmmmm,,, cucu Oma baik-baik saja kan. Tidak nakal kan. " ujar Azalea sambil mengusap perut Bia yang sudah terlihat membuncit.
" Tidak Oma. Aku tidak nakal. " jawab Ghazzy dengan suara dibuat sepelan mungkin seperti anak-anak.
" Ghazzy. "
Ghazzy mencium punggung tangan Azalea dengan takzim.
" Mama dan Kia apa kabar ? Kesini sama siapa Ma ? "
" Satu-satu dong Kak. " gurau Zaskia sambil menyalami Bia dan Ghazzy bergantian.
" Kalian ini, kenapa aku ditinggalin. " omel Leon dengan nafas tersengal-sengal.
" Memang dokter Leon darimana ? " tanya Ghazzy sembari memberikan sebotol air mineral dan mempersilahkan semuanya duduk di ruang tamunya.
" Ini,, Mama kalian menyuruhku membeli rujak buah. Tapi malah dikerjain. "
" Yahh Om Leon juga sih. Disuruh beli buah malah godain istri orang. "
Leon tertawa setelah meminum air mineral hingga setengahnya.
" Wanita itu mengira Om suami siaga. Istrinya ngidam langsung dibeliin. Jangankan istri, kekaasih aja Om gak punya. "
Zaskia ikut tertawa. Begitupun dengan yang lainnya.
" Sini. Rujaknya. Mama pengen rujak manis. "
Ghazyy dan Bia saling berpandangan. Kemudian terkekeh.
" Kenapa ? " tanya Zaskia heran.
" Dari tadi Bia juga pengen rujak Ma. Tapi aku sedang rapat dengan Devan tadi. Barussan selesai jadi belum sempat beli. "
" Ya sudah. Ayo kita makan Bia. "
" Ma,, itu tadi mangganya asam lho. Nanti perut Mama sakit. "
" Issh,, Kia. Omongaan adalah doa Ki. Hati-hati. " tegur Bia.
Zaskia langssung menutup mulutnya. Azalea mencubit pipi Zaskia.
" Nakal ya. Doain Mama sakit perut. "
" Bukan gitu Ma. "
" Ghazzy,, besok kamu bisa mulai kerja di mall Expo. Besok Mama yang akan memperkenalkanmu dengan staf disana. "
" Iya Ma. Al sudah berangkat ke Kalimantan ? "
" Sudah Kak. Tadi pagi. " jawab Zaskia.
" Barang-barangnya sudah dipacking ?"
" Untuk apa Ma ? " tanya Bia bingung.
" Yah. Kalian pindah ke rumah Mama. "
" Gak usah Ma. Aku nyaman tinggal disini. Iya kan Mas ?"
" Iya Ma. "
" Tapi Mama yang gak nyaman. Belum lagi kalo Ghazzy kerja. Kamu sendiiran dirumah. Nanti kalao ada apa-apa gimana ? Tidak,, tidak,, kaalian tinggal dirumah Mama saja. "
" Mamamu benar Kia. Usia kehamilanmu masih rawan. Harus ektra dijaga. Pindahlah ke rumah Mamamu. "
Bia menatap Ghazzy bingung.
" Dokter Leon ada benarnya sih sayang. Kalo kamu dirumah aku kerja kamu sendiriaan. "
" Kan dulu juga gitu Mas. "
__ADS_1
" Tapi sekarang kamu lagi hamil sayang. "
Biaa menghela nafas panjang.
" Kita pindah saja sayang. Setelah melahirkan kita bisa pindah kesini lagi. "
" Eeegg,,, Ghazzzy. Kamu itu ngomong apa. Tidak. Kalian tetap disana , temani Mama dan Kia. "
" Baiklah,, baiklah. "
" Ya sudah. cepat beresii barang-barang kalian. "
" Gak usah Ma. Toh baaju-baju kami masih ada dirumah Mama. "
" Aahh,, itu lebih baik. Ayo kita pulang. "
" Aku ganti baju dulu Ma. "
" Iya. "
*****
Sudah dua bulan berlalu. Tanggal yang diberikan dokter Gita sudah datang. Tim dokter inseminasi sudah menyiaapkan semua prosedur untuk tes DNA Bia. Bagaimanapun hasil tes DNA itu juga untuk mengetahui apakah program yang dilakukann pada Bia gagal atau berhasil.
Leon sudah memberikan sampel darah Al yang diambilnya sebelum Al pergi ke Kalimantaan. Diruang tiindakan masih ada Ghazzy.
Bia sudah tampak gelisah sedari tadi. Tentu saja itu tertangkap jelas dimata dokter Gita.
" Bu Bia,, tenaanglah. Hasilnyaa baru bisa dikeetahui dua minggu lagi. "
" Aahh kenapa selamaa itu dokter. Apa tidak bisa dipercepat lagi ? " keluh Bia.
" Biar lebih akuraat Bu Bia. "
Bia menghela nafas panjang.
" Tenanglah Bia. Jangan terlalu memikirkannya. Nanti mempengaruhi kehamilanmu. " hibur Leon.
" Aku sudah tenang dokter Leon. Aku kan gak lagi teriak-teriak. " gurau Bia untuk mengurangi kegelisahannnyaa.
" Dasar kamu ini. Sudah ketularan Kia. Sekaraang sudah berani meledekku. " omel Leon.
Dokter Gita hanya terkekeeh. Membuat Leon sedikit salah tingkah.
Ghazzy keluar daari ruang tindakan. Kemudian duduk di samping Biia.
" Hasilnyaa baru keluar dua minggu lagi Pak Ghazzy. "
" Apa harus selaama itu dokter Gita ? " protes Ghazzy.
" Biar lebih akurat Ghazzy. Issshh,, kalian ini. "
" Kan kami memang gak tahu dokter Leon. " protes Ghazzy.
" Ghazzy. Apa kamu akan kembali ke kantor ? " tanyaa Leon.
" Iya dokter. "
" Kalo gitu biar Bia pulang beersamaku. Aku ingin bertemu Lea. "
" Tidak apa-apa dokter. Biar aku antar pulang dulu baru ke kantor. "
" Biar aku sama dokter Leon saja. Mas juga gak bolak balik nantinya. "
" Kamu gak apa-apa sayang ? "
" Tidak apa-apa. "
" Kalian ini malah mesraa-mesraaan. Ayo pulang Bia."
" Dokter Leon buruan nikah dong. " goda Ghazzy.
" Gimana mau nikah. Pacaarr aja gak punya. " celetuk Bia.
" Biiiaaaa,,,, gaak usah diperjelass !! " tegur Leon malu.
__ADS_1
Bia tertawa diikuti dokter Gita. Kemudian mereka sama-sama keluar dari ruangan dokter Gita. Ghazzy dan Bia berpisah di tempat parkir setelah Ghazzzy memberikan resep vitamin pada Bia. Leon segera membawa Bia ke mobilnya karena cuacanya sangat panas. Ghazzy sendiri langsung melajukan mobil Al ke mall Expo.