Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 160: Hasil Akhirnya


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan memasuki menit ke-74, skor masih saja belum berubah untuk keunggulan tim tuan rumah dengan skor 2-0. Pengambangan Cananga FC masih belum mampu membongkar rapatnya barisan pertahanan tim Kashima Antlers, walaupun mereka sebenarnya sudah mendapatkan beberapa kali peluang emas tetapi masih belum bisa menembus ke gawang Kashima Antlers.


Sudah berbagai cara dilakukan oleh Coach Giovanni untuk merubah skor- dari memainkan Rizaldi sedikit ketengah, menggantikan Ednilson Silva yang beberapa kali gagal mengeksekusi peluang menjadi sebuah gol dengan striker muda bernama Martin, dan juga mengganti gaya permainan. Tetapi tetap saja, Kashima Antlers bermain dengan sangat baik dalam bertahan maupun saat dalam keadaan menyerang. Cepatnya transisi mereka menjadi sebuah kunci di pertandingan hari ini dan Coach Giovanni masih mencari sebuah cara yang tepat untuk mengatasi hal tersebut.


Rizaldi juga melakukan apa yang dilakukan oleh sang pelatih, tidak henti-hentinya dia melakukan scanning ke seluruh area pertahanan tim tuan rumah, demi mencari sebuah celah untuk melakukan serangan. Staminanya sudah sangat terkuras, mungkin tinggal menunggu waktu saja sebelum dirinya digantikan oleh Coach Giovanni dengan pemain lain sebagai pergantian pemain yang terakhir untuk Pengambangan Cananga FC.


Tetapi sepertinya rencana itu tidak akan dilakukan oleh Coach Giovanni. Karena- Coach Giovanni sadar kalau Rizaldi diganti maka kreativitas di lapangan tengah akan tersendat, atau yang lebih buruk dari itu malah mematikan kreativitas itu sendiri. Tidak ada lagi pemain yang setipe Rizaldi di bangku cadangan, Kenzo sudah digantikan dengan Arfandi yang lebih bermain melebar.


Waktu terus berjalan dan semakin mendekati ke akhir permainan, tetapi belum juga terlihat cahaya-cahaya bahwa Pengambangan Cananga FC akan segera mendapatkan sebuah peluang besar. Rizaldi juga tidak bisa bergerak bebas seperti biasanya, karena dirinya selalu dikawal 3 sampai 4 pemain ketika baru menyentuh bola. Dan pada saat Rizaldi mendapatkan sebuah momen, malahan tidak ada pemain yang mengerti dari maksud Rizaldi itu.


Batas waktu penggunaan kartu pemain juga sudah hampir mencapai batas waktunya, Rizaldi semakin takut tidak memberikan dampak yang signifikan untuk klub. Hingga pada akhirnya pada saat Rizaldi kembali mendapatkan bola di kakinya, saat Adam Sala memberikan umpan padanya- Rizaldi langsung berpikir pragmatis.


Rizaldi langsung saja menggiring bola itu dengan sisa-sisa tenaga yang dirinya miliki. dua, tiga pemain berhasil dilewati Rizaldi, dirinya melihat Martin yang juga bergerak mencari ruang kosong namun Rizaldi hiraukan saja. Rizaldi terus menggiring bola dan mengelabui bek Kashima Antlers yang mengira dirinya akan memberikan umpan pada Martin. Sampai pada akhirnya Rizaldi berhasil menggiring bola sampai ke dalam kotak penalti tim lawan.


Rizaldi dihadapkan pada dua pilihan, yaitu memberikan umpan pada Martin yang berada dalam posisi cukup bagus- atau menendang langsung ke gawang dengan kemampuannya sendiri. Karena Rizaldi sudah berpikir pragmatis, dirinya jadi kurang percaya diri dalam memberikan umpan pada Martin yang dirinya takutkan malah membuang peluang emas ini secara cuma-cuma. Sehingga Rizaldi memilih untuk melakukan tendangan secara langsung.

__ADS_1


Rizaldi melakukan tendangan secara diagonal, bola yang ia lesatkan begitu kencang sekali sampai-sampai tidak bisa ditepis oleh kiper Kashima Antlers. Bola masuk di ujung gawang, akhirnya skor pun berubah menjadi 2-1 di menit ke-88.


Rizaldi langsung mengambil bola yang masuk ke dalam gawang itu, tidak berselebrasi karena buru-buru ingin menyamakan kedudukan. Tetapi kiper tim lawan mencoba menghalangi Rizaldi yang ingin mengambil bola, sampai sedikit terjadi perselisihan diantara mereka berdua.


Langsung banyak pemain Kashima Antlers yang mengerumuni Rizaldi, ada yang berniat untuk melerai pertikaian dan ada pula yang tersulut emosi karena begitu intensnya pertandingan ini.


"Minggir! Minggir kalian semua! Sebaiknya jauhkan tangan kalian dari teman kecilku itu" suara Adam Sala begitu garang, sampai-sampai membuat semua pemain Kashima Antlers jadi segan dan membuat pemain Kashima Antlers yang ingin cari masalah jadi berpikir dua kali.


Perselisihan terjadi singkat, terima kasih untuk sang kapten yang dengan tegas membela Rizaldi pada saat dirinya dikasari oleh pemain tim lawan.


"Terima kasih kapten, kalau tidak ada kapten mungkin situasinya tambah rumit" Rizaldi mengucapkan terima kasihnya pada sang kapten, dia bersyukur ada sang kapten di sana tadi.


Rizaldi lalu membuang pandangannya ke arah bangku cadangan dan menemukan pelatihnya yang coba memberitahukan kepada mereka semua kalau mereka semua harus terus menekan tim lawan sampai titik darah penghabisan mereka, Rizaldi tahu itu dari kerutan-kerutan yang muncul dari wajah si pelatih.


Lalu mereka berdua tertawa sambil berjalan ke tengah lapangan, Rizaldi meletakkan kembali bola di tengah dan bersiap memulai kembali laga.

__ADS_1


Laga kembali berjalan, intensitas masih belum menurun sama sekali. Begitu pula semangat juang tim Pengambangan Cananga yang ingin membuat skor hari ini paling tidak memiliki hasil yang lebih baik lagi, namun permainan tim Kashima Antlers juga tidak melembek. Itu mampu menghambat Pengambangan Cananga FC yang ingin segera menyamakan kedudukan, tetapi mereka selalu saja mengalami kebuntuan dan kesulitan setiap kali ingin melakukan serangan.


Tidak ada kemajuan sama sekali, bahkan saat sudah memasuki tambahan waktu sekalipun. Rizaldi yang memegang bola kali ini terlihat melihat ke sudut lapangan, disitu tertulis skor hari ini dan juga waktu berjalannya pertandingan. Tambahan waktu di babak kedua ini diberikan oleh wasit sebanyak 6 menit, dan sudah tersisa kurang dari 50 detik lagi sebelum wasit meniup peluit panjang.


Rizaldi pun dengan tergesa-gesa membawa bola, berlarian mengejar waktu yang semakin menipis. Tiga pemain langsung menghadang Rizaldi, menutupi semua ruang yang bisa dimanfaatkannya. Rizaldi terpaksa diam dan mencoba mencari cara keluar dari situasi ini, situasi yang membuatnya harus membuat keputusan cepat dalam waktu yang singkat.


Dalam waktu yang sesingkat itu, karena tiga pemain Kashima Antlers langsung menghalangi Rizaldi begitu Rizaldi mendapatkan bola. Rizaldi melihat sebuah ruang kosong yang terbuka karena hasil itu. Karena pemain Kashima memilih langsung menghadang Rizaldi dengan cara tiga pemain, ada satu ruang yang kini bisa dimanfaatkan oleh Rizaldi untuk membuat sebuah serangan. Jauh disisi kanan- Arfandi sudah berlari untuk melakukan sebuah serangan. Rizaldi pun langsung memberikan umpan pada Arfandi yang sedang kosong itu dan menyerahkan semuanya pada Arfandi.


Pendukung Kashima Antlers sedang harap-harap cemas saat ini, melihat Arfandi yang berlarian bebas sendirian membawa bola sampai ke dalam kotak penalti tim kesayangan mereka. Begitu pula pemain Kashima Antlers yang juga cemas sampai mereka melakukan segala upaya untuk mencegah gol penyama kedudukan tercipta.


Arfandi sudah berada dekat dengan kiper lawan, satu lawan satu dirinya dengan kiper Kashima Antlers. Karena ini laga yang cukup besar, Arfandi sedikit merasa gugup berhadapan dengan kiper lawan. Dirinya takut kalau-kalau tendangannya malah tidak masuk ke dalam gawang dan malah menjadi penyebab kekalahan tim. Karena itu dirinya lebih memilih untuk mengumpan ke samping, berharap Martin bisa menendang bola tersebut dan mencetak gol ke gawang yang sudah kosong tanpa penjagaan.


Tetapi Arfandi melakukan sedikit kesalahan, umpannya terlalu lemah dan sedikit tanggung sampai akhirnya Martin berusaha keras untuk meraihnya namun gagal karena terlebih dahulu bisa disapu oleh Naito yang juga ada di sana. Bola kembali ke tengah, Adam Sala berhasil mengamankannya. Adam hendak memberikan umpan jauh kedepan untuk yang terakhir kalinya, tetapi sayangnya wasit lebih dahulu meniup peluit panjang dan mengakhiri pertemuan kedua tim kali ini dengan kemenangan untuk tim tuan rumah 2-1.


Para pemain Pengambangan Cananga langsung jatuh terkapar, menandakan betapa menegangkannya pertandingan hari ini. Rizaldi bahkan sempat berteriak kesal karena tidak berhasil menyamakan kedudukan di akhir-akhir waktu tadi, tetapi ini bukanlah akhir untuk mereka semua, karena ini baru leg pertama dari dua pertemuan mereka. Leg kedua nanti akan diadakan di markas Pengambangan Cananga FC, dua minggu lagi dari sekarang.

__ADS_1


Pemain Pengambangan Cananga FC pun lalu bersalaman dengan pemain Kashima Antlers untuk menunjukkan sikap profesionalisme dan fair play mereka selama 90 menit di lapangan hijau.


Rizaldi penuh tekad, dirinya ingin membawa kemenangan di markas nantinya, namun sebelum itu masih ada beberapa pr yang menantinya di beberapa minggu kedepan.


__ADS_2