
Gol penalti di menit ke-12 itu membuat permainan langsung berubah. Para pemain Sugar Crossed FC terus menerus melakukan tekanan pada pemain Pengambangan Cananga Youth, sedangkan mereka hanya bisa bertahan menghadapi setiap gempuran yang datang ke garis pertahanan mereka.
Pemain Pengambangan Cananga Youth dipaksa hanya bermain di daerah pertahanan mereka saja, tanpa bisa melakukan serangan balasan ataupun melakukan build-up serangan dari bawah, setiap mereka ingin melakukan build-up mereka langsung di press oleh pemain Sugar Crossed FC dan bola pun hilang begitu saja dari kaki mereka.
Tetapi walaupun ditekan, pertahanan Pengambangan Cananga Youth masih sedikit rapi. Sampai mereka bisa menahan pergerakan pemain Sugar Crossed FC agar tidak bisa masuk ke dalam kotak penalti mereka. Sugar Crossed FC hanya bisa melancarkan serangan dari sisi flank dan melakukan crossing, tetapi hal itu cukup mudah untuk dihalau Bagas dan Galih, ataupun Romeo dan Rafliansah yang berperan sebagai full-back.
Sama seperti yang terjadi di menit ke-22. Karena tidak bisa membongkar pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth dari tengah, Tori Marukawa pun mencoba lewat sisi flank seperti yang sudah mereka lakukan. Romeo langsung memberikan tekanan pada dirinya, tetapi Marukawa masih bisa memberikan crossing ke kotak dalam kotak penalti Pengambangan Cananga Youth.
Umpan silang itu mengarah ke kepala Yoga Hilmawan, dia pun melompat yang diikuti oleh Bagas dan Galih tetapi lagi-lagi mereka berdua dapat dengan mudah dikalahkan oleh Yoga Hilmawan dalam duel udara. Sehingga Yoga berhasil menyundul bola itu namun karena kurang tajam bola berhasil diselamatkan oleh Derry dengan bagus sekali.
Bola masih dalam pelukan Derry, dia menunggu rekan-rekannya untuk maju terlebih dahulu sebelum menendang bola kedepan sana. Bola berhasil didapatkan oleh Axel Raihan dan ia langsung melakukan akselerasi cepat ke pertahanan tim Sugar Crossed FC.
Axel melirik sejenak, dia melihat Martin, Fauzi dan Zaki Iskandar yang sudah masuk ke dalam kotak penalti lawan dan siap menunggu umpan silang darinya. Tetapi Axel Raihan belum juga memberikan crossing ke dalam kotak penalti tim Sugar Crossed FC, dia masih memainkan bola dan mengecoh pemain bertahan Sugar Crossed FC yang sedari tadi menjagai dirinya.
__ADS_1
Seperti ada yang ditunggu oleh Axel Raihan namun tidak ada yang mengerti akan hal itu, Rizaldi Fatah mendekat ke arahnya untuk memberikan bantuan namun sayangnya saat Axel Raihan hendak melakukan passing ke Rizaldi, passing-nya terlalu lemah sampai akhirnya berhasil dipotong oleh pemain bertahan Sugar Crossed FC.
"Gawat!" hanya berdecit kesal yang bisa dilakukan oleh Axel Raihan sekarang setelah menyadari kesalahannya.
Axel Raihan mencoba mengejar bola yang hilang karena kesalahannya itu, Rizaldi juga ikut mengejar bola karena itu merupakan satu-satunya build-up mereka yang berhasil sampai menit ini. Namun, permainan umpan-umpan pendek indah dari Sugar Crossed FC membuat bola semakin jauh dari jangkauan mereka berdua dan tidak mereka duga bola kembali di kuasai oleh Tori Marukawa yang sedang berputar-putar di lapangan tengah sambil melewati beberapa pemain Pengambangan Cananga Youth yang lainnya.
Tori Marukawa tinggal sedikit lagi dari kotak penalti tim Pengembangan Cananga Youth, namun ia tidak melihat adanya sosok Yoga Hilmawan di sana. Tetapi aura mengerikan yang ia rasakan sedari tadi berada di sampingnya, Tori Marukawa pun menoleh dan menemukan sosok Yoga Hilmawan di sana dengan tatapan seperti seorang pembunuh berantai.
"Dia mirip sekali dengan orang itu" ucap Tori Marukawa dalam hatinya dan lalu ia memberikan passing ke belakang, ke tempat di mana Yoga Hilmawan sedang berdiri menunggu datangnya bola dari Tori Marukawa.
Tentu saja yang dilakukan oleh Tori Marukawa ini sedikit membingungkan bagi pemain bertahan Pengambangan Cananga Youth yang sudah terlanjur mundur untuk mengcover kotak penalti mereka dari serangan Sugar Crossed FC, yang dibangun oleh Tori Marukawa tadi. Tetapi ternyata, Tori Marukawa malah melakukan back-pass lagi ke sosok Yoga Hilmawan yang tidak ada menjaga dirinya sama sekali.
Bola itu ditahan sekali oleh Yoga Hilmawan, dia tendang pelan bola itu, itu ia lakukan untuk dirinya bisa berlari sebelum melakukan tendangannya. Zaki Iskandar yang melihat itu mencoba untuk menghalanginya agar tidak bisa melakukan tendangan, walaupun sudah terlalu putus asa. Ia tidak mencoba menekel bola, tetapi yang Zaki Iskandar coba lakukan adalah menekel kaki Yoga Hilmawan. Zaki tidak peduli lagi jika ia mendapatkan ganjaran kartu kuning ataupun merah karena aksi nekatnya ini.
__ADS_1
Tetapi Yoga Hilmawan seperti bisa membaca pikiran dari Zaki Iskandar, dia melompat agar terhindar dari slide tackle Zaki Iskandar. Zaki Iskandar hanya bisa ternganga melihat pergerakan lincah dari Yoga Hilmawan, sedangkan Yoga Hilmawan sudah berhasil berlari dan berhasil melakukan tendangan keras sekali pada bola itu.
Bola melayang cepat dan tak tentu arah. Derry yang melihat bola itu berputar di udara dengan arah yang selalu berpindah-pindah. Derry sudah yakin sekali kalau bola akan mengarah ke sisi kiri atas gawangnya sehingga ia sudah berdiri di dekat situ untuk menepis bola, tetapi ternyata bola yang berputar liar itu malah berbelok dan malah menukik ke tengah yang membuat Derry terkejut.
"Bagaimana bisa!" ucapnya sebelum akhirnya Derry membuang badan untuk melakukan upaya terakhir menghalau bola. Tetapi sayangnya, bola tidak berhasil ia sentuh dan lebih duluan masuk ke dalam gawangnya.
Yoga Hilmawan berhasil mencetak gol spektakuler hari ini, dia berlari menuju ke tribun di mana terdapat banyak penonton Pengambangan Cananga Youth di sana. Dia melakukan selebrasi di depan supporter Pengambangan Cananga Youth dengan meletakkan satu jarinya di mulutnya, yang mengisyaratkan agar mereka tetap diam dan hening. Selebrasi Yoga Hilmawan ini sukses memancing emosi dari supporter Pengambangan Cananga Youth dan dirinya pun dilempari botol minuman dalam kemasan oleh mereka semua, bahkan ada yang melempari Yoga Hilmawan dengan sepatu bekas yang entah datang dari mana benda tidak berguna itu.
Gol indah itu seperti golnya Didier Drogba, pemain legendaris dari klub Chelsea FC. Bukan cara melakukan golnya, tetapi hal yang miripnya adalah bola yang berputar tidak tentu arah itu yang sangat menyulitkan penjaga gawang manapun untuk menepis atau menghalaunya. Jika kalian penasaran golnya seperti apa, coba saja cari di mesin pencarian kalian dan tulis gol Drogba melawan Everton tahun 2006.
Dengan gol kedua yang tercipta di menit ke-28 tadi, membuat skor di babak pertama berakhir dengan keunggulan untuk Sugar Crossed FC 2-0. Mereka masuk ke ruang ganti dengan suasana suka cita dan penuh rasa optimisme lolos ke babak final, sedangkan tim Pengembangan Cananga Youth tertunduk menuju ke ruang ganti karena usaha mereka akan sangat-sangat berat untuk mengejar ketertinggalan yang mereka alami di babak pertama ini.
Coach Satria Hutama harus memutar otaknya jika mereka ingin menang dalam pertandingan hari ini, selain itu ia juga harus memikirkan bagaimana caranya agar membuat anak-anak asuhnya tetap dalam motivasi tinggi setelah di hancur dan di remuk redamkan oleh Sugar Crossed FC di babak pertama ini.
__ADS_1