
Setelah perkenalan singkat itu Rizaldi Fatah kini memiliki seorang agen sekaligus manajer yang akan membantu dirinya dalam berbagai macam hal, khususnya untuk masalah karirnya sebagai seorang pesepakbola. Memang itulah yang harus dimiliki oleh seorang pesepakbola, apalagi Rizaldi memiliki target menjadi pemain sepakbola yang hebat dan berpengaruh, dirinya harus berpikir jauh lebih kedepan lagi.
Andra Almeida, seorang perempuan muda berumur hampir 20 tahun yang akan menjadi agen Rizaldi Fatah nantinya. Perempuan berambut pirang sebahu itu memang belum memiliki pengalaman soal menjadi agen sepakbola, tetapi karena keyakinan yang diberikan oleh sepupunya yaitu Coach Giovanni akhirnya Andra Almeida pun mencobanya dengan sepenuh hati.
Tugas pertamanya sebagai seorang agen adalah membantu Rizaldi Fatah untuk mendapatkan sebuah kesepakatan bersama dengan calon tim yang bisa jadi akan menjadi pelabuhan Rizaldi Fatah selanjutnya, yaitu MK Dons. Untuk itu, Andra dan juga Rizaldi akan memiliki jadwal pertemuan dengan pelatih yang saat ini melatih MK Dons. Namanya adalah Thomas Andrews yang berhasil membawa MK Dons menjuarai EFL Cup musim lalu.
Thomas Andrews rela jauh-jauh terbang dari Inggris ke Indonesia untuk melakukan pertemuan ini, telpon dari agen pencarian bakat MK Dons dan sedikit melihat kebolehannya Rizaldi lewat video yang dikirimkan oleh sang agen membuat Thomas Andrews sangat tertarik untuk memboyong Rizaldi ke Inggris dan dirinya rela melakukan hal ini apapun bayarannya.
Karena hari ini adalah hari pertemuan itu, Rizaldi langsung bersiap-siap setelah selesai latihan hariannya. Diperjalanan menuju pulang ke rumah, Rizaldi mendapatkan sebuah pesan dari Andra Almeida lewat aplikasi chating yang lagi viral sekarang ini yaitu SecretChat. Pesan itu berbunyi 'dress code untuk pertemuan kali ini semi formal, jadi alangkah lebih bagus kamu pakai kemeja yang rapi!'
Rizaldi langsung mengingat hal itu di dalam memorinya, dia kembali melanjutkan perjalanannya namun hanya beberapa senti saja dari tempat asalnya berpijak, suara notifikasi kembali terdengar dan Rizaldi kembali mengeceknya. Kali ini bukan pesan seperti sebelumnya, Andra hanya mengirimkan sebuah stiker pesan bergambar kucing lucu yang mengangkat ibu jarinya. Rizaldi langsung sedikit tersenyum melihat stiker itu. "Rupanya dia sedikit berbeda dari Coach!" ucap Rizaldi seketika.
"Sudah siap menempuh jalan yang baru kah Master?" Boro-555 tiba-tiba bersuara di dalam kepala Rizaldi Fatah.
"Ya begitulah Boro, hidup selalu maju kedepan dan aku tidak ingin terjatuh karena tidak bisa menahan lajunya arus"
"Sebuah kata-kata yang bagus Master, mari tingkatkan semangat juang untuk menggapai mimpi tuan itu" ujar Boro-555 lagi.
Rizaldi tersenyum lalu tiba-tiba mengepalkan tangannya dan meninju langit yang sama sekali tidak pernah cari masalah dengan dirinya. Karena yang dilakukan oleh Rizaldi ini terlihat aneh, orang-orang mulai menatap Rizaldi dengan begitu tajam sambil bertanya-tanya ada masalah apa sebenarnya anak ini, tetapi Rizaldi tidak peduli dengan semua tatapan itu. Pikiran Rizaldi hanya tertuju dengan pertemuan yang akan berlangsung kurang dari 2 jam lagi itu. Rizaldi pun bergegas untuk sampai ke rumah, dirinya berlari sampai kerumahnya dan menganggap hal itu adalah suatu latihan biasa yang sering ia lakukan waktu dulu.
Sampai kerumah Rizaldi langsung saja mandi dan bersiap-siap untuk pergi, Rizaldi mengenakan kemeja berwarna merah maroon salah satu dari warna favoritnya. Rambutnya disisir rapi dan begitu keluar dari kamarnya, Keisya yang melihat tampilan abangnya yang serapi itu langsung curiga dan menanyakan mau kemana kah abangnya itu.
"Abang mau pergi sebentar, ada pertemuan penting. Keisya jaga rumah dulu ya nanti pulangnya abang belikan terang bulan rasa coklat dan kacang spesial" kata Rizaldi mencoba menjelaskan dengan singkat pada adiknya itu.
Keisya semakin menatap tajam sang abang, tetapi beberapa saat kemudian dirinya langsung kembali fokus pada kegiatannya sendiri. "Janji ya bang, awas aja abang bohongin Keisya!" Keisya mengancam dengan sebuah pensil di tangannya.
__ADS_1
"Janji janji" balas Rizaldi sedikit gugup melihat pensil yang tajam itu mengarah pada dirinya.
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, Rizaldi cepat-cepat pergi untuk melihat siapa yang datang bertamu kerumahnya, sekaligus kabur dari Keisya yang menatapnya seperti seorang penjahat kelas kakap itu. Keisya mengikuti dari belakang tanpa disadari oleh Rizaldi, saat Rizaldi membuka pintu, Keisya langsung terkejut melihat ada seorang perempuan muda dan cantik berdiri tepat di depan rumahnya.
Rizaldi sama terkejutnya dengan Keisya, dia sangat tidak menduga kalau Andra akan datang menjemputnya. Tetapi yang lebih mengejutkan lagi adalah, Rizaldi bingung dengan bagaimana caranya Andra tahu rumahnya Rizaldi padahal dirinya baru hanya beberapa hari saja di Pengambangan.
Andra bisa membaca kebingungan yang melanda Rizaldi itu hanya dari raut wajahnya saja, Andra pun berkata. "Untuk apa data pemain di kantor jika tidak dipakai?" Rizaldi pun seketika terdiam. "Ayo cepat naik, mari kita pergi sekarang"
Rizaldi bingung kata naik itu disematkan untuk apa, rupanya Andra membawa mobilnya sendiri ke sini dan mobilnya bukan mobil main-main. Itu adalah mobil keluaran pabrikan asal Italia yang memiliki lambang kuda jingkrak dengan warna hitam. Apalagi kalau bukan Ferrari yang harganya bukanlah main-main. Dan yang dibawa oleh Andra saat ini adalah Ferrari California, yang merupakan salah satu dari sekian jenis mobil Ferrari.
"Tunggu apa lagi ayo naik!" kata Andra yang melihat Rizaldi masih saja berdiri dengan mulut ternganga lebar di dekat pintu mobil.
Rizaldi pun meneguk air liurnya sebelum masuk ke mobil yang memiliki kap terbuka itu, warna merah mobil itu seakan-akan membelah jalanan kota Pengambangan yang sedang santai malam itu. Mobil milik Andra benar-benar menjadi sebuah objek yang membuat semua orang tidak bisa memalingkan tatapan mereka, bagi orang-orang di Pengambangan yang jarang sekali melihat mobil bagus sebagus Ferrari, itu akan menjadi sebuah hiburan bagi mata mereka.
Di lampu merah, Andra mencoba mencari sebuah topik pembicaraan. Dirinya sedikit merasa tidak nyaman dengan hawa dingin yang menyelimuti Rizaldi semenjak tadi. "Rizaldi, saat aku menuju rumahmu tadi, aku sempat melihat ada sebuah tempat yang banyak didatangi oleh banyak orang-orang dan rata-rata banyak anak muda di sana seperti anak-anak sekolah menengah. Apa kamu tahu hal itu Rizaldi?"
"FFC? Oh seperti UFC itu kah? MMA?" kata Andra, tidak ingin membiarkan suasana kembali seperti sebelumnya.
"Bukan UFC atau MMA, lebih ke Gulat Profesional namun lebih banyak gerakan bela dirinya seperti MMA, anggap saja gabungan MMA dan gulat profesional akhirnya terciptalah Fusion Fighting. Kapan-kapan akan ku ajak kamu ke sana jadi kamu bisa lebih mengerti maksudku" jawaban Rizaldi sedikit membingungkan Andra namun karena Rizaldi menjanjikan hal tersebut, Andra tidak lagi mempertanyakan hal itu.
Beberapa menit berlalu di jalanan hingga akhirnya mereka sampai ke tempat yang menjadi tujuan mereka. Mereka memiliki janji temu di sebuah hotel berbintang 5 yang ada di Banjarmasin, yaitu hotel Galaxy Royale Palace. Mereka berdua pergi ke resepsionis dan memberitahu sang resepsionis kalau mereka memiliki janji temu dengan seseorang yang bernama Thomas Andrews.
Tanpa banyak tanya lagi, dengan pelayanan tingkat tinggi sang resepsionis memberitahukan pada pelayan yang lain untuk membawa Andra dan Rizaldi pergi menemui sosok yang bernama Thomas Andrews itu, ternyata Thomas Andrews sudah menunggu kedatangan mereka berdua di restoran hotel.
"Ah akhirnya kalian datang, silakan duduk dulu" ucap Thomas saat melihat kedatangan Andra dan juga Rizaldi.
__ADS_1
"Senang bertemu dengan anda tuan. Ini adalah Rizaldi Fatah dan saya Andra Almeida sang agen si pemain" Andra menyalami tangan Thomas sebelum pergi duduk, begitu pula Rizaldi yang mengikuti gerakan Andra agar tidak salah.
Thomas sedikit tersenyum, dia mulai senang karena Andra bukanlah agen biasa yang tidak tahu bagaimana etika dalam bertemu dengan seseorang. Setidaknya bagi Thomas, Andra bukanlah seorang amatir yang nekat membasahi dirinya ke dunia penuh negosiasi ini. "Bagaimana kita mulai saja pembahasan utama kita?" tanya Thomas yang langsung disambut dengan baik oleh Andra.
Thomas Andrews memberitahukan pada Rizaldi dan Andra kalau memang benar dirinya dan juga klub MK Dons memiliki ketertarikan pada Rizaldi Fatah, apalagi setelah melihat beberapa video penampilan penuh Rizaldi. Namun mereka tidak akan memasukkan nama Rizaldi sebagai pemain utama dalam rentang waktu dekat, mereka hanya ingin membuat Rizaldi untuk menjadi pemain penuh prospek jangka panjang untuk sementara waktu ini.
"Kalau kau setuju dengan peran ini, kita bisa lanjutkan dengan pembahasan soal kontraknya?" kata Thomas Andrews.
Rizaldi diberikan waktu untuk berpikir terlebih dahulu, tetapi tentu saja tidak banyak waktu yang dirinya miliki. Rizaldi tidak ditunggu memberikan jawabannya hingga besok pagi, sehingga segala jawaban yang akan dilontarkan olehnya bisa saja membuat karirnya mati begitu saja. Rizaldi menatap ke arah Andra, dan Andra hanya tersenyum saja. Tetapi Rizaldi tidak marah, dirinya malah mengerti maksud dari senyuman Andra itu.
"Apa anda yakin hanya menjadikan Rizaldi sebagai proyek prospek jangka panjang anda saja tuan Thomas? Saya yakin sekali anda sudah menonton banyak sekali rekaman dari permainan Rizaldi kan? kata Andra sedikit memancing Thomas.
Thomas tertawa. Dia memang mengakui kepiawaiannya Rizaldi, namun dirinya sendiri belum melihat secara langsung, hanya dari video-video rekaman yang dikirimkan oleh sang pencari bakat saja. Tetapi dengan itu saja sudah menjadi landasan kuat, akan tetapi Thomas masih belum yakin sepenuhnya.
"Maaf nyonya muda, pemain ini masih sangat muda. Umurnya masih 16 tahun kan? Di FA memiliki sebuah peraturan yang sangat jelas untuk masalah umur ini. Jadi untuk pertama kami hanya ingin menjadikan Rizaldi sebagai bagian dari pemain berprospek tinggi, maksimal kami hanya bisa memberikan sebuah jaminan kecil menjadi starter dan rotasi. Tergantung dari bagaimana permainannya"
"Kalau begitu oke saja, kami tidak memiliki masalah dengan itu" ucap Andra sedikit tersenyum, setidaknya itu lebih baik dari tawaran sebelumnya.
Setelah deal dengan masalah soal peran Rizaldi, lalu mereka membahas soal kontrak dan gaji. MK Dons akan mengontrak Rizaldi selama 5 tahun dengan status sebagai pemain muda dari akademi MK Dons, dan tentunya Rizaldi mendapatkan juga sebuah gaji.
Dengan sedikit tarik ulur, Rizaldi akhirnya mendapatkan sebuah gaji yang lumayan namun tidak berarti banyak juga. Karena berstatus pemain muda akademi, Rizaldi tidak boleh mendapatkan gaji yang begitu tinggi di awal tahunnya, karena alasan salary cap yang ada di EFL League One dan juga EFL League Two. Rizaldi mendapatkan 300 euro per pekannya, atau jika dirupiahkan setara dengan 4 jutaan.
Mereka pun akhirnya sepakat dan kesepakatan itu diakhiri dengan salaman oleh Thomas Andrews dengan perwakilan dari Rizaldi Fatah. Namun sebelum mereka pamit, Rizaldi tiba-tiba bersuara. "Tetapi bisakah saya bermain untuk Pengambangan Cananga FC sampai akhir musim? Saya ingin memberikan yang terbaik untuk tim saya saat ini sebelum pergi?
Tentu saja pertanyaan ini membuat terkejut semua pihak, tidak terkecuali Andra sendiri. Namun dengan santainya Thomas Andrews menjawab. "Tidak masalah, kau masih memiliki beberapa tahun jika ingin bermain di liga terbaik di dunia, Liga Inggris!" ujar Thomas Andrews, lalu dia pun pergi dari restoran hotel untuk kembali menuju ke kamar pesanannya.
__ADS_1
Rizaldi terdiam, dia kembali terduduk setelah menghadapi hal paling mendebarkan di hidupnya selama ini. "Aku masih tidak percaya dengan apa yang ku alami saat ini" ucap Rizaldi sambil menatap langit-langit hotel yang seperti langit malam yang penuh dengan bintang-bintang.