Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 22


__ADS_3

Bia sudah pulih. Dan dia juga sudah menjalani tes prosedur inseminasi. Sama seperti Ghazzy. Tahapan demi tahapaan sudah dilalui Ghazzy dan Bia. Dokter Gita mengatakan akan mulai menanam embrio itu lusa. Setelah itu, mereka harus menunggu sampai dua belas hari untuk mengetahui penanaman emmbrio itu berhasil atau tidak.


Azalea menggenggam tangan Bia dengan gugup saat Leon menelponnya karena Zaskia sudah sadar. Azalea memang menitipkan Zaskia sementara pada suster jaga dan juga Leon agar bisa menemani Bia menjalani tes bersamaa dr. Gita. Ghazzy sendiri sedang melakukan rapat virtual dengan Devan yang menghandle pekerjaan Ghazzy selama Ghazzy di Surabaya.


" Ma,, Ma,, " ucap Zaskia lirih.


Azalea memeluk Zaskia yang masih terbaring. Air matanya sudah mengalir deras di pipinya.


" Aku,, kangen Mama. " bisiknya.


" Anak nakal. Kenapa lama sekali tidurnya. " gurau Azalea sambil duduk disamping ranjang Zaskia.


" Kak,, Bia,, gimana dengan Kak Bia ? "


" Aku sudah sangat sehat. " jawab Bia sembari mendekat untuk memeluk Bia saat Azalea menggeser posisinya.


" Terima kasih Kak. " jawab Zaskia penuh haru.


" Cepat sembuh Ki. Kita adu lari, sebelum aku yang diharuskn bed rest. "


" Kenapa ? Apa ada efek samping pasca operasi ? " tanya Zaskia panik.


Bia menggeleng sambil terkekeh.


" Bia dan Ghazzy sudah memulai program bayi tabung mereka sayang. " jawab Azalea.


" Aaaaahh,, semoga berhasil Kak. " harapnya.


" Amiin. Terima kasih Kia. "


" Apa kamu mau mandi syaang ? Mama akan membantumu mandi. "


" Iya Ma. "


" Habis mandi, dandan yang cantik ya. Pangerannya mau datang. "


" Pangeran ? "


" Dokter Leon. " jawab Bia asal.


" Isshh,, Kak Bia. Kirain siapa ? "


" Memangnya sedang mengharapkan siapa ? Owner resto fastfood di Mall Expo ?" goda Bia.


Wajah Zaskia yang masih pucat tidak bisa menyembunyikan rona merah yang ada dipipi Zaskia. Membuat Bia dan Azalea tertawa.


" Mama kok ikut Kak Bia tertawaiin aku sih Ma. " ujar Kia sewot.


" Baru kali ini Mama melihat pipimu semerah itu Ki. "


Zaskia memegang pipinya yang terasa semakin tirus.


" Udah ah. Kia mau mandi Ma. Mau sampai kapan ketawain Kia mulu. " omelnya.


" Aku tunggu didepan ya. "


" Kak Bia jangan kemana-mana. "


" Iya. Aku mau mencari Mas Ghazzy. Aku kekuar ya Ma."


" Iya. Hati-hati Bia. "


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumslaam. " jawab Zaskia dan Azalea bersamaan.


" Ma,, Kak Ghazzy disini ? "


" Iya. Dia datang untuk menemaani Bia. "


" Kak,, Al. Bagaimana dengan Kak Al ? "


" Maafkan Mamaa karena harus mengusirnya. "


" Kenapa ? "


" Dia tidak mau menceeraikan Bia. Al bahkan mengatakan telah mencintai Bia. "


" Mencintai ? Dengan bercumbu dengan wanita lain ? Kak Al sehat MA ? " seruunya kesal.


" Karena itu Mama mengusirnya. Dia juga merobek berkas gugatan cerai yang Mama kirim ke kantor. "


" Di robek ? Lalu gimana Ma ? "


" Aku sudah mengirimnyaa lagi. Satu dirumah dan satu lagi dikantornya. "


" Padahal dengan surat itu, Kak Al bisa melamar Clara tanpa harus melakukan hal semacam itu dibelakang Kak Bia. "


" Al bilang dia khilaf Ki. "


" Khilaf terindah ? Yang dengan sengaja diulang lagi ?"


" Mama juga gak habis pikir dengan Al. Bisa-biisanyaa dia melakukan itu dengan Clara. Apalagi dikantor ?? "


Azalea menghembuskan nafas dengan perlaahan. Lalu membantu Zaskia memakai beedak biar terlihat cerah.


" Mamaa,, apaaan siiihh. " gerutunya kesal.


" Biar terlihat fresh sayang. "


" Memangnya kalo terlihat pucat kenapa ? Tooh memang aku baru sembuh dari sakit. " protes Zaskia.


Tokkk,,, Toookk,,,


" Kak Bia sudaah datang Ma. Aku ingin berkenalan dengan Kak Ghazzy. "


" Mama buka pintunya dulu. "


Zaskia menganngguk senang. Senyum diwajahnya nampak menambah cerah wajahnya.


" Assalamualaikum Tante. Apa saya boleh menjenguk Kia Tante ? "


" Waalaaikumsalam,, masuklah Tian. "


Tian masuk dan spontan membuat senyum diwajah Zaskia perlahan memudar. dia terpaku menatap seseorang di depannya.


" Gimana keadaan kamu Ki ? " tanya Tian sembari berdiri disamping ranjang Zaskia.

__ADS_1


Mata yang sedari tadi mengikuti Tian langsung tertunduk saat Tian berada disampingnya.


" Kak Tian,, kok tahu aku disini ? "


" Tentu saja tahu. Kan Tian yang menjagamu selama ini. Iya kan Ma. "


Zaskia mengulurkan tangan kirinya pada Bia. Seolah ingin Bia berdiri disamping kirinya. Bia tertawa melihat ekspresi Zaskia yang langsung menggenggam tangan Bia saat dia telah berada disampingnya.


" Kalian, bicaralah dulu. Mama mau keruangan Leon. " kata Azalea sambil beranjak keluar saat Bia dan Zaskia mengangguk.


" Pertanyaaanku kok gak dijawab Ki ? "


" Eeehhmm,, pertanyaanku juga belum dijawab. " jawab Zaskia tapi menatap Bia.


" Yang punya pertanyaan aku lho Ki. Bukannya Bia. Kok lihatnya ke Bia ? "


" Karena aku kangen Kak Bia." jawab Zaskia asal. Hingga membuat Bia tertawa. Zaskia langsung manyun karena ditertawakan.


" Apa kamu sekangen itu denganku. Hingga saat melihat Bia pun kamu serasa melihat wajahku. " goda Tian sembari mengusap kepala Bia.


" Apaaan sih Kak Tian. Gak jelas banget. Siapa yang kangen Kak Tian. Kenapa ada disini ? Bukannya udah pergi ke Kalimantan ? " omel Zaskia sembari menoleh menatap Tian.


Gleekkkkk,,,


Zaskia menelan salivanya. Karena jarak wajahnya dan Tian hanya berjarak beberapa meter saja.


" Ini baru Kia yang aku kenal. Bawel. " ujarnya sambil mencium kening Zaskia.


" Tian,, !! " seru Bia tidak suka.


" Maafkan aku Bia. Aku sudah sangat merindukannya." jawab Tian sembari mengusap tengkuknya keki.


" Kak Tian ini apa-apaan sih. Bukan muhrim !! " ejek Zaskia saat sudah bisa mengatasi rasa kagetnya.


" Tapi seneng kan. " bisik Bia pelan.


" Kak Bia ! " hardik Zaskia tertaahan.


" Sebenernya aku bisa aja meninggalkan kalian berdua disini. Tapi,, takutnya nanti Tian kebablasan lagi. " guraunya.


Tian makin salting mendengar perkataan Bia.


" Maaf Bia. Ki. "


" Kak Tian, belum menjawab pertanyaanku ? Kok Kak Tian tahu aku disini. "


" Tentu saja aku tahu. Karena aku yaang membawamu kesini. "


Zaskia langssung melihat Bia. Untuk menanyakan kebenarannya.


" Kamu pingsan Kia. Kalau saja kamu lihat wajah Mama saat itu. Aku benar-benar bingung harus ngaapain. "


" Lalu,, kok Kak Tian yang membawaku ? "


" Mama gak bisa menelpon Kak Randy di situasi gentting kayak gitu. Untung aja, Tian lewat sama Bu Adiba. Jaadi aku minta tolong Tiaan untuk membawa kamu ke mobil Kak Raandy. "


" Terima kaasih Kak Tian. "


Tiaan menarik hidung Zaskia gemaas.


" Aaawww,,, Kak Tian ! " protes Zzaskia sembari mengusap hidungnya.


Zaskia memandang Tian terharu.


" Kak Tian akan menikah kan. "


" Oh iya,,, mumpung kamu sedang menyinggung soal itu. Jadi, mari kita bahas sekarang. "


" Maksud Kak Tian ? "


" Kamu dari kemarin bilang aku akan menikah. Memangnya kamu dengar berita itu dari mana ? "


Zaskia ragu untuk menjawabnya. Dia khawatir Bia kembali mengingat kakaknyaa tengah bercumbu dengan wanita lain.


" Ki,, kok gak dijawab pertanyaan Tian ? " tanya Bia penaasaran.


" Dari Clara Kak. "


Bia dan Tian saling berpandangan tak mengerti.


" Clara ? Wanita yang selalu bersama dengan Kakakmu itu ? " tanya Tian memastikan.


" Iya Kak. "


" Lalu,, gimana dia bilang seperti itu, kalau aku sendiri pun gak mengenalnya ?" jawab Tian bingung.


Zaskia celingukan mencari ponselnya.


" Kamu cari apa Kia ? Apa membutuhkan sesuatu ? Mau minum ? " tanya Bia sambil mendekat.


" Kak Bia,, ponselku dimana ? "


" Ada di laci. Bentar aku ambilkan. " jawab Bia sembari membuka laci dan mengambil ponsel Zaskia.


" Terima kasih Kak. "


" Sama-sama. "


Zaskia mengaktifkan ponselnya. Tatapan Tian berganti dari ke arah Zaskia, lalu kearah Bia. Seolah tengah bertanya kapan pertanyaannya akan dijawab.


" Ki,, kamu kok malah mainan hp sih. " omel Tian kesal.


" Aku mau menunjukkan foto yang dikirim Clara waktu itu Kak Tian. Dia bilang, gadis itu calon istri Kak Tian."


" Calon istri ?! Mana fotonya ?" tanya Tian kesal sembari mendekat begitupun dengan Bia.


" Tunggu sebentar. Aku cari di galeriku dulu Kak. Gak sabaran banget sih. " gerutu Zaskia.


Tangan Tian terulur hendak mengacak rambut Zaskia seperti yang biasa dia lakukan.


" Stop !! " hardik Zaskia sembari mengacungkan jari telunjuknya ke arah tangan Tian.


Tian menjadi terbengong. Bia hanya tertawa melihat ekpresi keduanya.


" Aku tahu Kak Tian mau ngacak-acak rambutku kan. Kebiasaan !! Mama udah susah payah merapikannya lhoo. " tegas Zaskia kesal.


" Kalo gitu,,, " Tian mencubit pipi Zaskia yang terlihat tirus dengan gemas.

__ADS_1


" Sebagai gantinya. " godanya.


" Iiihhh,, bukan muhrim. Udah mau nikah juga. "


" Kasi tahu dulu fotonya. "


Zaskia kembali mengarahkan matanya ke ponselnya. Mencari foto yang pernah dikirim Clara.


" Nahh,, ini dia !! Nih,, masa iya bisa lupa sama calon istrinya sendiri. " omel Zaskia ketus.


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. "


Ketiganya menoleh ke arah datangnya suara. Dan melihat Adiba tengah tersenyum senang melihat Zaskia sudah terlihat cerah.


" Aahh,, Bu Adiba ! " seru Zaskia senang.


" Apa kabar anak Ibu ? " tanya Adiba sembari memeluk Zaskia dan mencium kening Zaskia.


" Alhamdulillah baik Bu. "


" Kenapa kok wajahnya ditekuk begitu ? " tanya Adiba heran melihat Tian menatap keduanya intens.


" Tian iri sama Bu Adiba. " gurau Bia sambil mengusap lengan kanannya yang dicubit Zaskia.


" Iri ? "


" Iya Bu. "


" Kenapa ? "


" Gak bisa melakukan hal yang sama yang seperti Bu Adiba lakukan. "


Adiba nampak berfikir sejenak. Kemudian teringat dia tadi memeluk dan menciumi kening Zaskia.


" Aahh,, kamu ini. Kan memang bukan muhrim. " tegur Adiba sembari memukul lengan Tian.


" Oh iya,, kebetulan Ibu datang. Biar bisa jelasin siapa wanita yang ada di foto ini Bu. " kata Tian sambil terkekeh melihat kening Adiba berkerut.


" Kia kira wanita itu calon menantu Ibu. " jawab Tian saat Adiba tak hentinya menatap Tian bingung.


" Apa ? Sini, biar Ibu lihat. "


Tian memberikan ponsel Zaskia ke Adiba. Sedetik kemudian keduanya saling berpandangan dan tertawa. Kini giliran Zaskia dan Bia yang saling berpandnagan tak mengerti.


" Kia,, itu Mayang. Kakak Tian. Anak pertama Ibu. "


" Kakak ? " sahut Bia dan Zaskia bersamaan.


" Selama ini, aku kok gak tahu kalo Kak Tian punya Kakak Bu ? "


" Mereka berpisah Kia. Tian ikut Ibu. Mayang ikut Ayahnya. Kami bercerai. "


" Aaahh,, Kak Mayang gak pernah menjenguk Bu Adiba ? " tanya Zaskia heran.


" Dia ikut Ayahnya yang lebih suka merantau ke Surabaya. Ayahnya telah meninggal satu tahun yang lalu. Mayang juga baru saja menikah. Saat tahu Ibu sedang berada di Surabaya. Tentu saja Mayang sering menjenguk Ibu. Bahkan terkadang mampir ke restoran. "


" Jadi,, sekarang udah jelas kan. " seru Tian sambil mengacak rambut Zaskia.


" Kak Tian !!! " seru Zaskia kesal.


Adiba memukul lengan Tian lalu membantu Zaskia merapikan rambut Zaskia.


" Kamu itu,,, selalu saja seperti itu. Kia itu sudah besar. Pasti gak mau terlihat tidak rapi. "


" Betul Bu. " sahut Zaskia cepat.


" Mau terlihat rapi untuk siapa ? Mending aku acakin lagi aja terus. " seru Tian kesal.


Bia dan Adiba tertawa mendengarnya.


" Assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam. "


" Lhoo, Mama sama Mas Ghazzy kok bisa barengan ? " tanya Bia sambil mencium telapak tangan Ghazzy.


" Tadi ketemu di depan ruangan Leon Bia. " jawab Azalea lalu menyalami Adiba dan duduk disamping Zaskia.


" Ma,, itu,, Kak Ghazzy ? " bisik Zaskia sembari menatap Ghazzy yang terus mendekap Bia.


* Sampai kapanpun sepertinya Kak Al tidak akan bisa bersaing dengan Kak Ghazzy. Aku gak pernah melihat mata Kak Bia berbinar seperti ini selama disamping Kak Al. * batin Zaskia.


Bia mendekat dan mencubit pipi Zaskia yang tengah melamun melihat Ghazzy.


" Iihhh,, Kak Bia. Sakit. " pekiknya.


" Kamu itu,,, melihat Mas Ghazzy sampai ileran kayak gitu. " goda Bia.


Spontan Zaskia menghapus sesuatu di bawah mulutnya hingga membuat semua yang ada disana tertawa. Baru Zaskia sadar kalo Bia tengah menggodanya.


" Kak Bia,, !! "


" Kenalin Kia. Ini Mas Ghazzy. Mas. Ini Zaskia. "


Zaskia menyambut uluran tangan Ghazzy dan mencium telapak tangannya sama seperti yang dilakukan Bia tadi.


" Ghazzy. Senang akhirnya kita bisa bertemu. " kata Ghazzy.


" Terima kasih Kak Ghazzy. Atas kesabaran dan keikhlasan Kak Ghazzy untuk sedikit berbagi Kak Bia."


Kalimat Zaskia sedikit banyak membuat nyeri dihati Ghazzy. Yah,, dia lupa kalo Bia sekarang juga telah menjadi istri orang lain. Meskipun dia tahu, selama ini Bia tidak pernah melakukan hubungan suami istri.


Bia menggamit lengan Ghazzy untuk menenangkan gemuruh hatinya. Karena sekarang pun Bia juga merasakan rasa sakit itu.


Melihat keduanya tengah saling bertatapan sendu. Membuat Zaskia sadar telah salah bicara.


" Maaf,, Maafkan aku. Bukan maksudku,,, aku ,, maksudku berbagi padaku. Aku,,, "


" Kia,, sudah. Tidak apa-apa. Aku mengerti. " potong Ghazzy sambil tersenyum.


Tapi hati Zaskia tidak juga merasa lega. Matanya sudah berkaca-kaca. Membuat tatapannya mengabur beberapa saat. Dia hanya menunduk menyesal.


Bia mendekat dan mencium pipi Zaskia, membuatnya menoleh.


" Aku,, dan Mas Ghazzy baik-baik saja. Senyum dong. " bisiknya pelan hanya terdengar oleh Zaskia.

__ADS_1


Sontak Zaskia memeluk Bia penuh terima kasih.


__ADS_2