Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
bab 44


__ADS_3

" Assalamualaikum Kak Ara !! " seru Zaskia saat pembantu dirumah itu membuka pintu untuknya. Dan melihat Clara tengah berjalan menuruni tangga rumahnya.


" Waalaikumsalam. Ehh ada pengantin baru. " jawab Clara.


" Kak Ara,, dimana Kak Al ? "tanya Zaskia panik.


" Al ? Ada diruang kerjanya. Ada apa ini Kia ? "


" Kak,, Kak Ghazzy, Kak Bia dan si kembar mengalami kecelakaan. Si kembar terluka parah. Mereka membutuhkan transfusi darah dari Kak Al. Aku harus membawa Kak Al ke Surabaya bersamaku. "


" Astaghfirullah.. Ayo kita ke ruang kerja Al. " ajak Clara dengan setengah berlari.


" Kak Ara,, maafkan aku kalo nanti menyinggung perasaan Kak Ara. Kita tahu kalo yang bisa membuat Kak Al pergi hanya Kak Bia. " pinta Zaskia sejenak sebelum Clara mengetuk pintu runag kerja Al.


" Aku tahu Ki. Itu kita pikirkan nanti. Yang penting mereka selamat dulu. Yang sedang aku pikirkan, gimana kita jelaskan hubungan Al dengan si kembar. Dia pasti terluka Ki. " kata Clara sembari mengetuk pintu ruang kerjanya.


Zaskia tersentak.


*Yahh,, kAk Ara benar. Itu berarti harus mengatakan yang sebenarnya kalo tes DNA yang dulu telah dipalsukan Om Leon. *


" Ki,, Al tidak mau membukanya. Aku akan menghubunginya. " kata Clara sembari masih mengetuk pintu itu.


Zaskia tidak bisa berfikir lagi. Terlalu banyak 'bagaimana ' di kepalanya sekarang. Dia langsung menggedor pintu itu. Tidak perduli lagi pada kemarahan Al nantinya. Tian juga membantu Zaaskia melakukan hal yang sama. Menggedor pintu itu saat Zaskia dilihat lelah.


" Al baru saja pulang dari kantor. Pasti dia ketiduran." ujar Clara panik dan masih mencoba menelpon Al .


" Kaaakk Aaaaaalllll,, Bukaaa !!!! " teriak Zaskia kesal.


Tidak berapa lama Al membuka pintu itu. Terlihat wajah bantalnya juga ekspresinya yang marah.


" Kia,, apa yang kamu lakukan dirumahku malam-malam begini !!" seerunya marah.


" Kak,, Ayo kita pulang ke Surabaya. Kak Bia kecelakaan. " seru Zaskia sembari memeluk Al yang masih kaget dengan berita yang didengarnya.


Al menatap Tian untuk meyakinkan pendengarannya.


" Tidak ada penerbangan ke Surabaya malam ini. Hanya ada besok pagi. Itupun jam sembilan. " jawab Tian.


" Kak,, Kak Bia terluka parah. Dia membutuhkan transfusi darah. "


Al semakin terlihat panik. Dia mengeluarkan ponselnya. Dan menelpon Reiga.


" Reiga,, siapkan pesawat pribadiku. Kita ke Surabaya malam ini juga !!! " tegasnya sembari memeluk erat Zaskia.


* Maafkan aku harus berbohong Kak. Kalo aku tidak menyebutkan nama Kak Bia. Pasti Kak Al tidak akan ikut ke Surabaya bersamaku. * batin Zaskia.


* Hanya mendengar nama Bia dan kamu sepanik ini Al ? Apa sebesar itu cinta yang kamu miliki untuknya ? Apa aku bisa menggantikan rasa itu nanti ? * batin Clara.


Terdengar suara klakson didepan rumah Al.


" Tenanglah. Reiga sudah datang. Ayo kita pergi. " ujar Al seraya mendekap Zaskia untuk beranjak.


" Aku ikut Al. " seru Clara sembari menutup ruang kerja Al dan berpamitan pada pembantu mereka.


Tian menghela nafas panjang. Bingung dengan apa yang dilakukan Zaskia. Kenapa mengatakan Bia yang terluka parah bukannya si kembar.


" Aku jelasin nanti Kak Tian. " bisik Zaskia singkat.


*****

__ADS_1


Sampai di Surabaya, jam sudah menunjuk di angka 12 malam. Al segera menyuruh supir taksi untuk melajukan mobilnya ke rumah sakit dimana Bia berada.


" Cari tahu kenapa Bia bisa kecelakaan. " tegas Al pada Reiga saat mereka sampai didepan rumah sakit.


Clara tersenyum getir. Begitupun dengan Zaskia. Tidak untuk Tian.


* Pernikahan Al dan Bia selama ini pernikahan kontrak. Tapi kenapa aku merasa Al masih menganggap Bia sebagai istrinya ? Kenapa aku merasa Al sangat mencintai Bia ? * batin Tian bingung.


" Mama,,,!!! " seru Zaskia sembari memeluk Azalea.


" Kalian juga datang. "


" Dimana Bia ? Bagaimana keadaannya sekarang ? " tanya Al cemas.


Azalea mengernyitkan alisnya.


" Aku mengatakan pada Kak Al kalo Kak Bia yang terluka parah Ma. " bisik Zaskia pelan.


" Syukurlah,, Bia baik-baik saja. Hanya kakinya yang retak. " jawab Azalea sembari melepaskan pelukan Zaskia.


" Retak lagi ? Dimana dia ? Apa dikamar itu ? "


" Al,, kamu sudah datang ? Syukurlah,, bisakah kamu ikut aku untuk transfusi darah sekarang ? " kata Leon panik.


Semua ornag saling berpandangan bingung. Bagaimana akan menjelaskan semuanya pada Al.


" Transfusi darah ? Bukannya Bia hanya mengalami retak dikakinya. Kenapa harus transfusi darah ? "


Leon melihat disekelilingnya dengan heran. Akhirnya dia sadar kalo Al masih belum tahu tentang kondisi si kembar saat ini. Dia hahya menghela nafas.


" Ada apa sebenarnya ?! "seru Al kesal saat melihat orang-ornag hanya terdiam dan menunduk.


* Apa telah terjadi sesuatu pada Bia ? *


Al tersentak, lidahnya kelu.


* Si kembar ? Apa hubungannya denganku ? Bukannya ada Ghazzy ? Lalu,, bagaimana dnegan Bia sekarang ?*


" Al,, tidak ada waktu lagi. Ghazzy dan Bia sudah sangat lemah. Mereka tidak mungkin memaksakan diri untuk melakukan transfusi darah lagi. "


Ada sedikit nyeri di hati Al mendengarnya. Apa nalurinya selama ini benar ?


" Kenapa kalian membuttuhkan darahku ? Kan Om sendiri yang bilang hasil tes DNA nya negatif. "


" Maafkan aku Al. "


Al kembali tersentak, menatap tajam Leon yang tengah menunduk menyesal. Dia kemudian tertawa diantara air matanya yang tiba-tiba menetes.


" Al,, " panggil Azalea.


" Kak Al,, "


Al mundur perlahan. Dan dia masih tertawa getir.


" Aku tahu naluriku gak pernah salah. Kalian terlalu jahat menyembunyikannya dariku. Aku membenci kalian semua. "


" Al,, dengarkan penjelasan kami dulu ! " seru Azalea sambuil mendekat.


" Tidak,, tidak,, jangan mendekat Ma. " kata Al semakin kecewa dan mundur.

__ADS_1


" Mas,, kamu sudah datang ? " tanya Bia yang keluar dari kamar tak jauh dari tempat Al berdiri.


" Bia,, kakimu masih terluka. Kenapa tidak menggunakan kursi roda ?! " seru Leon kaget.


" Mas ,, Al,, tolong,,, " belum juga Bia melanjutkan kalimatnya.


Tubuhnya sudah terasa lemas. Kakinya terasa sangat nyeri. Dia terjatuh. Al langsung menangkap tubuh Bia. Hingga air matanya menetes di wajah Bia.


Bia ingin sekali bertanya kenapa seorang Al sampai menangis. Tangannya juga hendak terulur untuk menyentuh wajah Al, tapi dia sudah pingsan terlebih dulu. Al segera membopong tubuh Bia menuju ranjangnya. Leon dengan sigap memeriksa kondisi Bia. Memperbaiki perban yang sudah berdarah karena Bia terlalu memaksakan untuk berjalan.


Leon mendekat ke arah Al untuk sekedar minta maaf. Tapi Al memghindar dan langsung duduk disamping ranjang Bia.


" Tinggalkan kami. " tegasnya.


" Baiklah. Aku hanya ingin minta maaf padamu. " kata Leon sembari keluar.


" Bagaimana kondisi Bia ? " tanya Azalea khawatir.


" Luka dikakinya kembali berdarah karena terlalu memkasakan diri untuk berjalan. Aku sudah menggantinya. Bia dan Ghazzy sudah terlalu lemah karena memaksakan transfusi darah. Sekarang Ghazzy pingsan, besok aku harus melakukan pemeriksaan menyeluruh padanya. Takutnya ada pendarahan didalam tubuhnya. " jelas Leon sedih.


" Bagaimana dengan Al, Om ? Apa dia baik-baik saja ?" tanya Clara.


" Dia sama sekali tidak memperdulikanku. Dia benar-benar marah dan kecewa. " jawab Leon sembari melihat Al dari kaca yang ada dipintu didepan kamar Bia.


Terlihat Al yang menangis sambil memegang tangan Bia. Sembari menciumi tangannya.


" Itu snagat wajar. Dia pasti terluka. " keluh Clara sedih.


" Aku akan bicara padanya. " kata Azalea.


" Jangan, Lea. Kita tahu Al seornag yang keras kepala. Dia akan semakin membencimu nanti. "


" Lalu kita harus bagaimana Leon ? Bagaimana nasib si kembar ? "


" Untuk malam ini dan besok pagi, kondisi si kembar masih stabil. Aku harap Al sudah bisa mengerti situasi ini. Agar besok siang kita bisa melakukan yang terbaik untuk Fawwaz. " jelas Leon.


" Kalo Kak Al masih marah gimana Om ? " keluh Zaskia.


Leon menatap Clara tidak enak hati.


" Kenapa Om melihatku seperti itu ? " tanya Clara bingung.


" Clara,, aku harap kamu bisa berbesar hati nantinya."


" Maksud Om Leon ? "


" Untuk saat ini, yang bisa membujuk Al hanya Bia. Jadi, aku pikir,, eeehhmm,, mungkin,, memberi waktu pada mereka berdua untuk saling bicara. " jawab Leon ragu.


Clara menelan salivanya getir. Yahh,, hatinya kembali merasakan nyeri itu. Cemburu.


Zaskia mendekap Clara sambil menangis. Tangan satunya menggenggam tangan Claraa erat. Seolah ingin mengalirkan dukungan untuknya.


" Maafkan aku. Aku tahu ini terdengar egois. Tapi,, hanya itu yang bisa aku pikirkan saat ini. Karena Al seorang yang keras kepala. Berbicara padanya hanya akan berakhir dengan perdebatan. Dan,, kita tahu sendiri. Saat ini,, Al ,, Ahhh Entahlah. Aku bingung dengan hubungan kalian semua. Rumit sekali. " seru Leon frustasi dan duduk di bangku ruang tunggu VVIP.


Azalea ikut duduk disampig Leon. Dan menyandarkan kepalanya dibahu adiknya. Dia tahu Leon saaat ini juga sana khawatirny dengan mereka.


" Kita lakukan yang terbaik untuk membujuk Al melakukan transfusi darahnya Om. Bagaimanapun juga, aku sudah ikut andil dengan kebohongan ini. Karena keinginnanku yang ingin mempertahankan rumah tanggaku. " kata Clara akhirnya.


" Makasi Kak Ara. Aku tahu ini berat untuk Kak Ara. " bisik Zaskia pelan.

__ADS_1


" Semua sedang tidak baik-baik saja Ki. " bisiknya juga.


Zaskia mengangguk mengiyakan.


__ADS_2