Satu Hati Dua Cinta

Satu Hati Dua Cinta
Bab 8


__ADS_3

Tiba saatnya giliran Aiko untuk dipijat, saat di ruangan tersebut Aiko sangat ketakutan dan ia sangat tak bisa menahan rasa sakit. Namun Ewdin tetap menemaninya sambil memegang tangan Aiko agar wanita itu tenang.


"Kita mulai ya, dibagian mana yang sakit?" tanya tukang pijat


"Yang ini pak" ucap Aiko sambil menunjuk kaki nya


"Oke kita mulai" Tukang pijat itu pun mulai memijat kaki Aiko awalnya tukang pijat itu memijat dengan pelan dan sampai akhirnya tukang pijat itu memijat dengan kuat sehingga membuat Aiko kesakitan.


Aiko berteriak dan memegang tangan Edwin dengan sangat kencang "Aaaaaaaa..."


"Aduh...aduh tangan ku" teriak Edwin karena tangannya yang dipegang Aiko


10 menit berlalu dengan suara teriakan hingga tukang pijat itu selesai.


"Sudah selesai ya" ucap tukang pijit


"Masih sakit gak kaki mu?" tanya Edwin


"Masih tapi separah tadi" jawab Aiko


"Iya itu belum sembuh perlu waktu seminggu lebih agar benar-benar pulih" ucap tukang pijit


"Emang kaki nya kenapa pak kok lama banget sembuhnya?" tanya Edwin


"Kaki adek ini keseleo dan keseleo nya lumayan parah, jadi saya sarankan untuk tidak berjalan dulu sementara agar lebih cepat pulih" ucap tukang pijat


"Yaudah makasih banyak ya pak, ini uangnya" ucap Aiko sambil memberikan uang nya


"Udah biar gue aja yang bayar" ucap Edwin sambil menyodorkan uang nya

__ADS_1


"Eh gak perlu, gue kayak gini bukan karena lo jadi gak usah lo yang bayar, biar gue aja" ucap Aiko


"Yaudah gpp kali toh juga kejadiannya di sekolah bapak gue jadi itu juga termasuk tanggung jawab gue" ucap Edwin sambil tetap memberikan uang itu ke tukang pijat


"Oke-oke tapi lain kali gue bakal traktir lo" ucap Aiko


Edwin hanya mengangguk saja yang menandakan iya


"Yaudah pak kita permisi dulu ya" ucap Edwin


Edwin berniatan untuk mengendong Aiko lagi karena Aiko belum bisa berjalan namun Aiko tak mau karena Aiko gengsi


"Ayo naik cepat" ucap Edwin sambil menyodorkan punggungnya


"Gue bisa sendiri" jawab Aiko dengan gengsi


"Udah cepat naik nanti lo jatuh" ucap Edwin dengan maksa


Aiko mulai berjalan dan ia hampir saja terjatuh untung saja Edwin menangkapnya


"Kan apa gue bilang, sini naik gak usah sok gengsian" ucap Edwin


"Iya-iya" jawab Aiko sambil menaiki punggung Edwin


"Kalian pasangan yang serasi banget" saut tukang pijat


sambil tertawa


Aiko dan Edwin saling menatap bingung

__ADS_1


"Eh maaf ya pak kita gak pacaran" ucap Aiko


"I..ya pak" saut Edwin


"Tapi kalian cocok banget dan kayaknya kalian jodoh deh karena muka kalian rada mirip" ucap tukang pijat


"Ehh... ngak-ngak jangan sampai" ucap Aiko


"Ntah apasih bapak ini, yaudah kita balik dulu ya pak" ucap Edwin sambil mengendong Aiko


Ketika di mobil~


Saat di mobil Aiko dan Edwin mulai berdamai


"Eh gue mau ucapin terima kasih banyak karna udah tolongin gue tadi, dan gue mau minta maaf kalau gue sering rese ama lo" ucap Aiko sambil tersenyum kecil


"Iya tenang aja dan gue juga minta maaf ya karna juga sering gangguin lo" jawab Edwin


"Mulai sekarang kita baikan ya" ucap Aiko sambil menyodorkan tangannya


"Okee" jawab Edwin sambil berjabat tangan


"Oh iya mulai sekarang aku panggil kamu kakak ya biar lebih sopan" ucap Aiko sambil tersenyum


"Iya terserah kamu aja" jawab Edwin membalas senyuman Aiko


Akhirnya mereka berdamai dan mulai dari kejadian itu mereka mulai dekat dan mulai timbul rasa cinta.


---

__ADS_1


Mohon like,comment nya yah. Terima kasih


__ADS_2