
Babak kedua telah dimulai beberapa waktu yang lalu, skor masih sama seperti sebelumnya yaitu 2-0 untuk keunggulan Surabaya Force Warlord FC. Tetapi, ada sedikit perubahan yang terjadi di kubu Surabaya Force Warlord FC.
Mereka yang merasa sudah menang mencoba untuk bermain lebih sedikit bertahan dan bersiap melakukan serangan balik cepat untuk menambahkan keunggulan, hal itu beberapa kali hampir membuat gawang yang dikawal oleh Derry kebobolan.
Tetapi bukan berarti Pengambangan Cananga Youth tidak ikut berubah setelah apa yang terjadi terhadap mereka di babak pertama, mereka kini memiliki sebuah cara yang akan mereka gunakan di babak kedua dan mereka yakini bisa menyelamatkan mereka dari kekalahan.
Alasan kenapa serangan-serangan balik cepat yang dilancarkan oleh Surabaya Force Warlord FC masih belum bisa berbuah menjadi sebuah gol adalah, karena sebuah strategi yang mereka temukan sebelum memasuki babak kedua tadi.
Tim Surabaya Force Warlord FC masih belum menyadari akan hal ini dan mereka terus menyerang, tanpa menyadari ada hal yang menganggu mereka semenjak tadi.
"Perasaan apa ini? Perasaan yang sungguh tidak enak" ujar Bima Satya sambil melihat keselilingnya, mencoba mencari tahu apa yang menganggu perasaannya itu.
Bola dikuasai oleh pemain Surabaya Force Warlord lagi, dan langsung dioper ke Bima Satya yang sudah bersiap menerima bola. Saat Bima Satya berbalik badan, sudah ada Zaki Iskandar yang siap menghadangnya dan itu sedikit membuatnya terkejut.
"Sejak kapan dia disini?" ucap Bima Satya dalam hati.
"Aku tidak akan membiarkan dirimu lewat" mata Zaki Iskandar menyala-nyala.
Zaki Iskandar langsung melakukan duel dengan Bima Satya, tetapi Bima Satya masih mampu untuk mempertahankan bola di kakinya. Tetapi karena itu Bima Satya jadi kesulitan, dia tidak bisa memberikan bola ke depan sana karena dijaga oleh ketat oleh Zaki Iskandar, sehingga membuatnya tidak punya pilihan banyak selain mengembalikan bola ke belakang dan mereset build-up serangan.
"Oper lagi padaku!" Bima Satya kembali menyuruh rekannya untuk mengoper padanya.
Bola pun dioper ke Bima Satya lagi dan bisa di terima dengan sangat baik olehnya, namun saat Bima Satya ingin bergerak maju kedepan, dia sudah di tempel lagi oleh Zaki Iskandar.
"Kau lagi!" Bima Satya mulai kesal karena selalu ditempel oleh Zaki Iskandar.
Kemana pun Bima Satya ingin bergerak, Zaki Iskandar selalu mengikutinya seperti anak ayam yang selalu mengekor ke induknya. Bima Satya jadi kesal, dia langsung memberikan bola kedepan karena sudah terlalu kesal di tempel oleh Zaki Iskandar.
__ADS_1
Disitulah Bima Satya membuat kesalahan dengan mengoper bola kedepan dengan tanpa pikir panjang, tugas Zaki Iskandar untuk menganggu konsentrasi Bima Satya pun sukses. Bola itu tidak terarah sesuai dengan kehendak Bima Satya, bola yang lemah itu bisa dengan mudah dipotong oleh Romeo dan tim Pengambangan Cananga Youth langsung melakukan build-up serangan balik cepat sebelum Bima Satya bisa bereaksi dengan hal itu.
Bola dibawa dengan cepat oleh Romeo, dia melakukan umpan-umpan pendek dengan pemain yang lain sampai bola pun ada di kaki Rizaldi. Rizaldi bergerak sangat leluasa, dia bawa bola ke sisi flank dan ia langsung memberikan umpan silang cantik ke arah Martin.
Martin menyundul bola itu dengan sangat mudah, bola pun masuk ke gawang dan Pengambangan Cananga Youth pun berhasil memperkecil ketertinggalan mereka di menit ke-75.
Martin langsung mengambil bola tadi dan membawanya ke tengah lapangan tanpa melakukan selebrasi, Martin sadar kalau mereka masih tertinggal dan mereka tidak perlu selebrasi untuk saat ini.
"Ayo satu gol lagi kawan-kawan!" ucap Martin setelah menaruh bola di tengah lapangan.
Bima Satya terkejut bukan main dengan gol cepat itu, dia juga sadar kalau gol itu terjadi karena salah pasing tadi. Kesalahan kecilnya itu berakibat besar bagi timnya sehingga membuatnya sedikit kesulitan.
Pemain lain mencoba menghiburnya, Bima Satya memang bisa mengucapkan "aku baik-baik saja" kepada mereka namun sebenarnya dia masih kepikiran soal kesalahan yang dia buat.
Rizaldi tahu akan hal itu, kemampuan analisa Rizaldi yang ia dapat setelah menjadi orang cupu selama bertahun-tahun bisa membuatnya mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di dalam diri Bima Satya.
Rizaldi pun mendekati Zaki Iskandar dan membisikkan sesuatu ke telinganya, setelah itu Zaki pun terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh Rizaldi tadi.
Wajah Rizaldi sangat yakin, sampai-sampai Zaki Iskandar tidak perlu lagi menunggu jawaban dari Rizaldi untuk itu. Zaki Iskandar pun melihat sebuah berlian dari rencana yang disampaikan oleh Rizaldi kepada dirinya tadi.
Zaki Iskandar pun langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Rizaldi tadi pada dirinya, dia langsung melakukan gerakan menempel ketat Bima Satya lagi sama seperti sebelumnya, bahkan sekarang lebih ekstrim lagi.
Beberapa kali Zaki Iskandar melakukan pelanggaran ke Bima Satya namun masih dalam skala kecil sampai pada akhirnya karena terlalu sering di tegur oleh wasit, Zaki Iskandar pun diberikan peringatan terakhir oleh wasit saat Zaki melakukan gerakan menarik baju Bima Satya hingga membuat Bima Satya terjatuh.
"Kau! Kau seperti bisul di bokong!" Bima Satya sudah tidak bisa menahan emosinya dan dia melakukan gerakan menyikut wajah Zaki Iskandar ketika mereka berdua berduel berebut bola.
Wasit melihat hal itu, wasit langsung memberikan kartu kuning untuk Bima Satya karena ulahnya itu. Bima Satya tidak peduli akan hal itu, yang dia rasakan sudah puas karena sudah membalas kelakuan Zaki Iskandar pada dirinya semenjak awal babak kedua tadi.
__ADS_1
Tetapi kartu kuning itu adalah awal dari pertanda buruk yang dialami oleh Bima Satya. Itu adalah rencana dari Rizaldi, Rizaldi memang sengaja menyuruh Zaki Iskandar untuk terus menganggu Bima Satya hingga Bima Satya meledak dan melakukan hal itu.
"Bagus Zaki!" Rizaldi mengapresiasi tindakan Zaki Iskandar yang sudah jauh lebih dari apa yang ia harapkan itu, Zaki Iskandar hanya tersenyum saja menunjukkan giginya yang berdarah karena terbentur siku Bima Satya.
Karena sikutan Bima Satya terhadap Zaki Iskandar tadi, Pengambangan Cananga Youth pun mendapatkan tendangan bebas. Jarak ke gawang cukup jauh, 27 meter dari gawang. Rizaldi bersiap untuk mengambil tendangan bebas itu dan di dalam kepalanya dia sudah menyiapkan skema umpan lambung ke dekat gawang tim Surabaya Force Warlord FC.
Tetapi saat dia ingin menendang bola, tiba-tiba Rizaldi mendapatkan sebuah notifikasi dari sistem. Rizaldi mendapatkan sebuah misi dari sistem, Rizaldi pun membuka panel misi dan melihat misi apa yang ia dapatkan.
[Cetak gol dari sini!]
[Hadiah: Kartu Sepakbola Grade B+]
[Hukuman: Pengguna tidak bisa mengakses sistem selama 7 hari]
"Aku harus mencetak gol dari titik ini? Ini 27 meter dari gawang loh!" Rizaldi sedikit terkejut dengan misi yang ia terima itu.
Bunyi peluit kembali di dengar oleh Rizaldi, itu tandanya Rizaldi harus segera melakukan tendangan bebas mau itu langsung menendang ke arah gawang ataupun Rizaldi oper dulu ke rekannya yang lain.
Tidak punya banyak pilihan, akhirnya Rizaldi mencoba untuk melakukan tendangan langsung ke gawang tim lawan. Rizaldi mengambil jarak beberapa langkah dan mulai melakukan ancang-ancang untuk menendang.
Teman-temannya yang lain agak terkejut melihat Rizaldi yang bersiap untuk melakukan tendangan, tetapi mereka juga langsung bersiap di dekat gawang untuk jaga-jaga bola rebound yang bisa mereka terima.
Rizaldi berlari dan langsung menendang bola dengan sangat keras. Rizaldi merasa kalau dia tidak mungkin bisa mencetak gol dari titik sejauh itu, namun pemikirannya itu salah. Rizaldi adalah pengguna sistem dan sistem otomatis memberikan sedikit bantuan kepadanya.
Dengan skill yang baru ia dapatkan yaitu [Long Range Shoot Accuracy] bola yang ditendang oleh Rizaldi tadi langsung mengarah masuk ke gawang dengan sangat cepat, bahkan kiper tim Surabaya Force Warlord FC hanya bisa terdiam dan tidak bergerak sama sekali.
Reaksi semua pemain Pengambangan Cananga Youth semuanya terkejut bukan main dengan gol spektakuler yang baru saja dicetak oleh Rizaldi tadi, bahkan Rizaldi sendiri terkejut bukan main sampai-sampai dia diam ditempatnya berdiri sambil melihat bola yang masuk ke dalam gawang itu.
__ADS_1
Tetapi rekan-rekannya melihat apa yang dilakukan oleh Rizaldi itu adalah sebuah selebrasinya. Rizaldi sengaja diam disana seolah-olah dia seperti seorang mafia asal Inggris yang selalu dikaitkan sebagai pria dingin dan keren itu, yang bernama Thomas Shelby.
Gol spektakuler itu terjadi di menit ke-84 dan gol itu juga membuat skor menjadi 2-2 dan membuat Pengambangan Cananga Youth kembali punya asa untuk menjadi pemenang di pertandingan kali ini.