Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 139


__ADS_3

Wimpi menghela nafas lega dan langsung berdiri saat Al datang bersama Reiga. Dia celingukan mencari Bia dibelakang Al.


" Tuan Al,, dimana Non Bia ? " tanya Wimpi panik.


Al mengurungkan niatnya untuk masuk ke kantornya sejenak. Dia menatap Wimpi bingung.


" Bia,, ? Kenapa bertanya padaku ? Bukannya dia ada dikantor bersamamu ? " seru Al panik dan langsung membuka pintu kantornya.


Kosong.


Al mendekat ke arah Wimpi yang terlihat gelisah.


" Kemana Bia ? Kenapa kamu gak mengikutinya ?! " seru Al ikut gelisah.


" Tadi Non Bia pamit untuk memberikan berkas meeting Tuan Al yang ketinggalan. Katanya Tuan Al menelpon, dan sudah menyuruh supir perusahaan menjemput Non Bia. " jelas Wimpi.


" Apa ?! Aku tidak menelpon Bia. Meeting hari ini bahkan di cancel. Reiga. Mana ponselku !! " bentak Al panik.


Reiga tergagap tiba-tiba. Dan itu makin menambah kegelisahan Wimpi.


* Sepertinya Reiga baru sadar dari hipnotis. * batin Wimpi menatap Reiga.


" Reiga cepat ! Mana ponselku ?! "


" Iya bos. " jawab Reiga cepat.


Reiga mengeluarkan seluruh isi tasnya saat tidak menemukan ponsel Al disana.


" Apa yang kamu lakukan ? Mana ponselku ?! " bentak Al lagi.


" Aku yakin tadi memasukkannya ke dalam tas. Bos. Tapi kenapa sekarnag tidak ada. " jawab Reiga sembari masih mengotak atik tasnya.


Wimpi mendnegus kesal. Begitupun dnegan Al.


" Cari sampai ketemu ! " seru Al marah.


Tangannya mengusap pelipisnya yang terasa berdenyut karena tiba-tiba emosi.


" Ckkk,, bodoh kau Wimpi ! " geram Wimpi tertahan.


Al menoleh dan melihat Wimpi yang tengah mengotak atik ponselnya.


" Permisi Tuan. Saya akan menyusul Non Bia. " pamit Wimpi panik.


" Kamu tahu di mana Bia ? "


" Aku sudah memasang GPS di ponsel Non Bia Tuan. " jawab Wimpi.


Ada senyum dan nafas lega dari Al.


" Reiga,, cepat antarkan kami. " seru Al cepat.


Reiga mengangguk. Dan segera menjajari langkah Al dan Wimpi dengan bingung. Bagaimana bisa aku seteledor ini menghilangkan ponsel Bos Al . Pikirnya.


*****


" Alex,, Bisakah sekalian mengantarkan aku ke hotel X ? " tanya Mark saat melihat Alex sudah rapi.


" Apa mansion ini tidak cukup nyaman untuk Om dan Tante ? Sampai harus tinggal di hotel atau rumah Al ?" keluh Alex.


" Kamu tahu maksudku Alex." jawab Mark.


Alex tertawa.


" Aku pikir Om akan berlibur disini. Ternyata untuk melakukan sidak ke hotel Om. " sindir Alex.


" Sudah hampir dua tahun aku tidak pernah mengeceknya. Sepertinya sudah waktunya aku menyelesaikan urusanku. Bukan begitu honey. " kata Mark sambil mengerlingkan matanya pada Naya.


" Ckkk,, bisa-bisanya kalian menunjukkan kemesraan kalian didepanku. " uajr Alex ketus.


Mark dan Naya tertawa mendengarnya.


" Bukannya kamu yang mengajarkan aku kemarin saat dirumah Al. " sindir Mark.

__ADS_1


Kali ini giliran Alex yang tertawa.


" Kalo melihat gelagat Om dan Tante. Sepertinya ingin menyerahkan kepemilikan hotel X pada Bia kan. " tebak Alex.


" Hahahah,,, kamu memang hebat Lex. Speeti yang kamu duga. " sindir Mark.


" Heemmm,, baiklah. Aku akan membantu sebisanya untuk mempermudah prosesnya nanti. Aku harap bisa membuat Om dan Tante bahagia. " jawab Alex.


" Kami akan bahagia. Kalo sudah melihatmu menikah Lex. " jawab Naya.


" Apa itu berarti Tante akan membujuk Bia untuk menikah denganku ? " goda Alex.


Naya memukul lengan Alex kesal.


" Jangan macam-macam Alex. Aku akan marah kalo kamu sampai membuat Bia bercerai dengan Al. Aku yakin kalo Clara masih hidup dia juga akan marah padamu. " seru Naya marah.


Alex tertawa dan memeluk Naya untuk menghiburnya. Sngat terlihat Naya sudah menyayangi Bia.


" Maafkan aku Tante. Hatiku akan sakit kalo Tnate sampai marah padaku. " ujar Alex sembari emncium kening Naya.


" Terima kasih Alex. " uajr Naya sambil mengusap wajah Alex.


" Aku pergi dulu honey. " pamit Mark.


Naya mengangguk smabil tersenyum lalu emncium telapak tnagan Mark takzim. Hal pertama yang dilihat Alex seumur hidupnya. Dia hanya menatapnya heran.


" Ada apa denga ekpresimu itu Lex. " kata Mark menyadarkan lamunannya.


" Sejak kapan wanita yang mencium tangan laki-laki ?" tnaya Alex heran.


" Bukan sebagai wanita Lex. Tapi sebagai istri. "


Alex terdiam, yah,, dia pernah melihat Bia melakukannya pada Al dari jauh dulu.


" Aku juga pernah melihat Bia melakukannya pada Al. Untuk apa ? Kalo mereka berdua aku yakin karena mereka sebucin itu. Tapi Om, Tante ? "


" Kamu pikir kami gak pantas menjadi bucin ? " ejek Mark.


" Bukan begitu maksudku Om. " ralat Alex cepat.


" Tapi Om kan katolik." celetuk Alex.


" Aku sudah menjadi muallaf sejak Bia ke Singapura Alex. " jawab mark.


" Heeemmm,,, karena Bia lagi ? Speetinya aku bisa jatuh cinta beneran pada Bia. " celetuknya.


Naya kembali memukul lengan Alex kesal.


" Aku bercanda Tante. Baiklah. Kami pergi dulu. " pamit Alex.


Naya mengangguk.


" Hati-hati Alex. Honey. "


" Sure honey. Assalamualaikum. " ucap Mark.


*****


Alex menghentikan langkahnya saat melihat Ayden dan dua orang wanita. Bukan Ayden yang membuatnya kaget. Alex memang tahu kalo Ayden sednag menginap di hotel X yang sednag dikelolanya. Bahkan menawarkan fasilitas vvip agar Ayden semakin betah tinggal disana. Ada sedikit kemarahan karena Ayden telah mencampakkan Clara dulu. Dan Alex ingin membalasnya.


Bahkan detektif suruhan Alex sudah melaporkan semua kejahatan Ayden di Turki. Ayden membuka bisnis prostitusi online di Turki. Istrinya bahkan sudah dikorbankan menjadi salah satu pegawai bisnisnya. Bisnisnya tercium kepolisian, dan dia terancam hukuman pancung di Turki. Itu sebabnya dia sedang bersembunyi di Indonesia. Syukurlah dia dan Clara tidak jadi menikah. Entah apa yang akan terjadi pada Clara kalo sampai itu terjadi. Mungkin dia juga akan dikorbankan menjadi pegawai bisnis kotornya itu.


* Bia,, ?? Apa yang dilakukan Bia di hotel, dan bersama Ayden ?? * batin Alex.


Alex mendekat ke asistennya yang khusus untuk mengawasi hotel X.


" Awasi ketiga orang itu. Jangan biarkan mereka pergi. Kalo sampai laki-laki itu berani menyentuh wanita muslimah itu. Seret dia dan wanitanya ke markas. Beritahu aku apapun yang mereka lakukan. " geram Alex.


Asistennya hanya mengangguk dan langsung melakukan pekerjaannya.


" Ada apa Alex ? Apa ada masalah ? " tanya Mark heran.


" Eeehhhmm,,, sepertiny urusan kita akan sedikit tertunda Om. " jawab Alex.

__ADS_1


" Maksud kamu ? "


Alex menunjuk ke arah tiga orang yang di awasinya sedari tadi.


" Bia ?? Apa yang dilakukan Bia di hotel ? Dimana Al ? Kenapa Al atau Wimpi tidak ada bersmaanya ? " tnaya Mark beruntun karena khawatir.


Alex terkekeh mendengar pertanyaan Mark yang langsung panik.


" Siapa Wimpi ? " tanya Alex.


" Bodyguard Bia. Dia selalu sigap membantu dan menyelamatkan Bia. Bahkan Bia sudah menganggapnya seperti saudaranya. "


" Wanita yang selalu bersama Bia ? Wanita dengan rambut pendek setelinga, itu wanita yang Om maksud ? " tanya Alex saat teringat wanita yang sellau bersmaa Bia.


" Iya. Dia Wimpi. "


" Apa Om punya nomor telponnya ? Aku akan mengabarinya. "


" Ya. Ini nomornya. "


Alex menyimpan nomor yang diperlihatkan Mark diponselnya.


" Alex. Laki-laki itu akan membawa Bia kemana ? " tanya Mark khawatir.


Alis Alex berkerut. Apa Om lupa pada Ayden ? Pikirnya.


" Om lupa siapa laki-laki itu ? "


Mark melihat laki-laki itu dan Alex bergantian. Dan menggelengkan kepalanya karena tidak merasa mengenal laki-laki itu.


" Om Mark,, laki-laki itu Ayden. Sahabat Clara yang juga sudah membatalkan pertunangan Clara. "


Rahang Mark mengeras, wajahnya bahkan terlihat memerah memendam emosinya.


" Ayo kita ikuti mereka. Aku gak mau dia menyakiti Bia. " seru Mark.


" Om tnenag sjaa. Aku sudah menyuruh beberapa bodyguard hotel utnuk mengawasi gerak gerik mereka. Jangan sampai kepanikan Om membuat Om menjadi gegabah dan membahayakan Bia. "


" Membahayakan bagaimana ? "


" Ayden seorang DPO Om. "


" Apa ? Kejahatan apa ? "


" Membuka bisnis prostitusi online. Dia bahkan menjual istrinya juga. Keluarga istrinya tidak terima dan melaporkannya ke kepolisian Turki. Karena itu dia bersembunyi di hotel kita. Aku sengaaja memberikan fasilitas VVIP agar dia betah dan tidak melarikan diri lagi. Aku juga sudah menghubungi temanku yang bekerja di kepolisian Turki. Mereka sedang menuju ke Indonesia. Mungkin sekarang sedang dalam perjalanan. " jelas Alex sambil mempersilahkan Mark untuk duduk di loby hotel.


Sengaja tidak masuk ke hotel agar bisa segera bertindak kalo ada laporan dari asistennya.


" Alhamdulillah. Semoga semuanya cepat selesai. Aku tidak bisa membayangkan nasib Clara kalo dulu jadi menikah dengan Ayden. "


" Iya Om. " jawab Alex kagum.


******


" Apa ini yang namanya Bia ? Apa dia masih belum sadar ? " tanya Ayden saat berada di basement parkiran. Sesil hanya mengangguk sambil tersenyum smirk.


Menunggu mobil yang akan membawanya ke salah satu langganan bisnis prostitusinya dulu. Mumpung sekarng ada di Indonesia. Tapi Ayden yang kebingungan mencari wanita untuk menemani langgannanya itu.


Sesil sednag tidak enak badan. Meskipun dia sedang memakai lipstik, tapi tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang sednag pucat. Lalu Sesil mengusulkan pada Ayden untuk membawa Bia pergi dari sisi Al. Setidaknya bisa membalas rasa sakit hati karena Al telah berselingkuh dari Clara. Tentu saja usul itu disambut baik oleh Ayden. Dia berfikir Al masih dalam kuasa Sesil.


" Kalo dibandingkan dengan Clara, wanita ini tidak ada apa-apanya. Kenapa Al sampai berselingkuh dengan dia ? " kata Ayden sembari memutari Bia.


Lalu berhenti didepan Bia. Mengusap wajah Bia dan mengusap bibir Bia.


" Sebenarnya aku ingin sekali mencicipimu. Aku penasaran kenapa Al bisa selingkuh denganmu. Aku harap kamu bisa memuaskan pelangganku. " gumamnya sambil tertawa.


******


Alex memperlihatkan video yang dikirm asistennya pada Mark. Dan tersenyum lucu saat melihat ekpresi Mark penuh kemarahan. Wajahnya sudah semerah tadi.


" Kita kesana sekarang Alex. Aku akan mematahkan tangan laki-laki yang berani-beraninya menyentuh anakku yang bukan muhrimnya. " bentak Mark sembari berdiri.


Alex terpaku ditempatnya berdiri. Merasakan merinding yang luar biasa mendengar kalimat Mark barusan.

__ADS_1


* Aku akan menanyakan maksud Om Mark nanti. Aku juga ingin lihat semarah apa Al dan bodyguardnya sekarnag ini. Aku juga akan mengirim video ini ke bodyguard Bia. * batin Alex.


Video itu terkirim di ponsel Al dan Wimpi. Alex dengan snegaja menyebutkan namanya saat mengirim video itu ke nomor Wimpi.


__ADS_2