
Syok terapi diterapkan oleh Coach Giovanni Almeida untuk para pemainnya di turun minum babak pertama. Tentu saja ini harus dilakukan, sebab para pemain Pengambangan Cananga FC bermain sangat baik di sepertiga babak pertama bahkan mereka bisa unggul lebih dulu dari tim Bandung Tigerra FC.
Tetapi sayangnya setelah unggul tim Pengambangan Cananga FC malah tidak bisa mempertahankan keunggulan mereka dari Bandung Tigerra FC. Bandung Tigerra FC malah menyerang mereka habis-habisan sampai Pengambangan Cananga FC dipaksa harus bermain di wilayah pertahanan mereka sendiri, sampai akhirnya gol penyeimbang kedudukan pun datang untuk Bandung Tigerra FC dan sampai turun minum, skor pun bertahan 1-1.
Tentu saja ini tidak menyenangkan bagi Coach Giovanni, terlebih lagi timnya sudah melakukan persiapan mahal sampai melakukan tur ke Spanyol. Akan tetapi permainan masih jauh dari harapannya, maka dari itu Coach Giovanni langsung memarahi semua pemainnya pada saat istirahat turun minum ini.
Dimarahi habis-habisan di ruang ganti membuat semangat para pemain Pengambangan Cananga FC mulai bangkit kembali, mereka semua kadang agak aneh karena ditangani pelatih yang juga aneh. Menurut pemain Pengambangan Cananga FC, hal terbaik yang bisa pelatih mereka lakukan adalah pada saat dia memarahi mereka, maka semangat mereka akan terpecut kembali untuk berjuang sekuat tenaga.
Itu yang mengakibatkan mental dan moral mereka memasuki babak kedua ini berubah drastis, bahkan pemain Bandung Tigerra FC pun tidak habis pikir dengan mereka semua.
Babak kedua pun dimulai dan pemain Pengambangan Cananga FC langsung tancap gas di menit-menit awal babak kedua. Mereka terus menekan Bandung Tigerra FC dari berbagai sisi, tetapi mereka menemukan satu kelemahan dari tim lawan. Bandung Tigerra FC memiliki kelemahan yang mendasar, mereka lemah di sektor kanan yang dijaga oleh M. Firli, pemain muda yang dipercaya oleh pelatih Bandung Tigerra FC untuk bermain di laga sepenting ini.
M. Firli tidak menjalani debutnya di laga kali ini, dia sudah bermain di musim lalu dan mencatatkan rekor 5 gol dan 3 assist di musim lalu. Namun sebenarnya M. Firli sangat kurang dalam bertahan, dia merupakan bek sayap yang lebih suka bermain lebih maju dan kadang menjadi inverted wing back yang lebih bergerak ke tengah untuk memperkuat lini tengah.
Ini yang dimanfaatkan oleh para pemain sayap dari Pengambangan Cananga FC seperti Anan Riswan. Anan Riswan yang hebat dalam mengamati seseorang, langsung mengerti kalau M. Firli sering kali naik ketengah dan kadang terlambat melakukan cover. Anan memanfaatkan itu, dia sering melakukan gerakan menusuk lewat posisi yang diisi oleh M. Firli dan sering kali M. Firli kalah berduel atau kalah adu sprint dengan Anan Riswan yang memang memiliki kecepatan.
Tetapi sayangnya masih belum ada gol yang masuk untuk Pengambangan Cananga, walaupun mereka terus menekan dan menciptakan banyak peluang-peluang. Bandung Tigerra FC juga tidak cuma bertahan saja, kadang mereka mencoba melakukan serangan-serangan balik cepat tetapi Pengambangan Cananga FC belajar dari kesalahan mereka dan terus memperhatikan transisi mereka dari menyerang ke bertahan.
__ADS_1
Hal ini membuat Coach Giovanni khawatir, karena timnya terus menekan sedari menit awal babak kedua hingga sampai ke menit 64 tetapi masih belum ada gol yang tercipta. Coach Giovanni khawatir kalau timnya sudah kelelahan terlebih dahulu dan malah kembali kemasukan gol karena skema serangan balik cepat dan gaya permainan tim Bandung Tigerra FC yang menerapkan sepakbola pragmatis.
Terlebih lagi masalahnya bukan hanya itu saja, tim Pengambangan Cananga FC kekurangan pemain yang bertindak sebagai pemain kreatif. Mereka terus mengandalkan kecepatan yang dimiliki oleh Anan Riswan, itu saja tidak cukup. Pemain nomor 10 mereka yaitu, Kenzo Daisuke asal Jepang yang berusia 29 tahun juga tidak bisa berbuat banyak pada pertandingan kali ini.
"Sepertinya mereka sudah memahami cara permainan Kenzo, kreatifitas pemain tengah kita seakan-akan mati karena apa yang mereka lakukan pada Kenzo" ucap Coach Giovanni yang memperhatikan pertandingan dari pinggir lapangan dengan sangat harap-harap cemas.
Coach Giovanni lalu menatap ke bench, dia mencari-cari kepingan terakhir dari puzzle yang sudah ia susun sedemikian rupa. Entah kenapa matanya tertuju kepada sosok Rizaldi Fatah yang juga sedang menikmati permainan hari ini.
Keragu-raguan mulai menyerang Coach Giovanni, dia ragu kalau harus mempercayakan tugas yang berat itu kepada sosok Rizaldi Fatah yang baru saja berusia 16 tahun itu. Tetapi dia tidak memiliki rencana lain, dia tidak memiliki seorang pemain yang memiliki kreativitas tinggi seperti Kenzo di bench selain Rizaldi Fatah seorang.
"Pertaruhan kah? Kalau begitu aku akan all-in pada kematian!" batin Coach Giovanni lalu dia berjalan ke arah bench untuk memberitahukan Rizaldi soal apa yang ia pikirkan.
"Ya aku akan bertaruh, terserah kau apa kau ingin ikut bertaruh atau tidak Ward Prowse" ujar Coach Giovanni. "Jika kau ingin bertaruh, ayo cepat lakukan pemanasan"
Rizaldi Fatah langsung berdiri dan melakukan pemanasan tanpa pikir panjang, hal sesimpel itu membuat para pemain Pengambangan Cananga FC yang duduk di bench langsung memberikan Rizaldi tepuk tangan karena keberaniannya itu. Rizaldi 16 tahun saja sudah memiliki keberanian seperti itu, kadang ada di antara mereka yang masih merasakan keraguan saat diberikan kesempatan oleh Coach Giovanni untuk bersinar. Mereka masih terpikir apakah mereka bisa memberikan yang terbaik atau tidak dan itu kadang menghambat mereka untuk berkembang lebih maju lagi.
"Hei Master selamat atas kesempatan yang kau dapatkan ini" Borought-555 tiba-tiba muncul begitu saja pada saat Rizaldi Fatah sedang melakukan pemanasan.
__ADS_1
"Yah Boro, aku sudah tidak sabar mendapatkan semua sorotan itu kepadaku. Aku harus memberikan yang terbaik untuk pertandingan hari ini Boro"
"Kalau begitu apakah Master mau agar debut profesional anda kali ini lebih menarik lagi?"
"Aku mau Boro! Kasih tahu padaku apa yang harus kulakukan" Rizaldi Fatah semakin bersemangat.
Boro kemudian memberikan Rizaldi Fatah sebuah misi yang harus Rizaldi Fatah selesaikan hari ini pada saat dirinya bermain nanti, melihat semua misi itu semakin membuat Rizaldi bersemangat dan tidak sabar untuk bermain.
[Misi Hari Ini]
[Jadi pemain yang paling banyak menyentuh bola di pertandingan hari ini]
[Buat 1 assist]
[Selalu terlibat dalam proses terjadinya gol ataupun peluang]
[Hadiah: 2 botol minuman energi booster, kartu sepakbola grade B dan poin atribut+4]
__ADS_1
[Hukuman: Jika gagal maka pengguna akan kehilangan sistem selamanya]
"Hahaha hukumannya selalu mengerikan ya? Boro" ucap Rizaldi setelah melihat misi yang ia terima.