
Suara bising teriakan-teriakan, yel-yel para supporter. Teriknya matahari siang menuju ke sore hari. Manisnya bau rerumputan menusuk ke dalam para pemain yang sedang berjuang untuk memperebutkan tiket semi final.
Hari ini, pertandingan pertama perempat final telah dimulai. Pengembangan Cananga Youth bentrok dengan Surabaya Force Warlord FC di Stadion Jakarta Internasional.
Kedua tim jelas mempunyai satu misi yang sama, yaitu menjadi pemenang di laga ini dan melangkah lebih jauh ke tahap selanjutnya. Namun kedua tim tahu, apa yang sedang menunggu mereka ini bukanlah hal yang akan mudah mereka hadapi sebelumnya. Mereka akan saling mengeluarkan seluruh kemampuan mereka dan persiapan mereka untuk mengalahkan satu sama lain.
Permainan yang keras, intensitas tinggi dan suara nafas yang saling memburu adalah teman mereka hari ini, hingga sekarang di menit ke-34 belum tercipta satu gol pun dari kedua belah pihak.
Kedua tim tampil sama-sama menyerang, namun mereka juga bisa bertahan dengan sangat rapi ketika diserang. Total terjadi sudah 24 kali pelanggaran, dan bahkan wasit sudah memberikan dua kartu kuning untuk masing-masing klub. Ini menggambarkan betapa kerasnya laga hari ini dan betapa mereka tidak ingin mengalah satu sama lainnya.
Rizaldi terus memberikan arahan untuk rekan-rekannya yang lain dari lapangan tengah, kecermatannya dalam beberapa pertandingan terakhir menjadikan dirinya di marking ketat oleh pemain Surabaya Force Warlord yang tidak ingin mengendurkan pengawasan mereka terhadap sosok Rizaldi Fatah.
Rizaldi Fatah tidak mampu berbuat banyak di sepanjang babak pertama ini, dia hanya bisa mengarahkan rekan-rekannya dan sesekali melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Sayangnya, rapatnya barisan pertahanan tim Surabaya Force Warlord FC membuat tendangannya selalu membentur pemain lawan atau tidak melambung tinggi di atas gawang.
Tim Surabaya Force Warlord FC pun juga tidak hanya bertahan saja saat digempur oleh pasukan Cananga. Mereka juga bisa melakukan serangan balik mematikan, bahkan begitu efektif pergerakan mereka. Jika saja gawang Cananga Youth tidak dikawal oleh Derry, mungkin mereka sudah kebobolan dari tadi. Karena, Arthur Cunha berhasil mencatatkan dua tendangan on target ke gawang Cananga Youth yang masih berhasil diamankan oleh Derry.
Di menit ke-43, Surabaya Force Warlord FC kembali mendapatkan sebuah peluang. Berawal dari kerjasama antara Bima Satya dan pemain tengah yang lain, membuat mereka berhasil sedikit membongkar pertahanan pasukan Cananga.
"Arthur!" Bima Satya yang melihat Arthur telah berlari ke ruang yang kosong langsung memberikan bola kepadanya.
Galih yang melihat itu tidak membiarkan Arthur mendapatkan bola, dia langsung melompat untuk menghalau bola yang datang. Tetapi sayangnya, bola seperti memang ingin diterima oleh Arthur saja, sehingga membuat bola tiba-tiba bergerak dengan cepat ke arah Arthur dan melewati Galih begitu saja.
__ADS_1
Arthur Cunha melakukan kontrol dada yang sangat sempurna, dia langsung melakukan tendangan volley setelahnya. Derry terkejut karena melihat kontrol bola luar biasa dari Arthur Cunha, apalagi setelah Arthur melakukan tendangan first-time volley yang sangat luar biasa dan bolanya pun berhasil mengarah ke gawang.
Derry yang tadi sedikit terkejut jadi terlambat bereaksi, dia sudah membuang badan untuk menghalau bola namun sayangnya karena sedikit terlambat bereaksi membuat bola lebih dulu melewatinya dan gol indah pun terjadi di pertandingan hari ini.
"Goooolllll!" suara komentator bergema sangat nyaring. "Apa anda lihat bung Mirhan? Gol yang sangat indah yang dilakukan oleh Arthur Cunha"
"Benar sekali bung Jali, tendangan first-time volley yang sangat indah. Dimulai dari umpan manis semanis madu dari Bima Satya dan kontrol dada super smooth Arthur dan bom, gol indah pun tercipta bung Jali. 1-0 untuk keunggulan Surabaya Force Warlord FC"
Supporter Surabaya Force Warlord FC langsung heboh dengan gol indah tadi, mereka menyanyikan yel-yel untuk memberikan semangat tambahan untuk tim kesayangan mereka, serta menyanyikan nama Arthur Cunha yang sudah membuat gol indah hari ini dan membuat Surabaya Force Warlord FC unggul 1-0 untuk sementara di babak pertama ini.
Derry menyadari kesalahannya, dia langsung memukul tanah karena kesal dengan dirinya yang tidak bisa menghalau bola itu. Galih juga merasakan hal demikian, setelah dia gagal menghalau bola umpan Bima Satya tadi dan malah membiarkan Arthur Cunha berhasil mendapatkan bola dan membuatnya mencetak angka.
Galih dan Derry mengangguk pelan, mereka mencoba untuk melupakan hal ini dan terus fokus ke pertandingan lagi, walaupun sebenarnya Derry tidak yakin apakah dia bisa melakukan itu atau tidak.
Pertandingan kembali dilanjutkan, babak kedua masih tersisa 3 menit di waktu normal. Pasukan Cananga berniat untuk membalas gol tadi, Zaki Iskandar sedikit berinisiatif untuk melakukan serangan. Dia maju hingga meninggalkan posisi tradisionalnya, lalu dia melakukan scanning area dan menemukan Romeo yang berada dalam posisi tanpa kawalan.
Bola ada di kaki Romeo namun tidak lama dia membawa bola, Romeo langsung memberikan bola kepada Fauzi yang ada di depannya. Fauzi membawa bola hingga kedepan, dia dijaga dua pemain yang membuatnya sedikit kesulitan untuk menembus mereka.
"Fauzi kebelakang dulu!" Rizaldi memberikan arahan untuk Fauzi yang kesulitan.
Fauzi langsung mengikuti arahan Rizaldi untuk mengalirkan bola ke belakang sekali lagi, Bola kembali di kaki Romeo. Romeo juga dihadang langsung oleh pemain Surabaya Force Warlord FC yang membuatnya langsung memberikan bola ke sisi lapangan yang lain, bola diterima oleh Axel Raihan yang bermain lebih ke bawah untuk menjemput bola.
__ADS_1
Axel tidak bisa menerobos masuk pertahanan tim Surabaya Force Warlord FC dengan kecepatan larinya, mau tidak mau dia kembali mengalirkan bola ke Zaki Iskandar, lalu bola dialirkan ke Rizaldi Fatah dan perlahan-lahan Rizaldi menggiring bola hingga dekat kotak penalti lawan.
Semua pemain Pengambangan Cananga Youth dikawal ketat oleh tim lawan sehingga membuat Rizaldi sedikit kebingungan untuk memberikan bola kepada siapa, karena tidak punya pilihan lain akhirnya Rizaldi kembali mencoba melakukan shooting keras dari luar kotak penalti. Bola berputar dengan sangat cepat, kiper tim lawan bahkan hanya bisa terdiam melihat bola yang berputar di atas kepalanya namun sayangnya bola masih belum masuk ke gawang dan hanya membentur mistar gawang dan hanya menghasilkan tendangan gawang untuk tim Surabaya Force Warlord FC.
"Arghhhh!" Rizaldi kesal sekali karena sekali lagi tendangannya meleset.
Zaki Iskandar yang ada di dekat Rizaldi hanya menepuk-nepuk kepala Rizaldi untuk sedikit menenangkan dirinya soal itu.
Memasuki tambahan waktu Surabaya Force Warlord FC kembali berhasil mendapatkan sebuah peluang. Bima Satya kembali menjadi sosok yang sangat berbahaya bagi Cananga Youth, lewat umpan-umpan matang dan manisnya dia berhasil kembali memberikan sebuah umpan yang indah kepada para pemain depan Surabaya Force Warlord.
Winger Surabaya Force Warlord melakukan penetrasi dengan kecepatan mereka ke dalam kotak penalti Cananga Youth dan memberikan umpan silang pendek ke sosok Arthur Cunha yang sudah menunggu sedari tadi.
Sekali lagi, Arthur Cunha seperti memiliki sebuah magnet misterius. Bola seperti mencari keberadaan dirinya, sehingga saat bola umpan dari pemain winger tadi hendak dihalau oleh Bagas namun malah bola malah lebih dulu melewatinya dan langsung jatuh ke kaki Arthur Cunha.
Arthur Cunha langsung melakukan tendangan memutar sama seperti yang sering dilakukan orang Romelu Lukaku. Bola menukik dengan tajam ke sisi kanan atas gawang, Derry tidak bisa menjangkau bola itu dan bola pun masuk ke gawang dan membuat Derry sekali lagi memungut bola dari gawangnya.
Seluruh pemain Surabaya Warlord langsung berlari untuk merayakan gol tadi dan merayakan keunggulan mereka saat ini, untuk sementara mereka sedikit aman karena berhasil membuat jarak 2 gol dari Pengambangan Cananga Youth.
Pemain Surabaya Force Warlord FC masuk ke dalam ruang ganti dengan suasana yang gembira dan penuh keyakinan bahwa mereka bisa membawa pertandingan menjadi kemenangan mereka, sedangkan pemain Cananga Youth mengalami hal suram. Dua gol di babak pertama tadi apalagi satu gol yang terjadi di penghujung babak pertama membuat mental mereka sedikit terguncang.
Mereka harus menemukan sebuah cara untuk melewati hal ini untuk bisa melaju ke tahap selanjutnya, Coach Satria Hutama juga harus melakukan sedikit perubahan di babak kedua nanti dan beliau juga harus bisa menaikkan lagi motivasi para anak didiknya, sebab ini bukan pertama kalinya mereka mengalami hal yang seperti ini.
__ADS_1