Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 137: I-LEAGUE Pertamanya


__ADS_3

Ada sedikit perubahan sistem dari I-LEAGUE musim ini, menurut ketua FSI sekarang rasanya sistem I-LEAGUE yang sudah digunakan semenjak liga Indonesia pertama digulir ini sudah mulai cukup usang sehingga harus diperbaharui agar jadi lebih segar.


Sistem I-LEAGUE ini mengikuti sistem dari liga top-top Eropa seperti liga Inggris, Itali atau Spanyol. Setiap tim yang mengikuti akan memainkan pertandingan sebanyak 38 pertandingan yang dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama di awal musim hingga pertengahan musim, lalu sesi kedua di awal musim dingin hingga pertandingan terakhir.


Contohnya sistem English Premier League. Di kasta tertinggi liga Inggris itu terdapat 20 tim yang akan memainkan 38 pertandingan, jadi setiap tim total akan menjadikan 380 pertandingan dalam satu musim. Di akhir musim nanti akan terjadi degradasi kalau ada tim yang memasuki zona degradasi, biasanya zona degradasi ada di sekitar posisi 3 terakhir, yaitu posisi 18, 19 dan 20. Yang terdegradasi akan turun ke liga kasta kedua, yang nanti posisi mereka akan digantikan oleh juara liga kasta kedua dan posisi keduanya, dan juga ada pemenang dari babak play-off.


Setelah lama menggunakan sistem itu, FSI akan melakukan perubahan sistem liga untuk I-LEAGUE musim ini, format liga masih akan menerapkan pertandingan penuh round robin namun nantinya pemenang liga tidak akan langsung ditetapkan dari pemuncak klasemen liga. Pemenang liga akan ditentukan lewat pertandingan play-off lagi. Akan ada empat tim yang akan mengikuti play-off ini, dari posisi 1 hingga 4. Posisi 1 akan bermain dengan posisi 3, dan posisi 2 akan bertanding dengan posisi 4. Tim yang di posisi 1 dan 2 akan mendapatkan hak menjadi tuan rumah di fase play-off ini.


Nantinya I-LEAGUE juga akan berubah nama menjadi Indonesia Premier League, yang akan diikuti oleh 18 klub nantinya. Dengan format sistem yang baru dan juga suasana yang baru, FSI berharap liga akan semakin kompetitif nantinya.


Rizaldi sudah tidak sabar menanti debutnya di Indonesia Premier League, dia berlatih dengan sangat bersemangat hari ini dan berusaha mendapatkan atensi dari Coach Giovanni agar dirinya bisa dijadikan opsi untuk pertandingan pembuka nanti.


Pengambangan Cananga FC akan menjamu tim dari Jawa Timur yaitu Singosari FC dalam laga pembuka Indonesia Premier League alias IPL. Pertandingan itu akan dilakukan pada hari Minggu, 2 hari setelah hari ini jadi Rizaldi sudah tidak sabar menunggu hari itu datang.


Rizaldi menyelesaikan latihan dengan sangat bagus dan begitu bersemangat, banyak pemain senior Pengambangan Cananga yang kagum dengan semangat yang dimiliki oleh Rizaldi Fatah, terlebih saat mereka mengetahui betapa mudanya Rizaldi Fatah.


Apa yang dilakukan oleh Rizaldi Fatah di pertandingan Piala Super Indonesia juga membuat mereka semua jadi lebih memperhatikan sosok Rizaldi Fatah, mereka mungkin mengira adanya sosok muda berbakat di dekat mereka dan mereka akan membantunya dengan semua kemampuan mereka.


Sama seperti yang dilakukan oleh Ednilson Silva, dia masih ingat betapa manisnya umpan yang diberikan oleh Rizaldi pada dirinya yang berhasil membuatnya mencetak brace dalam laga melawan Bandung Tigerra FC kala itu. Berkat umpan itu jua, Pengambangan Cananga FC berhasil mengamankan kemenangan mereka semua dan berhasil menjadi kampiun Piala Super Indonesia.

__ADS_1


Ednilson Silva mengajarkan Rizaldi Fatah beberapa hal soal gaya permainan dari tanah kelahirannya Brazil, dan juga bola seperti apa yang dirinya sukai. Rizaldi jadi sedikit lebih mengerti tentang Ednilson Silva, dan itu membuatnya mendapatkan ilmu yang berharga pada saat pertandingan nanti.


"Hei Rizaldi, bagaimana latihanmu bersama Ednilson Silva?" Adam Sala menghampiri Rizaldi Fatah.


Rizaldi langsung bersikap hormat didepan Adam Sala, terlebih lagi Adam Sala adalah kapten di Pengambangan Cananga FC yang memang harus dirinya hormati. "Semuanya berjalan dengan baik kapten!" ujar Rizaldi dengan sedikit bersemangat.


Adam Sala tertawa. "Sepertinya kau sudah tidak sabar akan pertandingan di hari Minggu nanti ya Rizaldi?"


"Jelas sekali kapten!"


"Bagus!" ujar Adam Sala sambil sedikit mengacak-acak rambut Rizaldi. "Tetap simpan semangat mu itu sampai hari pertandingan ya!"


Setelah itu Adam Sala kembali ke tempatnya, sedangkan Rizaldi kembali melanjutkan latihannya bersama dengan Ednilson Silva. Untungnya Ednilson Silva sudah mulai terbiasa dengan bahasa Indonesia, sehingga dia kurang lebih mengerti apa yang diucapkan oleh Rizaldi walaupun masih sedikit demi sedikit.


Hari Minggu datang begitu cepat, kini Stadion Cananga Stadium yang menjadi markas tim Pengambangan Cananga FC sudah mulai dipadati oleh para pendukung setia mereka dan juga beberapa pendukung Singosari FC.


Di bangku penonton juga ada ibu Rizaldi dan juga adiknya, Keisha yang akan menonton kakaknya beraksi hari ini. Hari ini ibu Rizaldi libur sehingga dia lebih memilih untuk menyaksikan langsung ke stadion daripada harus menonton dari siaran televisi.


"Kita duduk di sini tante!" ujar Salma menunjukkan tempat duduk mereka.

__ADS_1


"Makanan-makanan di dalam tadi enak-enak, seperti itukah pelayanan keramahan untuk pembeli tiket VIP?"


"Itu benar sekali Keisha, kalau kita beli tiket VIP maka kita akan diberikan keramahan seperti itu tadi, mungkin selepas pertandingan ini kita bisa bertemu dengan abangmu kalau abangmu jadi pemain terbaik di pertandingan hari ini" Salma menjelaskan soal ramah tamah tamu VIP pada Keisha.


Ini kali pertamanya Keisha dan ibunya menyaksikan Rizaldi bermain di stadion sebesar ini, dulu saat Rizaldi masih bermain di divisi Youth, mereka hanya menonton di stadion yang lebih kecil yang biasanya digunakan untuk tim utama berlatih. Soal keramahtamahan itu pun tidak ada di stadion yang dulu, sehingga Keisha nampak sedikit terkejut dengan hal tersebut.


Mereka bertiga sudah duduk di tempat mereka, tinggal beberapa saat lagi sebelum kick-off pun dimulai. Mata Keisha bisa melihat dengan jelas ke arah lapangan, mungkin dia juga bisa akan melihat dengan jelas abangnya yang akan bermain di lapangan itu.


Kedua tim pun mulai terlihat keluar dari terowongan, semua supporter dari kedua tim berteriak heboh menyambut pemain dari tim-tim kesayangan mereka masing-masing. Keisha, ibunya serta Salma juga ikut heboh, namun mata mereka mencoba mencari ke salah satu diantara 11 pemain Pengambangan Cananga FC yang ada di lapangan itu. Mereka mencari sosok Rizaldi Fatah.


"Abang tidak ada di sana ma, abang di mana ma?" Keisha langsung panik melihat tidak ada abangnya diantara sebelas pemain itu.


"Mama juga tidak tahu dek, kata abangmu dia pasti main kan nanti hari ini"


"Mungkin ada di bangku cadangan!" Salma mencoba lebih positif, dirinya langsung ditatap tajam oleh Keisha yang menganggap abangnya harusnya bermain awal, bukan duduk di bangku cadangan.


Dan benar saja, nama Rizaldi Fatah termasuk ke dalam list bangku cadangan. Keisha tentu saja kecewa bahkan dia berteriak lantang memaki pelatih Pengambangan Cananga, dengan menyebutnya sebagai pelatih tidak kompeten. Apa yang dilakukan oleh Keisha ini langsung menjadi sorotan semua orang, semua mata langsung tertuju pada sosok Keisha.


Salma buru-buru menutup mulut Keisha yang semakin tidak terkontrol itu, sambil tersenyum miring dan mengangguk-angguk kepala untuk memohon maaf pada penonton yang lain karena ulah Keisha yang sudah membuat heboh. Sedangkan ibunya hanya bisa tertawa manis saja melihat apa yang dilakukan oleh putrinya itu, dia tetap fokus untuk melihat pertandingan di depan matanya saat ini, karena mungkin saja ini adalah kali pertama dan terakhirnya bisa melihat anaknya bermain secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2