
Para punggawa Pengambangan Cananga Youth FC masih terlihat sedikit menahan tawa sambil mereka berlatih. Hal ini dikarenakan kejadian yang dialami oleh Rizaldi, dia lupa menyetel jam di smartphonenya ke WIB dan malah membuat keributan sendiri.
Derry, Axel dan Martin yang satu kamar dengan Rizaldi saat itu tertawa sejadinya melihat Rizaldi yang penuh kebingungan seperti orang yang tersesat, mereka lalu menceritakan hal ini kepada yang lainnya dan jadilah mereka semua tertawa mendengar hal kocak yang dialami oleh Rizaldi. Bahkan, Coach Satria dan para stafnya saja tertawa saat mendengarnya, kini dipinggir lapangan sambil mengawasi mereka semua latihan Coach Satria dan stafnya masih mencoba untuk menahan tawa mereka.
Rizaldi pun latihan dengan wajah yang cemberut, dia tidak suka dengan situasi ini dan merasa kesal dengan Derry dan yang lainnya yang malah menertawakan dirinya yang kelupaan itu. Derry mencoba berbicara padanya, namun Rizaldi seolah tidak peduli kalau ada Derry di sana, dia benar-benar kesal.
Derry santai saja menanggapinya, dia malah kembali tertawa karena melihat wajah lucu Rizaldi saat cemberut. "Hei sobat, semua orang pernah melakukan hal yang sama denganmu itu. Tenang saja" Derry mencoba untuk menghibur suasana hati Rizaldi.
Rizaldi menoleh ke Derry, melihat wajahnya yang tampan super tampan itu. Rizaldi ingin sekali mencengkram erat wajah tampannya itu, namun dia urungkan niat itu dan hanya diam saja. Mendengarkan setiap perkataan Derry bagai angin yang lalu.
Setelah latihan selama 45 menit lamanya, termasuk dengan melakukan pemanasan awal. Coach Satria lalu meniup peluit yang menandakan waktunya istirahat. Namun bukan berarti mereka benar-benar beristirahat dan boleh pergi keluar dari lapangan latihan, mereka tetap di lapangan sambil duduk membentuk lingkaran dan bersiap mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Coach Satria pada mereka. Biasanya beliau menjelaskan situasi yang dialami klub, nasehat-nasehat atau membahas soal strategi.
Rizaldi meminum minuman berenergi yang sudah ia siapkan sebelumnya, tubuhnya begitu lelah karena kurang beristirahat akibat kesalahan yang dialaminya. Rizaldi ingin meminum minuman Energy Booster yang ada di penyimpanan sistemnya, namun saat ini dia tidak bisa mengakses sistem, atau lebih tepatnya dia terpaksa harus untuk tidak membuka sistem karena masih banyak orang di sekitar sini. Akan jadi hal yang paling mengejutkan jika mereka semua melihat sebuah botol minuman berwarna hijau tiba-tiba muncul entah dari mana dan mendarat tepat di tangan Rizaldi.
"Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian" wajah Coach Satria sedikit aneh, dia seperti menahan tawa. "Tetapi sebelumnya, masih ada yang merasa jet lag?" kegelisahan Rizaldi benar-benar terjadi.
__ADS_1
Pemain lain langsung tertawa mendengarnya, ini tidak lain sebuah jokes untuk apa yang dialami oleh Rizaldi beberapa saat yang lalu. Rizaldi seolah sudah tidak perduli lagi dengan itu, tawaan itu kini terdengar seperti kicauan burung saja bagi dirinya.
Coach Satria melanjutkan. "Jadi, jadwal pertandingan kita sudah ditentukan. Kita akan melawan Jayapura Black Diamond FC di hari Senin, sore hari jam 3"
Mereka semua seperti langsung melupakan jokes tadi, kini mereka mulai membahas soal Jayapura Black Diamond FC yang akan menjadi musuh mereka di hari senin nanti. Jayapura Black Diamond FC bukanlah lawan yang bagus untuk Pengembangan Cananga Youth FC, ini benar-benar berita buruk bagi mereka semua.
Jayapura Black Diamond FC bukan lagi klub kuda hitam seperti di musim-musim sebelumnya, mereka kini jauh lebih kuat dan benar-benar menjadi calon penantang gelar juara. Jika mereka terlalu meremehkan klub satu ini, atau malah lupa diri karena status mereka sebagai juara bertahan, bukan tidak mungkin mereka akan tergelincir di jalan es yang sudah mereka sadari dari awal namun mereka enggan mengakuinya.
Martin mengangkat tangannya untuk bertanya, Coach Satria pun membolehkannya. Demokrasi berjalan dengan baik di dalam klub ini.
Martin bertanya. "Maaf coach, kalau boleh tahu kita akan bermain di stadion mana ya?"
Dari penjelasan Coach Satria, pertandingan fase gugur kali ini akan dilakukan di beberapa venue. Di Jakarta kali ini ada lima venue yang menjadi tempat pertandingan fase gugur. Pertama jelas stadion utama Gelora Bung Karno, lalu kedua stadion Jakarta Internasional Stadium, lalu ada Stadion Kebayoran Baru, Stadion Batavia Fort dan juga Stadion Benhil. Finalnya nanti akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang memang menjadi salah satu stadion sepakbola paling megah di negara ini.
Mendengar itu semua pemain Pengambangan Cananga Youth langsung membayangkan saat mereka akan bertanding di partai final dan bermain di Gelora Bung Karno yang akan dipenuhi oleh para penonton yang akan menyaksikan kebolehan mereka, mereka benar-benar menginginkan hal itu bisa terjadi.
__ADS_1
Lalu mereka kembali melanjutkan latihan mereka hingga jam latihan mereka berakhir saat menjelang Maghrib. Mereka semua langsung kembali ke hotel saja setelah melakukan pendinginan, rasa lelah mulai menumpuk di pundak mereka semua bagai menahan beban beratnya dunia.
Sesampainya di hotel, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri sebelum turun lagi untuk menyantap makan malam mereka yang sudah disiapkan oleh staf hotel. Makan malam mereka malam ini cukup mewah, menu daging sapi Welington dengan minumannya Fruit Punch yang seperti meninju rasa penat mereka semua hingga tidak bersisa.
Banyak yang merasa menu makan malam mereka itu sangatlah mewah, apalagi Rizaldi yang baru pertama kali melihat menu masakan itu. Rizaldi langsung merogoh sakunya dan mengeluarkan smartphonenya, dia langsung memotret daging sapi Welington itu dan mengirimkannya ke Keisha untuk mengetahui reaksi adik kecilnya itu.
Hanya beberapa detik setelah foto itu terkirim, Keisha langsung membalasnya dengan stiker berwajah sedih namun sekaligus marah yang menandakan dia begitu iri dengan kakaknya itu, dan itu membuat Rizaldi tertawa cekikikan sendirian sebelum ditegur oleh Derry yang memperhatikannya sedari tadi.
"Kenapa ketawa sendiri sih sobat? Kau seperti orang kesurupan" ucap Derry
Rizaldi cepat-cepat mengelak dan membantah itu. "Aku mengirim foto menu makan malam kita ke Keisha dan dia kesal padaku karena dia cuma makan mie instan saja di rumah" Rizaldi tertawa cekikikan lagi.
Derry ikut tertawa, walaupun dia juga merasa sedih dengan Keisha. "Coba video call, kita lihat seberapa kesal dia" Derry memberikan ide cemerlang dan langsung saja dilakukan oleh Rizaldi.
Perlu beberapa menit untuk akhirnya Keisha mengangkat video call dari Rizaldi, dari seberang jalur sana wajah Keisha begitu cemberut karena hal yang dilakukan oleh abangnya tadi. Namun semuanya langsung berubah total ketika dia menyadari ada sosok laki-laki yang ia kagumi di samping abangnya, siapa lagi bukan Derry.
__ADS_1
"Bang, kasih aja hp nya ke abang Derry. Keisha males lihat wajah abang yang sok ganteng itu" ucap Keisha dengan wajah judesnya, Rizaldi pun kesal dan langsung memberikan smartphonenya ke Derry dan membiarkannya melakukan video call dengan Keisha.
Rizaldi tidak peduli lagi, dia kini hanya fokus memakan daging sapi Welington itu dengan perasaan begitu kesal seperti ingin memukul seseorang.