Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 25


__ADS_3

"Bia,, bukankah ini sudah lebih dari dua belas hari ? Kamu gak mau menemui dokter Gita ? " tanya Azalea saat melihat Bia santai di tepi kolam renang, menemani Zaskia yang teengah berenang.


" Besok Ma. Mas Ghazzy ingin mendengar hasilnya jugaa. "


" Kak Ghazzy dalam perjalannan kesini Kak ? " tanya Zasskia yang tengah berenang ke tepian.


" Iya. Mungkin nanti malam sampe. "


" Alhaamdulillah kalo begitu. Semoga penanaman emrionya laancar. Dan kamu sudah hamil sayang. "


" Aamiinn Ma. "


" Aku boleh ikut kalian nanti Kak ? Aku juga ingin mendegarnya langsung. " pinta Zaskia.


" Kita bisa menemani Bia daan Ghazzy besok sayang. "


" Alhamdulillah. Aku sennag mendnegarnya. "


" Maaf Nyonya. Ada Tuan Ghazzy diluar. " kata Amy seraya tersenyum.


" Mas Ghazzy Bik ? Kok udah sampe ?! " seru Bia senang dan langsung berdiri hingga tubuhnya hampir jatuh tercebur kolam renang.


" Kak Biaa... !!! "


" Biaaaa !! "


" Noon ,,, !! "


Untung saja Wimpi yang berada tak jauh dari mereka segera menarik tubuh Bia hingga terjatuh dipelukan Wimpi.


Semuanya bernafas lega. Tapi pekikan itu tentu membuat Ghazzy yang berada diruang tamu segera berlari menuju taaman belakang diikuti Okta. Zaskia naik ke pinggir kolam dan langsung di sambut Azaalea dengan bathrobnya.


" Ada apa ?? " tanya Ghazzy panik karena smeua orang memaanggil nama istrinya.


" Kak Bia ini,, buat orang jantungan aja !! " seru Zaskia kesal sembari mendekat ke arah Bia dan memberikan segelas air minum padanya.


Bia terkekeh saat Wimpi mendudukkannya di kursi taman belakang.


" Apaa yang terjadi Ma ? Kia ? " tanya Ghazzy sambil duduk mensejajarkan tubuhnya dengan lutut Bia. Mengusap pipinya.


" Dia terlalu sennag mendnegar kamu sudah sampai. Dan langsung berdiri hendak lari ke ruang tamu. Kakinya kan licin, hampir saja diaa tercebur kekolam rennag. Untung Wimpi sigap menangkapnya taadi. " omel Aazalea.


Bia tertawa setelaah minum air putih pemberian Wimpi.


" Wimpi ? " tanya Ghazzy bingung.


" Itu Mas. Ini Wimpi. Pengawal yang ditugaska Mas Al mengikutiku kemanapun aku pergi. "


" Kenapa harus seperti itu ? "


" Kan aku harus menjaga pola hidup sehatku Mas. Sebelum opeerasi sumsum tulang belkang kemarin. Dan Wimpi disuruh mengawasiku. Takutnya aku malas-malasan. " jawab Bia sembari menatap Wimpi yang juga menataapnya heran dan Bia hnay menganggukkan kepalanya saja.


" Wimpi,, ini Ghazzy. Suami Bia. Dulu waktu dia kessini. Kamu sedang cuti. Jadi belum sempat bertemu. " kenal Aazalea.


" Suami asli Kak Wimpi. Gak kontrak lho. " celetuk Bia.


" Nanti aku jelasin Kak Wimpi. Hahahah. " celetuk Zaaskia sambil tertawa melihat respon bingung Wimpi.


" Terima kasih sudah menjaga istriku. "


" Sama-sama Tuan Ghazzzy. "


" Panggil saja sayaa Ghazzy. "


" Mau bilang berapa kalippun dia tetap akan memanggil kita Nona dan Tuan Mas. " gerttuu Bia.


Wimpi hanya tersenyum mendnegarnya.


" Apa aku telat sayang ? "


" Telat ? Maksudnya ? "


" Kan hari ini jadwal kita menemui dokter Gitaa. Dokter Leon juga sudah mengingaatkanku tadi. "

__ADS_1


" Aku pikir kita kesana besok Mas. "


" Gak enak dong saayang. Kita yang butuh dokter itu. Bukannya mereka. Masa kita gak bisa ontime sih. "


" Oke.. Okke.. Aaku ganti baju dulu."


" Kamu gak caapek Ghazzy ? "


" Aku udah terlalu kepo hasilnya Ma. " jawab Ghazzy asal. Dan diikuti tawanya.


" Aku dan Mama boleh ikut kan Kak ? "


" Apa tidak merepotkan ? "


" Tidak dong. " seru Azzalea.


" Terima kaasih Ma. Kia. Ayo kita siap-siap. "


" Ayo Kak. " jawab Zaskia sambil hendak menggandeng Bia tapi dicegah Azalea.


" Eeeitttsss,, sudah ada yang kangen mau gandeng Kakakmu. Enak aja main serobot. " gurau Azalea.


" Ooohh iya. Maaf lupa Kak Ghazzy ! " seru Zaskia seraya mmenepuk keningnya.


" Apaan sih. "


" Makasi Kia. Oh iya. Nanti malam ada surpriise buat kamu. "


" Buat aku ? Apa itu Kak ? "


" Namanya surprise ya tentu saja rahasia dong. Ayo sayang. "


" Iihh,, Kak Ghazzy. Pulang-pulang bikin resek aja. " omel Zaskia.


Terdengaar deraian tawa dari Ghazzy dari tangga. Zaskia dan Azalea tersenyum senang.


" Kak Bia dan Kak Al. Hanya niikah kontrak Kak Wimpi. Sampai Kak Bia memdonorkan sumsum tulang belakangnya padaaku. Dan itu, suami sah Kak Bia. Dan Kak Ghazzy gak pernah tahu tentang masalah kekerasan fisik itu. Jadi aku harap Kak Wimpi tidak mengataakannya. "


" Baik No Kia. " jawab Wimpi patuh.


" Iya Ma. "


Wimpi mmenatap keluarga didepannya. Sangat sederhana meskipun dilimpahi kekayaan. Kenapa Tuan Al snagat berbeda.


*****


" Kok Om Leon ada disini ? " tanya Zaskia saat melihat Leon sudah berada di ruangan dokter.


" Harusnya Om yang bertanya padamu. Kenapa kalian kesini ? Yang berkepentingan itu Ghazzy dan Bia. " gurau Leon.


" Iisshhh,, kami juga berkepentingan. Mereka berdua anak Mama dan itu berarti Kakakku !!" tegas Zaskia tak mau kalah.


Leon memdekat ke arah Zaskia dan memeluknya erat.


" Apa kabar keponakan Om yang nakal. Gak pernah hubungii Om lagi. "


" Nanti,, kalo Om udah menemukan satu Tante buatku. Aku pasti sering mengunjungi Om Leon. "


" Eeehhh,,sekarang berani meledek Om ya. " kata Leon sembari melepaskan pelukannya dan mengacak rambut Zaskia.


" Ooooommm,,, lihat kan. Jadi berantakan lagi. "


" Sini,, Om rapikan. "


" Aku gak ppercaya. Biar Kak Bia saja. " omelnya sambil beranjak menuju Biaa yang tertawa melihat keduanya.


Bia merapikan rambut Zaskia dan mengakhirinya dengaan mmencubit pipi kanan Zaskia.


" Apa kabar Tuan Ghazzy ? Apa sudah siap Nyonya Bia ? " tanya dokter Gita.


" Sudah dokter. "


" Kalo gitu. Silahkan saya periksa dulu. "

__ADS_1


Bia dan dokter Gita menuju ke ruangan disamping sebagai ruang tindakan.


Bia merapikan bajunya kembali sebelum keluar ruangan dan mengikuti dokter Gita menemui keluarganya.


Ghazzy mengulurkan tangannya seraya berdiri. Kemudian mempersilahkan Bia duduk disamping Azalea dengan Zaskia berdiri dibelakangnya. Leon tersenyum saat melihat hasil pemeriksaan dokter Gita.


" Bagaimana hasilnya dokter ? " tanya Azalea tak sabar.


" Tau nih, Om Leon malah senyum-senyum gak jelas ih. "


Leon semakin terkekeh sedangkan dokter Gita hanya tersenyum.


" Selamat Tuan Ghazzy,, Nyonya Bia. Inseminasi kita berhasil. Embrionya hidup dan sekarang sudah menjadi janin. Nyonya Bia hamil Bu. "


Bia masih menatap dokter Gita dan dokter Leon bergantian. Matanya sudah berkaca-kaca. Melihat ke arah Ghazzy yang langsung sujud syukur membuat tangisnya pecah.


" Selamat sayang. Kamu hamil. " Seru Azalea senang sembari menggenggam tangan Bia.


Ghazzy menundukkan tubuhnya agar bisa memeluk Bia yang seolah tengah terpaku ditempatnya duduk. Masih belum percaya dengan apa yang didengarnya.


" Kak Bia,, Kak Gahzzy. Aku ikut bahagia. "


" Terima kasih,,, terima kasih,,, " ucap Bia terharu.


" Bia,, usia kehamilanmu masih tiga minggu jadi aku harap kamu dan juga kalian menjaga kondisi dan emosinya. " kata Leon memperingatkan.


" Pasti,, pasti,, dokter. " jawab Ghazzy senang.


" Apa berbahaya kalau Bia naik pesawat ?" tanya Azalea.


" Sebenarnya harus tunggu janinnya lebih kuat. " kata dkoter Gita ragu.


" Meskipun naik helikopter sekalipun dokter ? " protes Azalea.


" Kita tunggu satu minggu lagi. Biarkan usia kandungannya sampai satu bulan Lea. Aku akan ikut dnegan kalian untuk memastikan kondisi Bia baik-baik saja. Bagaimana ? " usul Leon.


" Benarkah Leon ? Kamu yakin gak sibuk ? "


" Aku akan mengajukan cuti. Tenang aja. Asalkan kita naik helikopter. "


" Issshh,, Om Leon. Seperti biasanya, harus ada barter."


Leon kembali mengacak rambut Zaski gemas.


" Kamu ya,, seharian ini meledek Om terus. "


Kali ini Zaskia hanya tertawa saja. Karena memang sudah merindukan Leon yang sudah dianggapnya seperti Papanya sendiri.


" Baiklah kalo gitu. Dokter Gita, kami permisi dulu. "


" Kia,, mau ikut mobil Om ? "


" Om ikut pulang kerumah ? "


" Iya dong. "


" Oke. Aku ikut mobil Om. "


" Ayo sayang. Apa perlu aku bawain kursi roda. " goda Ghazzy.


" Mas,, aku gak selemah itu lhooo. "


Ghazzy tertawa sambil mendekap bahu Bia.


Azalea sengaja memperlambat langkahnya agar Ghazzy dan Bia bisa menikmati kebersamaan mereka.


" Apa yang akan terjadi pada Al nanti ? Bukannya hari ini tepat enam bulan pernikahan mereka ?"


Leon menatap kearah Azalea yang mengusap air matanya.


" Mereka berhak bahagia. Al sudah sangat keterlaluan. " jawab Azalea.


" Aku gak pernah melihat Kak Bia sebahagia itu bila disamping Kak Al. "

__ADS_1


" Iya. Kamu benar Ki. "


" Semoga ini yang terbaik untuk mereka. "


__ADS_2