
Leon duduk ditepi kolam renang dengan sedih. Tatapannya menuju hamparan air di kolam itu. Sebuah tepukan dipundaknya membuat Leon mendongak. Ada Azalea dan Bia yang sedang membawa makanan untuk si kembar. Faiz di gendong Ghazzy dan Fawwaz digendong Tian. Mereka ingin berenang bersama.
" Ada apa denganmu ? " tanya Azalea heran.
" Om,, mau kopi atau teh hangat ? " tawar Bia yang baru kembali ke dapur untuk mengambil satu teko teh hangat dan juga satu teko kopi yang dibuatnya.
" Kopi aja Bia. Terima kasih. " jawabnya.
Bia memberikan satu gelas kopi panas ke Leon yang telah duduk di kursi disamping Azalea.
" Ada apa ? " ulang Azalea.
" Keluarga Gita minta pengertian kita untuk menunda pernikahan kami. " jawab Leon sembari melihat Ghazzy dan Tian yang mengajari si kembar berennag. Sesekali ikut tertawa melihat kelakuan si kembar.
" Kenapa Om ? " tanya Zaskia yang baru saja bergabung.
" Nenek dari pihak Ayah Gita meninggal. Dan keluarganya sepakat untuk menunda pernikahan sampai 100 hari. "
" 100 hari ? Eehhmm,, berarti tiga bulan lagi Om ? " tanya Bia.
" Iya Bia. "
" Waaahh Om gak jadi unboxing dokter Gita dong. " goda Zaskia.
" Kamu itu ya,, Om lagi sedih , bisa-bisanya meledek Om. " seru Leon sembari menarik telinga Zaskia.
" Ampun Om,, ampuunn,, " guraunya.
" Opa,, Tante Kia nakal lagi ya. Kok Opa menjewer telinga Tante Kia. " ujar Faiz sembari mendekat ke arah Bia untuk menerima satu gelas susu.
" Gak Mas Faiz. " elak Zaskia sambil mengusap telinganya .
" Iya Tante Kia nakal. " tegas Leon.
" Tante Kia gak boleh bohong. " seru Faiz sembari mengacungkan jari telunjuknya.
Sontak semuanya tertawa melihatnya.
" Mas Faiz,, udah renangnya. Mau mandi sekarang ? " tanya Bia.
" Belum Bunda. " jawab Faiz lalu berlari mendekat ke arah kolam lagi.
" Gimana kelanjutan Al dan Clara ? Sudah hampir dua minggu ini. " kata Leon penasaran.
" Kak Clara bilang sekarang bekerja di kantor Kak Al. Jadi sekretaris Kak Al. " jawab Zaskia.
" Jadi mereka sudah sedekat itu ? " sahut Azalea.
" Masih proses Ma. "
" Kamu bilang Kak Clara udah jadi skeretaris Mas Al. Harusnya sudah bisa akrab kan. " protes Bia.
" Meskipun mereka udah satu kantor. Tapi yang namanya Al itu keras kepala Kak Bia. "
Azalea dan Leon tertawa sambil mengangguk-angguk setuju.
" Maksudnya ? "
" Dia gak mudah goyah Bia. Apalagi ini soal hati. Gak mungkin semudah itu bisa melupakan kamu. " jawab Leon.
" Kak Bia terlalu meremehkan si Al Farizhi. Sekali-kali dipikirin dong hatinya . " celetuk Zaskia tanpa sadar.
Bia mencubit pipi Zaskia dengan gemas karena selalu menyindirnya tentnag perasaan Al.
" Kak Bia,, sakit. " protes Zaskia.
" Kamu mau kejadian di rumah sakit terulang lagi. Mau lihat dia seposesif itu sama aku ?! " gerutu Bia.
Zaskia tertawa sambil menggeleng. Hingga Azalea memukul lengan Zaskia gemas.
" Kamu mau kakakmu dipukuli Gahzzy kalo sampai itu terjadi ? " omel Azalea.
" Om Leooonn,,, !!! " teriak Tian.
__ADS_1
" Bundaa,,, Bundaa,, !!! " seru si kembar.
Semuanya langsung mendekat ke arah kolam. Dan tersentak saat melihat Ghazzy pingsan dengan hidung mimisan.
" By,,, !!! " pekik Bia kaget.
" Mas Gahzzy !! "
" Tian. Bantu aku membawa Ghazzy keluar kolam. " seru Leon panik.
" Kak Tian. Bathrobnya. " kata Zaskia cemas.
" Letakkan dipundakku Kia. Sekalian milik Gahzzy. "
" Aku akan memeriksanya disini. Wimpi. Tolong ambil peralatanku dimobil. "
Wimpi mengangguk dan langsung berlari memuju mobil Leon untuk mengambil peralatan medis Leon.
" Ini Tuan Leon. " seru Wimpi.
Leon dengan sigap langsung memeriksa kondisi Ghazzy. Alisnya berkerut panik.
" Kita harus membawanya ke rumah sakit sekarnag juga. Aku harus memeriksanya lebih lanjut. "
" Wimpi, siapkan mobil ! "
Wimpi mengangguk mengerti.
" Tian. Bantu aku membopong Ghazzy. " kata Leon saat melihat Tian datang setelah berganti baju.
" Aku ikut Om. " seru Bia.
" Bunda,, Bunda,, " seru Faiz dan Fawwaz sembari memeluk pinggang Bia.
" Bia. Kamu tenangkan anak-anak. Kalian bisa menyusul kemudian. Tapi Gahzzy harus segera mendapatkan pengobatan. "
Bia menangis melihat anak-anaknya dan melihat Ghazzy. Benar-benar bingung.
" Bia. Kita kesana setelah mengganti baju anak-anaak. " hibur Azalea.
" Anak-anak. Ayo mandi dan ganti baju sama Tante. " ajak Zaskia.
" Mau sama Bunda. " rengek keduanya.
Zaskia menatap sedih ke arah Bia. Dia tahu Bia sedang shock saat ini.
" Sayang. Anak-anak. Bunda mau menyiapkan baju untuk Ayah. Kalian mandi sama Tante dan Oma ya. "
" Bunda,, " panggil Fawwaz.
" Bunda,, ! " seru Faiz saat Bia masih tidak merespon panggilan mereka.
Bia tersadar dan menunduk.
" Maaf sayang. Bunda hanya shock melihat Ayah yang sakit. Kita mandi ya, biar bisa nyusul Ayah. "
" Iya Bunda. " jawab Fawwaz.
" Bunda, jangan nangis. " hibur Faiz lalu menghapus air mata Bia.
" Bunda khawatir Mas. "
" Bunda. Aku dan adek mandi sama Tante Kia saja. Bunda siapin baju Ayah. "
" Bener begitu ? Mas sama adek gak apa-apa ? "
" Iya Bun. " jawab Fawwaz.
" Ya sudha. Ayo anak-anak. " ajak Zaskia smabil memggandeng keduanya ke kamar mereka.
" Tenanglah Bia. Kita doakan semoga Ghazzy baik-baik saja. " hibur Azalea.
" Aamiin Ma. Aku kekamar dulu Ma. " pamit Bia sembari beranjak.
__ADS_1
Begitupun Azalea beranjak ke kamarnya untuk ganti baju.
" Apa yang sedang kamu baca ? " tanya Al saat mendapati Clara tengah membaca satu buku diwaktu istirahatnya.
" Eehhmm,, buku. "
" Yah,, aku tahu itu sebuah buku Clara. "
Clara tertawa sejenak melihat Al kesal dengan jawabnnya.
" Tentang dahsyatnya sholat tahajud. "
" Tumben kamu baca buku seperi itu ? "
" Aku meminjamnya dari Bia. Bia bilang, kalo benar-benar mau harapan kita cepat terkabul. Bisa lebih sering meminta saat sholat tahajud. "
Al terdiam. Mengingat-ingat selama dia bersama dengan Bia. Saat dulu maupun saat dirumah sakit. Bia dan Ghazzy pasti menyempatkan untuk bangun dan sholat tahajud. Berdzikir sampai masuk waktu shubuh.
* Kalo mereka dengan kesehariannya melangitkan harapan mereka di tahajudnya. Aku gak boleh kalah dari mereka. Aku yakin, aku pasti bisa menikahi Bia. * batin Al.
" Al,, kamu kenapa ? " tanya Clara heran melihat Al yang terdiam.
" Aku gak apa-apa. Kamu sudah makan siang ? "
" Sudah. Oh iya Al. "
" Ada apa ? "
" Apa aku boleh menggunakan ruangan privacy mu untuk sholat dhuhur ? Terlalu jauh kalao harus ke mushola perusahaan. hehehe. "
" Tentu saja. Silahkan. "
" Terima kasih. "
" Sama-sama. " jawab Al sambil masuk ke ruangannya.
Al duduk di kursi kebesarannya. Langsung mencari-cari tnetang manfaat dan tata cara sholat tahajud. Di waktu sesingkat-singkatnya membaca tentang kisah ornag-ornag yang merasakan kedahsyatan sholat tahajud dimana semua hajatnya bisa terkabul.
Azalea menggandeng tnagan Bia untuk menguatkannya. Wimpi menemani Zaskia yang mengajak si kembar bermain di playground rumah sakit. Dia takut si kembar ikutan sedih melihat kondisi Ghazzy dan Bia.
Keduanya duduk didepan ruang ICU. Setelah melihat Tian melambaikan tangannya saat mereka datang.
" Bagaimana kondisinya Tian ? " tanya Azalea.
" Om Leon dan Gahzzy masih ada didalam Ma. "
" Kenapa lama sekali ? Apa ada yang serius ? " tamya Bia panik.
" Om Leon ingin memeriksa lebih lanjut Bia. " jawab Tian.
Bia menghela nafas panjang. Meremas jemarinya yang saling bertautan. Dia snagat mengkhawatirkan kondisi Ghazzy saat ini.
" Om Leon. " panggil Tian sembari berdiri.
Azalea dan Bia ikut berdiri menyambut kedatangaan Leon yang terlihat lesu.
" Bagaimana ? Apa yang terjadi pada Ghazzy ? " tanya Azalea panik.
Leon menatap Bia iba.
" Kanker nasofaring. "
" Apa itu ? Kanker ? " tanya Bia memastikan.
" Ada perttuumbuhan sel abnormal di rongga atas hidungnya. Dan sel abnormal itu termasuk sel kankernya sudah menyebar ke otak Ghazzy. Kanker Gahzzy sudah akut Bia. Maafkan aku. " jelas Leon.
Sungguh penjelasan Leon membuat semua sendi di tubuh Bia terasa lemah. Dia bersandar ke dinding untuk menguatkan tubuhnya. air matanya tak juga mau berhenti sejak mendengar penjelasan Leon.
* By,, kanker By ?? Kenapa kamu diam saja selama ini By ?Lalu bagaimana denganku dan anak-anak nanti ?*
__ADS_1
Azalea menangkap tubuh Bia yang tiba-tiba pingsan. Leon dan Tian kembali saling membantu utnuk membawa Bia ke kamar yang ada di sebelah Gahzzy.