
Babak kedua tersisa 6 menit lagi, dan skor kembali sama seperti menit awal yaitu 2-2. Kedua tim masih punya kesempatan untuk memenangkan pertandingan ini, siapapun yang mencetak gol di menit-menit krusial ini maka mereka bisa dipastikan yang akan menjadi pemenang di pertandingan hari ini.
Untuk itulah tim Surabaya Force Warlord, setelah gol spektakuler yang diciptakan oleh Rizaldi tadi. Mereka tidak ingin mental mereka turun karena itu, walaupun sempat mereka sedikit terguncang akibat gol tadi karena mereka yang sempat unggul di babak pertama dengan skor 2-0.
Namun walau begitu, ada satu pemain yang masih shock dengan gol tadi. Yaitu Bima Satya. Bima Satya merasa kalau dua gol tadi dikarenakan ulahnya yang tidak bisa berbuat banyak setelah di marking dengan ketat oleh Zaki Iskandar, dan malah dia selalu membuat kesalahan kecil yang berakibat sangat fatal. Termasuk gol tendangan bebas dari jarak 28 meter yang menjadi gol penyeimbang untuk Pengembangan Cananga Youth.
Arthur Cunha tiba-tiba menarik kerah baju Bima Satya sambil berkata. "Oi Bima! Hentikan rengekan mu itu jika kita ingin menang, kita harus terus menyerang mereka bagaimanapun caranya!"
"Tapi, tapi waktu hanya tersisa 6 menit! Itu tidak akan cukup"
"Kau meremehkan kemampuan ku Bima? 6 menit lebih dari cukup untukku" ujar Arthur Cunha dengan wajah penuh keyakinan.
Mendengar keyakinan yang dimiliki oleh Arthur Cunha, membuat Bima Satya merasa bisa melihat sedikit harapan. Dia juga tidak ingin menyerah di sini, namun karena gol kedua tadi membuatnya hancur lebur tak berdaya. Sekarang, Bima Satya hanya bisa menggantungkan harapannya ke sosok Arthur Cunha yang ia yakini bisa membalikkan keadaan dan membuat mereka memenangkan pertandingan kali ini.
Pertandingan kembali dilanjutkan, Bima Satya memulainya dengan langsung mengoper bola ke Arthur Cunha. Lalu hal yang mengejutkan pun terjadi, semua penonton terkejut melihat hal itu layaknya para pemain yang bermain di atas lapangan yang hijau dan panas.
Setelah menerima bola, Arthur Cunha langsung berlari kedepan untuk menghancurkan barisan pertahanan tim Pengambangan Cananga Youth. Tentu saja ini membuat para pemain Pengambangan Cananga Youth terkejut, karena baru kali ini mereka melihat Arthur Cunha bergerak sesuai dengan keinginannya sendiri.
Para pemain Pengambangan Cananga Youth pun berusaha untuk menghalangi dan merebut bola dari kaki Arthur Cunha, namun Arthur Cunha berhasil melewati mereka satu persatu dengan skill dribble yang sangat memukau.
Dia seperti Messi saat masa prime nya di Barcelona, bergerak kesana kemari dan licin layaknya seekor belut sampai dia pun berada di kotak penalti tim Pengembangan Cananga Youth.
Arthur Cunha tinggal 1vs1 dengan Derry, Derry pun maju untuk menghadang Arthur Cunha agar dia tidak bisa mendapatkan ruang tembak, namun Arthur Cunha melakukan hal lain. Arthur Cunha melakukan flick yang membuat bola terbang melewati kepala Derry yang maju untuk menghalau bola, membuat Derry hanya bisa mengutuk dirinya sendiri melihat hal itu.
__ADS_1
"Sombrero! Kurang ajar!" Derry mengumpat begitu dia terkena skill itu.
Arthur Cunha sudah berhasil melewati Derry, dan dia hanya tinggal menendang bola dengan pelan untuk mencetak gol. Namun saat Arthur Cunha hendak mengambil ancang-ancang untuk menendang bola, tiba-tiba tanpa ia ketahui ada seseorang yang melakukan slide tackle ke bola dan membuat bola menjauh dari gawang Pengambangan Cananga Youth.
Arthur Cunha menoleh ke sampingnya dan melihat sosok orang yang melakukan slide tackle tadi, itu adalah Rizaldi Fatah sendiri. "Kau!" Arthur Cunha dibuat geram oleh Rizaldi, namun Rizaldi tidak peduli akan perasaan Arthur Cunha saat ini.
Setelah melakukan tackle yang sangat bersih, Rizaldi langsung berdiri lalu ia berlari dengan cepat untuk mengejar bola tadi. Dia sampai lebih dulu karena dirinya lah orang yang pertama kali bereaksi dan reaksinya itu super cepat.
Waktu terus bergulir setiap Rizaldi melangkahkan menggiring bola hingga ke lapangan tengah. Rizaldi terus menggiring bola, melewati beberapa pemain Surabaya Force Warlord sama seperti yang dilakukan oleh Arthur Cunha tadi.
Rizaldi dengan cepat melakukan scanning area dan mendapatkan gambaran besarnya di dalam kepalanya, Rizaldi lalu mengoper bola ke Zaki Iskandar setelah itu dia berlari mengitari Zaki Iskandar untuk bergerak maju. Zaki Iskandar mengerti skema yang ingin dilakukan oleh Rizaldi. Setelah menerima bola dari Rizaldi, Zaki mengoper pada Romeo yang dilanjutkan ke Fauzi dan Fauzi melakukan passing panjang ke sisi lain yang sudah ada Axel Raihan di sana.
Axel Raihan langsung melakukan akselerasi dengan sangat cepat melakukan gerakan menusuk masuk ke dalam kotak penalti lawan, lalu dalam sekali lirik Axel memberikan umpan silang yang sangat indah yang mengarah ke kepala Martin.
Martin ingin melakukan sundulan namun dia didorong oleh pemain bertahan Surabaya Force Warlord sehingga membuatnya terjatuh, tetapi wasit tidak menganggap itu sebagai pelanggaran. Tetapi bola umpan silang tadi masih berputar, menuju ke ruang yang kosong yang tidak dijaga sama sekali oleh pemain bertahan Surabaya Force Warlord.
Begitu Rizaldi merasa bola sudah mulai di dekat kakinya, Rizaldi hendak menendang bola itu dengan keras dan meluncur ke gawang lawan. Tetapi, Bima Satya berlari ke arah depan Rizaldi untuk menutup ruang tembak Rizaldi, dengan rasa penyesalan dia mencoba untuk menghalangi Rizaldi untuk menembak.
Melihat itu Rizaldi masih tetap tenang, Rizaldi tidak jadi melakukan tendangan first-time dan melakukan sentuhan ke bola sebanyak dua kali, Rizaldi melakukan gerakan Double Touch untuk mengelabui Bima Satya, dia membalas apa yang dilakukan oleh Arthur Cunha tadi di depan gawang mereka tadi.
Setelah menipu Bima Satya dengan gerakan Double Touch. Rizaldi langsung melakukan dengan plesing ke pojok kanan atas gawang, namun Rizaldi melakukan teknik tendangan pisang itu dengan menggunakan kaki bagian luarnya sehingga membuat bola semakin berputar jauh lebih cepat.
Bola yang liar itu tidak bisa ditangkap oleh kiper Surabaya Force Warlord, sehingga membuat angka skor kembali berubah. Skor sekarang 3-2 untuk keunggulan Pengambangan Cananga Youth.
__ADS_1
Rizaldi langsung berlari ke arah pojok dan melakukan selebrasi untuk merayakan gol itu, teman-temannya yang lain juga ikut merayakan bersama Rizaldi bahkan para official dan pemain cadangan pun langsung berlari berhamburan mendatangi Rizaldi dan mengungkapkan rasa ketidakpercayaan mereka dengan gol yang diciptakan oleh Rizaldi tadi.
Rizaldi merasa sesak karena ditindih oleh rekan-rekannya yang lain, sampai Rizaldi merasa bahwa seharusnya dia tidak mencetak gol saja.
Tidak lama setelah gol itu, peluit panjang pun ditiup oleh wasit dan menandakan pertandingan hari itu dimenangkan oleh Pengambangan Cananga Youth dan Pengambangan Cananga Youth berhak lolos ke semi-final setelah menang dramatis atas Surabaya Force Warlord dengan skor 3-2.
Gol Rizaldi Fatah di penghujung babak kedua tadi harus membuat pemain Surabaya Force Warlord tertunduk lemas dan menangis karena langkah mereka harus terhenti di perempat final ini.
Bima Satya adalah orang yang paling terpukul akan kekalahan ini, dia benar-benar merasa jatuh sampai-sampai dia menangis sejadi-jadinya di lapangan. Dia merasa, kekalahan ini diakibatkan oleh kesalahannya yang berulang-ulang, bahkan di menit akhir tadi saat dirinya gagal menghalau Rizaldi untuk mencetak gol pembalik keadaan.
Arthur Cunha menghampiri Bima Satya yang menangis terduduk lemas itu, dia menepuk-nepuk pundak Bima Satya sambil berkata. "Kerjamu sudah bagus, terimakasih atas kerja kerasmu. Akulah orang yang gagal membalikkan keadaan kita di menit-menit akhir tadi" ujarnya.
Setelah menghampiri rekannya Bima Satya. Arthur Cunha lalu menghampiri pemain yang membuat perbedaan besar di babak kedua, yaitu Rizaldi Fatah. Dia mengajak Rizaldi bersalaman yang tentu saja disambut dengan baik oleh Rizaldi.
"Semoga beruntung di semifinal" ucapnya dengan wajah tegar, tetapi Rizaldi tahu bahwa orang yang dihadapannya itu sedang hancur bagai kaca yang hancur berkeping-keping.
Rizaldi lantas memeluk Arthur Cunha yang dimana itu membuat Arthur Cunha sedikit terkejut. Karena menerima perlakuan baik dari Rizaldi, Arthur pun mengajak Rizaldi bertukar jersey yang disambut baik oleh Rizaldi.
Setelah bertukar jersey sen Arthur, Rizaldi kemudian mendekati sosok Bima Satya yang masih terduduk dengan perasaan lemas dan sedih. Rizaldi mencoba menghibur Bima Satya, karena bagaimanapun juga rivalitas hanya 90 menit di lapangan saja, setelahnya mereka adalah teman.
Bima Satya menatap ke wajah Rizaldi, dia tahu bukan sosok Zaki Iskandar yang membuatnya menderita seperti itu. Tetapi, karena pemikiran Rizaldi lah dia sampai tidak bisa berbuat banyak di babak kedua.
Namun walaupun begitu Bima Satya tetap menyalami Rizaldi Fatah dan mengucapkan selamat kepadanya karena telah berhasil melaju ke semi-final. "Semoga kita bertemu lagi di musim depan!" ucap Bima Satya.
__ADS_1
"Ya tentu saja, bermain melawan kalian sungguh mengasikan" jawab Rizaldi dengan perasaan senang.
Setelahnya Rizaldi berkeliling lapangan, melambai-lambaikan tangan ke arah penonton yang sudah berhadir untuk menyaksikan mereka berjuang. Ditemani rekan-rekannya yang lain, serta Coach Satria Hutama yang tidak bisa menyembunyikan perasaan betapa bahagianya dirinya mempunyai pemain seperti Rizaldi Fatah.