
Bia tertawa saat masuk ke kamarnya. Merasa puas karena akhirnya bisa membalas perbuatan Al dulu. Tapi ada sedikit perasaan bersalah dihatinya. Bia memotret dirinya dengan posisi tersneyum dan kedua tnagannya terkatup. Mengirimnya pada Al.
' Maaf,, sudah berbohong. '
' Bohong ? '
' Dulu aku sudah pernah bilang kan, aku akan membalasmu Mas.'
' Membalasku ? Tentang apa ini ? '
' Gak enak kan, kalo di pancing tapi harus bisa menahannya. '
Bia menambahkam emotion tertawa di chat terakhir dnegan Al. Lalu Bia merebahkan tubuhnya. Punggungnya terasa nyeri.
' Biiiiiiiiii,,,,, !!!!!!!!! '
Tawa Bia kembali terdengar saat melihat pesan balasan dari Al.
' Maaf '
' Lihat ajaa kalo nanti aku sudah smapai dirumah. '
Bia tersenyum. Sangat bersyukur, pikiran dan hati Al bisa kembali sadar. Kembali menyayangi Bia dan anak-anaknya.
****
Bia mengerjapkan matanya , lalu terbangun saat merasakan tubuhnya terasa berat. Dan seluruh tubuhnya merinding. Seperti ada yang tengah berusaha membangkitkan hasratnya.
" Maaaaass,,, " panggil Bia saat Al sudah memciumi wajah dan lehernya.
" Aku akan menghukummu. Berani-beraninya mempermainkan aku. " gerutuu Al.
" Heheheh kan aku udah bilang, aku akan membalasnya. " gurau Bia.
" Yah,, kamu memang gak bertanggung jawab Bi. "
Bia terkekeh mendengarnya.
" Mas,, tunggu dulu,,, " elak Bia sambil menjauhkan wajah Al yang makin bergerilya di tubuhnya.
" Kamu mau alasan apa lagi. Hemmm. "
" Aku lapaar. " jawab Bia singkat.
" Aku akan mengambilkannya nanti. "
" Kok nanti sih ? "
" Kamu harus bertanggung jawab dulu. "
" Tanggung jawab ? "
" Bisa-bisanya meninggalkanku disaat sudah ada yang terbangun. "
Bia berpikir sejenak, menebak apa yang sudah terbangun. Lalu terinagt apa yang telah dilakukannya dikantor Al tadi. Akhirnya Bia tertawa.
" Yah,, tertawa saja sepuasnya. " geram Al.
" Kan aku sudah minta maaf Mas. "
" Kamu harus bertanggung jawab. " tegas Al.
" Tapi, aku beneran lapaar Mas. " elak Bia.
" Tanggung jawab dulu Bi. " ucap Al sembari langsung mencium bibir Bia.
Tidak memberikan kesempatan pada Bia untuk protes lagi. Hasratnya sudah tidak bisa ditahan lagi. Benar-benar merasa seperti saat pertama kalinya Bia datang ke Kalimantan dulu.
******
Al mengusap wajah Bia yang terlelap di pelukannya. Teringat rekaman cctv yang menunjukkan sikap dinginnya pada Bia. Air matanya menetes dari sudut matanya. Bia membuka matanya saat mendengar isakan Al. Tangannya terulur menghapus air mata Al.
" Kenapa Mas ? " tanya Bia heran.
" Maafkan aku Bi. " jawab Al sambil mencium kening Bia
__ADS_1
Melihat Al yang masih terdiam dan terisak. Bia mendorong tubuh Al. Lalu Bia bangun, menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjangnya.
" Kenapa Mas ? " ulang Bia.
Al merebahkan kepalanya di pangkuan Bia. Mengusap perut Bia yang semakin membuncit. Sesekali menciumnya.
" Mas,,, ?? "
" Sikapku selama beberapa bulan ini, Bi. "
Kini giliran Bia yang terdiam. Karena memang Al bersikap seperti itu bukan karena kemauannya sendiri. Ada campur tangan dunia gaib disana.
" Aku seperti bukan diriku Bi. Aku telah melewatkan banyak hal. Aku seperti tersiksa dengan perasaan rinduku sendiri. Sakitnya seperti merindukanmu saat kamu masih bersama Ghazzy dulu. Apa yang terjadi padaku Bi ? Melihat sikapku dari cctv aja, aku merasa marah pada diriku sendiri. Apalagi kamu ? Maafkan aku,, maafkan aku Bi. " kata Al sambil memeluk perut Bia. Menyembunyikan wajahnya di perut Bia.
Bia tersenyum getir.
" Semuanya sudah berlalu Mas. Yang penting perhatian dan sikap Mas Al udah kembali lagi. Papa udah cinta lagi sama Bunda. " kata Bia sambil mengusap rambut Al dengan pelan.
Al bangun dan memeluk Bia erat.
" Terima kasih Bi. "
Bia menganggukkan kepalanya. Al melepaskan pelukannya.
" Tentang sekretarisku kemarin,, aku benar-benar gak tahu kalo Reiga menempatkannya di sana. Reiga juga sudah aku tegur, sekretaris itu juga sudah di mutasikan. Aku terlalu fokus kerja sampai gak memperhatikan lingkungan sekitarku. " jelas Al mengklarifikasi.
Bia tersenyum lagi. Mengusap sisa air mata di wajah Al
* Bukan karena kamu fokus kerja Mas. Tapi karena ada campur tangan dunia ghaib waktu itu. * batin Bia.
" Kamu percyaa padaku kan Bi. Kamu gak akan menggugat cerai aku kan Bi. " seru Al cemas.
Bia melongo mendengar perkataan Al barusan.
" Yang mau menggugat cerai kamu siapa Mas ? Kok mikirnya ngawur gitu sih. " protes Bia.
" Sejak kedatangan kamu ke kantor. Kamu gak mau aku dekati, kamu terlihat jijik padaku. "
" Astaghfirullah,, mas,, kemarin-kemarin,, aku bukannya jijik sama kamu Mas. Tapi, aku beneran mual dan muntah mencium aroma parfum kamu. Lihat aja sekarang, aku baik-baik saja saat kamu gak pakai parfum. " jelas Bia.
Bia tertawa geli melihat Al yang cemberut. Kemudian menarik hidungnya.
" Tapi, sekretarismu kemarin cantik lho Mas. Udah di peluk juga kemarin. Pasti sakitnya modus kan itu. " goda Bia.
" Tanyakan saja pada Wimpi. Dia memapahku ke sofa karena kepalaku pusing. "
" Beneran ? Tapi,, lumayankan udah dapat pelukan. Dia juga menyukaimu lho Mas. " goda Bia lagi.
Al mencium Bia lama. Karena kesal Bia malah menggodannya.
" Issshhh,,, "
" Aku mencintaimu Bi. Jangan pernah lagi membahasnya. Aku pastikan aku akan menciummu. Meskipun itu dikantor. "
" Di kantor ? Memangnya siapa yang mau ke kantor kamu. " elak Bia.
" Aku mau kamu membawakanku makan siang seperti tadi. "
" Gak mau ah. Gak enak sama karyawan kamu. Nanti kamu jadi bahan gosip. " gurau Bia sambil mencubit pipi Al.
" Memangnya kenapa ? Kamu kesana untuk mengantarkan makan siang untuk suamimu. " tegas Al.
" Kasihan nanti banyak yang patah hati. " goda Bia sambil beranjak bangun dari tidurnya.
Tapi Al segera menjajarinya dan kembali memcium bibirnya lama. Dan sedikit mendorongnya ke jendela kamarnya.
" Eeehhmmm,, le,,pas,, " protes Bia kesal.
" Aku sudah bilang, jangan membahas tentnag perasaan orang lain. "
Al mendekap Bia posesif.
" Aku gak bisa menyalahkan orang lain yang menyukaimu Mas. Aku punya suami yang cakep. Seorang CEO lagi. Kamu,, perfect Mas. Aku bahkan merasa insecure pada mereka. " keluh Bia sedikit cemburu.
" Aku mencintaimu Bi. Butuh proses waktu yang lama , sampai akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya. Aku gak perduli dengan orang lain. Di mataku, kamu jauh lebih cantik dibandingkan mereka. " puji Al sambil mengecupii bibir Bia.
__ADS_1
" Isshh,, gombal aja. " celetuk Bia.
" Aku serius !! " seru Al semabri menciumi wajah Bia.
Bia menjauhkan wajah Al yang menciuminya.
" Sudah, hentikan Mas. Geli. "
" Aku kangen kamu Bi. Rasanya kayak kita baru bertemu setelah berpisah lama. "
Bia memeluk Al erat. Air matanya mengalir merasakan cinta Al yang sebesar ini padanya.
" Jangan berubah lagi Mas. Aku juga kangen Mas yang seperti ini. " kata Bia dengan suara tercekat.
Al langsung melepaskan pelukan Bia dan mengangkat wajahnya agar menatapnya. Kaget karena Bia yang tiba-tiba menangis.
" Maafkan aku Bi. Pasti aku telah menyakitimu kemarin. "
" Aku kira Mas udah gak sayang lagi sama aku. "
" Mana mungkin Bi. " kata Al sambil mengecup bibir Bia singkat.
" Mama benar,, " kata Bia sambil mengusap air matanya meskipun percuma.
" Apanya yang benar ? "
" Ini yang Mama takutkan kalo kita gak mempublikasikan pernikahan kita. Buktinya banyak karyawan kamu yang gak tahu kalo kamu sudah menikah lagi. Kedepannya pasti akan ada wanita-wanita lain seperti sekretarismu itu. "
Al terkekeh sejenak kemudian merengkuh Bia dalam pelukannya.
" Kok diketawain sih. Aku serius Mas. " protes Bia.
" Aku senang mendengarmu seperti ini. Aku senang melihatmu cemburu Bi. "
Bia mendorong tubuh Al hingga pelukannya terlepas.
" Senang,, senang,,, Mas mau anak kita kenapa-kenapa karena aku yang stres memikirkan perubahan kamu. Dan kemungkinan kamu yang udah gak sayang lagi smaa aku. " gerttuu Bia kesal.
Al kembali tertawa sambil merengkuh Bia dalam pelukannya.
" Ini pertama kalinya kamu cemburu padaku Bi. Tentu saja aku senang melihatnya. "
Bia terdiam mendengar sindiran Al. Karena memang selama ini lebih banyak Al yang selalu mengatakan cinta.
" Aku mencintaimu Mas. Jangan bersikap dingin lagi padaku. Hatiku sakit. " ujar Bia.
Al memeluk Bia senang.
" Aku bahagia mendengarnya Bi. Aku benar-benar minta maaf atas sikapku kemarin. " ucapnya tulus.
" Ehhmmm,, ini anak terakhir ya. Aku gak mau hamil lagi. Nanti aku minta Tante Gita disterilkan aja ya. "
" Gak !! " seru Al kesal bahkan sampai melepaskan pelukan Bia.
" Tapi,, kita kan udah punya anak-anak Mas. "
" Gak. Aku mau punya banyak anak. "
" Enak aja. Pokoknya ini hamil terakhir ya. "
" Gak !! Banyak anak banyak rejeki Bi. "
" Kehamilan yang sekarang aja belum pernah diperiksakan Mas. Belum pernah di USG juga. Hanya diperiksa Tante Gita dan juga dokter Sandra. "
" Aaahh iya benar. Nanti malam kita periksakan ke dokter. Gimana ? "
" Benar ? Oke. " sahut Bia senang.
" Jangan pernah berfikir untuk sterilisasi Bi. Kamu sudah menunggu waktu lama untuk bisa hamil. Dan saat sekrang kandunganmu sudah baik-baik saja. Kamu mau menolak rejeki yang sudah diberikan Allah ?" tegur Al.
Bia tertunduk dalam. Menyadari kesalahannya. langsung beristighfar dalam hati.
" Terima kasih sudah diingatkan Mas. " kata Bia sembari memeluk Al.
" Kita hanya menjalani TakdirNya saja Bi. Jangan sampai kita kufur nikmat. "
__ADS_1
Bia tersenyum haru pada teguran Al.