
Beberapa jam sebelum pertandingan melawan Borneo Putra. Coach Giovanni datang ke kantor utama Pengambangan Cananga FC. Tidak biasanya pemandangan seperti ini, mengingat Coach Giovanni bukan orang yang suka berurusan dengan pihak manajemen. Coach Giovanni akan berurusan dengan manajemen hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya sebagai manajer, seperti soal belanja pemain.
Namun hari ini Coach Giovanni datang ke kantor manajemen bukan untuk membahas rencana belanja pemain untuk musim depan, bukan pula untuk membahas sekali lagi visi dan misi klub. Melainkan untuk hal yang lebih serius dari itu, yaitu membahas soal rencana masa depan dirinya sendiri. Dalam kata lain, Coach Giovanni berencana untuk melakukan negoisasi kontrak dengan pihak manajemen.
"Apakah keputusan ini sudah bulat? Apa coach benar-benar ingin pergi setelah akhir musim ini?" Pak Sardi, sang pemilik dari klub Pengambangan Cananga FC bertanya dengan ekspresi wajahnya yang masih belum bisa percaya dengan semua yang dijelaskan oleh Coach Giovanni sebelumnya tadi.
"Seperti yang sudah saya sampaikan, saya benar-benar yakin ingin mengakhiri kepelatihan saya di klub ini" Tanpa berkedip Coach Giovanni mengatakannya.
Pak Sardi yang merupakan pemilik klub begitu menyayangkan keputusan ini, padahal dirinya masih berharap dengan Coach Giovanni untuk terus melakukan proyeknya bersama dengan tim ini. Lalu, dengan berat hati, pak Sardi mencoba untuk bertanya hal apa yang membuat Coach Giovanni ingin pergi dari Pengambangan Cananga FC.
"Apakah karena persoalan gaji? Atau pencapaian klub yang terkesan begitu tidak realistis? Soal itu saya bisa melakukan sedikit penyesuaian untuk anda coach. Bahkan soal gaji mungkin saya bisa naikkan beberapa kali lipat dari yang sudah-sudah" ucap bapak Sardi yang masih ingin membuat Coach Giovanni bertahan.
Namun semua hal yang sudah disebutkan oleh pak Sardi tadi hanya dibalas dengan senyuman ringan di wajah Coach Giovanni, beliau sedikit menggelengkan kepala sebelah menjawab pertanyaan itu dan sedikit meringankan beban pikiran pak Sardi yang sepertinya sedikit tidak mengerti itu.
__ADS_1
"Bukan seperti itu pak" ucap Coach Giovanni dengan pelan, sambil sedikit tersenyum. "Saya hanya ingin rehat sejenak dari kepelatihan setelah ini, mungkin saya akan kembali 3-5 tahun lagi untuk melatih. Ada beberapa hal yang hendak saya lakukan sejak dahulu, namun masih belum sempat karena saya terlalu sibuk menekuni bidang ini"
Mendengar keinginan dari Coach Giovanni itu membuat bapak Sardi mulai mengerti alasan sebenarnya, dia pun mulai sedikit melunak dan mengiyakan keputusan itu. Namun sebelum itu, bapak Sardi bertanya pada Coach Giovanni soal suksesor dirinya. Karena, semenjak kepemimpinan Coach Giovanni sudah terlalu banyak perubahan yang terjadi dan tentunya perubahan yang berjalan ke arah lebih baik dari sebelumnya.
Coach Giovanni tersenyum, dia menatap ke arah Pak Sardi. Dari tatapannya itu seakan-akan bisa menjawab pertanyaan Pak Sardi, lalu beliau pun langsung mengerti apa maksud dari Coach Giovanni.
"Coach Satria kah?" ucap Pak Sardi sedikit lega, namun masih memikirkan nama itu.
Namun Pak Sardi masih kelihatan berat dengan itu, karena merasa Coach Satria masih belum memiliki melatih di tim senior dan itu cukup untuk meragukannya. Karena pihak manajemen hanya memiliki pandangan soal keuntungan bisnis klub dan prestasi, makanya wajar Pak Sardi berpikir seperti itu. Dan, Coach Giovanni pun memahami hal tersebut, untuk itulah dirinya terus meyakinkan pak Sardi.
Lalu sampai pada akhirnya pak Sardi menyerah dan mulai bertanya soal Coach Satria pada Coach Giovanni. Apa sebenarnya yang membuat Coach Giovanni begitu yakin dengan sosok pelatih yang masih terbilang muda itu, karena keinginan kuat beliau yang ingin Coach Satria melanjutkan apa yang dibangun oleh Coach Giovanni di tim ini.
"Walaupun masih minim pengalaman, tetapi saya yakin sekali kalau Coach Satria bisa mengatasi kelemahannya itu. Beliau adalah orang yang selalu memperhatikan kondisi tim, baik itu tim lawan ataupun tim kita sendiri dan dari itu kadang muncul penyelesaian masalah yang datangnya sangat cepat ketika dibutuhkan. Pemahamannya soal taktik benar-benar tinggi, saya yakin kalau anda tidak memberikan Coach Satria kepercayaan maka beliau akan bersinar di tim lain dan itu akan begitu menyakitkan untuk saya nantinya" ujar Coach Giovanni.
__ADS_1
Melihat Coach Giovanni yang terus meyakinkan sosok Coach Satria sebagai penggantinya nanti, ditambah pernyataan yang barusan dilontarkan oleh beliau membuat Pak Sardi jadi berpikir dua kali. Beliau jadi ikut yakin dengan keputusan itu dan setuju akan memberikan kesempatan untuk Coach Satria untuk menggantikan Coach Giovanni.
"Saya akan memberikan kesempatan untuk Coach Satria, karena saya mempercayai apa yang dikatakan oleh anda coach. Semoga saja setelah ini Pengambangan Cananga FC akan terus maju ke arah yang lebih baik lagi" ucap pak Sardi sambil tersenyum.
Mendengarnya membuat Coach Giovanni jadi lega dan ikut bahagia, beliau lalu berterima kasih kepada pak Sardi sambil menyalami beliau. Selesai sudah pertemuan mereka hari itu, Coach Giovanni akan berpisah dengan tim yang sudah dibesarkannya selama kurang lebih 4 tahun itu. Tentunya, kabar ini akan dirahasiakan terlebih dahulu, sebelum pada akhirnya Coach Giovanni sendirilah yang akan mengatakan hal ini di depan anak-anak asuhannya nanti.
Setelah berjabat tangan dengan Pak Sardi. Coach Giovanni pun berjalan kembali untuk keluar ruangan manajemen, namun sebelum dirinya membuka pintu, Coach Giovanni sekali lagi berpaling menghadap ke arah Pak Sardi dengan wajah yang terlihat senang.
"Satu hal lagi, sebelum saya pergi dari sini. Saya akan memberikan kado perpisahan yang terindah untuk klub, jadi tunggu saja hadiahnya nanti pak bos" ucap beliau lalu Coach Giovanni pun menarik pintu dan keluar dari ruangan dengan perasaan yang menggebu-gebu, satu pertandingan hari ini akan menjadi pembuktian dirinya.
Pertandingan melawan Borneo Putra dalam putaran lanjutan liga. Dalam laga yang berjalan dua leg nantinya itu, Pengambangan Cananga FC akan berjuang memperebutkan satu tiket ke final untuk memenangkan Indonesia Premier League.
Lawan yang akan mereka hadapi ini cukup berat, namun beliau sudah mempersiapkan taktik dan strategi jitu yang akan memporak-porandakan pertahanan tim lawan nantinya. Menang adalah harga mati untuk laga kala ini, sekaligus untuk mengamankan satu tempat mereka di leg kedua nantinya. Maka dari itu, tujuan Coach Giovanni sudah begitu jelas, yaitu menang melawan Borneo Putra bagaimana pun caranya.
__ADS_1