
Edwin tak lupa untuk mengantarkan Aiko kembali ke rumahnya. Sesudah sampai di rumah Edwin mengendong Aiko hingga masuk kedalam rumah.
Saat itu Jeremy sedang duduk di sofa sambil bermain game.
Jeremy melihat adiknya yang sedang di gendong dengan keadaan kaki yang membengkak dan memar dan membuatnya menjadi panik.
"Aiko kamu kenapa dek, kok kaki mu bengkak gini?" tanya Jeremy panik sambil memberhentikan gamenya
"Tadi pas di sekolah aku kena bola basket yang nyasar kak dan aku jatuh yah jadinya gini deh" jawab Aiko
"Loh kok bisa, terus kenapa kamu bisa sama Edwin?" tanya Jeremy
"Iya tadi kak Edwin yang tolongin aku" jawab Aiko
"Lo tenang aja Jer gue udah bawa ke tukang urut kok kata tukang urutnya Aiko baru bisa pulih butuh waktu seminggu lebih dan dia belum boleh jalan dulu" ucap Edwin
"Makasih banyak ya bro, yaudah dek kamu kalau butuh apa-apa bilang sama kakak ya" ucap Jeremy
"Yaudah bro gue balik dulu" pamit Edwin
__ADS_1
"Iya kak sekali lagi makasih banyak ya kak" ucap Aiko sambil tersenyum manis
Edwin salah tingkah melihat senyum Aiko yang begitu manis "Manis banget senyum nya" ucap Edwin dalam hati sambil membalas senyuman Aiko
"Eh tunggu dulu kalian udah baikan?" tanya Jeremy heran melihat Aiko dan Edwin yang sudah akur
"Udah Jer, yaudah sampai jumpa lagi" Ucap Edwin
Malam pun tiba
Edwin menekan bel rumah saat itu Aiko yang sedang ada di sofa langsung bergegas membukakan pintu dengan meraba-raba barang disekitarnya agar ia tak jatuh
Edwin hanya tersenyum dan masuk kedalam rumah itu. "Kakak mau ketemu kak jeremy kan, biar aku panggilin bentar ya" Ucap Aiko sambil beranjak dari sofa dengan hati-hati
Edwin memegang tangan Aiko, Edwin dan Aiko saling bertatapan dan mereka tersadar
"Eh maaf-maaf, kakak gak mau ketemu Edwin kok kamu duduk aja disini kakak cuma mau ketemu kamu" Ucap Edwin tanpa sadar ia mengakui tujuan dia kerumah itu.
Edwin sebenarnya datang kerumah Aiko karena ingin berbicara dengan Aiko bukan Jeremy, namun ia hanya mencari alasan dengan berpura-pura bilang kalau dia cuma ingin main-main kerumah Aiko karena bosan tapi ternyata ia keceplosan mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Ya ampun gue bodoh banget pake keceplosan segala" ucap Edwin dalam hati sambil gugup dan malu.
"Emang ada apa kak, kakak tumben mau ketemu aku? tanya Aiko
"Eh kakak cuma mau nanya keadaan kamu gimana, kok tadi kamu udah jalan-jalan kan kata tukang urutnya jangan jalan dulu, si Jeremy mana kok dia gak jagain kamu sih?" Tanya Edwin
"Kaki ku yah masih sakit dan ya kak Jeremy lagi ngerjain tugas di kamar" jawab Aiko
"Oh gitu, besok kamu gak usah sekolah dulu nanti kaki kamu jadi makin parah karena gak ada yang jagain besok kakak yang minta ijinnya" ucap Edwin
"Eh gak usah kak, aku bisa sekolah besok" ucap Aiko
"Udah nurut aja, jangan membantah. Tunggu kakimu mendingan baru kamu sekolah" ucap Edwin tegas
Aiko hanya mengangguk saja, sebenarny ia mau sekokah besok karena Aiko takut ketinggalan pelajaran namun ia hanya bisa menuruti kemauan Edwin karena ia berhutang budi dengan Edwin.
Edwin juga memiliki sifat yang begitu perhatian sehingga membuat Aiko menjadi nyaman berada di dekat Edwin.
---
__ADS_1
Mohon like,comment nya yah terima kasih hehe