
Makanan yang dibawa Tian ternyata masih snagat banyak. Leon bahkan ikut makan sore bersama mereka di ruangan VVIP itu. Dan masih tersisa satu porsi makanan.
" Harusnya itu untuk Kia. " kata Azalea sedih.
" Kan Mama udah mewakilinya makan. Kia pasti senang. " jawab Bia.
" Kalo memang gak ada yang mau. Porsi ini aku simpan ya. Buat makan nanti malam. Biar aku bisa fokus mempelajari kasus Kia. "
" Ishhh,, dasar kamu ini Leon. Malu-maluin. "
" Tidak apa-apa kan Bu Adiba. "
" Silahkan dokter Leon. "
" Tuhh kan. Terima kasih. Aku akan ke ruanganku. Nanti malam aku visit lagi. Bia,, jangan lupa istirahat. "
" Siaap dokter. "
" Bu Lea. Apa aku boleh menjenguk Kia ? "
" Tentu saja Tian. "
" Sholat dulu Tian. Kita berjamaah. " kata Adiba mengingatkan.
Karena saat itu memang sudah masuk waktu maghrib.
" Kita berjamaah dikamar Kia, gimana Ma ? " usul Bia.
" Boleh. Ayo gantian wudhunya. "
****
Tian masih berada di kamar Zaskia saat Bia terbangun disepertiga malam. Azalea dan Adiba sudah tertidur di sofa ruang VVIP.
" Istirahatlah Tian. "
" Kamu bangun Bia ? "
" Maafkan Al Tian. "
" Maaf untuk apa ?"
" Aku yakin sedikit banyak kepindahaanmu karena Al."
" Tidak ada yang perlu dimaafkan Bia. Kontraknya memang sudah habis. Ibu pun juga sudah tidak menjadi guru privat lagi. Ibu ingin kembali ke Kalimantan. Sebenarnya aku berat meninggalkan kota ini. Apalagi, aku belum sempat mengutarakan perasaanku pada Kia. "
Bia menunduk, entah itu hanya alasan Tiian atau memang karena Al. Tapi, kepindahan Tian mungkin akan sangat berdampak pada kesembuhan Zaskia.
" Kalo,, kamu istri Tuan Al. Lalu,, wanita yang bersama Tuan Al,,, "
Kalimat Tian menggantung. Tak enak hati mengatakan pada Bia.
" Wanita itu, wanita yang dicintai Al. "
" Kenapa mereka masih berhubungan ? Apa kamu baik-baik saja ? "
" Pernikahanku dengan Al hanya pernikahan kontrak Tian. Untuk melaksanakan nadzar Mama. Aku pun juga sudah menikah. "
" Apa ? Lalu suami kamu ? "
" Tidak adaa satupun yaang rela untuk di duakan. Laki-laki ataupun wanita. Meskipun aku tahu, Mas Ghazzy, suamiku juga mengikhlaskan pernikahan ini. Semua ini memang berdasarkan kemanusiaan Tian. Andaikata tidak adaa pernikahan ini, aku ikhlas menjadi pendonor untuk Kia. "
" Lalu ,, kenapa ? "
" Al terlalu arogan untuk meminta. Sisi pengusahanya selalu berpikir. Ada uang ada barang. Ketulusan bagi orang-orang kaya seperti mereka gak ada artinya. Kamu tahu maksudku. "
" Iya. Aku mengerti. "
" Yang membuatku sulit untuk berpisah hanya karena kasih sayang Kia dan Mama. "
__ADS_1
" Ya,, Kia memang berbeda dengan Tuan Al. Dia seorang yang adaptif. "
" Iya. Istirahatlah Tian. Aku akan kembali kekamarku."
" Istirahatlah. Semoga operasinya berjalan lancar. "
" Aamiin.. "
" Aku harap kamu sembuh Kia. Aku menyayangimu Kia. Berikan aku kesempatan untuk mengatakannya padamu Ki. " bisik Tian lirih.
*****
" Ma,,apa Mama tidak memberitahu Mas Al ? "
" Tidak perlu. Aku tahu Kia juga akan melakukan hal yang sama. "
" Kecewa tapi tidak marah itu lebih sulit Ma. "
" Surat perceraian kamu dan Al sudah Mama kirimkan ke kantor Al. Dan juga kerumah. Leon juga membantu mencarikan pengacara untukmu. "
" Terima kasih Ma. "
" Sesuai janji Kia. Aku dan Kia yang akan mengantarkan kamu ke Ghazzy. Kita akan ke Kalimantan setelah kesembuhan Kia. Aku akan mencarikan dokter terbaik disana. "
" Alhamdulillah. Sekarang, kita cukup fokus pada kesembuhan Kia ya Ma. Urusan Bia nanti dulu. "
" Terima kasih Bia. "
" Ma,, apa aku masih boleh memanggil Mama setelah Kia sembuh ? "
" Tentu saja Bia. Kamu anakku. Sama seperti Kia. Bahkan darahmu juga akan mengalir di tubuh Kia nantinya. "
" Aku senang mendnegarnya. "
" Bia,, apa sudah siap ? "
" Sudah dokter Leon. "
" Sudah Ma. Semalam aku sudah menelponnya. "
" Baguslah. Aku menyerahkaannya padamu Leon. "
" Berdoalah Lea. Bantu aku dengan doa. "
Leon memeluk Lea sejenak. Meskipun dia dokter yang selama ini merawat Zaskia. Tapi disisi laim, dia juga seorang Paman yang tenag mengkhawatirkan keponakannya.
" Al tidak datang ? "
" Biarlah. "
" Aku akan membawa Bia ke ruang operasi. "
*****
" Mama !! " seru Al saat masuk ke ruangan Zaskia.
Untung saja saat itu Tian sedang berada di depan ruang operasi. Ibunya juga pulang untuk memasakkan sesuatu untuk Azalea. Hingga diruangan itu hanya ada Azalea.
" Kenapa Mama tidak memberi tahu Al kalo Kia akan di operasi hari ini ? "
" Apa perdulimu ? "
" Ma,, aku tahu aku salah Ma. Tapi Kia adikku. Dan,, apa ini ? Surat gugatan cerai ? Bia gak mungkin menggugat Al. "
" Kenapa ? Sudah sepantasnya dia melakukan itu. Istri mana yang rela melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain. "
" Ma,, aku khilaf Ma. "
" Pergilah Al. Aku sudah muak melihatmu. Aku kecewa padamu. "
__ADS_1
" Aku tidak akan menanda tanganinya. "
" Terserah kamu. Toh satu bulan lagi kamu juga akan bercerai dengan Bia. Lalu, apa bedanya kalo bercerai sekarang. "
" Apa maksud Mama ? aku tidak akan menceraikan Bia. "
" Kamu tidak tahu ?! Kamu sudah menjatuhkan talak mudhaf pada Bia. "
" Apa itu ? Talak,, ?? Kapan Al melakukannya ? "
" Sejak kamu menikah dengannya. "
" Tapi aku gak pernah bilang talak padanya. "
" Talak mudhaf, talak masa depan. Talak yang jatuh setelah kamu mengucapkan pernikahan kalian hanya sampai enam bulan. Setelah enam bulan, kamu bukan lagi suami Bia. Kalian sudah bercerai. "
" Apa ?! "
" Jangan mempermainkan satu hubungan kalo kamu gak tahu apapun tentangnya. Apalagi itu sebuah pernikahan. Gugatan cerai itu akan dengan mudah dikabulkan oleh pengadilan. "
Al menatap Mamanya tajam.
" Kekerasan dalam rumah tangga dan Perselingkuhan."
" Aku khilaf Ma. Kami sama-sama menyesal. "
" Untuk apa menyesal. Lanjutkan saja. Kalian bisa menikah kan. Bukannya itu juga yang menjadi keinginanmu. Setelah melakukan dosa, enak sekali kalian bilang khilaf. " omel Azalea.
" Aku akan bicara dengan Bia. "
" Jangan pernah menemui Bia lagi. Kamu sudah mempermalukan Mama didepan Bia. "
" Bia istriku Ma. "
" Kamu bahkan tidak bisa mengatakannya didepan Clara kan. "
Al kembali terdiam, kali ini bukan adiknya saja yang merasakan sakit. Tapi Mamanya lebih terluka melihat kekhilafannya bersama Clara.
" Ma,, aku mencintaai Bia. "
" Jangan membuat Mama semakin muak mendengar kalimat itu Al. Dulu, mungkin Mama akan bahagia mendengarnya. Tapi tidak sekarang. Semudah itu kamu bilang mencintai Bia sedangkan kelakuanmu berbeda dengan ucapanmu. "
Al menunduk tak bisa lagi mendebat Azalea.
" Tanda tangani saja surat gugatan cerai itu. Dan nikahi Clara. Agar kalian tak melakukan dosa lagi. "
" Pergilah dari sini. Tidak ada yang mengharapkammu disini. "
Azalea keluar dari ruangan Zaskia. Menuju ruang operasi. Duduk disamping Tian yang tengah menunduk tegang dan berdoa dalam diamnya. Azalea hanya tersenyum melihat ketegangan Tian.
" Terima kasih sudah menyayangi Kia Tiaan. " ucap Azaalea tulus.
" Terima kasih sudah mengijinkan saya menyayangi Kia Bu Lea. "
" Teruslah disampingnya. Kita bisa pulang ke Kalimantan bersama-sama nanti. "
" Terima kasih. Terima kasih. " ujar Tian bersyukur.
Azalea menepuk pundak Tian. Kemudian berdiri saat Leon keluar dari ruaang operasi.
" Gimana Leon ?"
" Operasinya berjalan dengan lancar. Sekarang kita tinggal menunggu reaksi tubuh Kia terhadap pencangkokan sumsum tulang belaknagnya. Jangan berhenti berdoa Lea. "
" Terima kasih Leon. Terima kasih. " ucap Azalea sambil memeluk Leon erat.
" Aku akan memantau perkembangan Kia. Kalo memang kondisinya sudah stabil. Kita bisa langsung membawanya ke Kalimantan. "
Azalea mengangguk dalam pelukan Leon.
__ADS_1
" Istirahatlah Lea. "