Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 122


__ADS_3

" Kak Bia kekantor dnegan menggunakan baju gamis ?!" seru Zaskia tidak percaya.


Azalea juga menatap Bia heran. Lalu geleng-geleng.


" Ki,, aku masih canggung Ki. Aku ganti baju di kamar pribadi Mas Al aja ya nanti. " jawab Bia ragu.


" Jangan dong Kak. Kak Bia harus tetap profesional dong. " protes Zaskia.


Bia menghela nafas dan akhirnya hanya mengangguk.


" Apa karena Kak Bia belum mempunyai stelan baju kerja ? " tebak Zaskia.


" Iya juga sih Ki. " jawab Bia keki.


" Semalam aku udah minta Kak Tian membawakan tiga stel baju kerja Kak Clara. Aku harap baju itu muat di Kak Bia. " kata Zaskia sembari memberikan paperbag berisi tiga stel baju kerja Clara dulu.


" Dimana Tian ? " tanya Bia.


" Sedang mengantarkan Faiz dan Fawwaz ke sekolah. " jawab Azalea.


" Aku ganti baju dulu ya. " kata Bia semabri beranjak ke kamarnya.


" Apa mau aku make up in ? "


" Kamu lupa, kakakmu pernah mendatangkan mentor untuk mengajariku menjadi wanita karir Ki. Meskipun akhirnya berakhir di rumah. " gurau Bia.


Zaskia tertawa geli sambil mengacungkan jempolnya.


" Apa yang Al lakukan dulu, akhirnya bisa bermanfaat juga ya Ki. "


" Hemmm,, sepertinya Kak Al udah punya firasat tentnag ini. Sampai harus membekali Kak Bia dengan urusan manajemen dan make up. " tebak Zaskia.


" Mungkin saat itu, Al sudah merasa mencintai Bia. " gurau Azalea.


" Aku sudah siap Ma. " seru Bia sembari mengambil tasnya yang tadi diletakkan di atas meja.


Azalea dan Zaskia tercengang melihat penampilan Bia yang berbeda. Hingga Bia menunduk dan memindai kembali kostum yang tengah dia gunakan saat ini.


" Apa aku gak cocok dengan baju Kak Clara Ma,, Ki,, ?"


" Perfect Bia. Kamu terlihat berbeda. Sangat berbeda. Mama sampai panggling. " ujar Azalea sambil mendekap Bia.


" Kalo si Alfarizhi melihat Kak Bia saat ini. Aku pastikan sudah klepek-klepek deh. " goda Zaskia.


Bia mencubit pipi Zaskia gemas.


" Aku pikir kostumku terlalu menor. "


" Sepeti yang Mama bilang. Perfect Kak. " tegas Zaskia.


" Seperti masih gadis, gak terlihat sudah punya lima orang anak. " goda Azalea.


Bia tertawa mendengar pujian Azalea.


" Eeiiitttsss,, awas aja matanya pake jelalatan di kantor. Aku pastikan si Alfarizhi akan mengurung Kak Bia dikamar nantinya. "


" Apaan sih kamu Ki. "


Azalea dan Zaskia tertawa melihat rona merah diwajah Bia. Meskipun Bia memakai make up natural tapi bisa membuat wajahnya terlihat fresh.


" Non Bia, mobilnya sudah siap. " kata Wimpi.


" Kita berangkat sekarang. " jawab Azalea.

__ADS_1


" Eeehhnm,, kalo gak ingat ada anak-anak dirumah ini. Rasanya aku ingin ikut kalian ke kantor. " keluh Zaskia saat mencium telapak tangan Azalea dan Bia.


" Hanya untuk satu bulan Ki. Kalo kakakmu itu gak berubah seperti ini. Aku juga gak mungkin meninggalkan anak-anak. "


 


" Kak Wimpi,, apa ada yang mencurigakan ? " tanya Bia saat mereka tengah berada dikantor Al.


Setelah Azalea mengenalkan Bia pada staf yang ada di divisi kantor Al. Dan herannya mereka sama sekali tidak mengenali Bia sebagai istri Al.


Wimpi menggeleng saat sudah selesai berkeliling di ruangan kantor Al. Bahkan sampai dikamar pribadi Al yang ada disana. Tentu sjaa ditemani Bia.


" Kantornya aman Non Bia kamarnya juga. Eehhhmm,, Nyonya,, apa saya boleh mengakses rekaman cctv kantor Tuan Al ? " tanya Wimpi pada Azalea.


" Kamu bisa menghacknya ? " tanya Azalea balik.


" Bisa. Tapi lebih aman menggunakan ponsel Nyonya. Biar Tuan tidak marah juga nantinya. " jawab Wimpi.


" Ohhh,, begitu. Baiklah. Ini ponselnya. " kata Azalea sembari memberikan ponselnya pada Wimpi.


Wimpi duduk di sofa dan langsung hanyut dengan ponselnya. Sama sekali tidak terganggu dengan keberadaan Azlaea dan Bia disana.


" Apa itu meja kerjaku Ma ? " tanya Bia saat melihat satu meja berada disudut ruangan kantor Al. Azalea mengangguk mengiyakan.


Tidak jauh dari meja kerja Al dan tidak jauh dari pintu kantornya. Dan diluar ruangan ini juga ada dua meja kerja. Satu untuk Reiga, satu lagi untuk Wimpi nantinya.


Bia duduk disana. Dia tersenyum saat melihat dari mejanya bisa dengan leluasa memandang ke arah meja kerja Al.


" Mama udah menghubungkan laptop Reiga ke laptopmu. Jadi kamu bisa mengecek semua jadwal kerja Al. Coba kamu lihat. " kata Azalea sembari duduk didepan meja kerja Bia.


Bia mulai menyalakan laptop didepannya. Dan mengotak atiknya sejenak. Lalu muncullah jadwal kerja Al yang bebeapa hari ini berantakan karena tiba-tiba harus di cancel.


" Jadwal kerja Mas Al berantakan beberapa hari ini Ma. Apa Reiga yang ceroboh atau memang Mas Al sedang lagi ada masalah serius ? " gumam Bia.


Bia membalikkan laptopnya agar menghadap ke arah Azalea. Dia meremas jemarinya yang saling bertautan. Seolah tengah mencemaskan sesuatu. Entah apa itu.


" Bahkan meeting dengan Pratama Company juga tiba-tiba dibatalkan. Padahal mereka relasi bisnis perushaaan Dewandaru. Mereka memiliki saham yang besar diperushaaan Dewandaru. Apa sebenarnya yang terjadi pada Al. Dia bisa menghancurkan perusahaan. Dan sekarnag bisa-bisanya dia keluar kota. " omel Azalea.


Bia menghela nafas panjang.


" Aku akan mengirimkan email pada Reiga untuk memberikan program kerja yang sudah disusun Al dnegan Prataam Company. Aku akan bilang pada Reiga, sementara perusahaan akan aku ambil alih selama Al keluar kota. Aku harap Pratama Company tidak terlalu kecewa dengan pembatalan meeting terakhir yang dilakukan Al. "


Bia mengangguk mengerti.


" Aku mau kamu menemaniku meeting dengan perusahaan mereka Bia. Reiga sudah mengirimkan file program kerjanya. Pelajarilah dulu. "


" Iya Ma. Kapan kita akan meeting lagi ? "


" Eeeghmm,, mereka minta setelah makan siang Bia. Apa kamu bisa ? "


" Aku sih terserah Mama saja. Aku ikut aja sih Ma. Setidaknya Mama bisa mnegajariku nanti. Selama ini kan aku hanya belajar teorinya saja. Belum pernah praktek. Hahah. " kata Bia sambil tersenyum keki.


Azalea jadi tertawa mendengar kejujuran Bia. Sedikit mengurrangi kekesalannya pada Al.


Wimpi mendekat ke arah majikannya. Membuat tawa Azalea dna Bia terhenti.


" Apa kamu menemukan sesuatu Wimpi ? " tanya Azalea.


" Wanita itu selalu membawakan makan siang untuk Tuan Al Nyonya. Pasti makanan itu sudah ada ehmm,, " kalimat Wimpi menggantung.


" Jampi-jampinya maksud kamu ? " sahut Azalea kesal.


" Iya Nyonya. " jawab Wimpi ragu karena melihat Bia yang nampak terdiam.

__ADS_1


Azalea ikut melihat kemana arah pandangan Wimpi.


" Kamu kenapa Bia ? " tanya Azalea heran.


" Aku rasanya ditegur secara halus dengan tindakan wnaita itu Ma. "


" Maksud kamu ? "


" Mungkin aku sudah terlalu sibuk dengan anak-anak sampai aku gak memperhatikan Mas Al. Bahkan harus ada wnaita lain yang membawakan makan siang untuk Mas Al. Aku sebagai istrinya udah lalai Ma. " kata Bia getir.


" Itu wajar Bia. Anak-anak masih sangat membutuhkan perhatian kamu. Jangan insecure seperi itu. Lihatlah kamu sekarnag, kamu disini untuk memperbaiki semuanya. Jangan sampai kalah sebelum bertanding Bia. " kata Azlaea menyemngati.


Bia tersenyum sambil mengangguk.


" Sepertinya dia bukan hanya sekedar mantan kasir di mall Mas Al Kak Wimpi. Pasti ada yang membantunya sampai dia bisa mmepunyai akses untuk menemui CEO."


Wimpi memperlihatkan satu video saat kedatanga Ayden.


" Ayden ? "


" Mama mengenalnya ? "


" Dia sahabat Al dan Clara semenjak kuliah di Singapura dulu. Mungkin mereka hanya ingin reunian. "


" Tapi ,, berakhir dengan foto yang dikirim ke Non Bia Nyonya. " sahut Wimpi.


Azlaea dan Bia berpandnagan. Bahkan Bia smapai berdiri dibelakang Azalea untuk melihat video itu. Yah,, divideo itu tampak Ayden membantu wanita itu membawa Al ke kamar pribadinya.


Lalu Wimpi memperlihatkan video rekaman cctv di kamar pribadi Al. Mereka melepaskan baju atasan Al, hanya baju atasannya saja. Dan wnaita itu juga hanya melepaskan kemejanya tanpa branya. Lalu merebahkan tubuhnya di satu selimut yang sama dengan Al. Dan Ayden yang memotret posisi mereka saat itu.


Bia menghela nafas lega karena Al tidak pernah melakukan hal bodoh itu. Begitupun dnegan Azalea.


Dan ynag membuat mereka tidak habis pikir, malah Ayden yang kemudian menyerang wanita itu. Menciumnya dan meremas dua gunung kembarnya, hingga melakukan hubungan suami istri disana.


" Apa kamu sudah menyimpan video itu Wimpi ? " tanya Azalea.


" Sudah Nyonya. Memang sepertinya sudah ada yang pernah berushaa menghapusnya, tapi gagal Nyonya. "


" Dimana otak Al. Sudah ada bukti seperti ini kenapa masih ceroboh saja menerima kedatangan wanita itu. " omel Azlaea.


" Karena wanita itu, mencampurkan sesuatu di makanan Tuan Al Nyonya. Efeknya memang Tuan akan merasa linglung dirumah. Dan akan menuruti semua keinginan wanita itu saat berada didekatnya. " jawab Wimpi.


" Lalu,, apa yang harus kita lakukan Kak ? " tahya Bia bingung.


" Seperti yang Non Bia lakukan dulu. Sama seperti instruksi Ustadz Yaahya dulu Non. Mungkin ada baiknya, Non Bia membawakan makan siang dari rumah. Biar wanita itu tidak mempunyai kesempatan seperti ini lagi. "


" Itu lebih baik Bia. "


" Akan aku lakukan. " tegas Bia.


" Saya akan membicarakannya dengan Ustadz Yahya. Mungkin beliau bisa memberikan kita nasehatnya. "


" Terima kasih Kak Wimpi. " ujar Bia sambil memeluk Wimpi penuh keharuan.


" Sama-sama Non Bia. Sungguh saya merasa senang kalo melihat Non Bia bahagia. " ujarnya tulus.


" Wimpi,, terima kasih untuk setiap yang kamu lakukan utnuk keluargaku. Terutama pada Bia. " kata Azalea.


" Oh iya. Ma. Kita ke Pratama Comapny diantarkan Kak Wimpi kan ? " tanya Bia smabil melepaskan pelukannya.


" Iya Bia. Kita berangkat setelah makan siang. Wimpi."


" Siaap Nyonya. "

__ADS_1


__ADS_2