Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 133: Babak Pertama Piala Super Indonesia


__ADS_3

Suasana Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang sangat bergemuruh sekali hari ini. Para penonton sudah tidak sabar menunggu untuk pertandingan dimulai, pertandingan hari ini akan menjadi pertandingan yang akan sangat bergengsi bagi kedua tim. Pasalnya kedua tim akan bertarung demi memperebutkan Piala Super Indonesia yang cukup bergengsi.


Piala yang berbentuk shield atau berbentuk perisai itu menjadi rebutan dua tim terkuat di Indonesia League karena piala ini akan diperebutkan oleh tim yang menjuarai I-LEAGUE dan tim yang menjuarai Piala Indonesia atau piala liga. Tetapi kadang ada pula dimana Piala Super Indonesia diperebutkan oleh tim pemenang I-LEAGUE dan juga yang menjadi runner-up di I-LEAGUE. Ini biasanya terjadi karena tim yang menjuarai I-LEAGUE dan Piala Indonesia adalah tim yang sama atau dikenal dengan istilah double winners. Ini pernah terjadi pada musim sebelumnya, pada saat itu Pengambangan Cananga FC berhasil menjadi double winners dan mereka bertanding melawan runner-up I-LEAGUE saat itu, yaitu Semarang Segara FC.


Pada saat itu Pengambangan Cananga FC berhasil mengungguli Semarang Segara FC dengan skor 3-1 dan menjadi kampiun Piala Super Indonesia. Itu adalah masa-masa Pengambangan Cananga FC menjadi klub sepakbola Indonesia yang paling berprestasi, karena pada musim itu juga Pengambangan Cananga FC berhasil menjadi jawara AFC Champions League untuk pertama kalinya.


Tetapi waktu berjalan dengan cepat, kekuatan persepakbolaan Indonesia selalu silih berganti. Tidak ada tim yang benar-benar mendominasi liga, Pengambangan Cananga FC memang pernah menjadi juara berturut-turut namun tetap saja setelah itu muncul jawara baru yang lebih segar dan memiliki kekuatan tempur yang lebih bagus. Ini dikarenakan FSI atau Federasi Sepakbola Indonesia yang terus menerus membenahi regulasi liga yang berjalan di Indonesia agar membuat liga yang semakin kompetitif setiap musimnya. Walaupun I-LEAGUE masih menduduki peringkat kedua liga paling kompetitif di ASEAN setelah liga Thailand, tetapi antusiasme para penonton dan juga semangat para pemain membuat liga ini semakin terasa kompetitifnya.


Sama yang terjadi sekarang di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang hari ini. Di malam hari ini, pendukung dari kedua tim sama-sama bergairah untuk mendukung tim kesayangan mereka. Ketika kedua tim mulai memasuki lapangan, suara mereka semakin bertambah keras dan nyaring. Bunyi-bunyi peluit, terompet bahkan tabuhan drum dan nyanyi-nyanyian mulai terdengar beriringan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.


Hari ini akan menjadi hari pembuktian untuk Coach Giovanni Almeida, dia akan membawakan revolusi besar di dalam skuad Pengambangan Cananga FC. Tergelincirnya mereka di papan atas klasemen I-LEAGUE musim semalam membuat luka yang cukup mendalam bagi fans Pengambangan Cananga FC dan juga bagi dirinya, karena ambisinya untuk menjadi pelatih yang mampu membawa satu tim menjadi juara liga tiga kali berturut-turut langsung pupus. Kegagalan itu akan menjadi bahan bakar untuk mendapatkan kemenangan hari ini.

__ADS_1


"Sudah siap menang hari ini Coach?" Coach Satria Hutama bertanya pada Coach Giovanni yang terlihat cukup tegang saat ini.


Coach Giovanni memandangi Coach Satria selama beberapa menit sampai membuat Coach Satria menjadi sedikit tidak nyaman karena itu. "Saya tidak bermaksud menyombongkan diri Coach, ini murni kemantapan hati saja" Coach Satria Hutama buru-buru meralat perkataannya.


Coach Giovanni tetap diam, beliau terlihat sangat tegang atau beliau sedang mencoba untuk tetap tenang dan mencoba meningkatkan indera penglihatannya untuk pertandingan kali ini.


Rizaldi Fatah berada di bangku cadangan, sedang menunggu gilirannya untuk bermain. Namanya terdaftar dalam skuad untuk pertandingan hari ini dan dia pun berharap kesempatan datang pada dirinya. Dia duduk bersama dengan Derry Yanuar, Martin dan juga Axel Raihan yang juga masuk ke dalam skuad kali ini.


Tim Bandung Tigerra FC yang menjadi lawan mereka kali ini langsung bermain ngotot, mereka melakukan pressing tinggi dan ketat untuk menekan permainan tim Pengambangan Cananga FC. Mereka tidak mau membiarkan tim Pengambangan Cananga FC menguasai jalannya pertandingan begitu saja.


Pressing mereka hampir saja menuai keberhasilan. Berawal dari kesalahan pemain belakang Pengambangan Cananga FC yang melakukan salah umpan, umpan itu berhasil dipotong oleh Anderson Sales yang merupakan juru gedor tim Bandung Tigerra FC. Anderson Sales langsung melakukan gerakan menusuk ke dalam kotak penalti Pengambangan Cananga FC, pemain belakang Pengambangan Cananga mencoba untuk melakukan bloking terhadap tendangan Anderson Sales, tetapi Anderson Sales melakukan gerakan fake shoot. Ruang tembak pun terbuka, Anderson Sales langsung menembak bola menuju ke pojok atas gawang, tetapi sayangnya bola masih melambung sangat tinggi akan tetapi baru di menit ke-8 saja mereka sudah berhasil melakukan ancaman terhadap gawang Pengambangan Cananga FC.

__ADS_1


Coach Giovanni tidak tahan dengan apa yang dilakukan anak buahnya itu, beliau langsung berdiri dan berteriak di pinggir lapangan untuk memarahi mereka yang sudah melakukan kesalahan fatal tersebut.


Setelah itu Pengambangan Cananga FC mencoba untuk kembali membangun sistem mereka sekali lagi. Masih di tekan dengan sangat tinggi oleh tim Tigerra FC, tetapi mereka mencoba untuk tetap tenang. Peluang mereka dapatkan di menit ke-15. Berawal dari kombinasi umpan yang sangat baik, Anan Riswan berhasil melakukan gerakan menusuk di sisi kanan pertahanan tim Tigerra FC. Anan Riswan mencoba untuk memberikan umpan silang ke dalam kotak penalti, bola berhasil di sundul oleh Adam Sala tetapi sayangnya sundulannya masih melebar dan hanya menghasilkan tendangan gawang untuk tim Tigerra FC.


Walaupun mereka gagal mencetak gol dari skenario tersebut, akan tetapi peluang tersebut sudah cukup untuk membuat Pengambangan Cananga FC semakin berjalan ke arah yang benar. Mereka terus menekan tim Tigerra FC bertubi-tubi setelah peluang tadi. Peluang demi peluang tercipta namun masih belum ada yang benar-benar membahayakan gawang Tigerra FC, hingga pada akhirnya di menit ke-24 gol yang mereka cari sedari tadi benar-benar tiba.


Berawal dari skenario tendangan pojok, bola yang dikirimkan dengan sangat matang berhasil ditanduk oleh Ednilson Silva pemain anyar yang baru saja didatangkan dari Mataram Alceo FC. Ednilson Silva melakukan heading yang sangat bagus, bola berhasil ia pantulkan ke tanah sehingga membuat arah bola sedikit menyulitkan bagi kiper Tigerra FC untuk menghalaunya dan membuat skor berubah menjadi 1-0 di menit ke-24.


Tetapi sayangnya keunggulan mereka tidak bertahan lama. Setelah gol tersebut tim Pengambangan Cananga FC mulai ditekan oleh tim Tigerra FC. keunggulan mereka hanya bertahan dua belas menit. Lewat skema serangan balik cepat, Tigerra FC berhasil menyamakan kedudukan dengan tendangan kaki kiri yang sangat keras dari Anderson Sales yang berhasil masuk ke dalam jala gawang tim Pengambangan Cananga FC.


Coach Giovanni benar-benar marah, beliau sampai membanting botol minuman yang beliau pegang tadi karena melihat transisi timnya yang begitu lamban sampai harus mendapatkan hukuman dengan gol dari serangan balik cepat itu.

__ADS_1


Hingga peluit tanda babak pertama berakhir, skor tetap tidak berubah 1-1 untuk kedua tim. Namun kondisi tim Pengambangan Cananga FC saat ini benar-benar tidak baik-baik saja, mereka akan menghadapi ceramah mengerikan dari Coach Giovanni di sela istirahat lima belas menit kali ini.


__ADS_2