
" Kamu yakin dengan keputusanmu Lea ? " tanya Leon saat mereka pulang dari makan malam dengan keluarga Clara.
Orang tua Clara setuju dengan keputusan Azalea untuk melangsungkan pernikahan mereka satu minggu lagi. Semua persiapan pernikahan diatur oleh keluarga Clara. Dan Azalea memang sangat setuju. Apalagi Zaskia masih terlihat antipati terhadap Al.
" Semoga ini yang terbaik. Bagaimana pun ini keinginan Al selama ini. "
" Tapi itu sebelum dia menikah dengan Bia. "
" Ma,, Kak Bia jadi tinggal dirumahnya sendiri dua minggu ke depan ? " tanya Zaskia.
" Iya Ki. Bia tidak mau bertemu dengan Al. Apalagi sampai Al mengungkit masalah tes DNA lagi. " jawab Azalea.
Ketiganya tidak langsung ke kamar masing-masing. Tapi duduk di balkon lantai atas.
" Dokter Gita bilang, waktu itu memang masa subur Bia Lea. Sedikit banyak aku juga berfikir seperti yang Al pikirkan. " kata Leon.
Zaskia terdiam menyimak obrolan orang dewasa didepannya. Dia memang muak dengan kelakuan Kakaknya. Tapi disudut hatinya, dia berharap anak itu memang anak Al. karena itu beberapa hari ini Zaskia susah tidur. Mencoba menempatkan dirinya diposisi Al, Bia dan juga Ghazzy.
" Melihat Al yang juga mencemaskan kehamilan Bia. Aku juga sempat berfikiran hal yang sama Leon. Tapi, kita tidak bisa egois. Bagaimanapun Gahzzy dan Bia sangat menunggu lama kehamilan ini. "
" Yang terpenting tidak membiarkan Kak Al bertemu dengan Kak Bia. " tegas Zaskia.
" Yang Mama takutkan, kalau anak itu memang anak Al Kia. Bagaimana rumah tangga Al dan Clara nanti ? Belum nanti keadaan psikis Bia. Aku yakin Bia pasti sedih melihat kekecewaan Ghazzy. "
" Karena itu,, jangan sampai Kak Al bertemu dnegan Kak Bia. Hanya itu satu-satunya cara agar rumah tangga Kak Al baik-baik saja nanti. "
" Maksud kamu merahasiakan hasil tes DNA anak Bia nanti ? Meskipun itu adalah anak Al sekalipun ?! " tebak Leon.
Zaskia menunduk.
" Kalo itu memang jalan yang terbaik untuk rumah tangga Kak Al dan juga Kak Bia. " jawab Zaskia.
Azalea dan Leon menghela nafas panjang. Jawaban Zaskia memang dirasa jalan terbaik untuk menyelamatkan rumah tangga Al dan juga Bia.
****
Pernikahan Al dan Clara berlangsung sangat meriah. Resepsi pernikahan bahkan di adakan di hall hotel berbintang.
Azalea memberikan hadiah voucher menginap di hotel berbintang lima untuk Al dan Clara. Di kamar vvip. Leon, Azalea dan Zaskia juga ikut menginap dihotel tersebut.
Al terbangun saat jam menunjukkan angka lima. Padahal dia dan Clara baru tidur jam dua pagi. Clara sangat bisa membuat hasrat Al meninggi. Dia seolah tahu dimana letak titik sensitif tubuh Al. Hingga Al merasakan nikmat. Tapi sayangnya kenikmatan Al terganggu karena Al selalu melihat wajah Bia setiap kali membuka matanya untuk menatap Clara yang sedang bergairah.
Al berendam di bathtub. Memikirkan kenapa selalu ada wajah Bia setiap kali dia melihat Clara.
__ADS_1
* Apa aku sudah sangat mencintainya ? Apa benar sudah mengalahkan rasa cintaku pada Clara ? *
Al memejamkan matanya. Dia teringat malam panaasnya bersama dengan Bia meskipun tanpa respon oleh Bia.
* Aaahh Bia. Hanya memikirkannya saja aku sudah sangat ingin menciummu. Mencumbu tubuhmu. *
tangan Al terkepal dan memukul permukaan air di bathtub dnegan keras hingga airnya tumpah.
" Aku sudah seperti orang gila merindukanmu. Tapi tak satupun yang mempercayai perasaanku. " gumamnya lirih.
****
Zaskia tersnyum smirk saat melihat Al yang pulang kerumahnya celingukan seperti mencari seseorang.
" Kak Al cari Kak Bia. Kak Ghazzy mengajak Kak Bia bulan madu ke Malang. " bisik Zaskia pelan dan melewati Al yang mencengkram air mineral ditangannya dengan kesal.
Entah kenapa hatinya panas mendengar jawaban dari Zaskia. Al melemparkan sebotol air mineral itu ke arah dinding dapur dengan marah. Lalu menghentakkan kakinya menuju kamarnya. Sekilas melihat kamar tamu yang selama ini di tempati Bia dan Ghazzy. Ingin sekali dia masuk ke kamar itu. Hanya ingin merasakan kehadiran Bia disana.
" Kuncinya ada di Bik Amy. Kan Kak Bia sudab tiga hari honeymoon ke Malangnya. Satu minggu lagi baru pulang. " kata Zaskia lalu masuk ke kamarnya.
Zaskia tertawa puas melihat Al cemburu dwngan kata-katanya.
" Siapa suruh Kak Al menjadi bodoh melepaskan istri sebaik Kak Bia. " gumamnya.
Al semakin marah lalu masuk kamar. Disana melihat Clara yang baru saja selesai mandi hanya emnggunakan handuk. Dia mendekati Clara dan menarik handuknya. Melemparkan tubuh Clara diatas ranjang dan langsung menyergapanya. Mencumbuinya.
" Iya. Lakukanlah. "
Al tidak perduli meskipun saat ini yang terlihat dimatanya adalah Bia. Dia semakin meluapkan perasaan rindunya selama ini. Dia semakin bernafsu.
" Terima kasih Bi. " ucap Al tanpa sadar saat dia sudah mencapai *******.
Clara tersentak. Langsung terbanngun dan duduk di depan Al.
Plakkk !!!
Tangan Clara terulur menampar Al.
" Apa yang kamu lakukan Clara ?! " seru Al tidak terima sembari ikut duduk.
Clara menangis.
" Kamu bisa-bisanya menyebut nama wanita itu saat kamu sedang bersamaku Al. Kamu gak pikirkan perasaanku ?!! Aku istrimu Al !!"
__ADS_1
Al terpaaku, teringat dia yang telah mengucapkan terima kasih pada Bia tadi.
* Sialan ! Apa yang telah kulakukan ?! Ini semua gara-gara Kia ! * batinnya
" Maafkan aku Clara. Sungguh,, maafkan aku. " pinta Al sembari menarik Clra dalam pelukannya. Mengusap punggungnya dan menciumi puncak rambutnya.
" Maafkan aku Clara. Tolong jangan menangis lagi. Aku janji itu tidak akan terulang lagi. Aku minta maaf. "
Clara mendongak.
" Rumah ini,, kota ini,, terlalu banyak yang mengingatkanmu pada dia. Aku gak mau berada disini lagi, ayo kita sgera pergi ke Kalimamtan. "
" Tapi kita baru saja sampai Clara. "
" Aku mau besok kita berangkat Al. Aku takut kamu semakin terobsesi pada kenanganmu dan Bia. Hatiku sakit Al. Aku mohon. "
" Lusa. Tolong mengertilah. Aku harus menanda tangani beberapa berkas mutasiku. Lagipula kita harus berpamitan pada Mama dan juga orang tuamu"
" Baiklah. Tapi, berjanjilah satu hal Al. "
" Apa itu ? "
" Jangan temui Bia lagi. Meskipun anak itu anak kamu nantinya. "
" Tidak,, tidak,, aku tidak bisa. Tolong jangan membuatku berjanji satu hal itu. Kalau memang benar anak itu anakku. tentu saja aku akan bertnaggung jawab Clara. "
" Bertanggung jawab ?? Dengan cara apa ? Menikahinya ? Pernikahan kita bahkan masih seumur jagung, dan kamu berniat ingin berpoligami Al ? "
" Bukan,, bukan seperti itu maksudku,, aku,, "
" Lalu bagaimana ? Dengan mengambil anak itu saat lahir nanti ? Kamu pikir Bia akan membiarkannya ? "
Keduanya terdiam dengan pkkiran masing-masing.
" Kalo kamu memcintaiku. Tolong berjanjilah Al. "
" Maafkan aku Clara. Aku bisa menjanjikanmu lainnya, tapi tidak dengan itu. " tegas Al.
" Kamu tega Al. "
" Tolong jangan bahas itu lagi. Akku mohon. " pinta Al memelas.
Clara merebahkan tubuhnya membelakangi Al. Bahunya gemetar pertanda masih menangis. Al menyelimuti tubuh Clara yang masih polos kemudian ikut merebahkan tubuhnya disamping Clara. Memeluknya dari belakang.
__ADS_1
" Aku minta maaf Clara. " pintanya.
Clara tidak mau merespon lagi. Dia mencoba tidur lebih awal. Tidak mau berdebat dwngan Al lagi.