Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 30


__ADS_3

" Aku ke kantor dulu Clara. " pamit Al setelah sarapan.


Clara hanya mengangguk tanpa merespon Al. Dia masih kecewaa karena Al masih tidak bisa melepaskan Bia.


Zaskia yang melihat itu hanya tersenyum.


* Kak Al,, wanita yang Kak Al inginkan selama ini ternyata masih belum bisa sepenuhnnya mengalihkan Kak Al dari Kak Bia. *


Zaskia beranjak menuju ke taman belakang. Seperti biasa, memasukkan kakinya ke dalam kolam renang. Dia menatap hamparan kolam rennang didepannya.


" Pagi Kia. " sapa Clara.


Zaskia mendongak ada Clara yang tengah tersenyum kepadanya.


" Apa aku boleh duduk ? "


" Silahkan. " jawabnya tanpa melihat Clara.


Clara melakukan seperti yang tengah dilakukan Zaskia.


" Apa aku boleh bertanya sesuatu Kia ? "


" Silahkan. " jawab Zaskia malas.


" Kenapa kamu terlihat sangat membenciku selama ini. Apa aku punya salah ? "


Zaskia tersenyum smirk.


" Salah ? Mungkin. "


" Kaatakanlah kesalahanku Kia. Aku akan mencoba memperbaikinya. "


" Kenapa kamu mengirimkan foto Kak Tian saat bersama wanita lain, dan mengatakan mereka akan menikah ? "


" Kalo aku boleh jujur,, aku iri sama kamu Ki. Kamu punya Al yang selalu ada buat kamu disituasi apapun dia. Bahkan meski saat bersamaku. "


" Bukankah itu hal yang wajar ? Dia kakakku. Kalo kamu lupa akan hal itu. " tegas Zaskia.


" Ya. Dan Al selalu memperlakukanmu istimewa. Dia tidak akan membiarkan kamu sedih. Dia selalu bercerita tentangmu saat kami sedang berdua. Apalagi saat kami sedang melewati foodcourt milik Tian. Dia mengatakan, apa kamu juga melihat laki-laki iti berbeda ? Kenapa Kia bisa menyukai laki-laki seperti dia ? Kenapa bukan seseorang seperti aku ? "


Zaskia terdiam, ternyata rasa benci Kak Al pada Tian bukan karena Clara. Tapi karena Kak Al cemburu, aku mengidolakan orang lain untuk menjadi pasangannya kelak. Bukan seseorang yang seperti sosok kakaknya.


" Setiap kali aku ke mall Expo. Aku jadi sering memperhatikan Tian. Dan saat aku makan siang disana bersama dengan teman-temanku. Yahh,, mereka memujinya. Karena dia tampan, dia chef seafood terbaik dan pelayanannya juga ramah. Aku pikir tidak mungkin Kia menyukai Tian hanya karena ini sajaa. Pasti ada hal lain. "


" Lalu wanita itu datang. Sayup-sayup aku mendnegar tentang rencana pernikahan. Aku kira mereka yang akan menikah. Jadi, aku tanpa berpikir panjang mengirim foto kebersamaan mereka kepadamu. Bukan bermaksud apa-apa. Aku hanya tidak mau kamu terlalu kecewa dan sedih nantinya. Pasti Al juga akan sedih melihatmu terluka. "


Zaskia tersenyum manis. Hatinya sudah lega, mendengar penjelasan Clara. Ternyata dia salah faham tentang Clara soal Tian.


" Apa Kak Al tidak mengatakkan kalo Kak Tian adalah anak dari guru privatku saat di Kalimantan ? "


" Oh iya ? Tidak. Al tidak pernah mengatakan hal itu."


" Maafkan aku karena sempat salah faham padamu. "


" Salah faham ? Tentang apa ? "


" Tentang Kak Tian. Aku kira kamu dengan sengaja ingin membuatku sedih. "

__ADS_1


" Apa ? Tidak. Aku tidak pernah punya pikiran seperti itu. Aku tahu kalo kamu sedih pasti Al akan lebih sedih daripada kamu. Saat kamu sedang koma pun dia tidak punya semangat lagi. Setiap hari selalu menyempatkan keluar masuk rumah sakit dan juga PMI untuk menanyakan darah golongan A. "


" Iya. Aku mendnegarnya dari Mama. Tapi, entaahlah. Kalo aku boleh jujur. Aaku gak suka Kak Al terlalu dekat denganmu. "


" Aku ? Kenapa ? "


" Karena setiap kali bersamamu Kak Al akan lupa waktu. Sosialisasi Kak Al juga hanya dengan orang-orang yang selevel dengannya. "


" Bukankah itu hal yang wajar Kia ? Dia seorang CEO. Tentu saja harus menjaga imagenya kan. "


" Tidak. Aku tidak setuju. Kita hidup tentu saja selalu membutuhkan orang lain kan. Kita gak munafiklah, ada uang pasti akan selalu ada orang-orang seperti mereka yang mendekati kita. Tapi, kita harus ingat, roda selalu berputar. Bagaimana kalo suatu saat kita berada di baawah nanti. Apakah mereka masih mau membantu ? Kamu yakin ? "


Clara terdiam. Dia mempermainkan air kolam didepannya.


" Yah.. Kamu benar. "


" Lingkungan Kak Al yang mengikuti circle pergaulanmu membuatnya semakin arogan dan sombong. "


Clara menatap Zaskia takjub.


" Kenapa menatapku seperti itu ? " tanya Zaskia penuh selidik.


Clara tertawa. Sejenak melupakan kecewanya terhadap Al.


" Aku malu. Kamu lebih dewasa dari usiamu. "


Zaskia ikut tersenyum.


" Aku mempelajarinya dari seseorang. "


" Bukan. "


Clara menunduk. Mempermainkan kakinya yang berada di dalam air kolam.


" Bia. " gumamnya lirih.


" Iya. Aku hanya heran. Ternyata ada orang sebaik Kak Bia dan Kak Ghazzy. Merekaa tersakiti tapi dengan mudahnya memaafkan. "


Clara teringat dengan kasir yang dulu pernah menghina Bia di mall Expo.


" Ya,, aku pernah melihatnya memaafkan kasir mall dengan mudahnya. "


" Kak Bia pernah menceritakannya padaku. "


" Oh iya ? Bukannya dia membenciku ? "


" Siapa ? Kak Bia ? Untuk apa ? "


" Mungkin karena aku menikah dengan Al ? " pancing Clara.


" Kak Bia dan Kak Ghazzy malah menganggap pernikahan kontrak mereka satu dosa. Bahkan mereka yang membantu Mama mempersiapkan pernikahanmu dengan Kak Al. "


" Satu dosa yang membuat Al bahkan terlalu mencintai Bia. "


Zaskia spontan menoleh dan menatap intens kepada Clara menanyakan maksud kalimatnya.


" Al mencintai Bia Kia. Apa kamu tidak melihatnya ? "

__ADS_1


" Kamu bercanda ? Selama ini Kak Al selalu meminta Mama untuk melamar kamu. "


" Kalo Al tidak mencintainya, pasti dia tidak akan menyebut nama Bia saat kami sedang melakukan hubungan kan. "


Zaskia menutup mulutnya dengan telapak tangannya saat melihat mata Clara yang berkaca-kaca. Bahkan sudah menangis saat Zaskia menatapnya.


" Apa yang harus aku lakukan Kia ? Aku meminta Al untuk berjanji tidak akan menemui Bia meskipun anak itu terbukti adalah anaknya. Tapi Al menolaknya. Lalu, apa yang akan terjadi dengan rumah tanggaku nanti Ki ? Apa dia akan meceraikan aku atau mempoligami aku ? "


" Jangan ngawur Clara. Ini bukan hanya tentang Kak Al dan Kak Bia. Ada perasaan Kak Ghaazzy. Aku tidak akan membiarkan Kak Ghazzy kembali tersakiti karena keegoisan Kak Al. "


" Lalu aku harus bagaimana ? "


" Jadilah istri Kak Al yang baik. Urusaan Kak Bia itu urusan kami. "


" Maksud kamu ? Apapun hasilnya nanti. Aku pastikan Kak Al tidak akan pernah tahu hasilnya. "


" Bagaimana kalo anak itu memang anak Al ? "


" Kami yang akan bertanggung jawab. Bukan Kak Al. "


" Terima kasih Ki. Terima kasih. " ujar Clara yang tanpa sadar memeluk Zaskia.


" Maafkan aku yang sudah salah faham dengaan Kak Clara. "


Clara melepaskan pelukannya.


" Kamu memanggilku Kak Kia ? "


" Tentu saja. Karena kamu Kakak iparku. "


" Terima kasih. Apa aku boleh bertemu dengan Bia ? "


" Jangan sekaraang. Aku takut pertemuan Kak Clara dengan Kak Bia akan membuat Kak Bia stres nantinya. "


" Stres ? "


" Sejak Kak Al menuntut untuk tes DNA. Kak Bia jadi stres. Dia taakut yang dikatakan Kak Al benar. Dia meraasa bersalah pada Kaak Ghazzy. Jadi, kami memutuskan untuk merahasiakan hasilnya nanti dari Kak Al. Untuk menjaga psikis Kak Bia juga. "


" Lalu Al,,, apa dia nanti,, "


" Mama sudah meminta Kak Al untuk tidak menemui Kak Bia dengan alasan yang sama. Sebenarnya kami juga memikirkna hal yang sama Claraa. "


" Maksudnya ? "


" Tim dokter inseminasi mengatkaaan kalo saat Kak Al meminta haknya pada Kak Bia dulu. Memang saat itu Kak Bia sedang masa subur. Lalu melihat kecemasan Kak Al pada kehamilan Kak Bia, membuat kami berfikir seperti Kak Al. Anak itu mungkin saja anak Kak Al. "


" Ya Tuhan. Lalu bagaimana Ki ? "


" Karena itu juga, kami merencanakan merahasiakan ini pada Kak Al nantinya. Kamu tahu senekat apa Kak Al nantinya. "


Clara mengangguk mengerti.


" Aku harap Kak Al tidak akan kembali ke Surabaya lagi. Dengan alasan urusan bisnis sekalipun. "


" Aku akan mengusahakannya Kia. "


" Terima kasih Kak. "

__ADS_1


__ADS_2