Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 123


__ADS_3

Bia dan asisten pribadi CEO Pratama Company hanya bisa saling melemparkan senyum saat pandnagan mereka bertemu di ruangan meeting perusahaan Pratama Company.


" Bu Lea, anda bahkan sampai turun tangan. Apa terjadi sesuatu di Perusahaan Dewandaru ? " sapa CEO itu yang baru masuk ke ruangan meeting.


Azalaea berdiri dan menyambut uluran tangan dari CEO itu. Begitupun dnegan Bia.


" Tidak ada yang terjadi. Perushaan cabang sedang ada produk baru yang segera diluncurkan. Jadi, waktu Al terbagi disana. Mau gak mau Dewandaru menjadi tnaggung jawabku. " jawab Azalea sembari duduk saat CEO itu mempersilahkannya duduk kembali.


" Dan dia,,, sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi di mana ya,,, " kalimat CEO itu menggantung.


" Di kantor Pak Al. " jawab Bia dan Ary, kakak kelas dan juga asisten CEO itu bersamaan. Hingga keduanya terkekeh sejenak.


" Aahh,, iya ! Anda istri Pak Al. Heemm,, rupanya anda sudah melahirkan. "


" Alhamdulillah, Pak Alex. " jawab Bia.


Azalea menatap intens kepada kedua laki-laki didepannya. Sangat terlihat tengah mengagumi Bia saat ini.


* Dua orang ini, kayaknya suka dengan Bia. Kalo Al melihatnya, bisa-bisa dia akan marah padaku. * batin Azalea.


" Kalo boleh tahu, siapa nama anda ? " tanya Alex.


" Bia, Pak. " jawab Bia sopan.


" Aah,, Bia. Simple,, sesimple orangnya. " gumam Alex yang terdengar jelas oleh Azalea.


" Bisa kita mulai Pak Alex ? " tanya Azalea. Kesal dengan sikap Alex yang memang terkenal seorang casanova.


" Iya, silahkan Bu Lea. " jawab Alex.


Azalea mengangguk pada Bia. Kemudian Bia memberikan satu berkas pada Alex dan Ary. Dan juga pada Azalea. Lalu dia mulai mempresentasikan program kerja yang sudah disusun Al dan Reiga.


Bia menghela nafas lega saat selesai melakukan presentasi. Ini pertama kalinya dia bicara di depan orang dengan mendapatkan tatapan intens dari lawan bicaranya. Azalea tersenyum simpul, merasa puas dengan presentasi Bia.


" Bagaimana Pak Alex ? Apa anda setuju dnegan program kerja yang sudah disusun oleh Al ? " tanya Azalea.


" Tentu saja, Bu Lea. Program kerjanya memang sangat bagus. " jawab Alex tanpa melihat Azalea tapi menatap Bia yang masih serius membaca berkasnya.


Azalea tersneyum tipis. Kemudian membereskan berkasnya. Mengerti kemana arah tatapan Alex.


" Program kerjanya,, atau,,, yang melakukan presentasi yang bagus Pak Alex ? " sindir Azalea.


Alex tertawa mendneagr sindiran Azalea, apalagi saat melihat ekspresi kaget dari Bia. Snagat polos sekali. Pikir Alex.


" Keduanya Bu Lea. " jawab Alex tanpa sungkan.


" Meeting kita sudah selesai Bia. Bereskan berkasmu. Kita kembali ke kantor sekarnag. " tegas Azalea.


" Baik Bu Lea. " jawab Bia keki.

__ADS_1


Bia membereskan semua berkasnya. Sama sekali tidak menatap ke arah dua lelaki yang tengah melihatnya.


" Maafkan sikap saya Bu Lea. Saya akan segera menanda tanganinya. " kata Alex tnapa mengalihkan tatapannya pada Bia.


" Terima kasih Pak Alex. Meeting selanjutnya akan dilanjutkan Al nanti. " kata Azalea.


" Biarkan Bia yang melakukan presentasinya. Bu Lea. " pinta Alex dengan tersenyum smirk.


" Haah,, saya ? " kata Bia kaget.


" Itu akan menjadi keputusan Al Pak Alex. "


" Aku akan snagat mengharapkannya. "


" Aku harap anda tidak lupa kalo dia ini,, menantuku." geram Azalea.


" Ahh,, iya. Tentu saja aku tidak lupa. Sayang sekali memang. "


" Apa maksud anda ? " tanya Azalea marah.


" Kalo anda punya satu lagi wanita seperti Bia, mungkin bisa mengenalkannya padaku Bu Lea. " seru Alex sembari berdiri karena Azalea sudah berdiri.


" Sayangnya Bia, limited edition. " tegas Azalea.


" Sayang sekali. " gurau Alex.


" Senang bertemu denganmu Bia. Aku harap kita bisa bertemu lagi. " kata Alex sembari mengulurkan tangannya.


" Aku harap ini akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir kalian Pak Alex. Permisi. Ayo Bia. " seru Azalea kesal sambil menarik Bia yang nampak heran.


Bia menganggukkan kepalanya pada Ary untuk sekedar menyapanya. Kemudian menjajari langkah Azalea yang nampak sangat kesal.


* Gak anaknya,, gak Mamanya,, sama aja. * batin Bia lucu.


" Apa kamu mengenalnya Ary ? " tanya Alex sembari tertawa pelan.


" Dia adik kelasku waktu SMA Pak Alex. " jawab Ary sambil membereskan berkas-berkasnya.


" Beberapa hari ini Al selalu terlihat bersama seornag wanita. Kalo dia terlibat affair dengan wanita lain. Aku akan dengan senang hati merebut Bia dari Al. " seru Alex seraya berdiri merapikan jasnya.


" Pak Alex yakin ? Dia terlalu simpel menjadi incaran Pak Alex. " sindir Ary.


Ary berdiri dan menjajari langkah bosnya yang terkenal suka gonta ganti cewek. Bahkan ada beberapa model bahkan artis ibu kota yang sempat berpacaran dengannya.


Alex tertawa mendengar sindiran Ary, asistennya.


" Entahlah,, melihat Bia,, ada yang membuatku merasa hangat. " katanya sembari mengusap bibirnya.


" Apa ? Junior Pak Alex ? " gurau Ary sambil tertawa.

__ADS_1


Bukan rahasia umum kalo Alex suka menghabiskan malamnya dengan berbagi ranjang dengan wanita penghibur.


" Sialan. Bukan,, bukan itu. Tapi yang ada disini. " jawabnya sambil menunjuk ke arah dadanya. Lalu tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


" Aaah,, pembahasan ini malah membuatku bernafsu." gumamnya pelan ke arah Ary.


" Dasar Pak Alex aja yang mesum. " kata Ary dengan memukul lengan Alex dengan berkasnya.


Ary memang sudah menemani Alex membangun perusahaannya sedari nol dulu. Karena itu, dia sudah menganggap Ary seperti saudaranya sendiri. Apalagi Alex anak tunggal.


****


Azalea mendudukkan dirinya di kursi meja kerja Al. Tangannya bersedekap dengan kesal dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Bia yang melihatnya hanya terkekeh. Kemudian mengambil satu botol air mineral dingin untuk Azalea.


" Ada apa sih Ma. Dari tadi Mama kelihatannya sedang kesal. " kata Bia sambil meletakkan botol itu di depan Azalea.


Azalea mendengus kesal lalu membuka botol itu dan meminumnya. Terasa sedikit mengurangi kesalnya.


" Gimana gak kesal ? Lihat aja mata si Alex itu. Dia menatapmu , melihat semua gerak gerikmu disana tadi. " omel Azalea.


" Benarkah ? Aku gak tahu menahu lho Ma. " elak Bia.


" Kalo Al melihatnya. Aku yakin mereka bukan hanya berakhir dengan perdebatan. Mungkin kali ini akan berakhir adu jotos. " gerutuunya.


" Mama lebay ah. Gak mungkin juga sampai terjadi hal seperti itu. Mungkin karena Pak Alex lihat aku yang belum pengalaman Ma. Apa sekentara itu aku presentasi tadi ? Padahal aku mencoba bersikap setenang mungkin biar gak grogi. "


" Biaaaa,,, !! " seru Azalea kesal karena melihat Bia tidak mengerti kekhawatirannya nanti.


" Tahu nggak sih Ma. Sikap Mama sama persis sepeti sikap Mas Al waktu aku bertemu dengan Kak Ary dulu." gurau Bia.


" Jadi, dia kakak kelas yang kamu maksud dulu ? "


" Iya Ma. Yah,, sama seperti tadi. Kami gak banyak ngobrol, dia hanya menanyakan kabarku dan aku mengenalkann Mas Al sebagai suamiku. Dan itu aja membuat Mas Al semarah itu. " jelas Bia.


" Tentu aja dia marah. Kalo saja Al tadi melihat bagaimana tatapan Alex tadi. Aahh,, rasa-rasanya Mama lebih takut Al marah pada Maama nanti. "


" Jangan menakutiku Ma. Kalo bukan karena dia yang sudah berubah. Aku gak mungkin berada disini Ma. "


" Aku harap Wimpi segera bisa menyembuhkan Al. Aku takut ada ' Alex ' lain yang akan mengincarmu. " sindir Azalea.


" Karena mereka gak tahu aja aku udah punya ekor lima orang Ma. " gurau Bia.


Azalea akhirnya tertawa mendnegar gurauan Bia.


" Mama serius Bia,, berhati-hatilah dengan Alex ataupun klien Al yang lain. Karena Mama tahu siapa mereka. Apalagi Alex, dia casanova kelas kakap. Dia sellau berganti pasangan. Bukan rahasia umum kalo dia setiap malam mengunjungi club-club untuk memuaskan hasratnya. " jelas Azalea.


" Setiap hari ? Bergonta gantin pasangan ? Apa gak takut kena penyakit kelamin Ma ? "


" Kamu pikir dia sebodoh itu ? Alex berani membayar mahal untuk mencari yang virgin Bia. "

__ADS_1


Bia beristighfar dalam hati. Berharap langkah yang diambilnya untuk masuk ke dunia perkantoran sepeti Al memang keputusan yang benar.


__ADS_2