
Kalah adalah hasil yang ingin dihindari oleh setiap pelatih klub sepakbola, walaupun sebenarnya dalam permainan sepakbola hanya ada satu pemenang dan satu pecundang. Memang. Pengambangan Cananga FC kalah di Sevilla kemarin dan itu adalah hasil yang buruk, namun tidak sepenuhnya buruk. Ada beberapa poin pembelajaran yang bisa diambil dari hasil friendly match itu. Apalagi pada saat melawan Sevilla FC kemarin. Coach Giovanni Almeida tidak menurunkan skuad terbaiknya, dia baru memasukkan nama seperti Adam Sala dan juga sang rising star, Anan Riswan di akhir-akhir babak pertama. Adam Sala dimasukkan di menit ke-73, sedangkan Anan Riswan bermain dari menit 80.
Kekalahan 5-1 di Sevilla membuat Coach Giovanni Almeida tahu dimana letak-letak kelemahan timnya. Coach Giovanni mulai membenahi lini tengah yang kurang padu pada saat ketiadaan sosok Adam Sala. Lini pertahanan juga diperhatikan oleh Coach Giovanni setelah banyak sekali momen dimana, para pemain belakang Pengambangan Cananga FC kacau balau pada saat diserang oleh pasukan Sevilla FC. Lini depan juga tidak kalah disorot oleh Coach Giovanni, beberapa kali ada peluang emas yang tercipta namun lini depan Pengambangan Cananga FC sangat kurang dalam penyelesaian akhir di pertandingan tersebut. Bahkan satu gol Pengambangan Cananga FC tercipta dari skill individu dari Anan Riswan yang berhasil merengsek masuk ke kotak penalti tim Sevilla dan berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang tim Sevilla di menit ke-85. Ini membuktikan betapa tumpulnya lini depan mereka semua.
Setelah jeda sehari, kali ini rombongan tim Pengambangan Cananga FC bergerak ke arah utara Komunitas Otonom Andalusia, lebih tepatnya mereka menuju ke Komunitas Otonom Castilla-La Mancha. Tujuan mereka adalah salah satu kota di Castilla-La Mancha, kota tersebut memiliki klub kebanggaan mereka yang sempat bermain di kasta tertinggi sepakbola Spanyol yaitu La Liga. Albacete Balompié. Tim yang bermarkas di Estadio Carlos Belmonte itu kini masih berjuang di divisi Segunda, namun kadang Albacete Balompié sering menghadirkan kejutan dengan mengalahkan tim-tim besar yang bermain di La Liga pada saat Copa Del Rey bergulir.
Pengambangan Cananga FC berkesempatan untuk melakukan pertandingan persahabatan dengan Albacete Balompié di markas mereka, Estadio Carlos Belmonte. Untuk itu, setelah sampai di kota Albacete, mereka semua langsung mempersiapkan diri untuk pertandingan mereka nanti.
Hari ini mereka melakukan latihan seperti biasanya, ada beberapa latihan khusus juga untuk Anan Riswan dan Rizaldi Fatah yang merupakan pemain muda mereka yang memiliki prospek bagus di tim saat ini. Ini untuk semakin mematangkan mereka berdua, terlebih untuk Rizaldi Fatah yang baru saja bergabung dari tim muda Pengambangan Cananga.
Rizaldi Fatah serta Anan Riswan melakukan latihan skenario serangan. Mereka berdua akan berhadapan dengan pemain anyar yang baru didatangkan dari Mataram Alceo FC, Ednilson Silva. Inti dari latihan ini adalah Rizaldi dan Anan harus bisa melewati Ednilson Silva bagaimana pun caranya dan mereka juga harus memasukkan bola ke dalam gawang yang kosong untuk menyempurnakan nilai mereka berdua. Tentunya ini adalah latihan yang tidak akan mudah bagi Rizaldi, apalagi melawan Ednilson Silva yang sudah sangat berpengalaman, dan lagi pula badannya saja sudah kalah jauh dari Ednilson Silva yang tinggi dan besar itu. Rizaldi menatapnya saja sudah ngeri.
"Kalian berdua harus bekerjasama dalam melewati Ednilson, masukkan bola sebanyak-banyaknya. Kalian punya sepuluh kali kesempatan" ucap Coach Giovanni menjelaskan latihan mereka berdua.
__ADS_1
"Kau sudah siap Rizaldi, kita harus melewati dirinya" ujar Anan sambil menunjuk ke arah Ednilson Silva.
"Ya aku siap" wajah Rizaldi terlihat bersemangat.
Mulut Ednilson Silva juga terlihat mengatakan sesuatu, namun Rizaldi dan Anan tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Ednilson Silva karena perbedaan bahasa. Ednilson Silva berkata "Ayo maju dan tunjukkan tekad kalian" namun dalam bahasa Portugis yang membuat mereka berdua jadi tidak mengerti.
Ketika Coach Giovanni meniup peluit, mereka berdua pun memulainya. Percobaan pertama mereka mencoba dengan melakukan umpan-umpan pendek saja. Namun pada saat hampir di mulut kotak penalti, umpan Rizaldi berhasil di intersepsi oleh Ednilson Silva, Ednilson Silva benar-benar mendapatkan mereka di percobaan pertama.
"Tidak semudah yang kalian berdua bayangkan bukan?" ujar Coach Giovanni meledek mereka berdua.
Ednilson Silva mengulurkan tangannya untuk membantu Anan Riswan berdiri. Dengan wajah kesalnya, Anan mencoba memikirkan cara lain untuk melewati sosok 'Hulk' itu.
"Kita harus menggunakan cara lain untuk melewati orang itu" ucap Anan sambil menggaruk-garuk kepala karena sedang berpikir keras.
__ADS_1
Mendengar kata cara lain, Rizaldi langsung bersemangat. Percobaan ketiga dia coba dengan sebutan kejutan yang mengejutkan semua orang. Rizaldi hanya menyentuh bola sekali dengan pelan, lalu dia melakukan tendangan jarak jauh. Yang mengejutkannya adalah, tendangan itu masuk mulus ke gawang bahkan Ednilson Silva saja tidak bisa bereaksi karena hal tersebut. Anan pun tidak bisa berkata apa-apa, dia tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Rizaldi tadi.
"Kita harus menggunakan cara yang lain kan?" ujar Rizaldi dengan gaya polos dan lugunya.
"Memang" jawab Anan dengan cepat tanpa berkedip. "Tetapi aku tidak menyangka akan seperti itu" Senyuman kini terlihat di wajahnya.
Setelah melihat apa yang dilakukan oleh Rizaldi tadi, membuat Anan Riswan pun kembali mendapatkan semangatnya dan tidak mau kalah dengan Rizaldi. Lalu latihan saat itu menjadi sebuah ajang kompetisi untuk mereka berdua. Sampai Ednilson Silva pun dibuat kebingungan dengan mereka berdua, Ednilson Silva merasa dirinya sebagai bek yang berpengalaman harga dirinya terasa teriris-iris.
Mereka berdua berhasil memasukkan bola dari sisa kesempatan mereka, masing-masing dari mereka berdua mencetak 4 angka. Rizaldi dengan spesialis tendangan keras kaki kanannya, sedangkan Anan Riswan melewati Ednilson Silva dengan kemampuan olah bolanya yang luar biasa.
Di akhir sesi latihan, Ednilson Silva pun menghampiri Coach Giovanni dan menceritakan apa yang terjadi di sana tadi. Namun apapun yang diceritakan oleh Ednilson Silva kepadanya, Coach Giovanni tetap tidak peduli sama sekali dan dia saat ini terlalu fokus memperhatikan tingkah dan laku kedua sosok pemain muda berbakat yang dimiliki oleh tim nya itu.
"Sepertinya aku mendapatkan burung emas kali ini" ucap Coach Giovanni dengan senyuman lebar di wajahnya, senyuman yang baru kali pertama di lihat oleh para pemain Pengambangan Cananga FC selama Coach Giovanni mengambil alih kursi kepelatihan.
__ADS_1