Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 47


__ADS_3

" Bagaimana kamu bisa lalai dengan tugasmu ?! " bentak Al pada Randy dan Wimpi setelah membaringkan Faiz yang tertidur dikamar Bia.


Azalea dan Zaskia sampai terlonjak kaget. Clara menggelengkan kepalanya. Tidak habis pikir dengan kemarahan Al yang tidak melihat sikon.


" Maafkan kami Tuan. " pinta Randy dan Wimpi bersamaan.


" Sudah. Kalau bukan karena mereka, pasti kita butuh waktu lama untuk ke rumah sakit. Mereka bukannya lalai, malah sigap karena mereka mengikuti kemana motor Gahzzy dan Bia. " jelas Azalea.


Al menghela nafas sejenak. Masih menatap tajam ke arah Wimpi dan Randy.


" Apa kalian mengenal pengemudinya ? " tanay Al sedikit melunak.


" Eehhmm,, kalo tidak salah ingat. Sepertinya dia ,, keluarga Tuan Tian. "


" Keluargaku ? " tanya Tian bingung. Dia dan Zaskia berpandangan tak mengerti.


" Kenapa keluarga Kak Tian ada yang berniat mencelakakan mereka ? Apa Kak Wimpi gak salah lihat ?" tanya Zaskia memastikan.


" Keluargaku yang mana ? " tanya Tian sembari menyodorkan ponselnya yang terdapat semua foto keluarganya.


Wimpi melihat wajah disemua foto itu. Tapi tidak melihatnya. lalu dia mengembalikan ponsel itu pada Tian.


" Tidak ada Tuan. " jawab Wimpi.


" Lhoo,, Kak Wimpi ini gimana sih. Tadi katanya keluarga Kak Tian ? " protes Zaskia.


" Dia pergi bersama rombongan keluarga Tuan Tian. Non Kia dan Tuan Tian memperkenalkannya pada Non Bia saat resepsi pernikahan. "


Zaskia dan Tian kembali berpandangan dan seolah mnegingat.


" Kak Mayang !! " seru keduanya bersamaan.


Zaskia mengeluarkan ponselnya kemudian memperlihatkan pada Wimpi.


" Apa mereka ? " tanya Zaskia.


" Iya. Laki-laki ini !! " seru Wimpi senang.


" Hanya laki-laki itu ? Kak Mayang gak iikut ? " tanya Tian memastikan.


" Tidak Tuan. Saya yakin melihat laki-laki itu sendirian di mobil. " tegas Wimpi.


" Berikan padaku ! " seru Al sembari merebut pomsel Zaskia.


Al mengirim foto itu ke nomornya. Lalu memberikan ponsel Zaskia kembali. Dia menelpon seseorang diseberang sana.


" Aku sudah mengirim foto pelakunya. Urus dia. Bawa dia ke kantor polisi. Randy akan menyusulmu nanti. "


Al mendekat pada Randy.


" Apa kalian yakin , waktu itu berada di belakang motor Bia ? "


" Iya Tuan. " jawqb Randy.


" Pergilah ke kantor polisi. Temui Reiga. Dan berikan rekaman cctv mobil padanya. "


" Baik Tuan. " jawab Randy dan Wimpi.


" Wimpi. Kamu disini saja. Bisa menjaga mereka. "


" Iya Tuan. "


" Mau kemnaa Al ? " tanya Azalea saat Al beranjak.

__ADS_1


" Ke kamar Bia. " jawab Al tanpa menoleh dna masuk ke kamar Bia.


Clara menunduk. Menghela nafas sejenak.


" Kak Clara. Ada yang mau aku bicarakan. " kata Zaskia sembari membereskan bubur ayam yang dibelikan Al dna Clar.a


" Ada apa , Ki ? "


" Kita bicara di tmaan Kak. " jawab Zaskia.


Azalea menarik tnagan Zaskia.


" Kalian bicara disini aja. Mama juga akan minta maaf pada Clara. Ini juga salah Mama. "


Clara mulai bingung tidak tahu apa yanh sudah terjadi tadi.


" Ada apa memangnya ? Kenapa Mama minta maaf sama Clara ? "


" Duduklah dulu. Kita bicara." ujar Azalea..


Zaskia dan Clara kembali duduk di sisi kanan dan kiri Azalea.


" Tadi dokter Bima datang, dan,, "


" Dokter Bima ? Siapa dia ? "


" Psikiater yang dulu menangani kasus Al, Clara. " jawab Azalea.


" Mas Al pernah dirawat psikiater ? " tanay Clara tak percaya.


" Iya karena setiap kali dia mabuk, dia akan melakukan kekerasan fisik pada Bia. "


" Lalu tadi ? Maksud dokter Bima kesini ? "


" Kak Ara,, jangan banyak tanya dulu dengerin apa yang mau aku katakan. " tegur Zaskia menhingatkan.


Zaskia menjelaskan apa yang telah dijelaskan dokter Bima. Lalu semua kemungkinan dan solusi untuk saat ini. Kekhawatiran Bia pada Clara yang akan salah faham nantiinya.


Clara menangis,, membayangkan kedepannya dia akan merrasajan cemburu yang lebih dari ini.


" Maafkan Mama Clara. "


Clara menggeleng cepat.


" Maafkan aku Kak Ara. Tolong beri kami kesempatan untuk memperbaikinya. "


" Aku harap kamu bersabar untuk menunggu Al sayang."


" Asal Mama dan Kia tahu. Terakhir kali aku bicara pada Bia, aku sudah bilang padanya. Aku akan mengikhlaskan Mas Al kalo dia lebih memilih Bia. Tapi Bia menolaknya karena Bia mencintai Mas Ghzzy. Bahkan Bia memberikan supportnya untuk merebut kembali hati Mas Al. Bia pikir, sikap Mas Al saat ini hanya karena Mas Al merasa bersalah dulu pernah menyakiti Bia. "


Zaskia memeluk Clara.


" Aku yakin Kak Bia juga merasakannya Kak Ara. Sedari dulu Kak Bia tahu kalo Kak Al mencintai Kak Ara. Tolong bersabarlah sedikit lagi Kak. "


Clara mmengangguk terharu.


" Aku mencintai Mas Al Kia. "


" Aku tahu Kak. Maafkan aku,, Maafkan Mama,, Maafkan kami Kak Ara. "


Clara melepaskaan peelukan Zaskia. Dan mencium punggung tangan Aazalea. Sama sepeti saat Bia menyuruhnya meminta doa pada orang tua Clara dulu.


" Sebagai gantinya,, tolong doakan kami Ma. Doakan rumah tangga kami. " pinta Clara takzim.

__ADS_1


" Pasti,, pasti Clara. "


 


" Ada apa ? Kenapa kamu melamun ? " tanya Al saat melihat Bia mencium tangan Faiz yang tertidur tapi tatapannya kosong.


" Mas Ghazzy sedang di operasi Mas. "


" Operasi ? "


" Iya. Kata Om Leon. Ada gumpalan darah di otaknya. Dan harus segera diambil. "


" Aku akan menjagamu Bi. Dan juga anak-anak. "


Bia tersenyum, tidak menyangka Al akan salah faham dengan maksud pembicaraannya.


" Bukan itu yang aku maksud Mas. Aku mengkhawatirkan Mas Ghazzy. Tapi aku juga sangat mengkhawatirkan Fawwaz. Aku masih sakit, tubuhku masih belun fit untuk melakukan transfusi lagi. Begitupun dengan Mas Ghazzy. Lalu bagaimana dengan Fawwaz nanti ? "


" Kamu gak percaya aku akan melakukan tranafusinya ? "


" Mas selalu berubah-ubah. Aku jadi gak berani berharap pada Mas Al. Belum nanti Mas harus kembali ke Kalimantan. "


Al terdiam sejenak.


" Kalo begitu, ikutlah denganku ke Kalimantan. Anak-anak juga ikut. "


Bia menggaruk kepalanya bingung. Dia hanya tersenyum.


" Sudahlah Mas. Gak usah dibahas lagi. "


Al melangkah mendekat ke arah Bia dan duduk didepannya. Menggenggam tangannya.


" Mas,, apaan sih. " keluh Bia sembari melepaskan tangannya. Tapi Al kembali menariknya dan menggenggamnya dengan kuat.


" Kenapa kamu selalu menghindar Bi ? Aku serius dengan ucapanku. Kamu dan anak-anak, ikutlah denganku ke Kalimantan. "


Bia tersenyum.


" Mas,, aku bukannya menghindar. Ini salah. Aku punya Mas Ghazzy. Dan Mas punya Kak Clara yang harus dijaga perasaannya. "


" Tapi aku mencintaimu Bi. "


" Dan aku juga mencintai Mas Ghazzy. "


" Aku gak perduli. "


" Tapi aku perduli. Aku menyayangi Kak Clara seperti Kakakku sendiri. Bahkan kamu lihat sendiri. Anak-anak juga sudah menyayngi Mama mereka. Aku mohon mengertilah Mas. "


" Aku gak mengerti. Dan aku gak perduli ! Kenapa semua orang mengangsikan perasaanku padamu Bi. "


" Karena kami semua tahu. Secinta apa kamu sama Kak Clara dulu Mas. "


" Kamu sendiri yang bilang itu dulu Bi. "


" Sekarang aku tnaya sama Mas. Kenapa Mas tiba-tiba mencintaiku ? Mas ingat, dulu Mas bahkan gak mau melihatku. Dan hanya melihat Kak Clara. itu karena Mas mencintainya. "


" Itu dulu Bi. "


" Perasaan Mas Al hanya karena perasaan rasa bersalah sam aku Mas. Karena dulu, Mas pernah melakukakn kekerasan fisik oadaku. Mengingatkanmu pada Almarhum Papa. "


Al terdiam dan menunduk. Tidak berani melihat Bia. Sedikit banyak dia membenarkan ucapan Bia.


" Aku sudah pernah bilang kan . Maafkan Papa Mas. Biar hatimu tnenag. " kata Bia.

__ADS_1


" Aku akan menemui Om Leon. " Serunya sambil beranjak pergi.


Bia menghela nafas lega selepas kepergian Al. Bagaimana membuat Mas Al mengerti dan sadar dengan perasaannya ini. Aahh,, andai Mas Ghazzy sudah sadar.


__ADS_2