Sistem Sepakbola: Classic Number 10

Sistem Sepakbola: Classic Number 10
Chapter 98: Duel Panas


__ADS_3

Pukul sembilan pagi di hari pertandingan semifinal kedua, para pemain Pengambangan Cananga Youth sedang berkumpul di ruangan rekreasi hotel. Coach Satria Hutama dan stafnya mengumpulkan mereka semua untuk membahas taktik yang akan mereka gunakan di pertandingan yang akan berlangsung sore hari nanti.


Mereka sudah melakukan latihan berat selama beberapa hari terakhir ini, semuanya hanya untuk memenangkan pertandingan hari ini dan melangkah ke babak final. Dan sekarang, saatnya mereka membahas taktik yang akan mereka gunakan. Taktik yang tepat adalah kunci untuk membuat kemenangan mereka menjadi nyata.


Coach Satria Hutama mengumpulkan mereka jam sembilan pagi pun ada pertimbangan yang beliau lakukan sebelumnya. Beliau ingin semua pemain sudah dalam keadaan segar dan tidak masih dalam keadaan mengantuk untuk mendengarkan instruksi yang akan dia berikan kepada mereka semua, jika mereka datang tidak dalam kondisi yang segar bisa-bisa semua yang sudah diinstruksikan bisa lepas begitu saja seperti layang-layang putus nan tidak ada harapan bisa direbut kembali.


Sebelum membahas ke taktik mereka, Coach Satria Hutama terlebih dahulu memulainya dengan membahas pemain Sugar Crossed FC yang harus mereka perhatikan jika mereka ingin menang melawan rival mereka itu.


"Aku yakin, beberapa diantara kalian sudah pernah menghadapi mereka. Namun percayalah, Sugar Crossed FC yang sekarang jauh berbeda dari yang pernah kita hadapi sebelumnya" ujar Coach Satria, lalu beliau mulai menunjukkan nama dua pemain yang menjadi pembeda di tim itu.


"Pertama mereka memiliki seorang predator di dalam kotak penalti, maupun di luarnya. Dia benar-benar striker yang haus gol dan memiliki insting mencetak gol yang luar biasa. Dia memiliki semuanya dari kemampuan olah bola, pemahaman situasi dan ruang serta tendangan yang kuat ataupun sundulan yang tajam yang merupakan senjata yang harus dimiliki seorang striker. Dan dia mempunyai semuanya itu dan sangat terasah sangat tajam" Coach Satria terus melanjutkan. "Bahkan kemampuannya melebihi semua pemain depan yang ada di tim ini, termasuk kau Martin!"


Martin yang mendengar itu tentu saja kesal, tetapi dia juga sadar akan penilaian dari Coach Satria Hutama. Martin tidaklah pemain yang biasa saja, dia merupakan striker yang menjadi tumpuan dan ujung tombak tim Pengambangan Cananga Youth dan itu sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Tetapi, apa yang dicapai oleh Yoga Hilmawan dengan Sugar Crossed FC sangat berbeda begitu jauh dengannya sehingga membuat Martin Fasha bagaikan sosok pemain kelas dua saja.


Martin tidak bisa marah karena penilaian itu walaupun dia kesal, dia hanya bisa memukul pahanya dan mulai merasa kecewa dengan dirinya sendiri. Tetapi itu hanya sesaat, karena setelahnya yang ada hanyalah rasa ingin membuktikan diri lebih baik daripada sosok Yoga Hilmawan. Itu membuat Coach Satria Hutama sedikit lega melihat ekspresi dari Martin itu.


Lalu setelahnya Coach Satria Hutama bertanya pada mereka semua. "Lalu jika kita menghentikan pergerakan dari Yoga Hilmawan, apakah semua masalah itu akan selesai?"

__ADS_1


Semua pemain saling berdiskusi, mereka ikut menanyakan pertanyaan yang tadi diucapkan oleh Coach Satria Hutama tadi. Mereka kebingungan dengan pertanyaan itu sehingga tidak ada satupun yang menjawab pertanyaannya, kecuali Rizaldi yang terlihat memiliki pemikirannya sendiri.


"Hoho, sepertinya kau memiliki jawabannya ya Rizaldi"


"Ya Coach!" jawab Rizaldi dengan tegas, lalu dia mulai menjelaskan. "Walaupun kita mencoba untuk menghentikan pergerakan Yoga Hilmawan, agak rasanya hal itu akan berbalik pada kita karena ada satu sosok lagi yang harus kita perhatikan dan sosok itulah yang menjadi motor penggerak tim Sugar Crossed FC dalam beberapa pertandingan terakhir ini"


Martin sudah tahu siapa sosok yang dimaksud oleh Rizaldi Fatah tadi. "Tori Marukawa kah?"


Semua pemain Pengambangan Cananga Youth mulai teringat betapa hebatnya permainan yang ditunjukkan oleh Tori Marukawa, bahkan sepertinya kemampuannya melebihi mereka semua secara kualitas. Tetapi, bukan berarti mereka langsung menerima kekalahan mereka hanya karena itu, mereka hanya sadar diri saja dan karena itu mereka berlatih keras untuk menandingi kemampuan Tori Marukawa.


"Benar sekali, tepat sekali, betul sekali!" ucap Coach Satria. "Permainannya, pergerakannya, pemahamannya bagaikan pemain yang memiliki sentuhan magis. Aku melihatnya seperti Lionel Messi pada masa mudanya ketika dia baru saja bermain untuk Barcelona setelah dari Akademi La Masia"


"Untuk itulah aku memerlukan kalian dalam keadaan segar dan tidak mengantuk" ucap Coach Satria Hutama dengan wajah seperti seorang psikopat yang sedang mengungkapkan jati dirinya pada korbannya. "Siapkan telinga kalian dan bukalah lebar-lebar, karena aku akan memberitahukan kepada kalian semua cara menghentikan dua orang yang menyusahkan itu!"


Lalu Coach Satria Hutama pun mulai menjelaskan kepada mereka semua bagaimana cara menghentikan sosok Tori Marukawa serta Yoga Hilmawan, mereka semua mendengarkan dengan baik-baik karena tidak mereka tidak ingin kalah dari Tori Marukawa dan Yoga Hilmawan ataupun kalah dari Sugar Crossed FC. Harga diri mereka lah yang dipertaruhkan di pertandingan hari ini, mau bagaimanapun mereka harus memenangkan pertandingan kali ini dan melangkah ke babak final.


Sedangkan di sisi seberang, pemain Sugar Crossed FC juga memulai rapat taktik sama seperti yang dilakukan oleh pemain Pengambangan Cananga Youth.

__ADS_1


Pelatih mereka juga menjelaskan kepada mereka semua beberapa pemain Pengambangan Cananga Youth yang beliau rasa perlu diperhatikan oleh mereka semua. Namun ketika sampai saat pelatih mereka membahas soal Rizaldi Fatah, wajah Yoga Hilmawan langsung berubah total sepenuhnya.


Rekan satu timnya bahkan bisa merasakan ada aura gelap yang keluar dari tubuh Yoga Hilmawan ketika dia mendengar nama Rizaldi Fatah yang meluncur begitu saja dari mulut pelatih mereka.


"Apa ada yang salah, Yoga Hilmawan?" pelatih mereka bertanya pada Yoga.


Yoga pun menjawabnya. "Sepertinya ada yang salah dari apa yang Anda sampaikan pak pelatih"


"Salah? Maksudmu?" pelatih mereka tentu semakin kebingungan.


Lalu Yoga Hilmawan menunjuk ke arah wajah Rizaldi Fatah yang ditampilkan oleh layar. Semua mata lalu mengikuti arahan yang ditunjuk oleh Yoga Hilmawan, tetapi mereka masih tidak mengerti apa maksud dari itu. Hanya Tori Marukawa yang langsung mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Yoga Hilmawan, sehingga dia lebih memilih terkekeh pelan sambil memperhatikan situasi ini.


Karena tidak ada yang mengerti akhirnya Yoga Hilmawan pun menjelaskannya kepada mereka semua. "Dia bukanlah pemain yang patut diperhatikan, dia hanyalah pemain kelas 2, tidak bahkan lebih rendah dari itu"


"Apa maksudmu Yoga? Kenapa kau bilang dia pemain yang tidak perlu kita perhatikan? Apa kau tidak pernah membaca berita atau apa, kalau dia sudah beberapa kali mendapatkan predikat man of the match dalam beberapa pertandingan terakhir ini"


"Itu hanya kebetulan saja, ya kebetulan saja" ucapan Yoga Hilmawan semakin membuat rekan dan pelatihnya semakin kebingungan. "Intinya kalian tidak perlu memperhatikan pemain itu, biarkan aku saja yang menghancurkan orang itu dan itu sudah cukup"

__ADS_1


Setelah mengucapkan itu dan membuat rekan dan pelatihnya terjebak dalam keheningan, Yoga Hilmawan pun berniat pergi dari situ dan kembali ke kamarnya. Tetapi sebelum itu Yoga kembali berucap. "Rapatnya sudah selesai kan? Saya mau kembali ke kamar dan tidur untuk mempersiapkan tubuh saya agar tetap segar saat pertandingan nanti" Lalu Yoga Hilmawan pun pergi meninggalkan mereka semua.


Tori Marukawa yang melihat itu langsung tertawa, dia langsung mengikuti Yoga Hilmawan pergi dan meninggalkan mereka semua dalam keheningan itu.


__ADS_2