Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 36: Penilaian


__ADS_3

Setelah rapat koordinasi, tim pelatih dan staf hari ini datang ke lapangan tempat dimana biasanya tim Youth-B bertanding. Hari ini tim-B akan berhadapan dengan SAGT ASPAS dalam lanjutan I-Youth lokal.


Tujuan kedatangan mereka ke lapangan sudah sangat jelas, mereka semua ingin melihat bagaimana permainan beberapa pemain yang disebutkan dalam rapat evaluasi kemarin itu, ada 3 nama yang akan mereka nilai yaitu sang Kapten tim-B Ardi, lalu ada penyerang yang dulunya tidak difavoritkan yaitu Risadi, dan ada pemain yang membuat heboh satu klub.


Pemain ini dulunya diremehkan banyak orang di klub ini, selain dia baru saja memulai bermain sepakbola, dia juga kurang memahami masalah dasar dari sepakbola itu sendiri. Dia juga dianggap beruntung bisa lolos seleksi kala itu, karena penyerang yang mereka incar yaitu Yoga Hilmawan ternyata tidak bisa berbuat banyak hari itu, dan nilainya berada tipis sekali di atas Yoga Hilmawan. Selain itu, ada juga beberapa staf yang menyebutkan kalau pemain itu beruntung karena dipilih sendiri oleh Coach Giovanni, walaupun mereka tidak tahu alasannya sebenarnya dari pilihan Coach Giovanni.


Begitu pula awalnya pemikiran Coach Dodi Surian. Dia sedikit menentang pilihan Coach Giovanni, dan dia berani frontal kalau Coach Giovanni sudah mendahulukan sisi emosionalnya daripada logikanya saat memilih sosok pemain itu. Namun kini sepertinya Coach Dodi Surian harus banyak-banyak meminum obat tenang, karena ia melihat sendiri bagaimana perkembangan sosok pemain pilihan Coach Giovanni itu.


Saat pemusatan latihan sebelum bergulirnya kompetisi, Coach Dodi Surian melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana anak itu bekerja lebih keras dari siapapun yang ada di skuadnya. Dia selalu datang paling awal saat latihan, pulang paling terakhir, selalu melakukan melebihi batasannya sendiri, dan selalu bertanggungjawab atas semua tindakannya.


Melihat hal itu tepat di depan matanya sedikit membuat Coach Dodi Surian merasa ngeri, apalagi ternyata apa yang anak itu lakukan benar-benar bisa membuatnya menjadi pemain yang paling diandalkan di tim-B. Dengan strategi apapun dia mampu beradaptasi dan selalu menjadi faktor X yang membantu performa tim hingga menjadi seperti sekarang ini.


Anak itu adalah protagonis utama dalam cerita kali ini, hari ini Rizaldi Fatah akan menghadapi pertandingan yang mungkin menjadi pertandingan terakhirnya di tim-B tanpa sepengetahuan dirinya.


Rizaldi Fatah tidak menyadari kalau pertandingannya hari ini akan dinilai oleh tim penilai yang sudah sangat ahli dalam bidang mereka masing-masing, terlebih lagi ada sosok pelatih kepala Coach Giovanni yang juga ikut melihat pertandingan hari ini dan langsung menilai permainannya.


Walaupun sebenarnya Coach Giovanni sudah tahu gaya permainan dari Rizaldi Fatah, terlebih dialah orang yang menemukan hal itu di dalam diri Rizaldi, tetapi tetap saja dia ingin melihat perkembangannya. Beliau ingin sekali langsung membawa Rizaldi ke tim utama, namun dia sadar Rizaldi harus belajar hal dasar terlebih dahulu dan mempersiapkan segala hal dengan sangat matang sebelum berlaga di kompetisi yang sesungguhnya. Itulah mengapa dia lebih menyarankan Rizaldi Fatah agar memulai petualangannya dari tim-B.

__ADS_1


"Anda yakin Coach? Anda yakin ingin memasukkan Ward Prowse itu ke tim-ku?" Coach Satria Hutama masih sedikit tidak yakin dengan pilihan Coach Giovanni kemarin.


"Cukup lihat dan diam" jawaban Coach Giovanni langsung membuat Coach Satria langsung terdiam dan fokus untuk memperhatikan pemain yang akan di promosikan.


Tidak berselang lama, akhirnya para pemain pun mulai memasuki lapangan pertandingan. Pengambangan Cananga dengan menggunakan jersey kandangnya, berwarna merah dan hitam. Sedangkan tim tamu SAGT ASPAS dengan jersey putih-putih.


"Perhatikan nomor punggung 24, 5 dan 9" kata Coach Giovanni setelah para pemain sudah mulai memasuki lapangan.


Tentu saja dengan perintah yang sangat jelas seperti itu, para tim penilai langsung fokus untuk memperhatikan 3 pemain yang disebutkan oleh Coach Giovanni tadi. Mereka tidak ingin mata mereka tergelincir oleh suatu hal apapun kali ini, mereka fokus seperti burung hantu yang tengah mengintai mangsanya.


Kick-off pun dimulai dari tuan rumah, bola langsung saja diarahkan ke pemain bernomor punggung 24, Rizaldi Fatah adalah pemain yang menggunakan nomor punggung 24.


"Ambil lagi ini Rizaldi!" bola lagi diberikan kepada Rizaldi. Rizaldi terus membawa bola melewati beberapa pemain di lapangan tengah, dia menengok sedikit ke sisi kanan dan kiri lapangan dan ia menemukan ruang yang bisa ia manfaatkan.


Rizaldi memberikan umpan terobosan ke sisi kanan, ruang kosong itu dimanfaatkan oleh Rizaldi semaksimal mungkin. Pemain sayap yang sudah berlari sejak tadi langsung menyambut umpan yang sangat indah bagai emas permata itu, lalu ia langsung melakukan umpan silang mendatar yang tidak bisa ditepis dengan baik oleh pemain belakang tim musuh dan dengan mudah mendarat ke kaki Risadi.


Dan tentu saja, ketika bola itu sudah berada di kaki Risadi maka dia akan menyelesaikan tugasnya dengan baik dengan mencetak gol! Baru di menit ke 1:23, skor sudah berubah menjadi 1-0.

__ADS_1


"Gollll! Kau lihat itu Rizaldi? Aku kembali mencetak gol hari ini"


"Hei Risadi, itu tadi assist dari ku, apakah kau tidak mau berterimakasih kepada ku?"


"Sudah-sudah, waktu masih panjang. Ayo kita kembali fokus dan memperlebar keunggulan kita" ketika Ardi sang kapten mereka bicara, mereka langsung menuruti apa kata kapten mereka dan mereka kembali bersiap untuk memberikan permainan terbaik mereka hari ini.


Permainan di lanjutkan, mereka semua tetap menjalankan strategi yang sudah dijelaskan oleh Coach Dodi Surian dengan sangat baik. Kombinasi umpan-umpan pendek mereka dengan leluasa membongkar pertahanan tim lawan, namun sayangnya penyelesaian akhir mereka sedikit terkendala hingga sampai di menit ke-22.


Kombinasi Rizaldi dan Ardi membuat lini tengah tim SAGT ASPAS sedikit goyah, Rizaldi yang melihat kesempatan untuk melakukan tembakan langsung saja mengambil kesempatan itu dengan penuh percaya diri. Tendangan yang begitu keras, bola melayang dan berputar sangat cepat- menukik ke arah sisi kanan atas gawang. Gawang lawan saja sampai tidak bisa bereaksi, dia terkesima dengan betapa kerasnya tendangan Rizaldi Fatah yang melewati dirinya dan masuk ke dalam gawang tanpa gangguan sedikit pun.


"Goooolllll!" rekan-rekan Rizaldi yang lain langsung menghampiri Rizaldi yang terdiam di depan kotak penalti. Rizaldi bukannya terdiam, dia memang diam karena saking bahagianya dirinya dan itu tidak ditangkap oleh rekan-rekannya yang lain. Dia berhasil kembali mencetak gol dari luar kotak penalti, dan ini sudah yang ke-enam kalinya.


Posisinya juga begitu pas dengan apa yang sering ia lakukan. Kali ini dia benar-benar merasa bisa menyempurnakan kemampuannya saat ini.


Permainan kembali dilanjutkan, hingga pada akhirnya Pengambangan Cananga Youth-B berhasil menang atas SAGT ASPAS dengan skor 3-0. Gol kemenangan Pengambangan Cananga Youth-B dicetak oleh satu gol dari Risadi, satu gol dari Rizaldi Fatah dan satu gol dari Yusuf yang menjadi pemain pengganti di babak kedua.


Setelah hasil pertandingan itu, tim penilai langsung memberikan penilaian untuk pemain yang sedang mereka intai. Dan menurut mereka, yang bisa promosi ke tim-A adalah sosok Rizaldi Fatah seorang diri.

__ADS_1


Disaat para staf dan tim penilaian sudah menyelesaikan tugas mereka hari ini. Rizaldi Fatah juga berhasil menyelesaikan tugasnya hari ini, sebuah tugas yang hanya bisa ia terima sendiri, sebuah tugas yang hanya bisa dilihat oleh Rizaldi Fatah. Karena tugas-tugas itulah, Rizaldi Fatah bisa menjadi pemain sehebat seperti sekarang ini.


Itu adalah rahasia besar yang dimiliki oleh Rizaldi Fatah, sebuah rahasia yang akan ia sembunyikan oleh siapapun itu.


__ADS_2