
" Randy, tolong antarkan Bik Okta dan Pak Dito ke bandara jam sepuluh nanti. " kata Al sembari memberikan kunci mobilnya pada Randy.
" Lalu, nanti Tuan Al ke kantornya ? " tanya Randy ragu.
" Aku akan di antar Tian. Nanti siang mau ke kantor biro travel umrohnya. Untuk mengambil perlengkapan umroh kita semua. " jawab Al.
" Oh begitu Tuan. Trus,, ini Pak Ditonya,, saya jemput di rumah Non Kia Tuan ? " tanya Randy.
" Gak usah. Nanti dia akan kesini bersama Tian. "
" Baik Tuan Al. "
" Aku masuk dulu ya. " pamit Al.
" Silahkan Tuan Al. " ucap Randy sembari kembali menyirami tanaman.
Seketika langkah Al terhenti saat teringat Wimpi. Dia kembali berbalik menatap Randy.
" Oh iyaa, Ran. " seru Al.
Randy menoleh lalu mematikan kran air kemudian mendekat ke arah Al.
" Iya Tuan. Apa Tuan memerlukan sesuatu ? " tanya Randy.
" Ehhmm,, apa adikmu sudah punya pasangan ? Pacar mungkin,, " kata Al ragu.
" Adik,, ?? Maksud Tuan, Wimpi ? "
" Memangnya kamu punya adik selain Wimpi ? "
Randy menggaruk tengkuknya salah tingkah. Lalu tersenyum.
" Dulu,, pernah mau saya jodohkan dengan teman saya di kampung Tuan. Tapi, laki-laki itu membatalkan perjodohannya. "
" Kenapa ? "
Tangan Al bersedekap karena penasaran. Alisnya mengerut heran.
" Karena Wimpi seornag bodyguard Tuan. "
" Hahh,, ?! Lalu apa hubungannya ? "
" Mungkin insecure Tuan. Takut nanti kalah pamir dengan kemampuan Wimpi bertahan hidup. "
Al mengangguk-angguk mengerti.
" Mungkin juga sih. Aku juga minder dengan kesigapan Wimpi. Kemampuannya memang jauh di atasmu, Ran. Hahah. "
__ADS_1
" Aahh,, Kalo dibandingkan Tuan Al, mana mungkin Wimpi menang. "
" Serius ! Sewaktu Bia diculik dulu, malah Wimpi yang lebih sigap dibandingkan aku. "
" Oohh kalo itu. Mungkin karena ilmu yang dimiliki Wimpi cocok dengan Non Bia Tuan. "
Al semakin mendekat dan akhirnya menyuruh Randy untuk duduk di taman.
" Ilmu Wimpi ? Ilmu apa yang kamu maksudkan ? Ilmu bela dirinya ? Maksudnya gimana itu ? " tanya Al beruntun.
" Eehhhmm,, gimana ya jelasinnya. Soalnya Tuan bukan dari Jawa. Ini semacam budaya Jawa Tuan. Entah di Kalimantan ada hal semacam ini apa tidak. "
" Coba kamu jelaskan dulu. Kalo aku gak paham aku akan bertanya nanti. "
Randy mengangguk sambil tersenyum. Sedikit terharu karena Tuannya mau duduk bersamanya selayaknya teman. Bukan seperti majikan dan supir.
" Keluarga kami punya khodam Tuan, ehhmm,, maksudnya,, jin islam yang menjaga keturunan perempuan di keluarga kami. Kata Mbah Kakung saya dulu sih, khodamnya itu berasal dari abdi ndalemnya kerajaan Majapahit. Jadi, jiwa menjaga dan melayani sangat kental di semua perempuan keluarga saya. Dan mereka memang harus dibekali ilmu bela diri sedari kecil. Terutama Wimpi, karena kata Mbah Kung saya, ada dua khodam abdi ndalem yang mengikuti Wimpi. Menjaganya,, dan juga menjaga Non Bia. Karena itu,,,"
" Sebentar,, sebentar,,, apa itu abdi ndalem ? Kenapa juga menjaga Bia ? " tanya Al serius.
" Abdi ndalem itu,, semacam pembantu kepercayaan. Semisal dirumah ini, kayak Bik Amy gitu Tuan. "
" Lalu ,, kenapa dengan Bia ? "
" Kemampuan bela diri Wimpi, seperti yang Tuan bilang. Jauh di atas saya dan juga saudara-saudara yang lain. Tapi, Wimpi nyaris tidak pernah menggunakan ilmu kebatinannya selama ini. Sampai dia bertemu dengan Sesil. "
" Ilmu kebatinan ? "
" Benarkah ? Lalu apa warna auraku ? " gurau Al sambil terkekeh.
" Aura Tuan berwarna biru. Memang benar-benar seperi Tuan Al. "
" Maksudnya ? "
" Ornag dengan aura biru selalu komunikatif dan lebih mudah untuk berbisnis apapun. "
" Oh iya. Alhamdulillah. "
" Pernah satu kali Wimpi terlihat panik setelah pulang dari kantor, Tuan. "
" Memangnya kenapa ? " tanya Al mulai serius lagi.
" Wimpi bilang, aura Tuan Al menjadi ke abu-abuan bahkan nyaris kehitaman. "
" Lalu,, apa artinya itu ? "
" Saat Tuan Al sedang berada di pengaruh teluh kiriman Sesil. Dengan perantara cincin pengasihan. Aura Tuan Al berubah dari hitam menjadi keabu-abuan saat berada disamping Non Bia. "
__ADS_1
" Bia ? Kenapa begitu ? "
" Setahu saya, Wimpi pernah bertanya hal yang sama pada Mbah Kung, kenapa setiap kali berada di samping Non Bia, ilmunya seolah tidak terkontrol. Aura biru muda Wimpi seolah menyatu dengan aura Non Bia. Dan pesan Mbah Kung waktu itu, disuruh menjaga Non Bia sebisa mungkin. Jangan sampai lalai bahkan terluka. Karena bisa berakibat fatal pada jin khodamnya. "
" Kenapa ? "
" Non Bia, punya aura putih yang sangat cerah kata Wimpi Tuan. Sangat jarang orang memiliki aura itu, dan Wimpi baru menemuinya saat menjadi bodyguard Non Bia. "
" Apa artinya aura putih itu ? "
" Kepolosan. Cahaya Illahi Tuan. Keistiqomahan dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Aura kesetiaan dan menyayangi. Dan aura penyembuh, mungkin karena itu, efek teluh Sesil ikut mengecil saat Tuan bersama Non Bia. "
" Masyaallah,, Subhanallahu. Kamu tahu, Ran. Apa yang kamu katakan tentang Bia, membuatku semakin mencintai Bia. Aku tahu Bia istimewa. "
" Sangat terlihat jelas dimata anda Tuan Al. "
" Lalu kenapa khodamnya jadi ikutan menjaga Bia ? "
" Karena aura Non Bia memperkuat khodamnya dan membuat ilmu kebatinan Wimpi semakin tajam. Dia bisa merasakan bahaya yang akan terjadi pada Non Bia. Dan saat Non Bia terluka, Wimpi juga pasti akan merasa lemas karena aura penyembuh Non Bia seolah juga ikut padam. "
" Masyaaallahu. Mungkin itu juga yang membuat Wimpi selalu peka pada keinginan Bia. "
" Mungkin juga Tuan. Saya juga melihat sendiri saat Tuan Ghazzy, Non Bia dan anak-anak kecelakaan karena ditabrak saudara ipar Tuan Tian dulu."
" Apapun yang aku dnegar tnetang Wimpi dan khodam keturunan kalian. Aku benar-benar snagat berterima kasih karena sudah menjaga istri dan keluargaku. " kata Al tulus sambil menepuk pundak Randy.
" Kami juga berterima kasih Tuan. Kebaikan Tuan dan Non Bia benar-benar tidak mungkin bisa kami balas. Ehmm,, kalo boleh tahu, kenapa tiba-tiba bertanya tentang Wimpi Tuan ? "
" Aaahh,, iya. Sampai lupa. Begini, apa kamu ingat, asisten pribadi Alex ? "
" Tidak seberapa faham wajahnya sih Tuan. Tapi, syaa tahu waktu dia datang membawakan hadiah untuk Mas Faiz dan Mas Fawwaz dulu sewaktu mengantarkan Nyonya Naya dan Tuan Mark. "
" Ahh iya. Dia ! "
" Memangnya dia kenapa Tuan ? Apa hubungannya dengan Wimpi ? "
" Kata Alex, Ary menyukai Wimpi. Dan memintaku mengenalkan mereka. "
" Kalo sebatas menyukai sih wajar-wajar saja Tuan. Tapi, kalo untuk lebih lanjut. Biar Wimpi sajalah Tuan. Ilmu dia lebih tinggi daripada saya. Hahaha. " gurau Randy.
Al akhirnya ikut tertawa membenarkannya.
" Oh iya ya. Benar,, benar,, dia punya mata yang lebih tajam daripda kita. " canda Al.
" Kalopun ada yang mau menikahi Wimpi, setidaknya dia juga harus mempunyai aura yang sama dengan Non Bia. Ehhmm,, gak harus sama sih. Setidaknya gak beda jauh lah. "
" Dan, masalahnya,, hanya Wimpi yang bisa mencarinya. " Celetuk Al yang dijawab anggukan oleh Randy.
__ADS_1
" Aku masuk dulu ya. Jangan lupa jam sepuluh. Terima kasih sudah menceritakan betapa amzingnya kekuarga mu dengan khodam kalian." gurau Al sembari beranjak masuk ke rumahnya.
" Baik Tuan. " jawabnya dengan terkekeh.