
Sudah satu minggu, Zaskia berada di Kalimantan bersama Tian. Sebenarnya hadiah dari Azalea honeymoon di Bali. Tapi Zaskia menolaknya, karena baik Zaskia dan Tian. Ingin menghabiskan liburan mereka si Kalimantan. Sejenak mengenang masa lalu kebersamaan mereka.
Clara juga sudah kembali ke Kalimantan. Membawa beberapa buku agama milik Bia. Buku tentang sholat tahajud dan sholat dhuha.
" Ma,, kami dan anak-anak mau jalan-jalan sebentar. " pamit Ghazzy.
" Mau kemana ? "
" Hanya putar-putar komplek perumahan saja Ma. Si kembar lagi manja. Pengen naik motor sama Ayahnya." jawab Bia sembari merapikan kedua baju si kembar yang sudah sumringah.
" Oma,, kami jalan-jalan dulu ya. " pamit Faiz sembari mencium punggung tangan Azalea.
" Hati-hati sayang. "
" Siaaapp Oma. " jawab Fawwaz setelah melakukan apa yang dilakukan Faiz.
" Kami pergi dulu Ma. " pamit Bia sambil melakukan hal yang sama.
" Assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam. "
Azalea memegang dadanya.
* Kenapa rasanya sesak sekali. Terakhir kali aku merasakannya saat Kia pingsan setelah melihat Al dan Clara selingkuh dulu. Ada apa ? * batinnya.
" Randy,, Wimpi,, !! " seru Azalea sembari menuju dapur.
" Nyonya besar, mereka sedang mengikuti Non Bia dan Tuan Ghazzy. " jawab Amy.
" Aaahh syukurlah. Ini sudah mendung. Aku takut nanti mereka kehujanan ditengah jalan. "
" Iya, Nyonya. Tadi Wimpi juga mengatakan hal yang sama. Karena itu, meminta Randy untuk mengikuti mereka. "
" Syukurlah Bik Amy. Wimpi memang selalu peka pada Bia. " ujar Azalea sembari duduk.
" Iya Nyonya. "
*****
" Lihatlah Wimpi. Kekhawatiran kamu tidak beralasan. Tuan dan Non Bia hanya berkeliling komplek saja. " tegur Randy sambil geleng-geleng.
" Setidaknya bisa mengantisipasi kalo nanti hujan Randy. " elak Wimpi.
Wimpi mengalihkan pandangannya keluar jendela, seketika sebuah mobil menyalip mobil mereka dan berlalu dnegan kencang. Wimpi mengingat-ingat wajah supir yang tadi menyalip mobil mereka.
* Saudara Tuan Tian !! * batinnya.
" Non Biaaaa !!!! " seru Wimpi kaget sembari membuka pintu mobil meskipun mobil belum sepenuhnya berhenti.
Randy langsung menginjak rem kaget. Karena didepannya mobil yang tadi menyalip mereka dengan sengaja menabrak motor yang dikendarai Ghazzy hingga mereka terjatuh.
Ghazzy tidak bisa berdiri karena menopang tubuh Faiz yang pingsan karena kepalanya membentur bagian depan motor. Begitupun dnegan Bia, kakinya tertindih motornya, sedang tangannya juga menopang tubuh Fawwaz yang juga pingsan karena kepalanya membentur aspal jalan.
Randy segera menyingkirkan motornya dan membantu Ghazzy untuk bangun. Begitupun dengan Wimpi membantu Bia.
" Faiz,,, Fawwaz,, bangun Nak !! " seru Bia panik smabil menepuk kedua pipi si kembar bergantian.
" Randy tolong bawa motornya pulang. Wimpi kita ke rumah sakit. " titah Ghazzy panik.
Randy dan Wimpi hanya mengangguk cepat. Wimpi menggendong Fawwaz menuju mobil. Randy juga ikut mmebantu menggendong Faiz ke mobil. Ghazzy memapah Bia yang terlihat pincang karena kakinya terkilir.
" Sayang,, awas kepala Fawwaz. " ujar Ghazzy.
Bia mengangguk dan menutup luka dikepala Fawwaz dengan jilbabnya.
" Cepat Wimpi !! " seru Ghazzy.
Wimpi menagngguk dan segerra melajukan mobilnya kerumah sakit terdekat.
Randy melajukan motornya dengan jantung yang masih berdebar-debar. Untung saja rumahnya tidak terlalu jauh dari lokasi jatuhnya tadi.
" Randy,, kenapa kamu yang bawa motornya ? Dimana mereka ? " tanay Azalea sambil berdiri saat melihat Randy masuk ke dapur.
" Itu,, itu,, Nyonya. Mereka kecelakaan. Si kembar terluka. Wimpi mengantar mereka ke rumah sakit. Tuan Ghazzy menyuruh saya pulang untuk memberithau Nyonya. " jawab Randy gugup.
" Apa ?! Kita kerumah sakit sekarang. " kata Azalea sembari melemparkan kontak mobil di atas lemari es pada Randy agar menyiapkan mobilnya.
" Nyonya minum dulu. Nyonya pasti kaget. " kata Amy panik. Khawatir tentnag keselamatan si kembar.
" Terima kasih Bik Amy. Tolong hubungi Kia Bik. Mungkin aku gak sempat disana nanti. Aku pergi. "
__ADS_1
" Baik Nyonya. Hati-hati. "
Azalea menelpon Leon untuk mengabarkan kalo Ghazzy, Bia dan si kembar tengah menuju ke rumah sakitnya karena mengalami kecelakaan.
****
Zaskia melepaskan mukenanya setelah sholat maghrib. Dia melihat ponselnya berdering sedari tadi.
" Siapa yang telpon Ki ? "
" Ini Kak Tian. Bik Amy. Tumben sekali. Apa terjadi sesuatu sama Mama ? " gumamnya khawatir.
" Ya sudah. Angkt dulu. "
Zaskia mengangguk.
" Halo Bik Amy. Assalamualaikum. "
" Waalaikumslaam Non Kia. Maaf saya mengganggu. "
" Tidak mengganggu kok Bik. Ada apa ya ? "
" Ini Non. Nyonya menyuruh saya kasih kabar ke Non Kia. "
" Kabar apa ? Mama dimana ? "
" Nyonya di Rumah sakit Non. "
" Apa yang terjadi ? Siapa yang sakit ? " tanya Zaskia panik hingga berdiri.
" Tuan Ghazzy, Non Bia dan si kembar kecelakaan Non. Kata Randy, si kembar terluka. "
" Apa ?! Ya Allah. Aku pulang sekarang Bik. Terima kasih. Tolong jaga Mama. "
" Baik Non Kia. "
Tian mendekat saat melihat Zaskia menangis.
" Ada apa ? Siapa yang sakit ? "
" Kak Ghazzy, Kak Bia dan si kembar kecelakaan. Si kembar terluka Kak. Aku harus pulang sekarang juga."
" Tenanglah Kia. Bersiaplah. Aku akan memesan tiket pesawatnya. "
Tian mengusap kepala Zaskia dengan lembut sembari mengangguk. Kemudian keluar dari kamarnya untuk berpamitan pada Adiba.
Zaskia sudah bersiap dan keluar dari kamar menuju ruang tamu. Alisnya berkerut saat melihat Tian menutup telponnya denagn kesal.
" Ada apa Kak Tian ? " tanya Zaskia.
" Malam ini tidak ada satupun penerbangan ke Surabaya Ki. Baru ada besok pagi jam sembilan. " jawab Tian menyesal.
" Tidak. Itu terlalu lama Kak. Aku mau pulang sekarang. " katanta sedih.
Adiba mengusap punggung Zaskia agar lebih tennag.
" Apa Al sudah mengetahui kbaar ini ? Mungkin Al punya solusinya. " usul Adiba.
" Aahh iya,, Kak Al !! Ibu benar. Pasti Kak Al punya solusinya. Maafkan kami harus pergi Bu. " pamit Zaskia.
" Tidak apa-paa. Tetaplah tennag. Jangan panik. Salam untuk Mamamu. Ibu belum bisa menjneguk mereka. "
Zaskia mengangguk penuh terima kasih. Kemudian memcium punggung telpaak tangan Adiba begitupun dengan Tian.
" Kita naik taksi kerumah Kak Al , Ki. "
Zaskia mengangguk.
*****
" Om Leon.. Faiz,, Fawwaz,,, " keluh Bia saat melihat Leon di loby IGD.
Leon mengusap lengan Bia agar tenang.
" Bia,, tenanglah. Aku yang akan menangani mereka. Kamu dan Ghazzy juga harus mendapatkan pengobatan. " kata Leon sembari mengangguk pada Ghazzy yang mendekap Bia.
Beberapa dokter langsung melakukan tindakan pada Bia dan Ghazzy sepeninggal Leon yang menuju ruang ICU. Dia juga berpesan untuk membawa keduanya ke ruang VVIP.
" Ghazzy,, Bia,,, ! " seru Azalea saat melihat keduanya tengah duduk di depan ruang ICU.
" Mama,, ! " pekik Bia.
__ADS_1
" Ghazzy memberikan tempatnya agar Azalea bisa duduk.
" Bia,, apa yang terjadi ? Kenapa dengan kakimu ? "
" Kakinya retak Ma. "
" Astaghfirullahu,, lalu kamu ? Bagaimana keadaanmu Ghazzy ? " tanay Azalea saat melihat lengan Ghazzy juga di gips.
" Lengan Mas Ghazzy juga retak Ma. "
" Ya Allah. Apa yang terjadi ? Bagaimana bisa kecelakaan ? "
" Ada mobil yang menabrak kami Ma. Tapi mobil itu langsung pergi. " jawab Ghazzy.
" Ma,, si kembar.. " keluh Bia sembari menunduk.
" Tenang dulu Bia. Sabar. Kita tunggu Leon. " hibur Azalea sambil memeluk Bia.
Ruang ICU terbuka dan Leon keluar dengan wajah sedih.
" Om Leon !! " panggil Bia hingga semuanya menoleh. Menunggu dengan cemas.
Leon duduk mensejajarkan tubuhnya denga kursi roda Bia. Ghazzy juga ikut duduk disamping Bia dan Azalea.
" Sepertinya,, kita harus memanggil Al. " katanya.
" Al ?? " tanya Azalea dan Ghazzy berbarengan.
Leon mengangguk.
" Transfusi darah dari Gahzzy masih belum cukup untuk membuat keadaan mereka kambali stabil. Mereka,, terutama Fawwaz telah kehilangan banyak darah. "
" Laluu tunggu apa lagi Om . Ambil darahku ! " seru Gahzzy panik.
" Ghazzy, kamu juga terluka. Tubuhmu saat ini tidak cukup kuat untuk melakukan transfusi lagi. Itu bisa berakibat fatal padamu. "
" Lalu,, ambil darahku saja Om !" seru Bia.
" Sama saja Bia. Intinya, kalian sama-sama tidak dalam keadaan fit untuk melakukan transfusi. Harapan kita satu-sattunya hanya Al. Semoga dia bisa datang secepatnya. "
" Memangnya kenapa ? Apa yang terjadi pada si kembar Leon ? Apa mereka terluka sangat parah ?"
" Seperti yang kita takutkan Lea. "
Azakea tersentak. Apalagi melihat Leon mengangguk mengiyakan.
" Apa maksud Om Leon ? Mama ,,?? " tanay Bia bingung.
" Anemia aplastik Bia. Mereka juga menderitanya. "
Bia tercengang mendnegarnya. Dia hanya menangis membayangkan kondisi si kembar akan sama sepeti saat Bia bertemu dengan Zaskia dulu.
" Lalu apa yang bisa kita lakukan sekarnag ? Mereka masih terlalu kecil untuk melakukan pencangkokan sumsum tulang belkang kan Om ? " kata Ghazzy.
" Daya tahan tubuh mereka masih sangat baik Ghazzy. Mereka tidak memerlukan tindakn itu saat ini. "
" Lalu ? "
" Untuk saat ini kita hanya butuh transfusi darah dari darah atau gen yang sama dengan si kembar. Kalo kondisi kalian fit saat ini. Mungkin bisa saja menjadi pendonornya. Tapi komdisi kalian sedang sakit. Prosedur rumah sakit juga tidak mengijinkannya. Aku harap kalian mengerti. "
" Aku akan menelpon Al atau Kia sekarnag. " seru Azalea semabri berdiri sedikit menjauh.
" Istirahatlah. Setidaknya ada kalian yang bisa memberkan transfusi saat Al belum datang. Aku akan terus memantau kondisi si kembar. "
*****
Azalea menelpon Ak berkali-kali tapi tidak juga diangkat. Akhirnya dia hanya berharap pada Zaskia saat ini. Di deringan ketiga telpon Azalea diangkat oleh Zaskia.
" Mama,, gimana dengan keadaan si kembar ? " tanay Zaskia panik.
" Anemia aplstik Ki. Saat ini, mereka membutuhkan transfusi darah dari Al. Mama harap kamu bisa memaksa Al untuk datang ke rumah sakit. "
Zaskia semakin menangis didekapan Tian. Membayangkan rasa sakit yang akan dialami si kembar.
" Pasti. Aku akan membawa Kak Al kesana Ma. Aku sedang menuju ke rumah Kak Al. "
" Syukurlah Ki. Hati-hati sayang. "
" Iya Ma. "
" Assalamualaikum. "
__ADS_1
" Waalaikumsalam. "