
" Sayang,, sempatkanlah bicara dari hati ke hati dengan Clara. " kataa Ghazzy saat keduaanya selesai melakukan sholat malam.
" Maksud Mas ? "
" Semaalam tanpa sengaja, Mas dengar dia curhat pada Kia. Sudah hampir satu tahun ini Al tidak pernah menyentuhnya. Bahkan Al tidur di ruang kerjanya. Mereka bertemu hanya saat sarapan. "
" Astaghfirullahaladhim. "
" Kita sama-saama tahu alasan Al melakukannya. "
Bia menunduk , sedikit merasakan cemburu Ghazzy saat ini.
" Aku tahu Al pasti sudah mencintaimu sejak dia meminta kita melakukan tes DNA sayang. Tapi aku gak sadar kalo perasaannya sebesar itu hingga mendholimi istrinya sendiri. "
" Maafkan aku Mas. "
" Kenapa minta maaf ? Kamu gak salah sayang. Kita semua gak salah. Siapa yang bisa merencanakan kepada siapa kita akan merasakan cinta itu. "
" Lalu aku harus gimana Mas ? Apa yang akan aku bicarakan naanti ? "
" Biar saja pembicaaraan itu mengalir saayang. Gak usah direncanakan. Al sudah keterlaaluan menyiksa batin Clara. Dia bukan hanya tidak pernah meemberikan nafkah batin padanya tapi setiap kali melakukan sentuhan fisik, pasti Al akan menyebut namaamu sayang. Bahkan saat mereka telah melakukan hubungan suaami istri. "
" Apa ?! Pasti sangat menyakiti Kak Clara Mas. "
" Tentu saja. Karena itu, bicaaralah padanya. Bagaimanapun, sedikit banyak kita bersalah pada rumah tangga mereka. Kita bantu sedikit demi sedikit. Nanti, kalo Al datang pas pernikahan Kia. Aku akan menyempatkan ngobrol dengannya. "
Bia mengangguk mengerti. Ghazzy mengusap kepala Bia yang masih memakai mukena.
" Ayah,, Bunda,,, " panggil Fawwaz sembari membuka pintu yang menghubungkan kamar si kembar dengan kamar mereka.
" Assalamualaikum anak-anak Bunda. " sapa Bia sembari merentangkan kedua tangannya.
Si kembar langsung berlarian ke pelukan Bundanya.
" Waalaikumsalam Bunda. " jawab keduanya.
" Mau mandi sekarang ? " tanya Bia.
" Aku dan dek Fawwaz bangunnya kesiangan ya Bun ? " tanay Faiz.
" Gak kok. Memangnya kenapa ? "
" Truss,, kok Bunda udah sholat shubuh ? " omel Faiz
" Ayaah kok gak bangunin kita ?!" tegur Fawwaz.
" Sayang,, kalian malah terlalu pagi bangunnyaa. Ini belum masuk waktu shubuh. " jawab Ghazzy.
" Lalu,, Ayah dan Bunda sholat apa ? " tanya Faiz sambil menegakkan badannya.
Ghazzy dan Bia hanya terkekeh.
" Sholat malam,, " jawab Ghazzy.
" Berarti ada sholat paagi juga Yah ? " celetuk Fawwaaz.
Bia tertawa sambil mengusap kepala anak-anaknya.
" Iya dong. Kalo sholat malam namanya sholat Tahajud. Kalo sholat pagi namanyaa sholat dhuha. "
Si kembar manggut-manggut seolah mengerti.
" Sekarang mandi dulu, terus bangunin Oma, Tante Kia dan juga Mama Ara. "
" Siaaaappp !!! " seru Fawwaaz sembari berdiri.
" Mas Faiz,, berdiri dong. Kaan Bunda jadi gak bisa berdiri. " ujar Bia.
" Ayahh,, mau gendong. "
" Mas Faiz kok manja sih. Katanya udah gedhe. Udah dipanggil Mas. " sindir Fawwazz.
Faiz lanngsung berdiri dan menghadap Fawwaz.
" Iya. Aku udah gedhe. Udah jadi Mas kok. "
" Ya udah ayo mandi sendiri aja Mas. " ajak Fawwaz sambil berlari ke kamar mandi.
" Dek Fawwaz tungguin !! " seru Faiz sambil mengejar Fawwaz.
Bia hendak melepaskan mukenanya tapi dicehah Ghazzy.
" Biar aku saja sayang. Kamu tolong siapin baju mereka. "
" Iya Mas. "
*****
__ADS_1
" Bik Amy mau kemana ? " tanya Bia saat melihat Amy bersiap-siap pergi dengan Wimpi.
" Mau ke supermarket Non. Apa mau nitip ? "
" Biar aku saja Bik. " jawab Bia.
" Mau kemana Bia ? " tanya Azalea.
" Ke supermarket, Ma. " jawab Bia.
" Sekalian Bia. Aku juga mau beli sabun. Tunggu aku ganti baaju dulu. " celetuk Clara yang dijawab Bia dnegan acungan jempol.
" Ma, aku nitip anak-anak ya. Mereka baru saja tidur dikamarnya. " pamit Bia.
" Kak Bia dan Kak Ara kan bisa nitip Bik Amy. " seru Zaskia.
Bia merapikan rambut Zaskia yang sedikit berantakan. Zaskia hanya cengar cengir.
" Kamu lebih tahu, kalo aku dan Kak Clara harus bicara. " bisik Bia pelan.
Zaskia menatap Bia serius. Hingga Bia mengerlingkan sebelah matanya baru Zaskia tersadar.
" Bantu Kak Araa Kaak. "
" Inshaallah. "
" Bia sudah siap ? " tanya Clara.
" Waaahh cantiknya. Bisa-bisa dikirain masih anak sekolah ini. " puji Bia saat Clara keluar dengan gamis dan jilbab sewaarna yang casual.
" Ahh,, Bia,, lebay ah. Ayo. " ajaknya.
Clara tersenyum keki saat dia melupakan rutinitas keluarga itu untuk salim terlebih dulu. Bia tersenyum geli.
" Assalamualaikum Ma. "
" Waalaikumsalam. Hati-hati. "
" Siaapp !! " seru Bia dan Clara berbarengan.
" Mereka kayak saudara ya Ma. Padahal Kak Ara baru bisa bener-bener ngobrol pas beberapa hari ini aja. "
" Bia, selalu bisa menempatkan dirinya. Dia selalu bisa membuat orang sekelilingnya nyaman."
" Iya Ma. "
*****
" Inshallah sudah semua. Kak Clara sudah menemukan apa yang Kak Clara cari ? "
" Sudah Bi. "
" Kalo gitu kita bayar sekarang. "
Clara mengaagguk.
" Kak Randy, kita mampir ke taman kota ssebentar. "
" Iya Non Bia. "
" Ada yang mau kamu beli Bi ? "
" Gak sih Kaak. Cumaan pengeen sante aja. Kan jarang-jarang kita bisa pergi berdua. "
" Aah iya, iya bener. "
" Disini Non ? "
" Iya Kak. Kak Randy dan Kak Wimpi. Kalo mau putar-putar atau ke cafe silahkan."
" Beres Non. "
Clara dan Bia keluar dari mobil dan duduk dibangku taman. Mereka haanya ngobrol santai hingga Clara teringat Al yang sangat mencintai Bia.
" Pantas saja Al sangat mencintaimu Bia. bicara denganmu terasa saangt nyaman. "
Bia kaget mendengarnya.
" Astaghfirullah. Kenapa Kak Clara bisa berfikir seperti itu ? "
" Ayolah Bia. Aku tahu Al juga sempat mengungkapkaannya padaamu dulu. "
Tnagis Clara pecah. Terasa sangat menyesakkan daadanya. Bia menggenggam kedua tangan Clara. Kemudian memeluk Clara yang masih belum bisa berhenti menangis. Untung saja tmaan daalam keadaan sepi.
Bia membantu mengusap air mata Clara dengan tisu yang diambilnya dari tasnya saat dia melerai pelukannya.
__ADS_1
" Kalo yang Kak Clara maksudkan saat Mas Al dulu berenang dengan Om Leon. Aku minta maaf Kak. Sangat minta maaf sekali. Karena aku akui, waktu itu memang aku ingin sekali Mas Al mengusap perutkku. "
" Bia,, bukan itu yang aku maksudkan. Aku tahu kalo kamu seeperti itu memang karena bawaan hamil, Bi. Tapi, perasaan Al Bia. "
" Kak, perasaan itu di awali dari satu kesalahan Kak. Aku memang merasakan rasa cinta Mas Al waktu itu. Tapi ini salah Kak. "
" Bukan hanya waktu itu Bia. Aku yakin sampai detikk ini pun Al juga masih mencintai kamu Bia. Dimatanya hanya ada kamu. "
" Kak Clar tahu ? Mas Al bahkan selalu menyalahkan aku karena terikat pernikahan kontrak denganku. Apalagi saat tahu Kak Clara telah dilamar oleh sahabat Kak Clara. Dia semakin marah padaku Kak. Bahkan ssampai melakukan kekerasan fisik padaku. Yang ada dimata Mas Al, setiap kali melihat ke arah Kak Clara dulu. Selalu ada binar dimatanya Kak. Binar cinta yang ingin memiliki Kak Clara. "
" Itu dulu Bi. Sekarang dimaata Al hanya ada kamu. "
" Bawa kembali binar itu Kak. Itu hak Kak Clara seutuhnya, kewajiban Kak Clara untuk mempertahankan rumah tangga Kak Clara. Kalo kemaarin, Mama, Kia dan Om Leon berusaha untuk menutupi hasil tes DNA Mas Al untuk mempertahankan rumah tangga Kak Clara. Sekarang giliran Kak Clara yang harus berjuang. Bawa binar itu kembali Kak. "
" Apa aku bisa Bi ? Sedangkan Al sengaja merentaangkan jarak padaku. Dia terbiasa menyebut namamu disetiap malamnya Bia. "
"Anggap saja Mas Al sedang terobsesi Kak. Mas Al hanya ingin bertanggung jawab pada rasa sakit yang aku alami sewaktu pernikaahan kontrak dulu. Mas Al pasti akan menyadarinya Kak. "
" Aku gak bisa menjadi bayang-bayang kamu Bia. Aku gak bisa sesholehah kamu. Aku bukan siapaa-siapa. "
" Belum, Kak, belum beerarti tidak bisa kan Kak. Masih ada banyak waktu Kak. Rumah tangga adalah ibadag terpanjang Kak. "
" Aku harus bagaimana Bia ? Aku sama sekali buta tentang agama. Orang tuaku gak pernah mengajariku tentaang ibaadah. Dirumahpun aku gak pernah melihat Al melakukannya. "
" Belajar Kak. Maafkan aku, bukannya bermaksud untuk menggurui Kak Clara. Hanya itu yang bisa aku katakan. Belajar Kak. "
Clara terdiam lama sembari menatap lekat mata Bia. Aada kesungguhan dan harapan besar disana.
" Tolong aku Bia. Ajarri aku menjadi sepertimu. "
" Bukan sepeertiku Kak. Temukaan diri Kak Clara disini. " jawaab Bia sambil meletakkan tangan Clara didadaanya.
" Yakinkanlah disini. Bangkitkan Iman disini. Niatkan hijrah dari sini Kak. Inshallah nanti Kak Clara akan menemukan jawaban itu. "
Clara menunduk. Kemudian menghela nafas panjang.
" I'll try my best Bia. "
" Bukan seperti itu Kak. Tapi, awalilah dengan Bismillahirrahmanirrahim. "
Air mata Clara kembali menetes.
" Bismillahirrahmanirrahim. Aku ingin menyelamatkan rumah tanggaku Ya Allah. Aku ingin suamiku kembali mencintaiku. "
Bia tersenyum dibalik tangis harunnya.
" Kita sholat dulu Kak. "
" Kan belum waktunya dhuhur Bi. "
" Sholat dhuha Kak. Minta Allah mempermudah jalan Kak Clara mengembalikan cinta Mas Al. "
" Ajari aku Bia. "
" Inshallah. Kita sama-sama belajar ya Kak. "
Clara mengangguk.
" Kita sholat dimasjid itu ? " tanya Clara sembari menunjuk sebuah masjid yang tak jauh dari mereka.
Bia mengangguk sambil menghapus air matanya.
" Akan lebih baik kalo Kak Clara, menyempatkan menemui orang tua Kak Clara. "
" Untuk apa ? Menceritakan rumah tanggaku ? Bisa-bisa Papa menyuruhku bercerai Bia. "
" Bukan,, bukan,, Kak. "
" Lalu ? "
" Meminta maaf dan memaafkan. "
" Untuk kesalahan ? "
" Memaafkan orang tua Kak Clara yang tidak pernah memberikan wawasan agama pada Kak Clara. Dan meminta maaf pada orang tua Kak Clara atas kesalahan yang orang tua Kak Cllara ketahui dan yang tidak mereka ketahui. Dan juga untuk ketidak jujuran Kak Clara atas masalah rumah tangga Kak Clara yang inshallah untuk kebaikan mereka dan juga kebaikan rumah tangga Kak Clara sendiri. Agar kedepannya, di dalam hati Kak Claraa tidak laagi menyimpan kemaraahan untuk mereka dan tidak membawa beban karena membohongi orang tua Kak Clara. "
Penjelasan Bia kembali menampar hati Clara untuk yang kesekian kalinya. Selama ini, Clara hanya minta maaf saat idul fitri saja. Tidak pernah sedalam apa yang diucapkan Bia.
" Bisakah kita sholat dirumahku saja Bia ? "
" Maksud Kak Clara ? "
" Rumahku dekat dari sini Bia. Mendengar penjelasanmu, aku ingin menemui ornag tuaku. "
" Kita sholat di masjid itu saja Kak. Setelah itu kita kerumah Kak Clara. Agar Kak Clara lebih tennag saat bertemu orang tua Kak Clara. Tidak dalam keadaan sembab seperti ini. "
Clara mengangguk membenarkannya. Kemudian menggandeng lengan Bia beranjak ke masjid.
__ADS_1