
Wimpi melihat satu pesan dari nomor tidak dikenalnya. Dia membuka pesan itu. Dan matanya langsung terbelalak melihat video itu.
" Aaarrrgghhh,,, bodoh kau Wimpi !!!! " teriaknya sambil memukul jok mobil yang dia duduki tanpa sadar.
Al dan Reiga yang menjadi supir sampai telonjak kaget. Al memajukan tubuhnya. Dan mencengkram bahu Wimpi. Ini pertama kalinya dia melihat kegelisahan dan kemarahan Wimpi.
" Ada apa ? Apa ada kabar dari Bia ? " tanya Al panik.
Wimpi kembali memutar video yang dikirimkan Alex padanya.
" Kurang ajar kau Ayden !!!!! " bentak Al dan meninju jok kursi supir yang tengah diduduki Reiga.
Reiga berhenti . Dilihatnya jalanan tengah macet saat ini. Wimpi melepaskan sabuk pengamannya.
" Mau kemana kau Wimpi ? "
" Tidak ada waktu lagi Tuan. Non Bia dalam pengaruh hipnotis. Mereka bisa melakukan apapun pada Non Bia. " seru Wimpi kalut dan segera berlari.
Hati Al terasa nyeri mendengar kalimat Wimpi. Degup jantungnya berdetak dengan cepat. Al ikut keluar dari mobil dan berlari mengikuti Wimpi yang langsung berlari menerobos lewat jalan-jalan sempit.
Al tersenyum smirk saat Wimpi dengan mudahnya mencari jalan tembusan agar bisa lebih cepat ke hotel X dnegan memotong jalan.
* Ini pertama kalinya aku melihat aksi Wimpi. Aku pikir Randy sudah cepat tanggap di setiap aksinya. Ternyata adiknya malah lebih cepat. Baru satu tahun Wimpi berada disini, tapi dia bisa mengetahui jalan-jalan sempit tembusan seperti ini. Bahkan aku tidak tahu kalo ada jalan pintas seperti ini. Tidak salah kalo Bia selalu mengandalkan Wimpi. Sekarnag aku tahu kemampuannya diatas Randy. * batin Al salut.
Wimpi semakin cepat berlari, tidak perduli kalo annti Al akan terlambat dan tidak bisa mengikuti jejaknya. Kekhawatiran pada Bia mengalahkan rasa takutnya pada Al.
* Sesil,,, aku bersumpah akan menghancuurkan semua ilmu yang masih kamu miliki !! * batin Wimpi marah.
Beberapa tetes air matanya jatuh karena saking menyesalnya telah lalai dalam tugasnya menjaga Bia. Dia segera menghapusnya kasar. Wimpi berhenti dan menoleh ke belakang sejenak. Saat melihat Al ternyata bisa dengan mudah mengejarnya, dia hanya tersenyum. Dia segera kemabli berlari.
* Randy benar. Tuan Al masih secekatan dulu meskipun tidak pernah melatih kemampuan taekwondonya. Non Bia bersama dengan ornag yang tepat. * batinnya senang.
*****
Mark mencengkram lengan Bia dan menepuk pundaknya dengan sedikit keras agar Bia tersadar. Satu nasehat yang diberikan Ustadz Yahya saat mengabarkan tnetnag keadaan Bia yang dalam keadaan terhipnotis.
" Sadarlah Biaaa !!! " hardik Mark panik.
Bentakkan Mark yang tiba-tiba muncul tentu saja menbuat Ayden dan Sesil terlonjak kaget. Belum sempat mereka lari, beberapa bodyguard langsung meringkusnya. Mobil yang sudah berhenti didepan mereka pun langsung tancap gas lagi.
" Biiiii,,,, Bundaaa,,,, " seru suara-suara yang didengar Bia.
Bia gelagapan dan dnegan linglung melihat semua yang terjadi disekitarnya dengan bingung.
* Apa yang terjadi padaku ? Dimana aku ? Dimana Mas Al dan anak-anak, aku yakin tadi mendnegar mereka memanggilku. Papa Mark ? Alex ? Sesil ? Kenapa dia dibekap beberapa laki-laki, siapa mereka ? Siapa laki-laki yang juga tengah dibekap beberapa laki-laki itu ? * batin Bia bingung.
Belum juga bisa mnegatasi kebingungannya. Tiba-tiba sjaa melihat Mark yang dengan wajah merah memukul laki-laki yang dibekap bersmaa Sesil.
" Beraninya kau menyentuh anakku !!! " bentaknya.
Ayden jatuh tersungkur. Mark langsung mendekap Bia yang terlihat shock. Beberapa pengawal kembali memegang Ayden.
" Dan ini,, untuk Clara,, !! "
Kali ini Alex yang memukulnya dnegan keras hingga Ayden kembali tersungkur.
" Bawa dia dan wanitanya ke mansionku. " seru Alex.
" Baik. "
Bia bingung dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Dan dia juga bingung harus apa. Pikirannya masih kosong. Belum bisa mengingat apapun.
" Bia,,, !!! " pekik Mark saat tiba-tiba Bia pingsan.
Alex menggendong Bia. Dan hendak mebawanya kedalam hotel.
" Tidak Alex. Kita bawa pulang saja. Aku tidak mau membuatnya terkena lebih banyak fitnah. Bia tidak bersama suaminya saat ini. Kita juga bukan muhrimnya. "
Alex kembali merinding dengan perkataan Mark. Hatinya bergetar mendngarnya.
" Antar kami ke mansion. " seru Alex pada asisten hotelnya yang masih berdiri di dekatnya.
" Baik. "
Alex memasukkan Bia di kursi belakang yang sudah ada Mark. Dia sendiripun duduk didepan.
******
" Assalamualaikum. " sapa Mark sambil membuka pintu rumahnya.
" Waalaikumsalam. Kenapa cepat sekali. " jawab Naya saat melihat kedatanagn Mark.
__ADS_1
" Biaaa,,, !! " pekik Naya saat melihat Alex tengah menggendong Bia dan mendudukkannya di sofa.
Alex hanya tersenyum melihat kekhawatiran kedua orang tua Clara ini.
" Apa yang teerjadi pada Bia ? " tanya Naya cemas sembari memegang tangan Bia. Dan sesekali mengusap wajahnya.
" Kenapa gak di kamar saja Om ? " tanya Alex heran.
" Jangan. Namti ada kesalah fahaman antara Al dan kamu. "
" Al ? Memangnya dia tahu Bia berada di sini ? " tanya Alex heran.
" Aku sudah memberitahu Lea sewaktu dijalan tadi. Dia sedang dalam perjalanan kesini. " jawab Mark.
Alex mengangguk-angguk mengerti.
" Kenapa gak panggil dokter ? " tanya Naya panik.
" Honey. Tenanglah. Kami sudah membawanya ke klinik sebelum pulang. Bia hanya shock. Sebentar lagi pasti dia akan siuman. " jawab Mark sembari mengusap kepala Naya.
" Eeehm,, Mama. " panggil Bia.
Naya membantu Bia untuk bangun dari tidurnya.
" Bagaimana keadaanmu Bia ? " tanya Mark.
" Masih sedikit pusing Pa. Ehhmm,, bisakah kita ketaman saja. " tnaya Bia seolah meminta pengertian Naya dan Mark.
Mark menghela nafas kemudian mengangguk. Dia mengerti kekhawatiran Bia saat ini. Pasti takut Al akan slaah faham nanti.
Naya mendekap Bia dan membawanya ke taman depan. Bia memghirup udara dirumah itu yang terasa sejuk. Menenangkan diirnya sendiri. Degup jantungnya masih berdetak cepat saat teringat peristiwa di parkiran hotel tadi. Dan terbangun saat berada di rumah Alex ?
Dia tidak mau terjadi kesalah fahaman antara Al dan Alex yang bisa memperkeruh hubungan mereka. Baik hubungan pribadi maupun kerja sama perusahaan.
*****
Tringgg,,, Tringg,,,
Wimpi berhenti dihalte didepan hotel X. Melihat ponselnya sejenak.
" Ada apa ? " tanya Al heran sembari mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
Kemeja kerjanya sudah basah. Jasnya pun sudah sedikit basah. Tidak berbeda dnegan baju Wimpi saat ini.
" Aarrrgghh,, sialan. Kemnaa mereka membawa Bia ? "
" Kenapa Reiga belum juga sampai sih !!! " geram Wimpi panik.
Tinn.. Tiinnn..
Keduanya menoleh. Ada Reiga yang keluar dari mobil Al. Keduanya segera berlari menuju mobil Al.
" Berikan kuncinya pada Wimpi !! " seru Al sembari langsung masuk mobilnya.
Begitupun dengan Wimpi yang langsung duduk di belakang kemudi mobilnya.
" Cepat !!! " hardik keduanya bersamaan dan kesal karena Reiga masih belum masuk mobil.
Reiga segera masuk dengan cepat dan bingung. Al melepaskan jasnya dan mengendurkan dasinya. Membuka kancing pergelangan tangannya dan melipatnya asal ke atas sampai siku. Mengatur suhu AC mobil dengan kedinginan maksimal. Lalu memejamkan matanya, berdoa sejenak aagar Allah memberikan perlindungan pada Bia dimanapun dia berada.
" Apa kita bisa masuk ke area mansion ini Tuan ? " tanya Wimpi ragu.
Al membuka matanya. Dia membuka jendela mobilnya. Menyadari tengah masuk ke kawasan perumahan elite milik Pratama Company.
* Apa Alex ikut andil dalam kejadian ini ? *
" Kita bisa masuk. Bilang saja dari perusahaan Dewandaru. " jawab Al dan kembali menutup jendela mobilnya.
*****
" Sudah lebih baik ? " tnaya Alex sambil menyerahkan satu botol air kemasan pada Bia.
" Alhamdulillah. Terima kasih Pak Alex. "
" Ayolah Bia. Jangan terlalu formal padaku. Setidaknya kamu tahu aku sepupu Clara. "
Bia tersenyum keki. Alex memang terlihat berbeda sejak datang ke rumahnya bersama Naya dan Mark.
" Bismillahirrohmanirrahim. "
Alex masih menatap Bia dnegan intens.
__ADS_1
" Minum pun harus pake mantra saperti itu ya. " kata Alex tidak mengerti.
Naya dan Mark tersenyum getir. Karena sejak orang tuanya meninggal Alex menjadi seorang atheis. London membuatnya berubah. Pergaulannya di London merubahnya menjadi seorang atheis yang tidak merasa berdosa telah menjadi casanova. Kabar itu sudah sejak lama di dengar Mark. Tapi baik dia dan Naya tidak bisa membujuk Alex agar mau meninggalkan London.
" Mantra ? Mantra apa ? " tanya Bia bingung.
" Itu. Yang barusan kamu baca. "
" Aku membaca basmalah. Bukan mantra. " protes Bia.
" Bia. Alex atheis. " jawab Mark.
Bia nampak tercengang sejenak kemudian tersenyum keki.
" Maaf. Aku gak tahu. " pintanya tulus.
" Untuk apa mantra itu ? " tnaya Alex penasaran.
" Alex. Sudah diamlah. " geram Mark.
" Gak apa-apa Pa. Itu bukan mantra. itu bacaan Basmalah. Untuk diberi kemudahan dan keselamatan."
" Tapi kamu hampir saja menjadi korban jual beli prostitusi online. "
" Astaghfirullah. Benarkah ? " sahut Bia tidak menyangka. Sambil menatap Mark seolah tengah bertnaya lewat matanya.
Mark mengangguk mengiyakan.
" Bukannya itu berarti Tuhanmu tidak mlindungimu. "
Bia tersenyum simpul.
" Siapa bilang ? Justru karena basmalaah itu aku jadi bisa terselamatkna. Buktinya Papa ada disnaa dan bisa menyelamatkan aku. " jawab Bia.
" Itu hanya kebetulan Bia. Jangan terlalu naif. " elak Alex.
" Gak ada yang namanya kebetulan. Semuanya sudah ada yang mengatur. Bukan hanya untuk Tuhanku, tapi aku yakin semua agama juga mengajarkan untuk berdoa kan. " jawab Bia tenang.
Alex terdiam. Sejujurnya dia membenarkan perkataan Bia barusan. Dan dia sama sekali buta tentang agama apapun.
" Tidak bisakah kamu mencarikan wanita sepertimu untukku Bia ? Atau kamu saja yang menikah denganku." kata Alex jujur.
" Alex,, jaga bicaramu. " tegur Naya.
" Aku serius Tante. Aku akan memberikanmu apa saja." tegas Alex.
Bia menggenggam tangan Naya agar tenang. Dia tersenyum.
" Wanita sepertiku ? Wanita sperti apa maksud kamu ?" tanya Bia heran.
" Wanita yang bisa mengenalkanku pada Tuhanmu. " jawab Alex.
" Kenapa harus wnaita sepertiku ? Aku dengar kamu seorang casanova. Aku yakin tidak sulit menemukan wanita speerti yang kamu mau. " sindir Bia.
" Wanita yang selalu bisa menenangkan setiap orang. Wanita sepertimu, yang bisa membuat orang lain dengan mudahnya menyayangimu. Wanita speertimu yang bisa membuat Om ku berubah menjadi sosok yang mengagumkan dan bijaksana. " puji Alex jujur.
Mark dan Naya tersenyum mendnegarnya. Dan berharap Bia bisa membuat Alex bisa bertobat.
" Banyak diluar sana wanita speeti itu Alex. " ujar Bia.
" Kalo gitu, bantu aku mencari satu sepertimu. " tegas Alex.
" Kenapa harus susah-susah untuk mencarinya ? Kamu,, "
" Apa itu berarti, kamu mau menikah dneganku ?! " potong Alex senang.
Naya langsung memukul lengan Alex kesal.
" Bukan begitu, harusnya kamu gak perlu susah-susah mencarinya. Kenapa gak membuat dirimu menjadi pantas untuk wnaita yang seperti kamu inginkan. " seru Bia kesal karena sedikit terpancing emosinya.
" Pantas ? Maksudmu,, karena aku seorang pendosa jadi aku gak pantas untukmu. " sindir Alex.
" Bukan pendosa. Dosa ataupun gak. Itu bukan urusan manusia. Biar Tuhan yang menilainya. " sahut Bia cepat.
Alex tersenyum sejenak. Dan sekali lagi menyukai argumen Bia. Dan membenarkannya.
" Lalu ? "
" Aku pernah membaca satu buku. Di lingkungan seperti apa kamu sering berada, disitulah kamu akan menemukan pasanganmu. Karena jodohmu adalah cerminan dirimu sendiri. " kata Bia.
" Oooohh tidak,, tidak,, aku tidak mau menikah dengan wanita murahan yang bekerja di tempat protitusi. " tegas Alex.
__ADS_1
" Begitipun juga dnegan wanita yang kamu inginkan. Tentu saja dia tidak akan mau menikah dengan laki-laki yang suka bersenang-senang diteempat protitusi. " seru Bia kesal.
Mark dan Naya tertawa melihat perdebatan Alex dan Bia. Yang ternyata berakhir dengan kemenanagan di pihak Bia. Baru pertama kalinya melihat Alex sekesal ini. tentu saja itu yang membuat mereka tertawa senang.