
Mendengar ada sebuah fitur baru yang telah dipersiapkan oleh Boro-555 untuk dirinya, Rizaldi begitu tertarik untuk mencoba fitur itu. Rizaldi Fatah akan mencobanya di pertandingan hari ini, di kejuaraan FSI melawan Deli United tim yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara.
Di pertandingan hari ini, Pengambangan Cananga FC akan banyak menurunkan skuad lapis kedu mereka. Hal ini dikarenakan, Coach Giovanni ingin menyimpan tenaga para pemain utama untuk bertanding di Korea Selatan melawan Jeonbuk Hyundai Motors FC pada pembukaan AFC Champions League musim ini.
Banyak pemain inti Pengambangan Cananga akan diistirahatkan oleh Coach Giovanni, contohnya seperti Adam Sala sang kapten, Ednilson Silva dan bahkan Anan Riswan yang masih muda saja diberikan waktu istirahat oleh coach. Tetapi, Rizaldi tetap dimainkan oleh Coach Giovanni walaupun hanya sampai babak pertama usai saja. Coach Giovanni ingin memberikan Rizaldi waktu bermain yang lebih banyak dan juga ingin membuat Rizaldi bisa mengendalikan keseimbangan permainan tim lapis kedua ini, dan tentu saja Rizaldi sudah begitu siap dengan tugas itu.
Untuk itulah Rizaldi ingin mencoba salah satu kartu pemain yang dirinya dapatkan sebagai hadiah oleh Boro-555 kepada dirinya. Rizaldi ingin mengetahui seberapa jauh dampak yang diberikan oleh kartu itu kepada permainannya pada saat di lapangan nanti, setelah itu dia baru bisa menilainya.
"Kau sudah siap Martin!" Rizaldi menepuk pundak Martin yang terlihat cukup gugup.
"Jangan sok kenal!" Martin berkelakar, lalu Martin mulai sedikit tertawa dan perlahan-lahan rasa gugupnya mulai menghilang.
Walaupun Martin sudah menjalani laga debutnya bersama dengan tim senior Pengambangan Cananga FC, tetapi tetap saja dia masih merasakan sedikit gugup ketika hari pertandingan tiba. Martin yang gugup itu ditertawakan oleh Axel Raihan, dia juga mendapatkan jatah bermain pada hari ini.
"Kau masih saja gugup, dasar cemen!" Axel berkomentar soal kegugupan yang dialami oleh Martin.
Martin tidak terima, dia menoleh kebelakang nya dan menatap Axel dengan tatapan miring. Martin memperhatikan seluruh tubuh Axel, lalu dia menangkap kaki Axel yang terlihat bergetar-getar cukup sering. Martin kemudian tersenyum, seperti sedang memikirkan sesuatu yang buruk pada Axel, sampai membuat Axel mulai takut.
__ADS_1
"Kaki kau kenapa? Butuh tali untuk membuatnya tetap tegak?" ujar Martin, lalu semua orang di dalam terowongan mulai tertawa mendengar lelucon yang dilemparkan Martin untuk Axel.
Axel malu dia melihat ke sekelilingnya, semua orang menertawakan dirinya. "Awas kau Martin!" Axel berteriak malu dan malah semakin ditertawakan oleh orang-orang. Rizaldi saja ikut tertawa melihat tingkah mereka berdua, sampai mereka semua keluar dari terowongan mereka semua masih menertawakan Axel.
Di pertandingan hari ini, Rizaldi hanya berperan sebagai orang yang menjaga keseimbangan tim. Dia juga hanya diberikan waktu bermain yang relatif singkat, hanya bermain hingga babak pertama berakhir saja. Dengan segala pertimbangan itu akhirnya Rizaldi memilih untuk menggunakan fitur kartu pemain, dan yang dirinya pilih adalah kartu pemain Juraj Kucka musim 2015/2016.
Pada saat itu, Juraj Kucka bermain untuk AC Milan dan bermain sebagai seorang gelandang tengah. Kadang juga, Kucka di plot sebagai pemain jangkar oleh pelatih AC Milan kala itu yaitu Sinisa Mihajlovic. Pemain berpaspor Slovakia itu memang sering jadi andalan Mihajlovic untuk mengisi sektor tengah, dengan tinggi badan sekitar 186cm membuatnya bagai menara di lapangan tengah.
Rizaldi langsung menggunakan kartu pemain itu, hal yang dirinya rasakan begitu memakainya adalah biasa saja. Tidak ada perubahan ia rasakan, dan Rizaldi kira kartu itu tidak berfungsi, tetapi pada saat bola berada di kakinya ia mulai merasakan efeknya. Bola terkesan begitu ringan di kakinya, sampai membuat Rizaldi terkejut dan bola terlepas dari kakinya begitu saja dengan mudahnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Rizaldi pada dirinya sendiri, lalu dia mencoba untuk merebut bola dari kaki pemain lawan. Biasanya Rizaldi kesulitan untuk merebut bola dari kaki lawan, namun entah kenapa Rizaldi begitu mudah merebut bola dari kaki lawannya kali ini.
"Hei Boro, apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?" Rizaldi tidak tahu lagi harus bertanya pada siapa.
Boro sedikit tertawa meledek tuannya itu, karena merasa kasihan akhirnya Boro-555 pun menjelaskan pada masternya soal hal yang terjadi pada tubuhnya saat ini.
"Itulah efek dari kartu pemain, anda akan merasa seolah-olah seperti kartu yang anda gunakan. Misalnya anda menggunakan kartu Juraj Kucka musim 2015/2016, secara harfiah anda akan berubah menjadi Juraj Kucka di musim itu" begitulah kata Boro.
__ADS_1
Rizaldi masih kurang paham dengan itu, namun dia merasa ada satu hal yang dirinya mengerti. "Maksudmu kalau Juraj Kucka saat itu berusia 28 tahun, berarti kondisi ku saat ini seperti orang yang berusia 28 tahun begitu?"
"Begitulah!" jawab Boro dengan singkat.
Rizaldi mulai mengerti apa yang terjadi pada dirinya, itulah yang ia rasakan sedari tadi. Untuk itu Rizaldi melakukan beberapa siasat, dengan mengandalkan kartu itu dia berhasil menciptakan permainan apik di lini tengah. Bahkan membuat lini tengah Pengambangan Cananga FC saat ini jadi lebih solid.
Coach Giovanni saja sampai terkejut melihat hebatnya permainan Rizaldi hari ini, terlebih lagi dia bisa bertahan dengan cukup baik. Namun kurangnya Rizaldi hari ini adalah, staminanya yang serasa begitu cepat habis.
Rizaldi tidak selincah biasanya, begitulah pikir coach Giovanni. Tetapi beliau tidak terlalu berpikir lebih jauh, dia hanya berpikir kalau Rizaldi sedang menyimpan tenaganya untuk laga yang lebih besar dari laga ini.
Namun walaupun begitu, tentu saja Rizaldi tetap bermain dengan sangat bagus seperti biasanya. Di menit ke-12 dia berhasil memberikan peluang emas untuk Pengambangan Cananga FC. Tendangan kaki kanannya dari luar kotak penalti membentur tiang gawang, namun saat itu ada Martin yang berada tepat menunggu bola rebound dan berhasil menjadikannya sebagai sebuah gol.
Tiga menit berselang, Rizaldi memberikan umpan lambung jauh kedepan. Axel mampu menerima umpan dengan sempurna, dia lalu melewati dua pemain bertahan tim Deli United sebelum ia memberikan umpan silang ke dalam kotak penalti. Bola di sundul oleh pemain tengah Pengambangan Cananga, Syahroni dan menjadikan skor jadi 2-0 untuk keunggulan Pengambangan Cananga.
Rizaldi tampil begitu solid dalam menyerang ataupun bertahan, serangan-serangan yang coba dilancarkan oleh pemain Deli United berhasil dengan baik ia patahkan dan serangan mereka hanya sampai di lapangan tengah saja.
Sebagai penutup, Rizaldi berhasil mencetak gol di menit ke-30. Memanfaatkan kemelut yang terjadi di depan mulut gawang, bola yang menggelinding ke kaki Rizaldi langsung saja ia tendang dengan keras tanpa melihat ke arah gawang lagi. Bola menghujam keras gawang Deli United, membuat Pengambangan Cananga unggul 3-0 di babak pertama hingga peluit pun berbunyi.
__ADS_1
Sesuai dengan game-plan yang sudah disiapkan oleh Coach Giovanni sebelumnya, Rizaldi benar-benar hanya bermain hingga babak pertama berakhir saja. Dirinya digantikan oleh Fuad Rusdi pemain yang cukup senior. Hingga akhirnya peluit panjang dibunyikan oleh wasit, Pengambangan Cananga berhasil menang 5-0 atas tamunya Deli United dalam laga FSI Cup musim ini.