
Al berpapasan dengan Azalea dan Clara saat hendak ke kamarnya.
" Clara. Kita pulang sekarang. Aku sudah pesan tiket pesawatnya. "
" Al ,,kenapa mendadak ? " tanya Azaalea bingung.
" Ada klien yang datang dari Korea Ma. Reiga tidak bisa menemuinya karena terbentur jadwal sidak ke perusahaan. Maafkan aku. "
Melihat Azalea menunduk sedih. Al mendekat dan memeluknya erat. Hingga Azalea menangis. Air mata rindu dan juga peraasaan bersalah.
" Aku packing dulu ya Al. " pamit Clara memberikan kesempatan untuk Al berbicara dengan Azalea.
" Mama masih kangen Al. "
" Aku tahu Ma. Tapi pekerjaanku tidak bisa aku tinggalkan. "
" Jangan terlalu memforsir diirmu Al. "
" Kak Al mau pulang sekarang ? " tanya Zaskia.
" Iya Kia. Ada klien yang baru datang dari Korea."
" Padahal kita belum sempat ngobrol banyak. " keluhnya.
" Maafkan aku. " pinta Al sedih sambil mengusap kepala Zaskia.
" Aku mandi dulu Ma. "
" Bia. Kenapa ? " tanya Azalea saat melihat mata Bia yang sembab.
" Aku ketiduran ditaman Ma. " jawab Bia keki.
" Kamu mau kemana ? "tanya Azalea lagi.
" Ke kamar Ma. Si kembar aktif lagi. Awwww,,, " Bia terus menerus mengusap perutnya.
Zaskia melihat Al yang terus menatap perut Bia. Memang terlihat geraakan di perut Bia karena saat ini Bia hanya memakai baju rumahan yang berbahan satin. Hingga gerakan si kembar tercetak jelas.
" Al dan Clara akan pulang sekarang Bia. " kata Azalea.
Bia menatap Al yang mengalihkan pandangannya pada Azalea.
" Maafkan aku Ma. Pekerjaanku sangat banyak. "
Mata Bia sudah berkaca-kaca. Ada perasaan tidak rela mendengar Al akan kembali ke Kalimantan.
" Bia ke kamaar dulu Ma. " pamit Bia dan beranjak ke kamar.
Mata Al kembali melihat Bia yang terlihat kesusahan naik tangga. Spontan Al melepaskan tangan Aazaalea. Lalu menggendong tubuh Bia.
" Astaghfirullahhh,,, " pekik Bia kaget.
" Kamu hamil kembar tapi keenapa tidak menambah berat badanmu ? "
" Eehhh,, siapa bilang ??! Ini sudah naik banyak kok. " protes Bia saat sudah mengatasi kekagetannya.
Al tersenyum kemudian menurunkan Bia didepan kamarnya. Tapi nafas Bia masih ngos-ngosaan.
" Kenapa ? Ada apa ? " tanya Al panik.
" Biar Bia minum dulu Al. Dia pasti kaget tadi. " jawab Azalea saat berada di ujung tangga. Sama khawatirnya dengan Zaskia.
Al segera mengambil sebotol air mineral yang memang disediakan di taman di balkon. Lalu memberikannya pada Bia setelah membuka tutupnya terlebih dulu.
__ADS_1
Bia minum air mineral itu untuk mengatasi rasa kagetnya.
" Sudah lebih baik ? " tanya Al dan tanpa sadar tangannya kembali mengusap perut Bia.
Al menunduk dan mencium perut Bia.
" Sayang,, jangan nakal. Nanti Bunda capek. Papa pulang sayang. " gumam Al lirih tapi terdengar jelas ditelinga Bia dan Azalea.
Azalea bingung saat melihat Bia malah tersenyum melihatnya.
* Si kembar memang merindukan Papanya. * batin Azalea.
" Istirahatlah Bi. Aku tidak akan membangunkanmu nanti. "
" Tapi, aku ingin melihat Kak Clara dan kamu Mas. "
" Tidak usah. Nanti kamu capek. Lebih baiik kamu istirahat saja. Mumpung si kembar udah tenang. "
" Eeehhmmm,, baiklah. Punggungku memang sudah nyeri. " jawabnya sambil terkekeh.
Tangan kiri Al terulur dipunggung Bia. Dan mengusapnya perlahan. Bersamaan dengan tangan kananya yang terus mengusap perut Bia.
Azalea dan Zaskia berpandangan bingung.
* Kenapa aku merasa Kak Al masih menganggap anak Kak Bia adalah anakny ? Apa hanya perasaanku saja ? Tapi Kak Al sangat sigap dengan keluhan Kak Bia. *
" Sudah lebih baik ? " tanya Al lembut.
" Iya. Terima kasih Mas. " jawab Bia.
Al kembali menciumi perut Bia. Saat si kembar sudah mulai aktif. Dan akhirnya mereka kembali tenang.
" Rupanya si kembar tahu kalo kamu akan pergi. " kata Azalea pelan.
Al berdiri dihadapan Bia. Bingung Bia mengulurkan tangannya padanya.
" Salim dulu Mas. Kan nanti Mas gak bangunin aku pas berangkat. " jawab Bia.
Tangan Bia mencium punggung tangan Al sama seperti kepada Ghazzy. Mata Al kembali mengembun. Air matanya jatuh karena trenyuh melihatnya.
* Entah apa aku bisa melupakan kamu dan mencintai Clara lagi Bia. *
Begitupun dengan Azalea dan Zaskia yang kembali mengabadikan moment itu diponselnya.
" Ingat apa yang aku bilang tadi Mas. Semoga Mas Al selalu berbahagia dengan Kak Clara. " harap Bia tulus.
Sedetik kemudian, Al kembali mendaratkan bibirnya dikening Bia. Lalu tanpa sadar ciumannya beralih ke pipi kanan Bia.
" Aku mencintaimu Bi. " bisiiknya pelan.
Al masuk ke kamarnya tanpa menoleh lagi. Dia tahu kalo dia melihat Bia dia mungkin akan nekat mencium bibir Bia yang selama ini menjadi candunya. Melihat Clara yang sudah siap. Al segera masuk ke kamar mandi. Dengan di iringi tataapan bingung Clara.
Bia menelan salivanya. Dua kali Al membuat jantungnya berdetaj taa beraaturan. Bia langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Kembali mendekap kemeja Al. Air matanya menetes.
" Jangan buat Bunda merasa semakin bersalah dengan Ayah kalian. Cukup hanya saat ini kalian membuat Bunda larut dengan perasaan Papa kalian, anak-anak. " kata Bia pelan.
" Ki,, Al,, entahlah.. " ujar Azalea bingung.
" Kita bicara dirumah sakit Om Leon Ma. " potong Zaskia.
Azalea mengangguk setuju.
" Setelah kita mengantar mereka ke bandara. " jawab Azaalea.
__ADS_1
*****
Azalea menangis saat melihat rekaman video yang diperlihatkan Zaskia padanya. Saat Al dan Bia tengah di taman tadi pagi.
Mereka telah berada di private room direstoran fastfood milik Tian untuk makan siang. Setelah Azalea dan Zaskia mengantarkan Al dan Clara ke bandara.
" Apa kamu ingat Ki. Tadi pagi Al mengingatkan tentang janjiku ? " tanya Leon.
" Iya Om. Aku ingat. Janji apa Om ?"
" Asal kamu tahu Lea. Kita melupakan satu hal direncana kita. "
" Apa maksudmu ? "
" Al itu cerdas. Tentu saja dia tidak percaya dengan surat hasil tes DNA yang aku kirimkan via email kemarin. Bahkan tadi pagi meminta surat aslinya. "
" Benarkah ? Lalu apa yang kamu bilang ? "
" Tentu saja aku bilang kamu yang membawanya. Karena aku tahu Al tidak mungkin memintanya padamu. "
" Lalu hubungannya dengan janji itu apa Om ? " tanya Zaskia bingung.
" Kalo Om kalah dari Al sewaktu berenang tadi. Al minta tes DNA ulang saat Bia melahirkan nanti. "
" Apa ?! " sahut Azalea dan Zaskia berbarengan.
" Dia masih tidak percaya kalo anak itu bukan anaknya. Dia bilang nalurinya mengatakan lain. "
Azalea menghela nafas panjang.
" Nyatanya,, si kembar dan Al mempunyai cara sendiri untuk saling berhubungan. " jawab Zaskia.
Azalea mengangguk setuju.
" Sebenarnya ada yang mengganggu pikiranku. "
Azalea dan Zaskia saling berpandagan.
" Apa itu ? "
" Aku takut, penyakit anemia aplastik juga akan menurun pada si kembar. "
" Yahh,, aku sampai melupakannya. Bagaimana kalo sampai itu terjadi Leon ? "
" Aku harap Al tidak menyentuh alkohol lagi. Karena dia juga harus bersiap untuk kemungkinan terburuknya nanti. Kalo saja donor darah diperlukan lagi. "
" Aku akan membicarakannya dengan Clara. "
" Percuma Ma. Untuk saat ini hanya Kak Bia yang bisaa menasehati Kak Al. "
" Setidaknya kita bisa minta Clara untuk membantu kita. " jawab Lea.
" Kamu tahu Lea. Aku pikir ini gak adil untuk Al. Bagaimanapun dia juga ayah biologis si kembar. "
" Kita sama-sama tahu alasannya Leon. "
" Lalu,, tentang tes DNA ulang permintaan Kak Al. Bagaimana Om ? "
" Aku yakin Al pasti akan menyuruh Reiga yang menyiapkan semua proseedurnya. "
" Kita tidak bisa menutupinya. Suaatu saat pasti akan terbongkar. " jawab Azaalea.
" Setidaknya nanti, semoga Kak Al sudah bisa melupakan Kak Bia. "
__ADS_1
" Semoga saja Kia. Kasihan Clara. "