
Al terkekeh saat melihat tubuh Bia penuh dengan tanda merah karena ulahnya. Dia mengusap rambut Bia , sesekali menciumi wajah Bia. Matanya, hidungnya, keningnya, kedua pipinya dan terutama yang menjadi candunya selama ini. Bibir Bia.
Bia mengerjapkan matanya saat Al kembali memcium bibirnya saat tertidur. Bia mendorong tubuh Al agar menjauh.
" Jam berapa ini Mas ? " tanyanya dengan suara serak karena bangun tidur.
" Jam satu sayang. " jawab Al setengah berbisik lalu meniup telinga Bia smabil tertawa.
Bia memukul dada bidang Al kesal. Al benar-benar membuat Bia kewalahan. Seperti kemarin, tidak hanya satu kali Al melakukannya. Pasti ada lagi dan lagi. Seluruh tubuhnya terasa lelah.
" Hentikan Mas. " tegurnya.
" Aku kan sudah bilang. Aku akan membuatmu tidur seharian kalo berani bicara dengan Tian. "
" Cckk,, kamu sudah berjanji pada Kia, gak akan cembruu lagi pada Tian. " omel Bia.
" Tergantuung gimana sikonnya nanti. " geramnya.
" Isshhh,,, dasar pemarah. " ejek Bia sembari bangun.
" Aaahh,, tubuhku rasanya remuk Mas. Bisa-bisanya kamu melakukan ini padaku. " keluh Bia.
" Aku udah terlalu lama menahannya Bi. Seperti kata Tian. Kita ini pengantin baru. Jadi wajar saja. " guraunya.
" Wajar,, wajar,, udah. Aku mau mandi. " seru Bia sembari mendorong Al yang hendak menariknya agar berbaring lagi.
" Kita mandi bersama. "
" Gak,, gak,, aku mandi sendiri. " tolak Bia.
" Gak. Kita mandi bersama. " tegas Al sambil menggendong Bia.
" Hanya mandi !!! " tegas Bia sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
" Gimana bisa hanya mandi kalo kamu memancingku seperti itu ? " bisik Al sembari menurunkan Bia dibawah kran shower.
Al kembali melancarkan aksinya. Mencumbui Bia sekali lagi. Menuutup mulut Bia dengan bibirnya agar tidak sempat protes.
" Bundaaa,,, dari mana aja sih. " omel Faiz saat melihat Bia dan Al menuju taman belakang.
" Papa juga menghilang. " protes Fawwaz.
Al terkekeh saat Bia mencubit lengannya. Tangannya terulur untuk mengusap rambut kedua anaknya.
" Papa gak menghilang. Bunda tadi menemani Papa kerja biar gak capek. " jawab Al sambil menggendong Fawwaz.
" Mau naik juga Papa. " rengek Faiz.
" Naik disini. Apa mau renang ? " kata Al smebari menunjuk bahunya lalu kolam renang.
" Renaaaaangg,,,, !!!! " seru keduanya senang.
" Ayooo kita renang. Minta Kak Wimpi mengambilkan baju renangnya. " kata Al.
Anak-anaknya segera menuju ke dapur mencari Wimpi. Al menarik Bia yang hendak berlalu.
" Mau kemana ? " tanya Al smebari menggandeng tangan Bia.
" Mau ke dapur membuatkan minuman untuk anak-anak dan kamu Mas. "
" Gak usah. Ada Bik Leny. Kamu temani kami di kolam renang aja. "
" Tapi,, "
" Kamu masih kecapekan sayang. " bisik Al pelan.
Bia kembali memukul lengan Al.
" Itu gara-gara kamu Mas. "
" Duduk saja di kolam renang. Speerti yang biasa kamu lakukan di rumah dulu. "
Bia tertawa.
" Kamu dna Mama memang punya insting yang kuat. Kalian berdua mengingatkan hal yang sama padaku. "
__ADS_1
Al terdiam sejenak kemudian tersenyum.
" Tentu saja. Kan dia Mamaku. "
" Mama pasti senang memdengarnya. "
" Nanti. "
" Kamu udah janji lho ya. Awas aja kalo kamu ingkar lagi. Aku gak mau tidur sama kamu lagi. Tidur saja sendiri di ruang kerja. Aku akan menemani anak-anak
seterusnya,,, !! " tegas Bia.
" Jangan dong Bi !!! " sahut Al panik.
" Papaaaa,, ayoooo !!! " seru anak-anakya didepan kolam. Al melambaikan tangannya pada anak-anak.
" Iya. Kamu jangan ngawur Bi. "
" Ngawur bagaimana ? Pokoknya, aku mau kamu minta maaf pada Mama, Mas. " seru Bia smabil beranjak menuju kolam renang.
Bia mengambil lima botol air mineral dan diletakkan dipinggir kolam. Dan menceburkan kakinya di kolam renang. Tidak memperdulikan Al yang hendak protes.
" Habis mghrib ya sayang. Sekalian jamaah nanti. " kata Al sambil mencium pipi Bia. Lalu turun ke kolam rennag.
Sudut bibir Bia tersenyum mendengarnya. Kemudian kembali fokus pada anak-anak dan Al di kolam renang.
" Ooohh,, akhirnya boleh keluar juga. Aku pikir tunggu jamuran di ruang kerja Kak Al. " sindir Zaskia sembari memberikan Bia semangkuk besar salad buah. Sedangkan mangkuk kecil untuknya.
" Terima kasih. " ujar Bia senang. Karena dia memang merasa lapar.
" Berapa ronde Kak ? " goda Zaskia sambil ikut menceburkan kakinya.
" Ssstttt,,, aku lapar. Makan dulu. " hardik Bia sambil memakan salad buah yang di beri Zaskia.
" Hahahah,,, ya,, isi dulu tenaganya. Biar kuat nanti malam. " goda Zaskia lagi.
Bia memukul lengan Zaskia, takut Al mendengarnya.
" Tentu saja. Jangan khawatir. " seru Al yang tiba-tiba mendekat pada Bia.
" Ki,,, gara-gara kamu kan. " omel Bia.
" Salad ? "
Al mengangguk. Bia tersneyum jahil. Dia menyendokkan salad itu ke mulut Al tapi mengurungkannya dan menyendokkannya ke mulutnya sendiri.
" Kamu mau aku menghukummu lagi karena berani-beraninya kerjain suaminya. " ancam Al sambil tersenyum smirk. Dan sedikit mencipratkan air kolam ke arahnya.
Bia menggeleng dengan cepat dan menyuapkan satu sendok salad buah pada Al. Setelah beberapa suapan, Lalu Al kembali berenang menuju anak-anaknya.
" Aku senang melihat Kak Al bisa tersenyum lagi Kak. Kak Bia,, gak tahu betapa aku sangat berterima kasih pada Kak Ghazzy saat meminta kami untuk menyatukan Kak Al dan Kak Bia dulu. " kata Zaskia sembari menyandarkan kepalanya di bahu Bia dan menggamit lengan Bia.
Bia tersenyum getir, teringat Gahzzy. Juga teringat rasa cinta Al yang begitu besar. Tangan Bia terulur mengusap pipi Zaskia saat terdengar isakan disana.
" Mas Al juga berhak bahagia kan. " ujar Bia.
Zaskia mengangguk dan memeluk Bia terharu. Pelukan Zaskia terlepas saat melihat ponsel Al berbunyi diatas meja.
" Kak, ponsel Kak Al bunyi. " kata Zaskia sambil meraih ponsel itu dengan tangannya.
" Dari Reiga. Pasti ada masalah di kantor. " jawab Zaskia saat Bia menatapnya seolah bertanya.
" Mas,, Papa,, ada telpon dari Reiga. " seru Bia.
" Mau dapat ceramah dari anak-anak hah. " sindir Zaskia.
" Kan udah langsung diralat. " gurau Bia yang di jawab Zaskia dengan tawanya.
" Ada apa sayang ? "
" Aku gak tahu. "
" Angkat dulu. " kata Al.
Bia mengangkat telpon Reiga dan mengulurkan ponsel Al ke arah si empunya. Tapi Al malah menarik tangan Bia dan menempelkan ponselnya ke telinganya. Zaskia tersenyum melihat sikap manja Al pada Bia.
" Ada apa ? Ehhmm,, baiklah. Aku akan kesana. "
__ADS_1
Bia menutup telpon dari Reiga. Melihat Al seolah bertanya ada apa .
" Ada beberpaa berkas yang harus aku tanda tangani Bi. Aku harus ke kantor. "
" Ini sudah sore lho. "
" Sebentar saja. "
" Papa mau pergi ? " tanya Fawwaz sambil berusaha meraih Papanya.
Al meraih tubuh Fawwaz dan mendudukkannya disamping Bia.
" Iya. Papa harus ke kantor. Sebentaaarr saja. " jawab Al sembari melirik Bia.
" Yaaahhh,, kami ditinggal lagi. " keluh Faiz yang sudah berada di samping Al.
" Kalian mau ikut Papa ? " usul Al senang.
" Ke kantor ? Boleh Pa ? " seru Fawwaz senang.
" Tnaya Bunda. Boleh pergi gak. " kata Al sembari mengerlingkan matanya pada Bia.
" Kami ikut Papa ya Bun. " rengek Faiz.
" Memangnya gak ganggu ? " tanya Bia memastikan.
" Tentu saja gak. Apa mau ikut sekalian ? "
" Gak. Aku dirumah saja. Ingat janjimu Pa. Aku serius tentang hukumannya. " seru Bia sambil tersenyum smirk.
" Cckkk,, iya,, iya,, " keluh Al kesal.
" Papa nakal ya Bun. Kok harus dihukum. " tanya Fawwaz polos.
" Iya, sayang. Kalo ada orang berjanji, harus apa dong. " sindir Bia.
" Ditepati. " jawab Faiz dan Fawwaz berbarengan.
" Anak-anak aja tahu. Ingatkan Papa ya sayang. " kata Bia bermaksud menyindir Al.
" Iiisshhh,,, "
" Kalo ada hukuman, berarti ada hadiah dong. Hadiah untuk Papa apa Bun ? " goda Zaskia.
Al tersenyum senang sedangkan Bia menyenggol lengan Kia yang masih menggandengnya.
" Dasar kamu ini. " ejek Bia kesal.
" Papa dapat apa Bun ? "
" Hadiah buat Papa apa Bun ? "
Kedua anaknya makin berseru memojokkan Bia. Al semakin tertawa karena banyak yang mendukungnya.
" Eeehhmm,, jalan-jalan. Besok kita jalan-jalan. Iya kan Pa. "
" Sama Oma Lea,, Tante Kia ,, dan juga Om Tian ? " tanya Faiz.
" Iya dong. Jalan-jalan satu keluarga. "
" Yeeaaayyy,, Papa buruan ditepati janjinya biar dapat hadiah jalan-jalan. " seru Fawwaz senang.
" Udah lama kita gak jalan-jalan bareng Pa. " sahut Faiz menambahkan.
" Oke,, siaaapp !! Papa akan tepati janjinya nanti malam. Sekarnag mamdi dulu. katanya mau ikut Papa ke kantor. " seru Al senang.
" Ayoo Bun. " ajak Fawwaz sambil berdiri.
" Sebentar,, Bunda berdiri dulu. "
" Hati-hati. Jangan ceroboh lagi. " kata Al khawatir.
" Iya Papa. " jawab Bia sambil tersenyum.
" Mas Faiz. Ayo Tnte bantu naik dan mandi. "
" Siaaapp Tante. " kata Faiz.
__ADS_1
Al tersenyum melihat keakraban Zaskia dengan anak-anaknya.