Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 81


__ADS_3

Bia terpaku saat memasuki kamar pribadi Al diruang kerjanya. Bukannya ada foto pernikaahannya dengan Clara tapi malah banyak foto dirinya bersama anak-anaaknya.


Al menurunkan Bia, memeluknya dari belakang. Semabri mengikuti kemanapun langkah Bia memindai smeua foto yang ada dikamar itu.


Bia berhenti di pigura yang lebih besar. Terdapat fotonya yang sedang tersenyum sembari memakai gaun pengantin ala barat. Tanpa memakai jilbab. Bersebelahann dengan pigura berisi foto Al lengkap dengan jasnya. Dari jauh tentu tampak seperti sepasang pengantin.


" Foto ini,,, saat aku belajar make up dari mentor yang Mas datangkan dulu. " kata Bia sembari menoleh ke belakang.


Al mencium pipi Bia. Lalu mengangguk. Tersenyum melihat ekspresi Bia yang tampak takjub dengan suasana kamar pribadi di ruang kerjanya.


" Semua fotoku yang ada disini,, darimana Mas mendapatkannya ? "


Al menciumi telinga Bia dan juga leher Bia yang masih terbungkus jilbab. Mengacuhkan pertanyaan Bia. Menghirup aroma vanila rambut Bia yang masih tercium meskipun masih memakai jilbab.


" Jawab dulu,, " seru Bia sembari sedikit menjauh dari tubuh Al, agar terlepas dari pelukan dan ciuman Al. Meskipun tubuhnya sudah mulai merinding karena ciuman Al.


" Tentu saja dari cctv dirumah. " kata Al sambil kembali merengkuh Bia dalam pelukannya.


" Masih ada banyak. Kamu mau melihatnya ? " bisik Al.


" Sejak kapan kamu melihat rekaman cctvnya, Mas ? "


" Sejak kamu tinggal di apartemen bersama Mama dan Kia. "


" Semua aktivitasku dirumah bersama Kak Wimpi dan Bik Amy bahkan juga ada disini. " seru Bia takjub.


" Tentu saja. Dimana pun kamu saat tersenyum dan tertawa. Karena itu, aku jadi selalu merindukan senyum kamu. Berkali-kali aku mencoba menemuimu di apartemen Mama. Tapi mereka gak mengijinkan aku. " keluh Al kesal.


" Tentu saja, karena mereka takut aku semakin trauma sama kamu Mas. Takut kamu akan menyakitiku lagi. Sedangkan saat itu mereka gak mau kita berpisah. "


Al mengeratkan pelukannya, teringat kebodohan dimasa lalunya.


" Maafkan aku. " pinta Al sambil menciumi kepala Bia.


" Foto-foto ini ,, bukannya foto ini sebelum Mas menikah dengan Kak Clara ? "


" Iya. Aku merasa bersalah karena merusak ponselmu dulu. Sebenarnya aku sudah membelikanmu ponsel, tapi aku belum sempat memberikannya padamu. Aku mengisi ponsel itu dengan semua fotamu. " jawab Al.


" Kamu melemparkan ponselku begitu saja. Tentu saja aku marah. " keluh Bia sambil tertawa mengingatnya.


" Asal kamu tahu Bi. Melihat semua fotomu yang ada di ponsel itu. Sudah bisa membuatku jatuh cinta padamu. Aku bahkan meyakinkan diriku untuk berhenti minum miras, aku takut akan menyakitimu lagi. Saat itu , aku yakin pasti bisa meyakinkanmu kalo aku udah berubah. Dan membuatmu bersedia tinggal bersamaku lagi.


Dan kalian seenaknya saja bilang ini hanya karena rasa bersalahku. Aku mencintaimu jauh sebelum aku berani mengungkapkannya. Sampai aku sadar, aku sudah terlambat.


Aku gak bisa membohongi hatiku. Semakin aku jauh darimu, perasaan itu seperti terpupuk dengan subur. Rasa cintaku malah semakin membesar padamu. Ditambah lagi firasatku tentang anak-anak. Kekhawatiranku pada kehamilanmu membuatku yakin itu anakku. " jelas Al.


Bia merasa merinding seketika. Tidak menyangka begitu besar rasa cinta Al padanya.


" Kenapa meletakkannya disini ? Kak Clara pasti cembruu melihat ini semua. "


Al terkekeh. Kemudian melihat pantulan wajah Bia di cermin lemari pakaian Al. Masih dengan memeluk Bia dari belakang.

__ADS_1


" Clara bahkan tidak tahu didalam ruang kerjaku ada kamar pribadiku. Kamu satu-satunya wanita yang masuk ke kamar pribadiku. "


" Mas, beneran gak pernah menyentuh Kak Clara lagi sejak malam pertama ?"


Al mengangguk.


" Aku gak bisa. Aku gak mau menyakitinya. Setiap aku bersentuhan fisik dengannya. Meskipun hanya memeluknya. Yang terucap hanya nama kamu Bi. Mungkin kamu meragukanku, tapi asal kamu tahu. Dimalam pertama kami, aku bahkan membayangkan wajahmu Bi. Karena itu aku menjaga jarak dengannya. Aku takut akan melukainya semakin dalam.


Aku sudah merencanakan perceraian kami. Tapi kabar tentang pengangkatan rahim Clara mencegahku melakukannya. Apalagi permintaan konyolmu untuk berjanji gak menceraikan Clara. Kamu tahu pasti, kalo aku gak bisa menolak apapun yang kamu minta."


Bia menatap mata Al yang tengah menatapnya pun dari pantulan cermin.


" Kamar ini ,, menjadi saksi bisu. Gimana tersiksanya aku memendam rinduku selama ini. Gimana tersiksanya batinku saat menerima hasil tes DNA yang kalian palsukan. Gimana tersiksanya aku dengan firasatku yang masih mengatakan kalo anak yang dikandunganmu adalah anakku. "


Bia berbalik dan menatap Al. Mata itu sudah mengembun. Seolah masih merasakan sakit karena tersiksanya dulu. Tangan Bia terulur memegang pipi Al


" Maafkan aku,, maafkan aku. " ujar Bia sambil menempelkan keningnya di kening Al.


Air matanya sudah mengalir deras. Membayangkan rasa sakit Al selama ini.


" Kenapa minta maaf ? Heemm,, ? "


" Karena ketakutanku, Mas akan membawa anak-anak pergi kalo mengetahui tentnag faktanya. Kekhawatiranku, kalo rumah tangga Mas dan Kak Clara akan berantakan saat mengetahui faktanya. Aku minta maaf Mas. Untuk rasa sakit itu. " pinta Bia sembari memegang dada Al.


" Bisakah yang disini,, dengan ikhlas memaafkan aku dan ornag-orang yang telah membuat Mas tersiksa selama ini ? "


" Berjanjilah kamu akan tetap disini bersamaku Bi. Aku gak tahu gimana aku nantinya kalo kamu gak ada di sisiku. Apalagi sudah tidak ada lagi yang menjadi penghalang buat kita. Berjanjilah Bi. "


" Tapi, Mas harus janji akan memaafkan aku dan Mama. Kia,, Om Leon. "


Bia mencium Al. Kemudian tersenyum.


" Aku janji,, aku akan bersamamu dimana pun kamu tinggal nanti. " ucapnya.


Al tersenyum senang dan memeluk Bia erat.


" Aku senang Bi. Kamu gak tahu sebahagia apa aku sekarnag ini. "


" Mas belum berjanji padaku. Dirumah, Mas udah janji gak akan mengacuhkan Mama lagi. Tapi nyatanya ? " protes Bia sambil melepaskan pelukannya.


" Iya. Aku janji. Setelah membuatkan cucu lagi untuk Mama. Aku akan minta maaf. "


" Cckkk,, itu lagi. Aku kira Mas sudah melupakannya. Ini masih pagi Mas. "


" Justru karena masih pagi, aku akan minum obatku. "


Bia menggerutu hingga mulutnya mengerucut. Al langsung menyambarnya. Dan menggiring Bia menuju ranjangnya. Membaringkan Bia disana. Kembali melakukan olah raga yang ternikmat.


 


" Dimana Bia, Ki ? "

__ADS_1


" Tentu saja dikurung Kak Al. Anak Mama itu sudah lama jadi duda. Menjadi pengantin lagi tentu saja dia akan mensabotase Kak Bia. "


" Kamu ketularan Tian Ki. " gurau Azalea.


" Anak-anak masih dikamar Kak Clara ? "


" Mereka tertidur, setelah disuapi Wimpi. Al dan Bia bahkan melewatkan sarapan mereka. "


" Mereka lagi bucin-bucinnya Ma. Itu saja sudah membuat mereka kenyang. " gurau Zaskia sambil tertawa.


" Apa yang akan kamu lakukan setelah ini, Ki ? "


" Aku mau melihat laporan keuangan yang dibuat Kak Bia Ma. "


" Bia ? Laporan keuangan Mall Expo ? "


" Iya. "


" Memangnya Bia bisa ? "


" Dulu kan Kak Al pernah mendatangkan mentor untuk mmegajari Kka Bia. Dan kali ini Kak Bia mau mempraktekkannya. Kita lihat hasilnya. " jawab Zaskia.


" Baiklah. Ambil laptopmu. Mama akan membantu kamu mengecek laporan Bia. Kamu bisa mengecek bisnis properti kita. Mama tunghu dikamar Clara. Takutnya si kembar terbangun. "


" Siaapp Mamaku. "


*****


Azalea dan Zaskia saling berpandangan setelah melihat laporan keuangan mall Expo yang dihandel Bia. Setelah kepergian Zaskia kerumah Ibu Tian.


" Perfect Ma. "


" Iya Ki. Ini seperti laporan yang dibuat Al. " puji Azalea.


" Sekarang, aku gak harus bekerja sendirian. Ada Kak Bia yang akan membantuku. Dan aku harap Kak Al gak egois dengan mengurung Kak Bia di kamar. "


" Kakakmu sudah terlalu lama menahan diri. " gurau Azalea.


" Sepertinya Mama akan mendapatkan cucu. "


" Dari kamu ? "


" Dari Kka Al dong Ma. "


" Lalu,, kalian ? Kapan Mama akan mendnegar kabar baiknya ? "


" Aku juga berharap secepatnya Ma. "


" Kenapa gak promil ke Gita saja. "


" Nanti Ma. Aku dan Kak Tian masih ingin menikmati kebersamaan kami. Lagipula sudah ada si kenbar yang melengkapi keluarga kita."

__ADS_1


" Iya kamu benar. Yang terpenting, kamu gak terlalu stres memikirkannya. "


Zaskia mengangguk mengerti.


__ADS_2