Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 92: Semi-final


__ADS_3

Setelah menjalani latihan yang cukup berat hari ini, malamnya para punggawa Pengambangan Cananga Youth diberikan jam bebas oleh Coach Satria Hutama. Walaupun di jam bebas, tidak ada diantara mereka yang ingin pergi keluar atau mau jalan-jalan menyusuri kota Jakarta barang sebentar saja. Mereka semua banyak menghabiskan waktu di hotel saja sambil bersantai, karena itulah yang paling mereka butuhkan saat ini.


Di ruangan rekreasi, atau ruangan yang selalu mereka pakai untuk berkumpul-kumpul. Rizaldi Fatah dan yang lainnya sedang asik bermain Uno Stack, sebuah permainan balok susun yang cara mainnya setiap pemain harus mengambil satu balok tiap giliran mereka, dan jika saat mengambil balok susun itu ada yang jatuh maka permainan berakhir dan yang mengambil tadi adalah pemain yang kalah.


Derry, Martin, Fauzi, Zaki, Romeo, Bagas dan Galih sangat keasikan memainkan itu, bahkan ini adalah ronde ke-12 mereka memainkan uno stack. Dan orang yang sering kalah dalam permainan itu adalah Galih yang selalu saja jatuh saat dia mencoba mengambil balokan itu.


Yang lainnya ikut mengerumuni jua dan terkadang mereka semua berteriak-teriak untuk memberikan tekanan mental kepada pemain yang hendak mengambil balok yang sudah diujung tanduk, maksudnya balokan yang jika diambil tanpa perhitungan mungkin bisa membuat semua balok terjatuh dan permainan bisa berakhir.


Rizaldi juga ada di sana, dia tidak ikut karena dia tidak mengerti cara mainnya dan dia tidak mau jadi pemain yang selalu kalah dalam permainan itu. Jadi dia lebih memilih menonton mereka saja dan ikut tertawa ketika ada momen yang lucu atau menarik terjadi di saat permainan berlangsung.


Sama seperti sekarang yang terjadi. Derry melakukan sedikit trik untuk membuat Martin kesulitan, dia langsung mengambil balokan yang menjadi pondasi dari susunan balokan itu sehingga membuatnya menjadi tidak seimbang. Susunan balok itu pun miring ke kiri, membuat yang giliran selanjutnya akan sangat berpikir panjang untuk mengambil balok yang mana yang dirasa aman.


"Giliran kau Martin. Ambil yang angka 4 atau yang warna merah ya" ucap Derry sambil tertawa karena sudah berhasil membuat onar.


"Berisik! Jangan kacau kan pikiran ku Derry" Martin terus memikirkan bagaimana caranya mengambil balok angka 4 atau yang berwarna merah.


Akhirnya setelah lama berpikir, Martin pun mencoba mengambil balok berwarna merah bertuliskan angka 6 yang ada di bagian tengah. Martin mencoba menariknya perlahan-lahan, balokan itu jadi sangat miring setiap Martin mencoba menariknya. dia sudah tidak bisa lagi mundur kebelakang karena peraturannya jika balokan sudah dipegang maka harus segera ditarik.


Martin terus mencoba menariknya, pemain lain sudah dari tadi berteriak di sampingnya karena balokan yang sudah hampir jatuh. Akhirnya balok pun jatuh dan Martin jadi orang yang kalah dalam ronde ke-12 ini.


"Sialan!" Martin kesal karena dia tidak bisa bertahan dari hal itu.

__ADS_1


"Sobat! Apa kau mau ikut main?" Derry mencoba mengajak Rizaldi untuk ikut bermain, tetapi Rizaldi tetap tidak ingin ikut.


Rizaldi lebih memilih menonton saja, dia lalu mengeluarkan smartphonenya dan mencoba menghubungi Keisha adiknya. Beberapa kali Rizaldi coba, akan tetapi Keisha belum mengangkat panggilannya jua.


Rizaldi terus mencobanya, hingga akhirnya Keisha pun mengangkat panggilannya.


"Chatttt aja bang!" terdengar suara Keisha yang sedang kesal dari speaker smartphone Rizaldi.


Rizaldi jadi kebingungan dengan itu, tetapi Rizaldi malah kembali menelpon Keisha sekali lagi. Rizaldi jelas sekali ingin bermain-main dengan api dan dia tidak tahu ada api neraka abadi yang siap menjemputnya.


"Halo Keisha kok kamu malah teriak gitu waktu abang telpon" Rizaldi langsung mengeluarkan unek-uneknya setelah Keisha mengangkat panggilannya.


"Iya-iya maafin Keisha bang. Abang kapan pulangnya sih? Kok gak kalah-kalah aja lagi timnya abang"


Keisha yang mendengar itu ingin muntah ditempat, dia tidak tahan dengan kepercayaan diri abangnya yang tidak kenal tempat itu. "Siapa juga yang kangen. Keisha cuma sudah tidak tahan kalau perempuan itu setiap hari datang kerumah!"


Rizaldi kaget, dia langsung tahu kalau perempuan yang dimaksud oleh Keisha tadi adalah si Salma Finola teman baiknya.


"Ngapain Salma tiap hari ke rumah, Keisha?"


"Keisha juga gak tahu bang. Tapi dia sering kesini dan kadang membawakan makanan buat Keisha sama mama. Melani juga sering berkunjung, bahkan sering nemenin Keisha kalau mama lagi lembur". Keisha enggan sekali menjawabnya, terdengar dari suaranya saat menjawab pertanyaan kakaknya itu.

__ADS_1


Mendengar hal itu Rizaldi sedikit lega karena ada yang menemani Keisha saat ibunya pergi kerja lembur, lalu dia membahas hal-hal lain dengan adiknya itu sebelum akhirnya ada salah satu pemain Pengambangan Cananga Youth yang masuk ke ruangan rekreasi itu sambil berlari.


"Semuanya, drawing semifinal sudah dimulai!" teriaknya yang membuat semua pemain Pengambangan Cananga Youth yang berada di sana langsung menghentikan kegiatan mereka dan langsung menyalakan tv besar yang ada di sana.


Tv langsung menampilkan siaran yang menayangkan drawing babak semifinal I-Youth. Ada empat tim tersisa yang berjuang untuk mendapatkan tiket menuju final. Ada Pengambangan Cananga Youth FC, lalu ada Sugar Crossed FC, ada Sparta Bandung FC dan terakhir ada Batavia Fort FC.


Yang jadi petugas untuk melakukan drawing kali ini adalah Rizki Pora yang juga salah satu pesepakbola legendaris Indonesia. Rizki Pora lebih banyak menghabiskan karirnya di klub Barito Putera. Rizki Ripora juga sempat dipanggil ke timnas Indonesia pada saat timnas dilatih oleh Alfred Riedl yang kembali jadi juru taktik timnas ketika persepakbolaan Indonesia sedang kisruh karena terjadinya dualisme sehingga prestasi timnas Indonesia di kancah Asean pun sedikit melempem.


"Sudah dulu ya Keisha, ada hal yang abang perlu lakukan sekarang" Rizaldi langsung menutup telpon bahkan sebelum adiknya bertanya soal apa yang sedang ia lakukan.


Rizaldi langsung fokus melihat Rizki Pora yang sedang mengocok-mengocok bola yang ada di dalam mangkuk besar, bola itu berisi nama klub yang akan saling bertemu di babak semifinal nantinya.


Setelah di lakukan drawing, semua pemain Pengambangan Cananga Youth langsung terdiam. Mereka semua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, ada pula yang sudah tidak sabar dan menantikan kedatangan hari ini. Hari dimana mereka akan bertanding dengan rival abadi mereka Sugar Crossed FC.


Martin dan yang lainnya sebenarnya ingin bertemu dengan rival abadi mereka itu di babak final, namun nasib berkata lain dan mereka akan bertemu dengan Sugar Crossed FC di semifinal yang akan dipertandingkan di hari Rabu nanti.


"Akhirnya!" ucap Rizaldi dengan bersemangat, dia sudah tidak sabar bertemu dengan Yoga Hilmawan dan juga Tori Marukawa untuk membuktikan kepada mereka berdua kemampuannya yang sekarang.


Lalu coach Satria Hutama pun datang ke ruang rekreasi tepat setelah mereka sudah mengetahui siapa lawan yang akan mereka hadapi.


"Jadi semuanya, kalian sudah tahu kan apa yang harus kalian lakukan?" ucap coach Satria Hutama.

__ADS_1


Coach Satria Hutama seperti bisa melihat aura yang menunjukkan kalau mereka sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan rival mereka itu, sehingga tanpa perlu menunggu jawaban dari mereka pun Coach Satria Hutama sudah tahu apa jawabannya dan dia hanya bisa tersenyum karena itu.


__ADS_2