
Saat itu di mobil Edwin yang membawa mobil nya sedangkan Aiko duduk di barisan tengah.
Sesekali Edwin melihat Aiko yang sedang melamun dari kaca namun Aiko tak menyadarinya.
"Nih anak cantik juga yah kalau lagi melamun gini gak kayak aslinya rese parah" ucap Edwin dalam hati
"Eh...eh ngapain gue muji si cewe belagu ini" ucap Edwin tersadar dalam hati
Dan seterusnya Edwin melihat Aiko dari kaca karena ia ketagihan melihat Aiko yang sedang melamun itu, setelah selang beberapa menit Aiko menyadarinya kalau dari tadi Edwin memperhatikannya.
"Heh ngapain lo liatin gue, cantik kan gue makahya lo lihatin" ucap Aiko dengan pede
"Apaansih gue gak perhatiin lo gak usah gr deh" jawab Edwin, ia merasa malu karena Aiko menyadarinya namun dia tetap menutupi rasa malu nya itu dengan memulai pertengkaran,
"Bohong aja lo, bilang kalau suka" ucap Aiko
Ucapan Aiko itu membuat Edwin menjadi salah tingkah
"Apa...nsih lo gr banget dah" jawab Edwin dengan malu
10 menit kemudian pertengkaran mereka belum juga selesai sehingga membuat Jeremy menjadi kesal karena mereka begitu berisik,
"Kalian bisa diam gak sih?, dari tadi di diamin malah makin ribut bukan makin diam" ucap Jeremy dengan nada ngegas
"Santai bro gak usah ngegas gitu" jawab Edwin sambil menepuk pundak Jeremy
__ADS_1
"Iya kak kita diam, udah woy gak usah ngomong lagi" ucap Aiko ke Edwin
Aiko kaget melihat kakaknya yang tiba-tiba ngomong ngegas karena Aiko sangat jarang melihat kakaknya marah seperti itu.
Setelah di perjalanan yang lumayan jauh dan akhirnya mereka tiba di rumah Deven.
Edwin mengetuk pintu
"Tok...tok...tok..."
Saat itu Ibu Deven yang membukakan pintu
"Teman-teman nya Deven ya?" tanya ibu Deven
"Yaudah silahkan masuk dan mari ikuti saya ke kamar Deven"
Mereka pun mengikuti ibu Deven dan ketika mereka masuk ke kamar Deven, Deven sedang terbaring lemas di tempat tidur dan dalam keadaan diimpus.
"Bro lo sakit apasih?" tanya Jeremy
"Gue kena DBD" jawab Deven lemas
"Terus kenapa lo gak dirawat di rumah sakit?" tanya Edwin
"Gue gak punya biaya buat dirawat di rumah sakit, lo tau kan gimana keadaan keluarga gue sekarang" jawab Deven
__ADS_1
Saat itu ekonomi keluarga Deven sedang merosot, Deven sebenarnya dulu anak orang kaya namun ayahnya bangkrut
"Emm gue ngerti keadaan lo bro, gimana kalau gue bayarin rumah sakit lo?" tanya Edwin yang merasa kasihan dengan Deven
"Eh gak usah bro" tolak Deven
"Tolong bro terima tawaran gue sekali ini aja" ucap Edwin sambil memohon
Aiko tak menyangka kalau ternyata Edwin perduli dengan orang lain
"Nih anak baik juga ya, gak separah yang gue bayangkan" ucap Aiko dalam hati sambil memperhatikan Edwin
"Win gimana kalau kita bagi dua aja biaya rumah sakitnya?" tawar Jeremy
"Oh yaudah bro" jawab Edwin
"Makasih banyak buat kebaikan kalian" ucap Deven
"Sama-sama bro" jawab Edwin dan Jeremy
Deven sangat bersyukur mempunyai kedua sahabat yang baik sama dia, bahkan keluarga nya yang lain tidak terlalu perduli dengan keadaan Deven karena orang tua nya yang bangkrut.
---
Mohon like dan comment nya yah semua terima kasih hehe
__ADS_1