Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 168: Leg Kedua Indonesia Premier League


__ADS_3

Berita heboh soal Rizaldi yang sekarang ini memiliki seorang agen terus bertahan hingga hari ini, hari dimana tim Pengambangan Cananga FC akan kembali bertanding melawan Borneo Putra FC untuk laga leg kedua Indonesia Premier League.


Sebelumnya di sore hari, pada laga lanjutan antara Tarakanita Jakarta melawan Surabaya Argento FC. Tarakanita Jakarta FC berhasil menang kembali melawan Surabaya Argento FC dengan skor 3-0. Dua gol diciptakan oleh Yoga Hilmawan dan satu gol lagi dari kaki Marukawa yang juga ikut mencatatkan satu gol dan satu assist di pertandingan itu. Dengan kemenangan Tarakanita Jakarta FC besar 11-0 dengan hasil di leg pertama, Tarakanita Jakarta FC dipastikan mendapatkan satu tiket ke laga final. Mereka tinggal menunggu siapa lawan mereka di final, antara Pengambangan Cananga FC atau Borneo Putra FC yang akan bisa membalikkan keadaan mereka di leg kedua ini.


Sebelum pertandingan dimulai, Rizaldi melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan agennya, Andra Almeida. Mereka berdua membahas soal transfer Rizaldi Fatah. Agak terkejut Rizaldi mendengar kalau dirinya tidak jadi berlabuh ke MK Dons karena keputusan final pemilik klub yang lebih menginginkan pemain muda yang lebih prospek dari Rizaldi Fatah. Sedih sempat Rizaldi, namun kesedihannya langsung sirna saat mendengar kalau dirinya kembali mendapatkan tawaran dari salah satu tim yang bermain di divisi yang sama dengan MK Dons. Salford City FC, itu adalah calon klub Rizaldi Fatah yang baru.


Kesepakatan secara nominal memang masih belum dilakukan oleh kedua belah pihak, namun Rizaldi dan pihak tim Salford City FC yang diwakili oleh David Beckham selaku pemilik sepuluh persen saham dari klub Salford City FC, sudah melakukan kesepakatan secara verbal. Rizaldi dengan senang sekali menjawab keinginan tim Salford City FC untuk mendatangkannya di transfer musim dingin nanti. Rizaldi akan bergabung dengan para punggawa Salford City FC di Peninsula Stadium atau yang lebih dikenal dengan nama Moor Lane di distrik Kersal, Salford.


"Lima ratus euro per-pekan, itu setara 8 juta rupiah ya?" ujar Rizaldi begitu keluar dari ruangan khusus yang ada di stadion.


"Ya seperti itulah, tapi jangan kau kira biaya hidup di Inggris itu sama dengan disini. Kau harus bisa memanajemen keuanganmu, kalau tidak mau hidup menggelandang di jalanan kota Salford" Andra Almeida memberikan sebuah petuah, yang akan selalu diingat oleh Rizaldi kapanpun dan di manapun.


Setelah pertemuan itu, Rizaldi langsung melakukan sedikit pemanasan dan persiapan karena jadwal pertandingan sudah hampir dekat. Setelah itu, Coach Giovanni mengumpulkan mereka semua untuk melakukan briefing sebelum pertandingan. Coach Giovanni kembali mengingatkan mereka untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan kecil di sepertiga pertahanan mereka, karena dari pertemuan pertama mereka, Borneo Putra hampir saja menghukum mereka karena telah melakukan kesalahan kecil di sepertiga wilayah pertahanan mereka.


Tentunya Coach Giovanni tidak ingin hal itu terjadi kembali, makanya itu beliau mengingatkan mereka sekali lagi soal kesalahan mereka itu. "Itu saja yang ingin ku sampaikan pada kalian, kapten ayo lakukan seperti biasanya" Coach Giovanni menyuruh Adam Sala untuk melakukan sedikit pembukaan.

__ADS_1


"Baik coach!" Adam Sala langsung berteriak keras menjawab Coach Giovanni. "Baik semuanya ayo kita lakukan seperti biasanya!" ujar Adam Sala lagi.


Semuanya langsung berkumpul, membetuk lingkaran yang cukup besar, cukup membuat sesak tikus-tikus yang sedang mau lewat. Setelah membentuk lingkaran, mereka semua juga berteriak keras sekali di dalam ruang ganti, suara mereka bisa saja mengejutkan penderita penyakit jantung. Setelah itu, mereka pun langsung pergi ke lapangan untuk menyelesaikan tugas mereka.


Rizaldi Fatah mulai memfokuskan dirinya, dia masih belum bisa mengakses sistem Boro-555. Ternyata, masa hukumannya diperpanjang jadi beberapa hari lagi entah karena alasan apa. Tetapi, Rizaldi sudah bisa sedikit mandiri tanpa bantuan sistem Boro-555, walaupun sebenarnya dirinya sedikit merindukan sosok Boro-555. Karena, Rizaldi merasa Boro-555 sudah menjadi teman yang menemaninya sejauh ini.


Karena terlalu fokus, Rizaldi sampai tidak menyadari sekitarnya. Derry dari tadi memanggil namanya, namun Rizaldi tidak mendengar. Derry pun lalu menepuk pundak Rizaldi cukup keras, sampai membuat Rizaldi terkejut hingga sedikit berteriak karena tepukan itu. Derry yang melakukan itu juga terkejut, karena dirinya tidak menduga reaksi Rizaldi yang seperti itu.


"Kenapa kau Derry? Yang terkejut kan aku, kenapa kau juga ikut berteriak seperti itu?"


Rizaldi pun kebingungan, karena dirinya merasa tidak mendengar suara sama sekali dari tadi. "Benarkah begitu?" tanya Rizaldi untuk memastikannya.


"Benarkah begitu" Derry sedikit mengikuti gaya Rizaldi dalam mengucapkan kata itu. "Ya, aku dari tadi memanggil mu Rizaldi Fatah! Sepertinya kau sudah mau melupakan sahabat mu sendiri karena hendak pergi ke Salford City FC" Derry sedikit kesal, namun sebenarnya dia hanya ingin bermain-main saja dengan Rizaldi.


Sesuai dengan dugaan Derry. Rizaldi pasti akan kesal kalau dirinya mengucapkan hal tersebut, dan memang ekspresi wajah kesalnya Rizaldi itulah yang dirinya tunggu.

__ADS_1


"Maaf kalau aku tidak mendengarmu, dan juga maaf kalau aku memang terlihat seperti itu di matamu" ujar Rizaldi penuh kesal.


Derry pun tertawa terbahak-bahak melihat Rizaldi yang kesal, kepalanya juga menggeleng pelan sebelum dirinya berkata lagi. "Bukan begitu sobat, aku senang kau mendapatkan tawaran dari salah satu klub di Inggris. Walaupun itu masih divisi ketiga, namun tidak banyak anak-anak disini yang bisa seperti dirimu. Kau harus terus berjuang teman, kami semua yang disini juga bangga pada dirimu" ujarnya sambil tersenyum.


Rizaldi menatap Derry dari sudut matanya, sedikit ragu akan perkataan Derry yang wajahnya seperti seekor serigala yang sedang mempermainkan domba-domba yang tersesat di ladang sebelah. Namun, perasaan Rizaldi seketika berubah ketika perlahan dirinya melihat seluruh wajah pemain Pengambangan Cananga FC yang tersenyum kepada dirinya.


Senyuman mereka seakan-akan memberitahu Rizaldi, kalau mereka ikut senang dengan apa yang dicapai oleh Rizaldi Fatah saat ini. Mereka begitu bangga pernah bermain dengan salah satu talenta muda yang dimiliki oleh negeri ini, dan mendapatkan tawaran dari Salford City FC adalah hal yang memang pantas didapatkan oleh Rizaldi Fatah untuk terus membuat permainan sepakbolanya semakin berkembang ke arah yang lebih baik lagi.


"Pesanku hanya satu untukmu boy. Ketika kau sudah mendarat di tanah itu, kasih hajar orang-orang Inggris yang arogan itu! Dan jangan lupakan tim MK Dons yang sudah menolakmu itu!" sang kapten Adam Sala juga ikut bersuara.


Rizaldi sedikit terharu melihat rekan-rekan seperjuangannya memperlakukannya dengan begitu baik selama ini, matanya sudah berkaca-kaca namun ia harus tahan karena sebentar lagi mereka harus masuk ke dalam terowongan stadion. Akan jadi pertanyaan besar oleh media, atau pemain lain melihat Rizaldi yang terharu.


Adam Sala tersenyum dan kembali mengucapkan kata-kata yang membuat rekan-rekannya terbakar semangat untuk sekali lagi. "Mari kita kalahkan Borneo Putra FC, tidak. Ayo kita menangkan liga ini, piala Indonesia dan juga liga Champions Asia musim ini untuk menutup musim yang indah untuk rekan kita yang akan pergi ke Inggris ini! Bagaimana semuanya, kalian semua setuju?"


Kata-kata pembangkit semangat itu, langsung dijawab dengan penuh semangat juga oleh semua rekan mereka. "Setuju!"

__ADS_1


__ADS_2