Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 35


__ADS_3

Ghazzy berpamitan pada Bia untuk kekantor. Seperti biasa Bia mencium punggung telapak tangan Ghazzy. Dan Ghazzy mencium kening Bia dan juga perutnya. Mengusap kepala Bia kemudian pergi setelah mengucap salam.


" Pemandangan yang indah kan Kak. " bisik Zaakia saat melihat Clara menatap Bia dan Ghazzy.


" Ehh Ki. Iya. " jawabnya keki.


" Aku iri melihat keromantisan seperti itu Kak. Rasanya rumah jadi adeeemm. Karena Kak Bia membiasakan kami berucap salam terlebih dulu. "


" Aku juga iri Kia. "


Keduanya tersenyum kemudian mulai mengajak Bia untuk ke kolam renang.


" Udah beraapa lama Ma ?" tanya Zaskia saat melihat Azalea nampak khawatir.


" Sudah dua jam. Aku menyuruh mereka untuk berhenti. Tapi lihatlah. Mereka bahkan menganggap Mama angin lalu. " omel Azalea.


Bia mendekap Azalea sambil tersenyum. Zaskia terkekeh melihat mamanya ngomel.


" Clara. Bisa temani Mama ke butik Tante Rena. Kamu mengenalnya kan. "


" Iya Ma. Sekarang Ma ?"


" Iya saayang. "


" Iiissshh,, Mama. Kenapa Kia gak diaajak ?"


" Karena kalo ngajak kamu, bisa-bisaa memborong semua baju disana. "


Zaskia dan Bia tertawa mendenagrnya.


" Ayo Ma. "


" Mama tinggal bentaar ya Bia. "


" Iya Ma. Hati-hati. " jawab Bia sambil mencium punnggung tangan Azaalea. Diikuti Zaaskia.


" Kak Clara,, "


Clara menatap Zaskia bingung saat melihat tangannya terulur padanya.


" Salim dulu. "


Zaskia mengambil tangan Clara dan menciumnya dan diikuti Bia.


" Hati-hati dijalan Kak Clara. "


" Te,, terima kasih. " jawab Clara keki.


Azalea tersenyum. Keduanya pun beranjak pergi.


Zaskia melihat ponsel Leon berdering. Dilihatnya dari rumah sakit. Saat dering itu berhenti. Ada notif 10 missed call.


" Dua orang ini kalo gaak dingetin pasti lupa waktu. "


Bia terkekeh kemudian duduk. Perutnya yang membesaar membuatnya ssering kecapean.


" Om Leoooonnn,,, ada lima belas missed call dari rumah sakit. " seru Zaskia.


Leon berhenti ditengah kolam renang.

__ADS_1


" Aaahh. Aku lupa ada opeerasi. " seru Leon sembari menepi.


Zaskia memberikan bathrobnya. Bia hanyaa menundukkaan pandangannya.


" Terima kasih Kia. " ucapnya lalu mengambil ponselnya.


" Om Leon,, aku menang. Jangan lupa janji Om. "


Leon hanya mengacungkan kedua jempolnya. Pertanda oke. Zaskia mengikuti Leon.


" Janji apa Om ? "


" Nanti malam saja. Om sudah dittungguin ."


" Iiissshhh Ooom gak seruuu ah. " seru Zaskia kesal. Apalgi Leon sengaja berlari agar Zaskia tidak bisa menjajari langkahnya.


Al keluaar dari kolam renang. Bia ingin pergi karena takut Al tidak nyaman. Tapi dia kesusahan untuk bangun karena perutnya.


Bia meendongak saat melihat tangan Al terulur padanya.


" Apa perlu bantuan ? " tanyanya.


Bia tersenyum keki.


" Aaahh iya tolong. " jawabnya sambil menggenggam tangan Al.


Hingga keduanya berdiri masing-masing masih belum juga melepaskan tangannya. Bagi Al, ada bahagia sendiri karena Al akhirnya bisa berada disamping Bia. Bagi Bia sendiri entahlah, dia merasa nyaman. Senyaman tangan Ghazzy.


" Eeh,, maafkan aku. " sahut Bia saat dia tersadar. Kemudian hendak melepaskan genggamannya. Tapi Al semakin mengeratkan genggamananya.


Bia menatap Al bingung.


Bia menatap mata Al yang nampak sendu dan juga kecewa.


" Sama kayak pengantin barunya. Pasti bahagia kan. " gurau Bia.


" Apakah terlihat seperti itu ? "


Jawaban Al membuat Bia menunduk.


" Apa aku boleh menyentuhnya ? " tanya Al.


Bia kembali mendongak. Menatap Al bingung.


" Apa aaku boleh menyentuh anakku ? "


Bia terdiam sejenak. Anakku ?


" Eeehhmmm,, maksudku perutmu. " ralat Al cepat.


" Tentu saja boleh. " Jawab Bia senang.


Al menyentuh perut Bia yang sudah mengeras. Gerakan si kembar sudah mulai kembali aktif. Bia terkekeh ssejenak. Seolah mengerti anak-anaknya senang akhirnya Papanya datang.


" Aduuhh.. Awww.. " keluh Bia tertaahann.


" Apaa sakit ? " tanyanyaa khawatir.


" Gak sih Mas. Tapi memaang kalo lagi aktif seperti ini suka bikin punggung nyeri. " jawab Bia sambil tertawa.

__ADS_1


Ada rasa hangat dihati Al saat Bia masih memanggilnya Mas.


" Bagaimana caranya kamu menenangkan mereka ?"


" Hanya mengusap perutku ditempat mereka menendang. Aduuhh,, "


Bia mengusap perutnya yang diitendang si kembar. Seolah tengah memberi contoh pada Al.


" Adduuhh kok makin aktif ya. " keluhnya.


Al mengusap perut Bia seperti yang tadi dicontohkan.


* Apa kabar anak Papa ? Jangan nakal didalam sana. Biar Bunda gak keccapeaan sayang. * baatin Al.


" Waahh,, meereka bahkan setenang ini pas kamu yang pegang Mas." seru Bia senang.


Al berlutut dan mensejajaarkan wajaahnya diperut Biaa. Mengusapnya agar kembali tenang.


Bia menunduk saat mendengar suara isakan dari Al.


" Mas,,, Kenapa ?? " tanyaa Bia heran.


Al mennggeleng. Kemudian menciumi perut Bia. lalu meletakkan telinganya diiperut Bia. lalu menciumnya lagi. Sseolah tengah berbicara dengan si keembar didalam sana. Terakhir Al menempelkan keningnya diperut Bia. Dan menangis disanaa..


* Kenapa,, kenapa hatiku semakin yakin kalo ini anakku ? Apa yang teerjadi deengan tes DNA kemaarin ? Apa Om Leon memalsukannya ? *


Bia memberanikan diri untuk menyentuh rambut Al. Hingga dia mendongak.


" Kenapa menangis Mas ? " tanyanya.


" Apa aku boleh minta satu hal Bi ?"


" Bangunlah dulu Mas. Jangan seperti ini. "


Al kembali menciumi perut Bia lalu bangun. Kembali berdiir didepan Bia. Tapi tangaannya tak lepas dari perut Biaa.


" Miinta apa Mas ? " tanya Bia mengulang pertanyaannya yang belum dijawab oleh Al.


" Aapa aku boleh memelukmu, Bi ? "


Bia terdiam sejenak. Kemudian mengangguk pelan. Tapi terlihat jelas oleh Al. Dia langsung memeluk Bia erat. Meskipun terhalang perut Bia.


" Mas,, Kak Clara wanita yang baik. Aku harap Mas Al bisa berbahagia dengan Kak Clara. Maafkan aku kalo punya salah sama Mas Al selama pernikahan kontrak kemarin. Aku harap Mas Al ikhlas memaafkan aku. "


Hati Al dipenuhi rasa yang selama ini asing menurutnya. Cinta yang dirasanya dulu, cinta yang tidak dipercayai orang-orang disekitarnya seolaah tengah berbunga seketika. Namun juga berguguran disaat yang sama karena perasaannya telah terlambat.


Al melepaskan pelukannya dan mencium bibir Bia sesaat. Air matanya kembali menetes. Kemudian, mencium kening Bia. Air matanya bahkan jatuh mengenai pipi Bia. Membuat Bia trenyuh. Dia merasakan rasa sayang Al saat ini. Tapi dia sadar itu salah dan akan menyakiti Al.


" Mas Al,,, " panggilnya.


" Aku mencintaimu Bi. Aku gak perduli kalo kamupun tidak mempercayainya. Terima kasih, Bi. " ucapnya lalu beranjak pergi tanpa menoleh ke arah Bia lagi.


Bia menghapus air matanya. Mengalihkan pandangannya ke hamparan kolam.


* Aku percaya Mas. Terima kasih sudah menyayangiku. Tapi ini salah. Semoga Mas Al selalu bahagia dengan Kak Clara. * batinnya.


Zaskia menghapus air matanya dnegan kasar. Dia memeluk ponselnya dan terduduk di balik pintu sekat dapur. Kembali terisak melihat Al yang tadi mengusap perut Bia. Bahkan mencium Bia seperti tengah melakukannya pada istrinya sendiri. Dan terima kasih yang diucapkan Al tadi. Seolah berterima kasih karena Bia masih mau mengandung anaknya.


* Kak Al benar-benar mencintai Kak Bia. Kenapa Kak ? Kenapa gak sedari dulu Kak Al ? *

__ADS_1


__ADS_2