
" Assalamualaikum, Bia. " sapa Clara saat video call darinya diangkat Bia.
" Waalaikumsalam, Kak. Tumben banget vidcall Kak. "
" Aku kangen kamu Bia. Apalagi Al. "
" Kak,, ! " tegur Bia tidak suka.
Tampak diseberang sana Clara terkekeh. Lalu keduanya terdiam.
" Apa yang disampaikan Al kemarin,,,, aku serius Bia."
" Itu berarti memang ada yang salah dengan sikap Mas Al kan Kak. "
" Gak Bia. Gak ada yang salah. Bahkan Al sudah berubah. Dia gak sedingin dan secuek dulu. "
" Alhamdulillah. " seru Bia senang.
" Jujurlah Bia. "
" Hah,, tentang apa ? "
" Aku sudah browsing. Tentang pernikahan siri kamu dan Al,, itu sah Bia. "
Bia menunduk. Tidak dipungkirinya apa yang dikatakan Clara memang benar. Sebenarnya Bia menagtakan hal itu hanya supaya Al bisa berbaikan dengan Clara.
" Jawab Bi. "
" Iya Kak. " jawab Bia pelan. Sangat merasa bersalah.
" Ya Allah Biaa,, setelah mempermainkan pernikahan. Sekarang kamu mempermainkan perasaan Al Bia. Apa kamu gak lihat cinta Al padamu ? Sampai kapan kamu akan menyiksa Al ? "
" Jujur, sejak aku mengatakan tentang pernikahan kami yang ahrus diulang. Aku sudah merasa berslaah Kak. Entah nanti Mas Al bisa memaafkan aku atau gak. Bahkan aku takut setiap kali Mas Al menelponku. Aku dihantui rasa berslaahku. Tapi ini demi kebaikan kita bersama.
Bukan,, aku bukannya gak bisa melihat cinta Mas Al. Aku melihatnya,, aku merasakannya,, bahkan sewaktu aku hamil dulu Kak. "
" Lalu kenapa Bia,, ? " keluh Clara menyesalkan perbuatan Bia.
" Aku mencoba menempatkan posisiku di semua ornag Kak. Aki tahu gimana rasanya diduakan. Buku yang aku berikan pada Mas Al. Aku membelinya saat masih menjadi istri kontrak Mas Al, Kak.
Memang benar aku menikah kontrak dengan Mas Al karena terpaksa. Tapi aku juga mencoba merasakan gimana sakitnya saat suami kita lebih memilih keluar bersama wanita lain. Gimana sakitnya hati Mas Gahzzy saat harus melihat istrinya dengan laki-laki lain. Setiap orang gak mungkin mau diduakan dalam posisi apapun Kak.
Aku tahu gimana rasanya berada di posisi dilema sperti Mas Al. Satu pihak ada Mas Ghazzy, suamiku yang sah. Dan dilain pihak ada Mas Al yang juga berhak atas diriku. Sebelum aku tahu poliandri haram.
Poligami gak semudah membalikkan telapak tangan Kak. Ada adil yang benar-benar harus dipertanggung jawabkan. Dan aku tahu, kalo pernikahanku dengan Mas Al hanya akan menyakiti Kak Clara. Aku yakin Mas Al masih belum bisa adil untuk itu. "
Bia menunduk sembari menghela nafas panjang. Sedikit lega karena bisa meluapkan perasaannya.
" Gak dengan cara seperti ini Bia. Kasihan Al. "
" Mas Al gak perlu dikasihani Kak. Aku yakin Mas Al hanya butuh support dari Kak Clara. Aku yakin kedepannya hubungan Kak Clara dan Mas Al pasti akan baik-baik saja "
" Bia,, aku bukan siapa-siapa. Tapi, kamu melakukan ini semua demi aku. "
" Sudah cukup rasanya, aku menyakiti Kak Clara. "
" Aku gak tersakiti Bi. Aku mengerti dengan situasinya sekarang. "
" Kak,, cobalah nikmati rasanya menjadi istri sepenuhnya untuk Mas Al. "
" Karena itu kamu memblokir nomor Al ? "
Bia kembali menunduk. Hatinya juga sakit melakukannya. Terlebih saat anak-anak selalu menanyakan Papanya. Mereka memang masih membutuhkan sosok Ayah.
" Aku sudah sanagt bahagia dengan aku yang sekarang. Kamu megajariku banyak hal tentnag agama. Aku udah nyaman dengannya. Seperti yang aku katakan dulu Bia. Saat usahaku masih juga belum membuahkan hasil. Aku ikhlas kalo Al memilih kamu. "
" Belum. Belum membuahkan hasil. "
" Terserah kamu. Tapi, aku akan mencoba menikmati kesempatan yang kamu berikan padaku untuk menjadi istri Al sepenuhnya tanpa bayang-bayang kamu. Satu hal Bi. Aku mohon kamu juga akan mengikhlaskan aku pergi kalo aku masih belum bisa membuat Al mencintaiku lagi Bia. "
" Kak,, pasti bisa. Kak Clara harus yakin. "
" Aku merasa saat ini aku benar-benar wanita yang jahat. Aku yang salah karena hadir ditengah-tengah kalian. "
" Gak ada yang salah Kak. Justru akan semakin salah kalo aku masih berada ditengah-tengah Mas Gahzzy dan Mas Al. Sepeti yang Kak Clara bilang dulu. Poliandri haram Kak. "
" Tapi, poligami sunnah Bia. " tegas Clara.
__ADS_1
Bia terdiam. Kalimat yang sama yang diucapkan Ghazzy padanya. keduanya mengakhiri pembicaraannya saat keduanya sama-sama terdiam ddengan pikiran masing-masing.
Lima bulan kemudian,,,
" Kak Bia,, kenapa Kak Al belum datang juga ? Ini sudah lewat masa iddah Kak Bia kan. " kata Zaskia sambil mengambilkan makanan untuk Tian.
" Hussshh,, apaan sih. Alhmdulillah dong Ki. Itu berarti Kak Clara dan Mas Al udah baik-baik saja hubungannya. "
Zaskia terpekur sejenak. Entahlah ada yang mengganjal hatinya.
" Kali ini aku gak setuju. Kak Al bukan orang yang suka ingkar janji. Pasti terjadi sesuatu di Kalimantan."
" Kamu kayaknya gak suka kalo mereka baikan Ki. " protes Bia.
" Bukan begitu Kak. Eehhhmm,, entahlah. Aku merasa ada sesuatu. Perasaanku gak enak. "
" Mama sebenarnya sedari seminggu ini juga merasakan hal yang sama Ki. Perasaan Mama gak enak Bia. " kata Azalea menambahkan.
" Apa Mama mau, meminta Ibu untuk sekedar mengecek kondisi Kak Al dan Clara ? " usul Tian.
" Eehhmm,, apa tidak merepotkan Tian ? " tanya Azalea tidak enak hati.
" Aahh,, panjang umur. " seru Tian snenag.
" Kenapa Kak ? " tanya Zaskia heran.
Tian tertawa dan menunjukkan ponselnya dengan nama Ibunda dilayarnya.
Akhirnya Zaskia dan Azalea tersenyum. Bia sedikit menyingkir utnuk mengejar langkan Faiz dan Fawwaz yang sedang bermain. Untuk menyuapi mereka.
" Assalamualaikum Bu. "
" Waalaikumsalam Tian. "
" Ada apa Bu ? "
" Tian, apa keluarga yang disana baik-baik saja ? "
Alis Tian berkerut. Membuat Zaskia penasaran.
" Eehhhmm.. Bu Lea,, Kia,, Bia,, dan si kembar,, smeuanya sehat ? "
" Ya Bu. Kami semua sehat. Ada apa Bu ? "
" Begini,, Tian. Tadi pagi Ibu menjenguk tetangga yang sedang dirawat di RS. Dan disana, Ibu melihat Al. Dia terlihat kucel, seperti lelah sekali. Dia keluar dari ruang ICU. "
" Kak Al,, dirumah sakit ? Kenapa ? "
pertanyaan Tian pada Adiba membuat Azalea dan Zaskia saling berpandangan. Hati mereka semakin tidak karuan. Bia yang sekilas mendengarnya pun hanya mematung.
" Iya. Karena itu Ibu bertanya. Apa semuanya sehat. Lalu siapa yang sakit ? "
" Aku akan menanyakannya pada Kak Al Bu. Terima kasih sudah memberi tahu Tian. "
" Ahh iya. Begitu lebih baik. Biar gak penasaran. Ya sudha. Ibu tuutp telponnya. Salam untuk Bu Lea dan Kia. "
" Pasti Bu. "
" Assalamualaaikum. "
" Waalaikuslaam. "
Zaskia memegang lengan Tian.
" Kenapa dengan Kak Al ? " tanay Zaskia penasaran.
" Aku gak tahu Ki. Ibu bilang, tadi pagi melihat Kak Al keluar dari ruang ICU. "
Azalea memegang dadanya yang terasa sesak. Bia pun juga langsung terduduk.
* Tidak,, tidak,, semoga tidak terjadi apapun pada Mas Al. Aku belum minta maaf. * batinnya.
" Ki,, Tian,, kita harus ke Kalimantan. " tegas Azalea.
" Iya Ma. Perasaanku benar-benar gak enak. "
__ADS_1
" Aku akan memesan tiketnya Ma. Aku akan usahakan malam ini kita berangkat. " jawab Tian.
" Kak Bia ikut kan ? " tanya Zaskia memastikan.
Bia menelan ludahnya getir. Teringat dnegan janji pada dirinya sendiri umtuk memberikan kesempatan Clara menjadi istri Al speneuhnya. Kalo dia datang, iti berarti dia harus berada di tengah-tengah mereka lagi. Pikir Bia tidak tenang.
" Tante Kia mau kemana ? " tanya Fawwaz sambil mendekat ke Zaskia.
" Mau kerumah Papa. Adek mau ikut ? "
" Mau,, mau,, "
" Mas juga mau Tante. "
" Adek udah kangen Papa. Iya kan Bunda. "
Bia tersenyum getir. Dan hanya mengangguk. Matanya bertemu dengan mata Zaskia yang tengah menatapnya penuh selidik. Akhirnya Bia kembali menunduk. Berpura-pura tengah menyiapkan satu suapan untuk si kembar.
" Ayo selesaikan makannya. Biar bisa packing. " kata Bia kemudian.
" Yeeeaayyyy,, kerumah Papa !!!! " seru sikembar senang. lalu makan dengan lahap. Dan langsung berlari ke kamarnya untuk menyiapkan baju dan mainan yang akan mereka bawa.
" Kenapa ? Speetinya Kak Bia gak senang kita akan ke Kalimantan. "
" Aku senang melihat anak-anak senamg Kia. " jawab Bia.
" Jangan-jangan,, tentang Kak Bia menunda pernikahan kalian karena masih masa iddah. Itu,, hanya alasan kan. " tebak Zaskia.
Bia menunduk merasa bersalah. Tiba-tiba saja ada ketakutan, takut terjadi sesuatu pada Al.
" Benar begitu Bia ? " tanya Azalea.
" Pernikahan Kak Bia dan Kak Al kemarin sah kan ? "
sahut Zaskia.
Tian menghela nafas panjang.
" Tenang dulu, Ki. Duduklah Bia. Kita bicarakan ini baik-baik. " kata Tian menengahi.
Bia duduk diantara Azalea dan Zaskia. Dan tidak punya keberanian untuk melihat Azalea.
" Pernikahan Kak Al dan Bia kemarin Sah, Ki. "
" Gak perlu diulang kan ? "
" Gak perlu. Karena mereka menikah sebelum Gahzzy meninggal. "
" Lalu kenapa Bia ? " keluh Azalea sedih.
" Sampai kapan Kak Bia mau menyiksa Kak Al, Kak. Kak Bia tahu kan kalo Kak Al masih snaagt bucin pada Kak Bia. Padahal Kak Al sangat bahagia bisa menikah dengan Kak Bia lagi. "
" Maafkan aku Ma. Ki. "
" Itu wajar, Ki. " jawab Tian.
" Wajar ?! " seru Zaskia kesal karena Tian malah membela Bia.
" Di hubungan Kak Al. Kita sangat tahu kalo Kak Al snagat mencintai Bia. Lalu saat akhirnya bisa menikah dnegan Bia, apa kamu dan Mama yakin Kak Al bisa adil ? Poligami gak mudah Kia. Dengan melihat faktanya saja kita akan tahu kalao Kak Al akan lebih condong ke Bia bukan ? "
Zaskia menunduk menyesal. Lupa ada Clara yang sudah terlalu lama tersakiti.
" Maaf Kak Bia. " pinta Zaskia menyesal.
Tian tersenyum karena istrinya tidak malu mengakui kalo dia bersalah.
" Aku,, pikir. Dengan begini, Mas Al akan bisa belajar untuk menerima keberadaan Kak Clara sebagai istrinya. "
" Lalu bagaimana kalo nanti Al akhirnya mencintai Clara Bia ? " tanya Azalea bingung.
" Alhamdulillah kan Ma. "
" Tapi,, bagaimana dengan permintaan terakhir Gahzzy ? lalu,, anak-anak ? Mereka membuuthkan Al Bia. "
" Tanpa menikahpun, Mas Al masih tetap menjadi Papa anak-anak Ma. "
" Tidak bisa begitu Bia. Pernikahan kalian sah. Mau tidak mau kamu sekarnag istri sah Kak Al. Dan aku yakin dia gak akan melakukan kesalahan yang sama. Dia gak akan pernah mau menceraikan kamu lagi. "
__ADS_1
Azalea dan Zaskia menganghuk setuju. Bia teringat pembicaraannya dengan Al dulu.
' Bahkan sampai kamu menangis darah sekalipun, aku gak akan menceraikan kamu lagi Bi. '